Evaluasi Fungsi Kawasan

download Evaluasi Fungsi Kawasan

of 28

  • date post

    29-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    747
  • download

    1

Embed Size (px)

description

Evaluasi Fungsi KawasanPP 68/1998, Permenhut 14/2007, PP 10/2010

Transcript of Evaluasi Fungsi Kawasan

EVALUASI FUNGSI KAWASAN

Oleh: Sunyoto (E.353100045) Andoko Hidayat (E.353100055) Teguh Rianto (E.353100145)

Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Sambas Basuni, M S Ir. Haryanto R. Putro, M S

SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang yang telah memberikan berkat-Nya sehingga penulis diberikan kesempatan untuk menyusun tugas makalah sebagai bagian dari Kuliah Matrikulasi Pengelolaan Kawasan Konservasi. Makalah dengan judul Evaluasi Fungsi Kawasan (Studi kasus pada Cagar Alam Papandayan dan Cagar Alam/Taman Wisata Alam Kamojang)

dilatarbelakangi bahwa beberapa kawasan konservasi mengalami perubahan keutuhan kawasan. Gangguan keutuhan kawasan pada dasarnya merupakan gangguan terhadap fungsi kawasan. Pada makalah ini dijelaskan criteria-kriteria dalam memenuhi keutuhan fungsi kawasan. Semoga apa yang menjadi bahasan dalam tulisan ini bermanfaat bagi banyak pihak terutama berkaitan dengan bagi upaya konservasi pada khususnya.

Penulis

i

DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR .................................................................................. i DAFTAR ISI ................................................................................................ ii DAFTAR TABEL ........................................................................................ iii DAFTAR GAMBAR .................................................................................... iv I. PENDAHULUAN .................................................................................... A. Latar Belakang ................................................................................. B. Pengertian ........................................................................................ II. DASAR HUKUM EVALUASI ............................................................... A. Tukar Menukar Kawasan Hutan ....................................................... B. Pelepasan Kawasan Hutan ................................................................ C. Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan Untuk Wilayah Provinsi ....... D. Perubahan Fungsi Kawasan Hutan .................................................... E. Perubahan Fungsi dalam Fungsi Pokok Kawasan Hutan .................... F. Perubahan Kawasan Hutan yang Berdampak Penting Dan Cakupan Luas serta Bernilai Strategis ................................................ III. TATA CARA EVALUASI .................................................................... A. Obyek Evaluasi ................................................................................ B. Aspek yang Perlu Dikaji ................................................................... C. Cara Evaluasi ................................................................................... D. Manfaat Evaluasi .............................................................................. 1 1 2 4 4 6 7 7 8 9 10 10 11 12 12

IV. PENDEKATAN EVALUASI FUNGSI .................................................. A. Dasar Pemikiran................................................................................ B. Metode Analisis Dan Evaluasi .......................................................... 1. Kriteria dan Indikator ................................................................... 2. Kategori Keutuhan Kawasan ........................................................ C. Implementasi Metode Evaluasi ......................................................... 1. Kawasan Cagar Alam Gunung Papandayan (CAP) ........................ 2. Kawasan Cagar Alam Kamojang (CAK) ....................................... 3.. Kawasan Taman Wisata Alam Kawah Kamojang (TWAK) .......... V. PENUTUP .............................................................................................. DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................

13 13 13 13 17 17 18 19 20 22 23

ii

DAFTAR TABEL Halaman 1 Kriteria Keaslian : Indikator, Verifier, Skala Intensitas ................................ 14

2

Kreiteria Keefektifan Perlindungan : Indikator, ................................ Verifier, Skala Intensitas Kriteria Kelengkapan Jenis Verifier, Skala Intensitas : Indikator, ................................

15

3

15

4

Kriteria Penutupan Vegetasi : Verifier, Skala Intensitas

Indikator, ................................

15

5

Kriteria Kepastian Fungsi Kawasan : Indikator, ................................ Verifier, Skala Intensitas Kriteria Kurangnya Gangguan : Indikator, Verifier, Skala Intensitas Nilai Bobot Relatif Indikator Hasil Perhitungan Nilai dan Skor pada Setiap Indikator Keutuhan Kawasan pada CA Papandayan Hasil Perhitungan Nilai dan Skor pada Setiap Indikator Keutuhan Kawasan pada CA Kamojang Hasil Perhitungan Nilai dan Skor pada Setiap Indikator Keutuhan Kawasan pada TWA Kamojang ...............................

16

6

16

7 8

............................... ...............................

17 18

9

...............................

19

10

...............................

20

iii

DAFTAR GAMBAR Halaman 1 Struktur Hierarki Penilaian Keutuhan Fungsi ................................ Kawasan 14

iv

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kawasan konservasi adalah areal daratan dan/atau laut terutama diperuntukan bagi perlindungan dan pemeliharaan keanekaragaman hayati dan sumberdaya alam serta sumberdaya budayanya, dikelola dengan cara-cara legal atau cara-cara efektif lainnya (IUCN, CNPPA, WCMC, 1994). Menurut UU No 5 Tahun 1990 kawasan tersebut terdiri dari kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam dan taman buru. Kawasan suaka alam terdiri dari kawasan cagar alam dan kawasan suaka margasatwa. Kawasan pelestarian alam terdiri dari kawasan taman nasional, taman hutan raya dan taman wisata alam. Pemerintah bertugas mengelola kawasan konservasi yaitu kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam dan taman buru, yang dalam pengelolaannya dilakukan sesuai dengan fungsi kawasan. Disisi lain sejarah membuktikan bahwa kenyataannya kawasan konservasi selalu mengalami gangguan. Gangguan kawasan konservasi bermula karena adanya kesalahan dalam pengelolaan kawasan konservasi. Masyarakat sekitar kawasan konservasi selalu dianggap musuh oleh pengelola. Padahal kawasan konservasi sebagian besar wiayahnya selalu berbatasan langsung dengan pemukiman masyarakat bahkan terdapat juga pemukiman penduduk di dalam kawasan. Ini membuktikan bawa terdapat hubungan yang erat antara kawasan dengan masyarakat sekitar. Gangguan terberat yang dihadapi dalam pengelolaan kawasan konservasi adalah terbitnya ijin pemanfaatan sumber daya yang ada dalam kawasan oleh sebuah lembaga. Pemanfaatan ini bersifat legal. Gangguan seperti ini dapat mengakibatkan kondisi kawasan konservasi berubah dan akibatnya kawasan tersebut tidak sesuai lagi dengan fungsinya sebagai kawasan konservasi. Penyebab utama hilangnya keanekaragamannya hayati bukanlah dari eksploitasi manusia secara langsung, melainkan kerusakan habitat sebagai akibat yang tak dapat dihindari dari bertambahnya populasi penduduk dan kegiatan manusia (Indrawan et al. 2007).

Berbagai ganguan yang terjadi pada kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam dan taman buru mengakibatkan kondisinya tidak lagi sesuai dengan fungsi kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam dan taman buru, sehingga perlu dilakukan evaluasi fungsi kawasan sebagai bahan untuk pengelolaan kembali kawasan konservasi. Evaluasi fungsi Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru dimaksudkan untuk memperoleh data dan informasi kondisi riil kawasan konservasi. Tujuan evaluasi fungsi sebagai bahan menentukan kebijakan lebih lanjut dalam pengelolaan kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam dan taman buru.

B. Pengertian Sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan No. P.14/Menhut-II/2007 tentang Tatacara Evaluasi Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru : 1. Evaluasi Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru adalah serangkaian kegiatan untuk melakukan penilaian terhadap suatu kondisi yang sebelumnya telah ditetapkan kriterianya sebagai bahan penentuan kebijakan. 2. Kawasan Suaka Alam Adalah kawasan dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun perairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya serta sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan yang terdiri dari cagar alam dan suaka marga satwa. 3. Kawasan Pelestarian Alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai wilayah sistem

penyangga kehidupan serta kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. 4. Kawasan Cagar Alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaannya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya secara alami. 5. Kawasan Suaka Margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan diluar habitatnya.Makalah Evaluasi Fungsi Kawasan

2

6. Kawasan Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk keperluan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi. 7. Kawasan Taman Hutan Raya adalah kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami, jenis asli dan atau bukan asli yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi. Kawasan Taman W