farmasi makalah

Click here to load reader

  • date post

    08-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    66
  • download

    7

Embed Size (px)

description

b

Transcript of farmasi makalah

http://eprints.undip.ac.id/20372/1/Ari.pdfhttp://afiestaria.blogspot.com/2011/08/makalah-farmakologi.htmlafi Jumat, 19 Agustus 2011MAKALAH FARMAKOLOGI MAKALAHFARMAKOLOGI

DISUSUN OLEH :

NAMA : APIESTARIA

NIM :022001D10012

KELAS : 1 A

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................1

HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................2

DAFTAR ISI ............................................................................................3

KATA PENGANTAR .............................................................................4

BAB I : PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang ....................................................41.2 Tujuan .................................................................41.3 Permasalahan ......................................................41.4 Metode ................................................................4

BAB II : PEMBAHASAN A.Bentuk Sedian Obat .5 B.Farmakokinetik & Farmakodinamik..6 C. Prinsip & Teknik Pemberian Obat7 D. Jenis Obat11 BAB III : PENUTUP 1.1 Kesimpulan ..............................................................20 1.2 Saran ........................................................................20

DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................21

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya lah makalah ini dapat terselesaikan.

Melalui makalah ini,kita dapat mengetahui tentang macam-macam obat dan fungsinya, beserta, dosis dan efek sampingnya

Pembuatan makalah ini menggunakan metode kepustakaan,serta data-data saya peroleh dari beberapa sumber dan pemikiran yang saya gabungkan menjadi sebuah makalah yang semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.

Saya menyadari akan kelemahan dan kekurangan dari makalah ini.Oleh sebab itu,saya membutuhkan kritik dan saran yang sifatnya membangun,agar makalah ini akan semakin baik sajiannya.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca.

Penulis,

APIESTARIANIM:022001D10012

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangDi zaman yang serba modern ini. Banyak orang-orang menggunakan obat-obat tanpa memperhatikan fungsi,dosis,serta efek samping dari obat yang mereka konsumsi.

1.2 TujuanPembuatan makalah ini adalah untuk memperkenalkan kepada pembaca tentang macam-macam obat dan cara penggunaannya beserta efek sampingnya.

1.3 PermasalahanBanyaknya penyalahgunaan obat-obatan yang menyebabkan berbagai macam penyakit bahkan kematian,karena pemakaian yang tidak sesuai dengan ajuran yang di berikan tenaga medis.

1.4 MetodeDalam pembuatan makalah ini saya menggunakan metode kepustakaan.Pertama-tama data di himpun dari berbagai sumber yang erat kaitannya dengan judul yang telah diperoleh menjadi satu kesatuan.Setelah itu saya menggabungkan sesuai dengan pemikiran dan kemampuan yang saya miliki,sehingga makalah ini dapat terselesaikan seperti adanya sekarang.

BAB IIPEMBAHASAN

A. BENTUK SEDIAAN OBAT ORAL Tablet : Hisap, salut, effervescent, bukal, sublingual dll Kapsul : Cangkang keras, Cangkang lunak Cairan : suspensi, sirup, elixir, emulsi dll Topikal :krim, salep (unguenta), gel, lotion, linimentum, Parenteral : iv (intravena), sc (subcutan), im (intramuscular), id(intradermal), intrakardiak, intraspinal, intraarticular Suppositoral : Rektal, Vaginal Transdermal : Obat obat hormon, INSTILASI : Tetes mata, tetes telinga, tetes hidung Pemilihan Bentuk Sediaan Obat berdasarkan :1. Faktor Penyakit 2. Faktor Pasien 3. Faktor Obat a. BENTUK SEDIAAN OBAT (BSO)1. Bentuk Sediaan Solida (Padat)2. Bentuk Sediaan Semi Solida (setengah Padat)3. Bentuk Sediaan Liquida (Cair)

B. Farmakokinetik & Farmakodinamik Farmakokinetik merupakan istilah yang menggambarkan bagaimana tubuh mengolah obat, kecepatan obat itu diserap (absorpsi), jumlah obat yang diserap tubuh (bioavailability), jumlah obat yang beredar dalam darah (distribusi), di metabolisme oleh tubuh, dan akhirnya dibuang dari tubuh (Eksresi ) Farmakodinamik menggambarkan bagaimana obat bekerja dan mempengaruhi tubuh, melibatkan reseptor, post-reseptor dan interaksi kimia Farmakokinetik dan farmakodinamik membantu menjelaskan hubungan antara dosis dan efek dari obat.

Farmakokinetik sangat tergantung pada : usia, seks, genetik, dan kondisi kesehatan seseorang. Farmakodinamik dipengaruhi oleh perubahan fisiologis tubuh seperti : proses penuaan, penyakit , adanya obat lain

C. PRINSIP DAN TEKNIK PEMBERIAN OBATKlasifikasi Per oral (po), Sublingual Secara Suntikan / Parenteral (Intracutan, Subcutan, Intramuskuler, Intravena ) Rectal Intra Vaginal Obat Luar ( Topikal, Melalui Paru-paru / Inhalasi ) 1. Per oral Cara pemberian obat yang paling umum dilakukan Adalah obat yang cara pemberiannya melalui mulut dengan tujuan mencegah, mengobati, mengurangi rasa sakit sesuai dengan efek terapi dari jenis obat. Keuntungan: praktis, aman, dan ekonomis Kelemahan dari pemberian obat secara oral adalah efek yang tibul biasanya lambat, tidak efektif jika pengguna sering muntah-muntah, diare, tidak sabar, tidak kooperatif, kurang disukai jika rasanya pahit (rasa jadi tidak enak), iritasi pada saluran cerna 2. Sublingual Adalah obat yang cara pemberiannya ditaruh di bawah lidah. Tujuannya adalah agar efek yang ditimbulkan bisa lebih cepat karena pembuluh darah di bawah lidah merupakan pusat dari sakit. Kelebihan dari cara pemberian obat dengan sublingual adalah efek obat akan terasa lebih cepat dan kerusakan obat pada saluran cerna dan metabolisme di dinding usus dan hati dapat dihindari.3. Parenteral Adalah cara pemberiaan obat tanpa melalui mulut (tanpa melalui saluran pencernaan) tetapi langsung ke pembuluh darah Keuntungan : efek timbul lebih cepat dan teratur dapat diberikan pada penderita yang tidak kooperatif, tidak sadar, atau muntah-muntah sangat berguna dalam keadaan darurat. Kerugian : dibutuhkan kondisi asepsis, menimbulkan rasa nyeri, tidak ekonomis, membutuhkan tenaga medis. Meliputi: Intracutan, intravena (iv), subcutan (sc), dan intramuscular (im), 4. Intracutan Prinsipnya memasukan obat kedalam jaringan kulit Merupakan pemberian obat melalui jaringan intrakutan ini dilakukan di bawah dermis atau epidermis, secara umum dilakukan pada daerah lengan tangan bagian ventral. intracutan biasa digunakan untuk mengetahui sensitivitas tubuh terhadap obat yang disuntikan agar menghindarkan pasien dari efek alergi obat (dengan skin test), menentukan diagnosa terhadap penyakit tertentu (misalnya tuberculin tes).5. Subcutan Pemberian obat secara subkutan adalah pemberian obat melalui suntikan ke area bawah kulit yaitu pada jaringan konektif atau lemak di bawah dermis Jenis obat yang lazim diberikan secara SC1. Vaksin 3. Narkotik 5. Heparin2. Obat-obatan pre operasi 4. Insulin Pemberian obat melalui subkutan ini umumnya dilakukan dalam program pemberian insulin yang digunakan untuk mengontrol kadar gula darah Pada pemakaian injeksi subkutan untuk jangka waktu yang alam, maka injeksi perlu direncanakan untuk diberikan secara rotasi pada area yang berbeda. Hanya boleh dilakukan untuk obat yang tidak iritatif terhadap jaringan. Absorpsi biasanya berjalan lambat dan konstan, sehingga efeknya bertahan lebih lama. Absorpsi menjadi lebih lambat jika diberikan dalam bentuk padat yang ditanamkan dibawah kulit atau dalam bentuk suspensi. Pemberian obat bersama dengan vasokonstriktor juga dapat memperlambat absorpsinya.6. Intramusculer Merupakan cara memasukkan obat ke dalam jaringan otot. Tujuan : pemberian obat dengan absorbsi lebih cepat dibandingkan dengan subcutan Lokasi penyuntikan dapat pada daerah paha (vastus lateralis), ventrogluteal (dengan posisi berbaring), dorsogluteal (posisi tengkurap), atau lengan atas (deltoid), daerah ini digunakan dalam penyuntikan dikarenakan massa otot yang besar, vaskularisasi yang baik dan jauh dari syaraf. Pemberian obat secara Intramusculer sangat dipengaruhi oleh kelarutan obat dalam air yang menentukan kecepatan dan kelengkapan absorpsi obat . Obat yang sukar larut seperti dizepam dan penitoin akan mengendap di tempat suntikan sehingga absorpsinya berjalan lambat, tidak lengkap dan tidak teratur. Obat yang larut dalam air lebih cepat diabsorpsi 7. Intravena Pengertian : Memasukkan cairan obat langsung kedalam pembuluh darah vena waktu cepat sehingga obat langsung masuk dalam sistem sirkulasi darah. Tujuan : 1. Memasukkan obat secara cepat 2. Mempercepat penyerapan obat Lokasi yang digunkan untuk penyuntikan :1. Pada lengan (vena mediana cubiti / vena cephalica )2. Pada tungkai (vena saphenosus)3. Pada leher (vena jugularis) khusus pada anak 4. Pada kepala (vena frontalis, atau vena temporalis) khusus pada anak 1. Pemberian Obat Intravena Melalui Selang2. Pemberian Obat Intravena Tidak Langsung (via Wadah)Merupakan cara memberikan obat dengan menambahkan atau memasukkan obat ke dalam wadah cairan intravena yang bertujuan untuk meminimalkan efek samping dan mempertahankan kadar terapetik dalam darah.8. Rectal Pemberian Obat via Anus / Rektum / Rectal, Merupakan cara memberikan obat dengan memasukkan obat melalui anus atau rektum, dengan tujuan memberikan efek lokal dan sistemik. Tindakan pengobatan ini disebut pemberian obat suppositoria yang bertujuan untuk mendapatkan efek terapi obat, menjadikan lunak pada daerah feses dan merangsang buang air besar. Contoh pemberian obat yang memiliki efek lokal seperti obat dulcolac supositoria yang berfungsi secara lokal untuk meningkatkan defekasi dan contoh efek sistemik pada obat aminofilin suppositoria dengan berfungsi mendilatasi bronkus. Pemberian obat supositoria ini diberikan tepat pada dnding rektal yang melewati sfingter ani interna. Kontra in