EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat...

of 97 /97
EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI WILAYAH KABUPATEN ACEH BESAR SKRIPSI Diajukan Oleh: SULFIDA NIM. 431206879 Mahasiswi Fakultas Dakwah dan Komunikasi Prodi Manajemen Dakwah FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY DARUSSALAM, BANDA ACEH 1437 H / 2016 M

Transcript of EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat...

Page 1: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN

PEREMPUAN DI WILAYAH KABUPATEN ACEH BESAR

SKRIPSI

Diajukan Oleh:

SULFIDA

NIM. 431206879

Mahasiswi Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Prodi Manajemen Dakwah

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY

DARUSSALAM, BANDA ACEH

1437 H / 2016 M

Page 2: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...
Page 3: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi

UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh

sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh

Gelar Sarjana S-1 dalam Ilmu Dakwah

Jurusan Manajemen Dakwah

Oleh

SULFIDA

NIM. 431206879

Disetujui Oleh :

Pembimbing I, Pembimbing II,

Drs.H.Maimun Ibrahim,MA Fakhruddin,SE.,MM

NIP: 195309061989031001 NIP: 196406162014111002

Page 4: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...
Page 5: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

Telah Dinilai oleh Panitia Sidang Munaqasyah Skripsi

Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

dan Dinyatakan Lulus serta Disahkan Sebagai

Tugas Akhir untuk memperoleh Gelar

Sarjana S-1 Ilmu Dakwah

Jurusan Manajemen Dakwah

Diajukan Oleh:

SULFIDA

NIM. 431206879

Pada Hari/Tanggal

Jum`at, 2 September 2016 M

30 Dzulqa`idah 1437 H

di

Darussalam-Banda Aceh

Panitia Sidang Munaqasyah

Ketua Sekretaris

Drs.H.Maimun Ibrahim, MA Fakhruddin,SE.,MM

Nip: 195309061989031001 Nip: 196406162014111002

Anggota I, Anggota II,

Drs.Fakhri,S.Sos.,MA Dr.Mahmuddin,M.Si

Nip: 196411291998031001 Nip: 197210201997031002

Mengetahui:

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi

UIN Ar-Raniry

Dr.Kusmawati Hatta,M.Pd

Nip: 196412201984122001

Page 6: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...
Page 7: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

Telah Dinilai oleh Panitia Sidang Munaqasyah Skripsi

Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

dan Dinyatakan Lulus serta Disahkan Sebagai

Tugas Akhir untuk memperoleh Gelar

Sarjana S-1 Ilmu Dakwah

Jurusan Manajemen Dakwah

Diajukan Oleh:

SULFIDA

NIM. 431206879

Pada Hari/Tanggal

Jum`at, 2 September 2016 M

30 Dzulqa`idah 1437 H

di

Darussalam-Banda Aceh

Panitia Sidang Munaqasyah

Ketua Sekretaris

Drs.H.Maimun Ibrahim, MA Fakhruddin,SE.,MM

Nip: 195309061989031001 Nip: 196406162014111002

Anggota I, Anggota II,

Drs.Fakhri,S.Sos.,MA Dr.Mahmuddin,M.Si

Nip: 196411291998031001 Nip: 197210201997031002

Mengetahui:

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi

UIN Ar-Raniry

Dr.Kusmawati Hatta,M.Pd

Nip: 196412201984122001

Page 8: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

ii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah mengeluarkan

hamba-Nya dari alam kebodohan. Kedamaian dan Kesejahteraan dari-Nya semoga

tercurah selalu bagi Rasulullah SAW, beserta Keluarga, Sahabat dan Pengikutnya,

sehingga dengan izin-Nya skripsi ini yang berjudul “EKSISTENSI YAYASAN

AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI

WILAYAH KABUPATEN ACEH BESAR” dapat terselesaikan. Skripsi ini

disusun untuk maksud menyelesaikan studi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi

UIN Ar-Raniry guna mencapai gelar Sarjana dalam Ilmu Dakwah.

Pada kesempatan ini, sembah sujud dan terima kasih tak terhingga kepada

Ayahnda tercinta Zulkifli.J yang tidak henti-hentinya memberikan dorongan dan

bimbingan baik moril dan material sehingga penulis tetap kuat menghadapi

rintangan yang ada. Dan Ibunda tercinta Naili yang selalu mengiringi ananda

dengan do`anya dan telah memberikan nasehat-nasehat yang sangat bijak guna

untuk keberhasilan ananda.

Terima kasih penulis sampaikan kepada Bapak Drs. H. Maimun Ibrahim,

MA selaku dosen pembimbing I dan ucapan terima kasih juga penulis sampaikan

kepada Bapak Fakhruddin, SE., MM selaku dosen pembimbing II, yang setia

meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dan pengarahan yang tulus

Ikhlas dari awal sampai akhir penulisan skripsi ini terselesaikan. Terima kasih

Bapak Ibu, semoga jasamu tidak terlupakan sampai kelak.

Selanjutnya penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dekan,

PD I, PD II, dan PD III, serta seluruh jajaran civitas akademik Fakultas Dakwah

Page 9: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

iii

dan Komunikasi UIN Ar-Raniry yang mempermudah urusan-urusan akademika

hingga penulis bisa menyelesaikan skripsi ini.

Terima kasih kepada direktur An-Nisaa` Centre Ibu Yusmawati Khazan,

M.Ag serta Staf Yayasan yang telah membantu dan memberikan data dalam

penulisan skripsi ini.

Dan ucapan teristimewa kepada sahabat saya Ema yulia, yang sudah

membantu saya dan memberi semangat dalam proses penyusunan skripsi ini, dan

kepada sahabat-sahabatku Jurusan MD leting 2012 unit 12 Evi Lestari S.Sos.I,

Fauzul Mustakim S.Sos.I, Aris Supanto S.Sos.I, Fauzan S.Sos.I, Hasrijal S.sos.I,

Eni Nur Rita S.Sos.I, dan seluruh keluarga Abang, Kakak, Adik dan teman-teman

seperjuangan jurusan Manajemen Dakwah semua Leting.

Disadari bahwa penulisan skripsi ini jauh dari kata sempurna baik dari segi

penulisannya maupun isinya. Hal ini karena masih kurangnya pengetahuan dan

pengalaman yang di miliki oleh penulis.

Untuk itu, dengan segala kerendahan hati diharapkan kritik dan saran yang

membangun dari semua pihak demi tercapainya kesempurnaan. Semoga skripsi

ini berguna dalam perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya dan pada

fakultas dakwah dan komunikasi khusunya.

Banda Aceh, 14 Agustus 2016

penulis

Page 10: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

iv

DAFTAR ISI

LEMBAR PERNYATAAN ..............................................................................i

KATA PENGANTAR .......................................................................................ii

DAFTAR ISI ......................................................................................................iv

ABSTRAK .........................................................................................................vi

DAFTAR TABEL .............................................................................................vii

DAFTAR LAMPIRAN .....................................................................................viii

BAB I: PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah ................................................................1

B. Rumusan Masalah ..........................................................................6

C. Tujuan Penelitian ...........................................................................7

D. Manfaat Penelitian .........................................................................7

E. Penjelasan Istilah ...........................................................................8

F. Sistematika Penulisan ....................................................................11

BAB II: LANDASAN TEORI

A. Pengertian Eksistensi .....................................................................12

B. Pengertian Yayasan (Stichting) ......................................................13

a. Kedudukan Hukum Yayasan.....................................................21

b. Jenis-jenis Organ Yayasan ........................................................23

c. Tanggung jawab Organ Yayasan ..............................................24

C. Pengertian Pemberdayaan ..............................................................25

a. Konsep Pemberdayaan ..............................................................30

b. Agen Pemberdayaan..................................................................34

c. Prinsip Pemberdayaan ...............................................................35

BAB III METODE PENELITIAN

A. Pendekatan Penelitian ....................................................................44

B. Jenis Penelitian ..............................................................................45

C. Informan Penelitian ........................................................................45

D. Lokasi Penelitian ............................................................................46

E. Teknik Pengumpulan Data .............................................................46

a. Observasi ...................................................................................46

b. Wawancara ................................................................................47

c. Dokumentasi .............................................................................47

F. Analisis Data ..................................................................................48

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ..............................................................................49

1. Gambaran Umum Yayasan An-Nisaa` Centre ........................49

2. Struktur Organisasi Yayasan An-Nisaa` Centre ......................54

3. Kegiatan An-Nisaa` Centre dalam memberdayakan

perempuan ................................................................................57

4. Lokasi Kegiatan Yayasan An-Nisaa` Centre ...........................72

B. Pembahasan ...................................................................................72

Page 11: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

v

1. Metode dan Sasaran yayasan An-Nisaa` Centre dalam

pemberdayaan perempuan di wilayah Kabupaten Aceh

Besar ........................................................................................72

2. Strategi, Keberhasilan dan Kendala yang dihadapi Yayasan

An-Nisaa` Centre dalam pemberdayaan perempuan di

wilayah Kabupaten Aceh Besar ...............................................78

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan ....................................................................................82

B. Saran ..............................................................................................83

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................85

LAMPIRAN

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Page 12: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

vi

ABSTRAK

Skripsi ini berjudul “Eksistensi Yayasan An-Nisaa` Centre dalam

pemberdyaan perempuan di wilayah Aceh Besar”. Penelitian ini bertujuan

pertama, untuk meneliti bentuk dan metode yang dilakukan oleh Yayasan An-

Nisaa` Centre dalam Pemberdayaan perempuan di wilayah Kabupaten Aceh

Besar. Kedua, Untuk mengetahui kendala yang dihadapi Yayasan An-Nisaa`

Centre dalam Pemberdayaan perempuan di wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Sumber data yang

digunakan adalah sumber data primer yang diperoleh dari wawancara langsung

dengan pengurus Yayasan An-Nisaa` Centre. Data penelitian ini didapatkan

melalaui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini

menunjukkan bahwa Yayasan An-Nisa` Centre sangat berperan positif dalam

pemberdayaan perempuan Aceh. Yayasan an-nisa’ juga melakukan kegiatan

pelatihan-pelatihan untuk bertujuan meningkatkan pemberdayaan pada perempuan

dari aspek peningkatan kapasitas dan pengembangan ekonomi dengan pola

pendampingan dan pengorganisasian, salah satunya yaitu pelatihan dalam

penyusunan perencanaan gampong, memberi motivasi, dan pelatihan dalam

bidang usaha bagi perempuan agar mampu melatih diri untuk maju didepan umum

dan mendapat pendapatan tambahan. Apa yang dapat dilihat, Yayasan An-Nisaa`

Centre ini berusaha dalam memaksimalkan pemberdayaannya terhadap

perempuan karena ingin mencapai tujuan yang maksimal dan mampu menjadikan

Yayasan An-Nisaa` Centre ini sebuah lembaga yang bermanfaat bagi perempuan

di wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Kata Kunci : “Yayasan an-Nisaa` Centre, Pemberdayaan Perempuan, dan

Kapasitas Perempuan”

Page 13: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

viii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Kegiatan An-Nisaa` Centre Tahun 2006-2009

Lampiran 2. Struktur An-Nisaa` Centre

Lampiran 3. Akta Notaris Yayasan An-Nisaa` Centre

Lampiran 4. Foto kegiatan Yayasan an-Nisaa` Centre

Lampiran 5. Surat Keputusan Dekan Nomor : Un.08/FDK/KP.00.4/36/2016

Tentang Penetapan pembimbing KKU Skripsi

Lampiran 6. Surat Izin mengadakan Penelitian

Lampiran 7. Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa`

Centre

Lampiran 8. Pedoman Wawancara

Lampiran 9. Daftar riwayat hidup

Page 14: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

vii

DAFTAR TABEL

Tabel IV-1 : Susunan Pengurus Yayasan An-Nisaa` Centre .........................52

Tabel IV-2 : Kelompok Pengembangan Program Penanaman Mangrove

di Gampong Lamnga ................................................................61

Tabel IV-3 : Kelompok Training Konsep Gender Dasar di Gampong

Lam Ujong ...................................................................................63

Tabel IV-4 : Kelompok Vocational Training Aneka Sari Laut di

gampong Lam Ujong ...................................................................63

Tabel IV-5 : Jumlah Sasaran dari Program CBO dan Penguatan

Partisipasi Perempuan Lintas Gampong di Kabupaten Aceh

Besar ............................................................................................70

Tabel IV-6 : Lokasi Kegiatan Yayasan An-Nisaa` Centre ............................72

Page 15: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pada era demokrasi sekarang ini banyak bermunculan berbagai macam

wadah ataupun tempat bernaung bagi sekelompok orang, baik Komunitas, Partai,

LSM, Lembaga maupun organisasi dengan berbagai kepentingan di dalamnya.

Beberapa wadah tersebut secara tidak kita sadari terus banyak bermunculan ke

permukaan baik secara legal maupun ilegal.1 Munculnya berbagai macam wadah

tersebut tentunya didasari atas berbagai macam pertimbangan. Bisa jadi wadah

tersebut lahir karena kepentingan segelintir orang yang berada di sekitaran

naungan tersebut, maupun lahirnya wadah itu sendiri karena kepentingan dari

masyarakat yang secara tidak langsung kesemuanya itu terealiasi di dalam

mengakomodir setiap keinginan masyarakat secara umumnya.

Upaya mengatasi kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan sosial

semakin sulit. Lebih diperparah lagi, bahwa pengentasan kemiskinan cenderung

dilakukan secara charity (kemurahan hati). Akibatnya, masyarakat makin malas

bekerja, pengangguran semakin meningkat, tidak mampu melakukan kompetisi,

ketergantungan pada pihak lain semakin meningkat, sehingga kemandirian dan

kesejahteraan sulit diwujudkan.

Istilah pemberdayaan mulai tahun 1990-an menjadi trend (kecenderungan)

dalam pembangunan. Kegagalan konsep pembangunan yang menekankan pada

aspek makro, telah diyakini bahwa konsep pemberdayaan sebagai alternatif

1Ach.Mohyi, Teori dan Prilaku Organisasi Cara Margenal, Mengelola dari Membangun

Oraganisasi, (Surabaya:UMM Pres, 1999), hlm 225-226.

Page 16: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

2

ampuh untuk penuntasan pembangunan. Pemerintah pusat di beberapa

Kementerian secara tegas membentuk berbagai lembaga pemberdayaan, bahkan

ada Kementerian yang mengkhususkan pada pemberdayaan perempuan. Ada juga

program nasional yang fokus pada pemberdayaan yaitu Program Nasional

Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNMP Mandiri). Begitu pula di tingkat

pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota telah membentuk lembaga atau

satuan kerja (Satker) yang menangani khusus tentang pemberdayaan masyarakat.

Banyak pula pemerintah daerah yang langsung membentuk lembaga dengan nama

pemberdayaan, misalnya: Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas), atau

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat.

Pemberdayaan masyarakat merupakan kegiatan yang mulia. Pada tahapan

ini masyarakat yang sudah berdaya membantu sesamanya yang tertinggal dan

belum berdaya. Namun kompleksitas karakteristik masyarakat, terutama

masyarakat yang belum berdaya tersebut, serta tuntutan perubahan zaman yang

begitu pesat, merupakan peluang dan sekaligus tantangan bagi siapapun yang

akan melakukan pemberdayaan masyarakat. Agen pemberdayaan juga perlu

memiliki kemauan, keikhlasan, kemampuan, dan kesabaran yang kuat dalam

mengubah perilaku masyarakat tersebut. Oleh karena itu kesuksesan dalam

kegiatan pemberdayaan, diperlukan agen pemberdayaan yang memiliki

kompetensi sesuai tuntutan masyarakat dan perkembangan zaman.2 Tetapi

pendidikan “Islam dan pemberdayaan perempuan” yang dilakukan institusi Islam

sampai saat ini masih ditujukan kepada kalangan sendiri. Atau tepatnya, bagi

2 Oos M. Anwas, Pemberdayaan Masyarakat di Era Global, Cet ke 1 (Bandung:

Alfabeta, 2013), hal. 1-3.

Page 17: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

3

mereka yang memiliki latar belakang pendidikan Islam secara memadai. Antara

lain komunitas pesantren, atau komunitas organisasi-organisasi Islam. Para

partisipan pendidikan ini antara lain kyai/nyai dan tokoh masyarakat, kyai/nyai,

guru dan ustadz pesantren, dosen-dosen perguruan tinggi Islam, aktivis organisasi

Islam, para muballigh/muballighah atau penyelenggara negara urusan keagamaan

seperti pegawai pencatatan nikah dan penyuluh di KUA. Di lain pihak, hampir

tidak mungkin membahas isu perempuan tanpa mengaitkan dengan persoalan

keagamaan. Padahal dalam kenyataannya, tidak semua aktivis perempuan

memiliki pengetahuan dasar tentang Islam dan isu-isu perempuan.3

Di Aceh ada ribuan perempuan yang menjadi kepala keluarga akibat

terjadinya konflik yang berkepanjangan, karena cerai hidup, di terlantarkan atau

tidak menikah, perempuan yang menikah tetapi menghidupi keluarga karena

suami sakit, cedera, tidak dapat bekerja, atau bekerja diluar negeri dan suaminya

tersebut tidak membiayai kebutuhan ekonomi keluarga juga dapat menjadi

anggota Lembaga Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga PEKKA.

Pada dasarnya organisasi tersebut lahir karena adanya suatu kebutuhan

yang diinginkan oleh masyarakat itu sendiri. Sebagai contoh wadah (organisasi)

yang berada dilingkungan Pedesaan, seperti Pemberdayaan Perempuan kepala

keluarga (PEKKA), Program Nasional Pembangunan Mandiri (PNPM),

Organisasi Masyarakat Setempat (OMS Desa), Remaja Mesjid, maupun

organisasi-organisasi yang bergerak dibidang pemberdayaan masyarakat, sebagai

contoh dalam hal ini adalah organisasi “Yayasan An-Nisaa` Centre”.

3 KH. Husein Muhammad, dkk, Dawrah Fiqh Perempuan; Modul Kursus Islam dan

Gender, (Cirebon-Jawa Barat: Fahmina Institute, 2006), hlm 3-4.

Page 18: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

4

Implikasi pemberdayaan berdasarkan fokus kajian atau potensi yang

dikembangkan meliputi: pemberdayaan sektor pendidikan, pemberdayaan sektor

kesehatan, pemberdayaan sektor usaha kecil, pemberdayaan daerah bencana,

pemberdayaan kaum disabilitas, dan pemberdayaan perempuan.4

Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Aceh

menyelenggarakan rapat dengan tema “Melalui Rapat Koordinasi Pemberdayaan

Perempuan dan Perlindungan Anak Kita Tingkatkan Pengarusutamaan Gender

(PUG) dan Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA) Untuk Mewujudkan

Kesejahteraan Perempuan dan Anak.” Hal ini sejalan dengan Visi Badan

Pemberdayaan Perempuan Dan Pelindungan Anak Aceh sendiri, yaitu

meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak diberbagai bidang,

meningkatkan keterlibatan perempuan dalam proses politik dan pengambilan

keputusan, mengupayakan penghapusan segala bentuk kekerasaan terhadap

perempuan dan anak, mengupayakan keadilan ekonomi bagi perempuan,

meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan perempuan dan

perlindungan anak dan yang terakhir Memperkuat kelembagaan Badan PP dan PA

dalam Pengarusutamaan gender.5

Pada dasarnya perkembangan budaya patriarki dalam masyarakat,

memberikan peluang lebih besar pada laki-laki untuk berperan dalam seluruh

bidang kehidupan bermasyarakat. Disini laki-laki dianggap lebih pantas untuk jadi

panutan. Ini mengacu pada sistem sosial, dimana bapak memegang kontrol

4 Oos M. Anwas, Pemberdayaan Masyarakat..., hal. 8. 5Laman Web Badan Perlindungan Perempuan dan Anak Aceh,

https://bp3a.acehprov.go.id/index.php/news/read/2014/10/20/10/rakor-bp3a-se-aceh-tahun-

2014html. Diakses1 Desember 2015.

Page 19: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

5

(kendali) seluruh anggota keluarga dimana para bapak akan selalu menjadi

penentu atau pengambil keputusan setiap ada masalah dalam keluarga.

Sehubungan dengan sistem sosial ini, diyakini bahwa pria lebih superior

dibanding perempuan sehingga perempuan sudah seharusnya dikendalikan

(dikontrol) oleh pria.6

Wadah pemberdayaan perempuan yang satu ini sangat menarik dikaji

secara lebih jauh, mengingat sekarang ini kita melihat tidak begitu banyak

organisasi-organisasi yang bergerak dibidang pemberdayaan perempuan,

khususnya pemberdayaan daerah bencana. Hal ini merasa sangat penting karena

organisasi yang satu ini sangat berpengaruh bagi pemberdayaan perempuan

dikalangan tersebut, dibandingkan dengan organisasi-organisasi yang bergerak

dibidang politik, kemahasiswaan, maupun LSM dan lain sebagainya.

Masalah ini dikaitkan mengapa masyarakat sekitar belum mampu

bersaing, sedangkan organisasi (Yayasan An-Nisaa` Centre) ini membuat

masyarakat terutama kaum perempuan sekitar agar mampu membangun dirinya

dan memperbaiki kehidupannya sendiri dan juga pesan yang disampaikan oleh

organisasi tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Yayasan An-Nisaa` Centre ini memberikan banyak manfaat dalam kehidupan

masyarakat terutama kaum perempuan tersebut. Apakah karena kurangnya

pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang program Yayasan An-Nisaa`

Centre. Realitas ini seharusnya diatasi dan ditangani bersama agar seluruh

perempuan di wilayah Kabupaten Aceh Besar terutama di Gampong Lamnga

6 Tim IP4, Perempuan dalam Pusaran Demokrasi dari Pintu Otonomi ke Pemberdayaan,

(Bantul: 2001), Hlm 10.

Page 20: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

6

kecamatan Masjid Raya dapat merasakan manfaat dari Eksistensi Yayasan An-

Nisaa` Centre yang sebenarnya.

Untuk itu ada beberapa hal yang telah dikemukakan tentang gambaran

eksistensi yayasan An-Nisaa` Centre dalam pemberdayaan perempuan, yang

kemudian ikut mempengaruhi rasa ketertarikan penulis untuk mengadakan suatu

penelitian. Penelitian ini sebagai wujud keseriusan penulis dalam mengamati

proses perkembangan kegiatan-kegiatan dari yayasan An-Nisaa` Centre yang

berlangsung digampong Lamnga kecamtan Masjid Raya kabupaten Aceh Besar

karena itu murni pembahasan penulis.

Berdasarkan dari uraian dan permasalahan diatas maka penulis merasa

tertarik untuk mengadakan penelitian tentang “ EKSISTENSI YAYASAN AN-

NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI

WILAYAH KABUPATEN ACEH BESAR ”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka pembahasan selanjutnya

adalah penulis menemukan beberapa persoalan mengenai penelitian yang hendak

diteliti seputar eksistensi yayasan An-Nisaa` Centre gampong lamnga kecamatan

masjid raya kabupaten aceh besar. Penelitian ini sejauh pengamatan penulis tentu

menarik untuk dikaji lantaran adanya persoalan-persoalan yang harus dicari solusi

berdasarkan beberapa rumusan, diantaranya sebagai berikut:

1. Bagaimana bentuk dan metode yang dilakukan oleh Yayasan An-

Nisaa` Centre dalam Pemberdayaan Perempuan di wilayah kabupaten

Aceh Besar?

Page 21: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

7

2. Apakah kendala yang dihadapi Yayasan An-Nisaa` Centre dalam

Pemberdayaan perempuan di wilayah kabupaten Aceh Besar?

C. Tujuan Penelitian

Dalam pembahasan suatu karya ilmiah tidak terlepas dari pada tujuan yang

ingin dicapai. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini sebagai berikut :

1. Untuk meneliti bentuk dan metode yang dilakukan oleh Yayasan An-

Nisaa` Centre dalam Pemberdayaan perempuan di wilayah kabupaten

Aceh Besar.

2. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi Yayasan An-Nisaa` Centre

dalam Pemberdayaan perempuan di wilayah kabupaten Aceh Besar.

D. Manfaat Penelitian

Jika penelitian ini dapat dijalankan dengan baik sesuai dengan tujuan yang

telah ditetapkan, maka manfaat atau faedah yang akan diperoleh dalam penelitian

ini, adalah sebagai berikut:

1. Manfaat teoritis

Secara teoritis, penelitian ini diharapkan sebagai bentuk sumbangsih

dalam rangka memperkaya khazanah pengetahuan terutama yang berkaitan

dengan masalah pemberdayaan perempuan. Selain itu penelitian ini dapat

digunakan sebagai kebijakan bagi penelitian lebih lanjut dan pihak-pihak yang

konsen terhadap pemberdayaan perempuan.

2. Mamfaat praktis

Dari segi praktis, penelitian ini dapat memberikan mamfaat sebagai

berikut:

Page 22: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

8

a. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat menjadi bahan

pertimbangan yayasan untuk mengembangkan program-programnya.

b. Sebagai karya ilmiah dalam upaya mengembangkan potensi penulis

serta untuk memenuhi salah satu tugas dan syarat dalam

menyelesaikan studi program sarjana strata satu (SI).

E. Penjelasan Istilah

Untuk mengatasi kesalahpahaman terhadap istilah-istilah yang terdapat

dalam judul skripsi ini, maka penulis memberikan arti terhadap istilah-istilah

judul tersebut. Adapun istilah-istilah yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Eksistensi Yayasan An-Nisaa` Centre

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia Eksistensi adalah keberadaan,

kehadiran yang mengandung unsur bertahan. Sedangkan menurut Abidin Zaenal

eksistensi adalah :

“Eksistensi adalah suatu proses yang dinamis, suatu, menjadi atau

mengada. Ini sesuai dengan asal kata eksistensi itu sendiri, yakni exsistere, yang

artinya keluar dari, melampaui atau mengatasi. Jadi eksistensi tidak bersifat kaku

dan terhenti, melainkan lentur atau kenyal dan mengalami perkembangan atau

sebaliknya kemunduran, tergantung pada kemampuan dalam mengaktualisasikan

potensi-potensinya”.

Menurut Nadia Juli Indrani, eksistensi bisa kita kenal juga dengan satu

kata yaitu keberadaan. Dimana keberadaan yang dimaksud adalah adanya

pengaruh atas ada atau tidak adanya kita. Istilah “ hukuman” merupakan istilah

umum dan konvensional yang mempunyai arti yang luas dan dapat berubah-ubah

Page 23: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

9

karena istilah itu dapat berkonotasi dengan bidang yang cukup luas. Istilah

tersebut tidak hanya sering digunakan dalam bidang hukum, tetapi juga dalam

istilah sehari-hari seperti di bidang moral, agama dan lain sebagainya.

Eksistensi dalam tulisan ini juga memiliki arti yang berbeda, eksistensi

yang dimaksud adalah mengenai keberadaan aturan atau hukum yang

mengakibatkan perubahannya suatu hal. Hukum dan pidana kaitannya sangatlah

erat, dimana ada hukum pasti ada pidana, namun keduanya memiliki makna yang

berbeda.7

Eksistensi mengandung arti sebagai “keberadaan/kehadiran”.8 Sedangkan

Yayasan berarti badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang dipisahkan untuk

mencapai tujuan tertentu dibidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan, yang

tidak mempunyai anggota.9

Dari pengertian di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa, eksistensi

yayasan An-Nisaa` centre dalam penulisan skripsi ini adalah keberadaan atau

hadirnya sebuah yayasan An-Nisaa` yang bertempat di Jalan Prada Utama,

Komplek Ruko Baru no 5, Lamnyong Banda Aceh yang membentuk satu

kesatuan tugas dan tujuan untuk mengembangkan dan memberdayakan

perempuan-perempuan di sekitaran kabupaten Aceh Besar dan khususnya

masyarakat gampong Lamnga.

2. Pemberdayaan

7 Nadia Juli Indrani, 29 Juli 2010: wordpress.com di akses tanggal 5 maret 2016 8 Depdipbud RI, Kakmus Besar Bahasa Indonesia, cet II, (Jakarta: Balai Pustaka, 1989),

hlm. 221. 9 Chatamarrasjid Ais, Badan Hukum Yayasan (suatu Analisis Mengenai Yayasan Sebagai

Suatu Badan Hukum Sosial), cet ke 1 (Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2001). Hal. 2.

Page 24: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

10

Istilah pemberdayaan adalah terjemahan dari istilah empowerment. Secara

leksikal pemberdayaan berarti penguat. Secara teknis, istilah pemberdayaan dapat

disamakan atau setidaknya diserupakan dengan istilah pengembangan. Bahkan

dua istilah ini, dalam batas-batas tertentu bersifat interchangable atau dapat

dipertukarkan. Pemberdayaan atau pengembangan adalah upaya memperluas

horison atau pilihan bagi masyarakat.10

Pemberdayaan : Kartasamita (1996) mengatakan bahwa : “setiap manusia

dan masyarakat memiliki potensi yang dapat dikembangkan, sehingga

pemberdayaan adalah upaya untuk membangun daya itu dengan mendorong,

memberikan motivasi dan membangkitkan keadaan akan potensi yang dimiliki

serta untuk mengembangkannya”. Pemberdayaan yang dilaksanakan menekankan

pentingnya keterpaduan antara dimensi pemberdayaan ekonomi, psikologis, fisik,

advokasi, dan human capital.11

Jadi pemberdayaan adalah suatu langkah untuk mengembangkan potensi

yang dimiliki dengan cara didorong serta dimotivasi agar dapat mencapai keadaan

yang lebih baik seperti yang diharapkan. Pemberdayaan yang dimaksudkan

penulis adalah upaya yang dilakukan oleh yayasan An-Nisaa` di gampong

Lamnga kecamatan Masjid Raya kabupaten Aceh Besar untuk membangun daya

dengan mendorong, memberikan motivasi dan membangkitkan keadaan akan

potensi yang dimiliki serta untuk mengembangkannya untuk mewujudkan cita-

cita yang diinginkan bersama dalam pencapaian tujuan kearah yang lebih baik.

10 T.Lembong Misbah dan Jakfar Puteh, Dasar-Dasar Pengembangan Masyarakat

Islam,(Banda Aceh : Ar-Raniry Press dan NASA 2012), hal. 7. 11Zubaedi, Pengembangan Masyarakat : Wacana dan Praktik Edisi Pertama, (Jakarta :

Kencana Perdana Media Group, 2013), Hlm 239.

Page 25: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

11

F. Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan para pembaca dan untuk mengetahui isi skripsi ini,

maka pembahasannya dibagi kepada beberapa bab, yang diantara bab ke bab

lainnya saling terkait, adapun sistematika pembahasannya adalah sebagai berikut :

Bab satu merupakan bab pendahuluan yang didalamnya tercakup latar

belakang masalah, tujuan dan manfaat penelitian, penjelasan istilah dan

sistematika pembahasan.

Bab dua menguraikan kajian pustaka atau pemikiran yang didalamnya

mencakup: sekilas tentang pengertian eksistensi, pengertian yayasan, kedudukan

hukum yayasan, jenis-jenis organ yayasan, tanggung jawab organ yayasan, dan

pengertian pemberdayaan, konsep pemberdayaan, agen pemberdayaan, dan

prinsip pemberdayaan.

Bab tiga mengurai tentang metode penelitian, dan lokasi penelitian yang

digunakan penulis dalam melakukan penelitian. Dalam bab ini akan dijelaskan

tentang sumber data, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

Bab empat menguraikan tentang pembahasan hasil penelitian yang

mencakup tentang eksistensi Yayasan An-Nisaa` Centre dalam pemberdayaan

perempuan di wilayah kabupaten Aceh Besar.

Bab lima berisi kesimpulan dan saran.

Page 26: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

12

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian Eksistensi

Secara etimologi, eksistensialisme berasal dari kata eksistensi, eksistensi

berasal dari bahasa Inggris yaitu excitence; dari bahasa latin existere yang berarti

muncu, ada, timbul, memilih keberadaan aktual. Dari kata ex berarti keluar dan

sistere yang berarti muncul atau timbul. Beberapa pengertian secara terminologi,

yaitu pertama, apa yang ada, kedua, apa yang memiliki aktualitas (ada), dan ketiga

adalah segala sesuatu (apa saja) yang di dalam menekankan bahwa sesuatu itu

ada. Berbeda dengan esensi yang menekankan kealpaan sesuatu (apa sebenarnya

sesuatu itu seseuatu dengan kodrat inherennya).1 Sedangakan eksistensialisme

sendiri adalah gerakan filsafat yang menentang esensialisme, pusat perhatiannya

adalah situasi manusia.2

Pemahaman secara umum, eksistensi berarti keberadaan. Akan tetapi,

eksistensi dalam kalangan filsafat eksistensialisme memiliki arti sebagai cara

berada manusia, bukan lagi apa yang ada, tapi, apa yang memiliki aktualisasi

(ada). Cara manusia berada di dunia berbeda dengan cara benda-benda.

Bendabenda tidak sadar akan keberadaannya, tak ada hubungan antara benda yang

satu dengan benda yang lainnya, meskipun mereka saling berdampingan.

Menurut Nadia Juli Indrani, eksistensi bisa kita kenal juga dengan satu

kata yaitu keberadaan. Dimana keberadaan yang dimaksud adalah adanya

pengaruh atas ada atau tidak adanya kita. Istilah “ hukuman” merupakan istilah

1 Lorens Bagus, Kamus Filsafat (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005), 183. 2 Ibid, 185.

Page 27: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

13

umum dan konvensional yang mempunyai arti yang luas dan dapat berubah-ubah

karena istilah itu dapat berkonotasi dengan bidang yang cukup luas. Istilah

tersebut tidak hanya sering digunakan dalam bidang hukum, tetapi juga dalam

istilah sehari-hari seperti di bidang moral, agama dan lain sebagainya.

Ludwig Binswanger merupakan seorang psikiatri yang lahir pada tanggal

13 April 1881, di Kreuzlinge. Ia mendefinisikan analisis eksistensial sebagai

analisis fenomenologis tentang eksistensi manusia yang aktual. Tujuannya ialah

rekonstruksi dunia pengalaman batin.3

Menurut Sukamto Satoto sampai saat kini tidak ada satupun tulisan ilmiah

bidang hukum, baik berupa buku, disertasi maupun karya ilmiah lainnya yang

membahas secara khusus pengertian eksistensi. Pengertian eksistensi selalu

dihubungkan dengan kedudukan dan fungsi hukum atau fungsi suatu lembaga

hukum tertentu.4 Sjachran Basah mengemukakan penegrtian eksistensi

dihubungkan dengan kedudukan, fungsi, kekuasaan atau wewenang pengadilan

dalam lingkungan bada peradilan administrasi di Indonesia.5

B. Pengertian Yayasan (Stichting)

Perundang-undang sama sekali tidak mengatur tentang badan hukum

Yayasan. Hanya dalam beberapa undang-undang disebut adanya yayasan, seperti

Pasal 899,900,1680 dan Pasal 365 K.U.H. Sipil, kemudian dalam Pasal 6 ayat (3)

Pasal 236 Rv.

3 http://masyah- wordpress.com/2007/ 9/pengertian-eksistensi.html, diakses 29 Juni 2016. 4 Ibid.., 5 Ibid..,

Page 28: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

14

Dalam pasal-pasal tersebut sama sekali tidak memberi rumusan tentang

pengertian Yayasan. Untuk dapat mengetahui apakah Yayasan itu, adapun

pendapat seorang ahli hukum terkenal Scholten mengatakan:

“Yayasan adalah suatu badan hukum, yang dilahirkan oleh suatu

pernyataan sepihak. Pernyataan itu harus berisikan pemisahan suatu

kekayaan untuk suatu tujuan tertentu, dengan penunjukan, bagaimanakah

kekayaan itu diurus dan digunakan”6

Dengan demikian, yayasan adalah badan hukum yang mempunyai unsur-

unsur:

a. Mempunyai harta kekayaan sendiri, yang berasal dari suatu perbuatan

pemisahan.

b. Mempunyai tujuan sendiri (tertentu).

c. Mempunyai alat-perlengkapan (organisasi).

Sehubungan dengan kedudukan badan hukum yayasan itu, perlu

ditanyakan lebih dulu, apakah menurut hukum yang berlaku dapat didirikan suatu

yayasan. Pasal 865, 899, 900, 1680 K.U.H. perdata dan Pasal 6 ayat (3), 236 Rv

yang sudah disebut diatas tidak dapat kita temukan dasar hukumnya, apakah

mungkin dapat didirikan suatu yayasan. Dari keputusan-keputusan pengadilan

selalu diputuskan, bahwa pendirian suatu yayasan itu mungkin, baik dari Hoge

Raad maupun dari pengadilan-pengadilan yang lebih rendah (30 Juni 1882,

W.4800; 11 Dec. 1914, N.J. 1915, 238, W. 9755; W.P.N.R. 2360).

Memang yurisprudensi dan kebiasaanlah bersama-bersama yang

menetapkan aturan mengenai yayasan. Lagi pula perlu diperhatikan, bahwa dapat

6 Ali Rido (Mengutip Scholten, Vertegenw, en Rechtpersoon), dalam buku Badan Hukum

dan Kedudukan Badan Hukum Perseroan, Perkumpulan, Koperasi, Yayasan, Wakaf, cet II,

(Bandung: P.T. Alumni, 2004), hlm. 107.

Page 29: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

15

mendirikan badan hukum yayasan, tidak dengan suatu campur tangan dari

penguasa.7

Dalam Pasal 7 Armenwet 1854 (sudah tidak berlaku lagi), adanya

keharusan untuk mendaftarkan kepada kota-praja dalam jangka waktu yang

berbeda-beda bagi yayasan (instellingen) yang sudah ada dan baru didirikan,

dengan ancaman akan kehilangan wewenangnya untuk melakukan perbuatan-

perbuatan hukum.

Dari kata-kata ini dapat diambil kesimpulan:

a. Masih dapat didirikan suatu yayasan;

b. Yayasan mempunyai kedudukan badan hukum, karena dengan melakukan

pendaftaran, yayasan mempunyai wewenang hukum sendiri.8

Sejak tanggal 6 Agustus 2001, Indonesia telah memiliki suatu Undang-

Undang yang mengatur tentang Yayasan. Suatu perjalanan yang panjang, dimulai

dari berbagai naskah akademik rancangan Undang-Undang Yayasan, baru kini

Indonesia memiliki undang-undang mengenai persoalan yang sama.

Seperti diketahui, sebelum lahirnya Undang-Undang Republik Indonesia

Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, pendirian Yayasan di Indonesia

dilakukan berdasarkan kebiasan dalam masyarakat, doktrin, dan yurisprudensi.

Badan hukum Yayasan, disamping untuk tujuan sosial, keagamaan dan

kemanusiaan, telah pula dipergunakan untuk tujuan-tujuan lain yang menyimpang

dari tujuan semula pencipta badan hukum ini.

7 Menurut ajaran-fiktif, untuk menciptakan suatu badan hukum perlu adanya campur

tangan penguasa. Karena itu, mensyaratkan adanya undang-undang khusus untuk mengatur

pendirian Yayasan. 8 Ali Rido, Badan Hukum dan Kedudukan Badan Hukum Perseroan, Perkumpulan,

Koperasi, Yayasan, Wakaf, cet II, (Bandung: P.T Alumni, 2004), hlm 106-108

Page 30: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

16

Yayasan telah dipergunakan untuk tujuan-tujuan yang bukan untuk tujuan

sosial dan kemanusiaan, seperti untuk memperkaya diri sendiri atau pengurus

Yayasan, menghindari pajak yang seharusnya dibayar, untuk menguasai suatu

lembaga pendidikan untuk selama-lamanya, untuk menembus birokrasi, untuk

memperoleh berbagai fasilitas dari negara atau penguasa, dan berbagai tujuan

lainnya. Lahir Undang-Undang baru tentang Yayasan ini, diharapkan dapat

mengatasi berbagai masalah mengenai Yayasan.

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, diharapkan akan

menjadi dasar hukum yang kuat dalam mengatur kehidupan Yayasan di Indonesia,

serta menjamin kepastian dan ketertiban hukum agar Yayasan berfungsi sesuai

dengan maksud dan tujuannya berdasarkan prinsip keterbukaan dan akuntabilitas.

Setelah keluarnya undang-undang (UU) Yayasan, maka secara otomatis

penentuan status badan hukum yayasan harus mengikuti ketentuan yang ada

didalam UU yayasan tersebut. Dalam UU yayasan disebutkan bahwa yayasan

memperolah status badan hukum setelah akta pendirian memperolah pengesahan

dari Menteri Pasal 10 Ayat (1). Bagi yayasan yang telah ada sebelum berlakunya

UU yayasan ini, dan telah didaftarkan di Pengadilan Negeri dan di umumkan

dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia, atau didaftarkan di

Pengadilan Negeri dan mempunyai izin operasi dari instansi terkait, dinyatakan

sebagai badan hukum dengan ketentuan dalam waktu paling lambat 5 (lima) tahun

sejak mulai berlakunya undang-undang ini, yayasan tersebut wajib menyesuaikan

Anggaran Dasarnya dengan UU Yayasan. Selain itu, yayasan tersebut wajib

Page 31: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

17

didaftarkan di Departemen Hukum dan Perundang-undangan paling lambat 1

(satu) tahun pelaksanaan penyesuaian.9

Mengingat bahwa, disatu sisi masih banyak yayasan yang masih belum

terdaftar di Pengadilan Negeri, serta diumumkan didalam lembaran negara,

sementara disisi lain didalam pasal serta penjelasan UU Yayasan tersebut tidak

dicantumkan sanksi bagi yayasan yang tidak melaksanakan kewajiban tersebut,

sehingga menjadi persoalan, apakah yayasan yang telah ada tersebut masih dapat

diakui sebagai badan hukum ?

Walaupun diakui selama ini bahwa yayasan adalah badan hukum, tetapi

yayasan sebagai badan hukum berbeda dari perseroan terbatas, terutama dari segi

tujuan. Tujuan yayasan ini harus bersifat sosial dan idiil, tatapi tidak ada undang-

undang yang melarang yayasan untuk menjalankan perusahaan. Ada kegiatan

usaha yayasan yang dilakukan tidak semata-mata ditujukan untuk mencari laba,

seperti yayasan yang mengusahakan poliklinik atau rumah sakit. Hingga kini

masih ada perdebatan atau menimbulkan pertanyaan sekitar kegiatan rumah sakit,

apakah menjalankan usaha atau tidak. Jika dilihat unsur-unsur kegiatan usaha,

maka kegiatan rumah sakit telah memenuhi syarat menjalankan perusahaan.

Sebaliknya jika dilihat dari persyaratan untuk mendirikan suatu poliklinik, maka

dipersyaratkan harus dalam bentuk yayasan yang notabene tidak bertujuan profit

malainkan bertujuan idiil filantrofis, maka rumah sakit tidak dapat dikategorikan

sebagai perusahaan. Oleh karena itu, yayasan sebaiknya tidak dikaitkan dengan

adanya perusahaan, tetapi dengan adanya maksud yang tidak bertujuan untuk

9 Anwar Borahima, Kedudukan Yayasan di Indonesia: Eksistensi, Tujuan, dan Tanggung

Jawab Yayasan, cet I, (Jakarta: Kencana, 2010), hlm. 5.

Page 32: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

18

mencari keuntungan atau laba. Badan sosial jika melakukan kegiatan usaha,

tujuannya bukan untuk mencari keuntungan, melainkan melaksanakan sesuatu

yang idiil atau filantropis atau amal walaupun tidak mustahil bahwa yayasan itu

mendapat keuntungan.10

Walaupun pada hakikatnya yayasan ini tidak bertujuan untuk mengejar

keuntungan, tetapi karena banyaknya kemudahan-kemudahan yang diberikan

kepada yayasan, baik dari segi prosedur pendiriannya, maupun operasionalnya,

sehingga banyak orang atau badan yang sengaja mendirikan yayasan. Padahal,

pendirian yayasan ini hanya merupakan kedok untuk mendapatkan kemudahan-

kemudahan atau fasilitas-fasilitas lain, seperti untuk menghindari pajak. Dengan

kata lain, banyak yayasan yang melakukan bisnis terselubung dengan dalih untuk

mencapai tujuan yayasan.11

Yayasan dapat didirikan baik pada waktu pendiriannya masih hidup atau

dengan suatu surat wasiat.

Untuk mendirikan suatu yayasan diperlukan:

a. Syarat-syarat materiil yang terdiri dari:

1) Harus ada suatu pemisahan kekayaan;

2) Suatu tujuan;

3) Suatu organisasi.

b. Syarat formil

1) Dengan akta otentik.12

10 Anwar Borahima, Kedudukan Yayasan di Indonesia..., hlm. 6. 11 Ibid.., 12 Ali Rido, Badan Hukum dan Kedudukan Badan. . ., hlm. 110.

Page 33: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

19

Hakikat pemisahan harta adalah, pemilik tidak lagi mempunyai hubungan

dengan harta kekayaan yang dilepaskannya, karena agama menganjurkan bahkan

mewajibkan dengan demikian. Di dalam Islam, selain wakaf juga dikenal zakat

yang merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Zakat ini dimaksudkan dengan

menolong orang miskin, membangun masjid, sekolah, dan sebagainya. Perintah

untuk memisahkan sebagian harta benda (dalam arti menafkahkan) di dalam Al-

Qur`An sebanyak kurang lebih 73 kali, belum lagi dalam bentuk hadits. Beberapa

firman Allah yang dapat dijadikan petunjuk umum misalnya: surat Al-Baqarah

ayat 267 yang artinya :

ن آأخرجنا لكم م ياأيها الذين ءامنوا أنفقوا من طيبات ماكسبتم ومم

...الأرض

“Hai orang-orang yang beriman nafkahkanlah di jalan Allah sebagian dari

usahamu yang baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi

untuk kamu...”

Surat Ali-Imran ayat 92 yang artinya:

ا تحبون وما تنفقوا من شيء فإن الل لن تنالوا البر حتى تنفقوا مم

به عليم

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaktian (yang sempurna),

sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa

saja yang kamu nafkahkan sesungguhnya Allah mengetahui-Nya.”

Walaupun wakaf merupakan cikal bakal dari yayasan, tetapi wakaf tidak

identik dengan yayasan melainkan mempunyai perbedaan dengan yayasan.

Apabila suatu harta kekayaan yang dipisahkan untuk pendirian suaut wakaf, maka

dengan pemisahan tersebut kekayaan (barang) ditempatkan diluar lalu lintas

hukum. Selain itu, wakaf wakaf lebih dahulu ada baru kemudian barang yang

Page 34: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

20

diwakafkan, sedangkan yayasan lahir bertepatan dengan pemisahan kekayaan,

sehingga ada yang berpendapat bahwa harta yang dipisahkan itu sendiri adalah

yayasan.13

Selama ini di Indonesia, pada umumnya Yayasan didirikan oleh beberapa

orang atau dapat juga oleh seorang saja, dengan memisahkan suatu harta dari

seorang atau beberapa orang pendirinya, dengan tujuan idiil/sosial yang mencari

keuntungan, seperti untuk kepentingan rumah ibadah, pendidikan, dan

memelihara yatim piatu dan menyantuni orang-orang miskin. Yayasan ini

mempunyai pengurus yang diwajibkan mengurus dan mengelola segala sesuatu

yang bertalian dengan kelangsungan hidup yayasan. Pada umumnya pendiri

merupakan donatur, sekaligus sebagai pengurus, sehingga betul bertanggung

jawab atas kelangsungan yayasan. Dengan demikian motif, mendirikan yayasan

adalah untuk beramal sesuai dengan tuntunan agama.

Selain tujuan untuk beramal, ada pula yayasan yang didirikan untuk

melestarikan harta warisan yang telah berlangsung secara turun-temurun.

Walaupun tidak disebutkan secara jelas bahwa keberadaan yayasan itu

dimaksudkan untuk menjaga kelangsungan harta warisan, namun dari kegiatannya

terlihat bahwa ketua yayasan selalu dipegang oleh ahli waris secara turun-

temurun. Yayasan seperti ini biasanya lebih banyak bergerak dibidang

pendidikan. Dalam pembentukannya sering sekali lembaga pendidikan terbentuk

lebih dahulu daripada yayasan itu sendiri.14

13 Anwar Borahima, Kedudukan Yayasan..., hlm. 18. 14Ibid..., hlm. 19.

Page 35: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

21

a. Kedudukan Hukum Yayasan

Pasal 1 Undang-Undang Yayasan Nomor 16 Tahun 2001 mengakhiri

perdebatan para ahli hukum apakah Yayasan merupakan suatu badan hukum atau

bukan. Pasal 1 butir 1. Undang-Undang Yayasan Nomor 16 Tahun 2001:

1. Yayasan adalah badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang dipisahkan

untuk mencapai tujuan tertentu dibidang sosial, keagamaan, dan

kemanusiaan, yang tidak mempunyai anggota.

Dengan ketentuan Pasal 1 Undang-Undang Yayasan Nomor 16 Tahun

2001 ini, maka status badan hukum Yayasan, yang semula diperoleh dari sistem

terbuka penentuan suatu badan hukum (het Open systeem van Rechtspersonen),

beralih berdasarkan sistem tertutup (de Gosloten systeem van Rechtspersonen).

Artinya, sekarang Yayasan menjadi badan hukum karena undang-undang atau

berdasarkan undang-undang. Bukan berdasarkan sistem terbuka yang

berlandaskan pada kebiasaan, doktrin, dan ditunjang oleh yurisprudensi.

Yayasan memperoleh suatu badan hukum setelah akta pendirian Yayasan

memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, atau

oleh Kepala Kantor Wilayah Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia atas

nama Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia.

Pasal 11 Undang-Undang Yayasan Nomor 16 Tahun 2001.

1. Yayasan memperoleh status badan hukum setelah akta pendirian

Yayasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2) memperoleh

pengesahan dari Menteri.

Page 36: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

22

2. Kewenangan Menteri dalam memberikan pengesahan akta pendirian

Yayasan sebagai badan hukum dilaksanakan oleh Kepala Kantor

Wilayah Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia atas nama

Menteri, yang wilayah kerjanya meliputi tempat kedudukan Yayasan.

3. Dalam memberikan pengesahan, Kepala Kantor Wilayah Departemen

Kehakiman dan Hak Asasi Manusia sebagaimana dimaksud dalam ayat

(2) dapat meminta pertimbangan dari instansi terkait.

Pasal 4 Undang-Undang Yayasan Nomor 16 Tahun 2001.

Yayasan mempunyai tempat kedudukan dalam wilayah Negara Republik

Indonesia yang ditentukan dalam Anggaran Dasar.

Dalam hal kedudukan yayasan disebutkan nama desa atau yang

dipersamakan dengan itu harus disebut pula nama kecamatan, kabupaten, kota dan

provinsi.15

Yayasan merupakan suatu badan hukum yang lazimnya bergerak dibidang

sosial dan bukan menjadi tujuannya untuk mencari keuntungan. Jadi tujuannya

adalah untuk melakukan usaha yang bersifat sosial.

Menurut Undang-Undang Pajak Perseroan Tahun 1925, yayasan

merupakan badan yang dikenakan pajak, jika memperoleh keuntungan dari hasil

usaha yang dilakukan selain dari yang ditujukan untuk kepentingan

masyarakat/umum (algemeen maatschapelijk belang). Jadi kalau suatu yayasan

melakukan usaha yang ditujukan untuk mendapatkan keuntungan, kemudian

keuntungan yang diperoleh digunakan untuk membiayai usaha sosialnya, maka

15 Chatamarrasjid Ais, Badan Hukum Yayasan (suatu Analisis Mengenai Yayasan

Sebagai Suatu Badan Hukum Sosial), cet ke 1 (Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2001). Hal. 1-3.

Page 37: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

23

laba/keuntungan tersebut dikenakan pajak perseroan pada yayasan. Dengan

demikian, yang dapat digunakan untuk membiayai kepentingan yayasan adalah

laba setelah dikurangi dengan pajaknya (disponsable income).

Sebagaimana telah di uraikan sebelumnya, bahwa yayasan walaupun

subjek hukum, tetapi bukanlah makhluk hidup seperti manusia, melainkan adalah

badan hukum. Yayasan kehilangan daya berpikir dan kehendaknya, serta tidak

mempunyai centraal bewustzijn, karena yayasan tidak dapat melakukan

perbuatan-perbuatan hukum sendiri. Berbeda dengan manusia yang dapat

bertindak sendiri, yayasan sekalipun sebagai badan hukum merupakan subjek

hukum mandiri, tetapi pada dasarnya adalah “orang ciptaan hukum” (artificial

person) yang hanya dapat melakukan perbuatan hukum dengan perantara manusia

sebagai pelakunya.16

b. Jenis-Jenis Organ Yayasan

Pengorganisasian adalah seluruh proses pengelompokan orang-orang, alat-

alat, tugas-tugas, tanggung jawab, dan wewenang sedemikian rupa sehingga

tercipta suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan dalam

rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan. Definisi tersebut

menunjukan, bahwa pengorganisasian merupakan langkah pertama kearah

pelaksanaan rencana yang telah tersusun sebelumnya.17

Didalam RUU Yayasan ketiga, ditetapkan bahwa organ yayasan terdiri

atas : Badan Pembina, Badan Pengurus, dan Badan Pengawas, tetapi sedikit agak

luwes sebab dimungkinkan untuk menambah badan lain sesuai dengan kebutuhan

16Anwar Borahima, Kedudukan Yayasan.., Hlm 199. 17Muhammad Munir, & Wahyu Ilaihi, Manajemen Dakwah, (Jakarta : Kencana, 2009),

Hlm 117.

Page 38: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

24

yayasan. Di dalam organ pengurus, dijumpai pula pengurus harian, dewan pendiri,

dewan penyantun dewan pelindung, dewan kehormatan, dewan penasehat, dan

sebagainya, bahkan ada yang sangat keliru dengann menyebutkan anggota.

Keseragaman yang dimiliki oleh yayasan adalah struktur pengurusnya terdiri dari

: ketua, sekretaris, dan bendahara.18

Hal yang harus disadari bahwa sebuah organisasi yang baik dengan

kepemimpinan yang baik, harus diikat pula oleh nilai-nilai yang sehat yang

bersumber dari agama. Nilai-nilai itu dapat berupa nilai keikhlasan, kebersamaan,

pengorbanan.19

c. Tanggung Jawab Organ Yayasan

Badan hukum sebagai suatu subjek hukum diwakili oleh para

pengurusnya. Demikian pula halnya dengan yayasan, dalam melakukan perbuatan

hukum, maka pengurus yayasan berwenang untuk mewakili yayasan. Pengurus

yayasan bertugas mengurus dan mengelola kekayaan yayasan, bertanggung jawab

penuh atas pengurusan yayasan untuk kepentingan dan tujuan yayasan, serta

mewakili yayasan baik di dalam maupun di luar pengadilan.

Undang-Undang Yayasan menentukan pengurus tidak hanya bertanggung

jawab secara perdata, tetapi juga bertanggung jawab secara pidana.

1. Tanggung Gugat Perdata

Perbuatan subjek hukum dapat berupa perbuatan hukum dan bukan

perbuatan hukum. Perbuatan hukum dalam timbul dari perjanjian, sedangkan

18Ibid 4, hlm 208. 19Didin Hafidhuddin, & Hendri Tanjung, Manajemen Syariah dalam Praktik, (Jakarta :

Gema Insani, 2003), Hlm 30.

Page 39: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

25

untuk perbuatan yang bukan perbuatan hukum timbul dari undang-undang.

Dengan demikian, tanggung jawab timbul dari perjanjian dan berdasar undang-

undang.

2. Tanggung Jawab Pidana

Sekilas orang mengenal bahwa yayasan adalah badan hukum yang tidak

bertujuan untuk mencari keuntungan. Padahal, dibalik semua itu yayasan dapat

dijadikan alat untuk mencari keuntungan, bahkan lebih jauh lagi yayasan dapat

dijadikan tandem untuk melakukan tindak pidana khususnya untuk pencucian

uang haram (money laundring).

C. Pengertian Pemberdayan

Istilah pemberdayaan adalah terjemahan dari istilah asing empowerment.

Secara leksikal, pemberdayaan berarti penguatan. Secara teknis, istilah

pemberdayaan dapat disamakan atau setidaknya diserupakan dengan istilah

pengembangan. Bahkan dua istilah ini, dalam batas-batas tertentu bersifat

interchangable atau dapat dipertukarkan. Pemberdayaan atau pengembangan

adalah upaya memperluas horison atau pilihan bagi masyarakat.20

Titik tolak pemberdayaan adalah pengenalan bahwa setiap manusia atau

setiap masyarakat memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Pemberdayaan

adalah untuk membangun daya itu dengan mendorong, memotivasi dan

membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimilikinya serta upaya untuk

mengembangkannya. Dengan diikuti memperkuat potensi atau daya yang dimiliki

masyarakat tersebut. Pemberdayaan juga dapat dimaknai sebagai aktifitas

20 T.Lembong Misbah dan Jakfar Puteh, Dasar-Dasar Pengembangan Masyarakat,

(Banda Aceh: Ar-Raniry Press 2012), hlm 7.

Page 40: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

26

transformasional, yang mengandung maksud sebagai sebuah kegiatan aktif.

Pemberdayaan juga berarti kegiatan yang mensyaratkan adanya sebuah

perubahan, yakni perubahan kondisi seseorang, sekelompok orang, organisasi

maupun komunitas kepada kondisi yang lebih baik.21

Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk meningkatkan harkat dan

martabat golongan masyarakat yang sedang kondisi miskin, sehingga mereka

dapat melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan.22

Masalah pemberdayaan masyarakat tidak pernah lepas dari masalah

pembangunan dan perubahan sosial. Saat ini kita hidup dalam suatu abad yang

dikenal sebagai zaman pembangunan (the age of development). Zaman dimana

suatu gagasan mampu mendominasi dan mempengaruhi pemikiran bangsa-bangsa

secara global.23

Bagi masyarakat menerima peran dan posisi yang demikian ideal dibidang

kepemerintahan dan pembangunan bukanlah pekerjaan sederhana. Posisi sebagai

mitra yang berimbang hanya dapat terwujud dengan melalui proses pembenahan

disegala segi, termasuk konsekuensi untuk memberdayakan masyarakat sipil.

Oleh karena itu langkah yang harus dilakukan adalah melakukan pemberdayaan

yang tepat kepada masyarakat dan meningkatkan kapasitas organisasi pemerintah

dan lembaga-lembaga yang menjadi pendukung atas penyelenggaraan

21 Misbahul Ulum dkk, Model-Model Kesejahteraan Sosial Islam Perspektif Normatif

Filosofis dan Praktis, (Yogyakarta: Fakultas Dakwah UIN Kalijaga Yogyakarta 2007), hlm 119. 22Zubaedi, Pengembangan Masyarakat : Wacana dan Praktik, (Jakarta: Kencana, 2013),

hlm 24. 23 Wildana Wargadinata, Islam dan Pengentasan kemiskinan, (Malang: UIN Maliki Press,

2011), hlm 22.

Page 41: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

27

pembangunan. Sebelumnya perlu ditelusuri terlebih dahulu apa yang dimaksud

dengan pemberdayaan masyarakat.

Secara etimologis pemberdayaan berdasar pada kata dasar “daya” yang

berarti kekuatan atau kemampuan. Bertolak dari pengertian tersebut, maka

pemberdayaan dapat dimaknai sebagai suatu proses menuju berdaya, atau proses

untuk memperoleh daya/kekuatan/kemampuan dari pihak yang memiliki daya

kepada pihak yang kurang atau belum berdaya.

Pengertian “proses” menunjukan pada serangkaian tindakan atau langkah-

langkah yang dilakukan secara kronologis sistematis yang mencerminkan

pentahapan upaya mengubah masyarakat yang kurang atau belum berdaya menuju

keberdayaan. Proses akan merujuk pada suatu tindakan nyata yang dilakukan

secara bertahap untuk mengubah kondisi masyarakat yang lemah, baik knowledge,

attitude, maupun practice (KAP) menuju pada penguasaan pengetahuan, sikap-

perilaku sadar dan kecakapan-keterampilan yang baik.24

Makna “memperoleh” daya/kekuatan/kemampuan menunjuk pada sumber

inisiatif dalam rangka mendapat atau meningkatkan daya, kekuatan atau

kemampuan sehingga memiliki keberdayaan. Kata “memperoleh”

mengindikasikan bahwa yang menjadi inisiatif untuk berdaya berasal dari

masyarakat itu sendiri.

Masyarakat adalah kumpulan individu dan kelompok yang diikat oleh

kesatuan negara, kebudayaan, dan agama. Dalam pengertian yang luas termasuk

segala jalinan hubungan timbal balik, kepentingan bersama, adat kebiasaan, pola-

24 Oos M. Anwas, Pemberdayaan Masyarakat di Era Global, (Bandung: Alfabeta, 2013),

hlm. 2.

Page 42: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

28

pola, teknik-teknik, sistem hidup, undang-undang, institusi dan segala segi dan

fenomena yang dirangkum oleh masyarat. Model pemberdayaan yang

dilaksanakan menekankan pentingnya keterpaduan antara dimensi pemberdayaan

ekonomi, psikologis, fisik, advokasi, dan human capital.

Istilah pemberdayaan mulai tahun 1990-an menjadi trend dalam

pembangunan. Kegagalan konsep pembangunan yang menekankan sebagai aspek

makro, telah diyakini bahwa konsep pemberdayaan sebagai alternatif ampuh

untuk penuntasan pembangunan. Pemerintah pusat di beberapa Kementerian

secara tegas membentuk berbagai lembaga pemberdayaan, bahkan ada

kementerian yang mengkhususkan pada pemberdayaan perempuan. Ada juga

program nasional yang fokus pada pemberdayaan yaitu Program Nasional

Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri). Begitu pula ditingkat

pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota telah membentuk lembaga atau

satuan kerja (Satker) yang menangani khusus tentang pemberdayaan masyarakat.

Banyak pula pemerintah daerah yang langsung membentuk lembaga dengan nama

pemberdayaan, misalnya: Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas), atau

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat. Pada tingkat desa atau kelurahan sudah

dibentuk Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa atau Lembaga Pemberdayaan

Masyarakat Kelurahan.25

Pemberdayaan menunjukkan pada kemampuan orang, khususnya

kelompok rentan dan lemah sehingga mereka memiliki kekuatan atau kemampuan

dalam memenuhi kebutuhan dasarnya sehingga mereka memiliki kebebasan

25 Ibid.., hlm. 3.

Page 43: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

29

(freedom), dalam arti bukan saja bebas mengemukakan pendapat, melainkan

bebas dari kelaparan, bebas dari kebodohan, bebas dari kesakitan. Menjangkau

sumber-sumber produktif yang memungkinkan mereka dapat meningkatkan

pendapatannya dan memperoleh barang-barang dan jasa-jasa yang mereka

perlukan. Dan berpartisipasi dalam proses pembangunan dan keputusan-keputusan

yang mempengaruhi mereka.26

Tujuan dari pemberdayaan adalah untuk membentuk individu dan

masyarakat menjadi lebih mandiri. Dimana kemandirian tersebut meliputi

kemandirian berpikir, bertindak, dan mengendalikan apa yang mereka lakukan

tersebut. Kemandirian masyarakat adalah suatu kondisi yang dialami masyarakat

yang ditandai oleh kemampuan untuk memikirkan, memutuskan serta melakukan

sesuatu yang dipandang tepat demi mencapai pemecahan masalah-masalah yang

dihadapi dengan mempergunakan daya terdiri dari kemampuan kognitif,

psikomotorik, afektif, dengan pengerahan sumber daya yang dimiliki oleh

lingkungan internal masyarakat tersebut. Beberapa ahli dibawah ini

mengemukakan definisi pemberdayaan dilihat dari tujan, proses, dan cara-cara

pemberdayaan.

Pemberdayaan bertujuan untuk meningkatkan kekuasaan orang-orang

yang lemah atau tidak beruntung. Pemberdayaan adalah sebuah proses dengan

mana orang menjadi cukup kuat untuk berpartisipasi dalam berbagi pengontrolan

atas dan mempengaruhi terhadap kejadian-kejadian serta lembaga-lembaga yang

mempengaruhi kehidupannya. Pemberdayaan menekankan bahwa orang

26 Edi Suharto, Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat, Kajian Strategis

Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerja Sosial, (Bandung: PT Refika Aditama, 2009),

hlm 58.

Page 44: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

30

memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan kekuasaan yang cukup untuk

mempengaruhi kehidupannya dan kehidupan orang lain yang menjadi

perhatiannya. Pemberdayaan menuntun pada usaha pengalokasian kembali

kekuasaan melalui pengubahan struktur sosial.27

a. Konsep Pemberdayaan

Menurut Jim Ife, konsep pemberdayaan memiliki hubungan erat dua

konsep pokok yakni: konsep power (“daya”) dan konsep disadvantaged

(“ketimpangan”). Pengertian pemberdayaan dapat diperjelaskan dengan

menggunakan empat perspektif yaitu: perspektif pluralis, elitis, strukturalis, dan

post-strukturalis.

a) Pemberdayaan masyarakat ditinjau dari perspektif pluralis adalah suatu

proses untuk menolong individu dan kelompok-kelompok masyarakat

yang kurang beruntung agar mereka dapat bersaing secara lebing efektif

dengan kepentingan lainnya. Upaya pemberdayaan yang dilakukan adalah

menolong mereka dengan pembelajaran, menggunakan keahlian dalam

melobi, menggunakan media yang berhubungan dengan tindakan politik

dan memahami bagaimana bekerjanya sistem (aturan main). Oleh karena

itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar dapat

bersaing secara wajar sehingga tidak ada yang menang atau kalah. Dengan

kata lain, pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk mengajarkan

kelompok atau individu bagaimana bersaing di dalam peraturan (how to

compete within the rules).

27 Ibid., hlm 59.

Page 45: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

31

b) Pemberdayaan masyarakat ditinjau dari perspektif elitis adalah suatu

upaya untuk bergabung dan mempengaruhi kalangan elite seperti para

pemuka atau toko masyarakat, pejabat, orang kaya, dan lain-lain,

membentuk aliansi dengan kalangan elite, melakukan konfrontasi dan

mengupayakan perubahan pada kalangan elite. Upaya ini dilakukan

mengingat masyarakat menjadi tak berdaya karena adanya power dan

kontrol yang kuat dari para elite terhadap media, pendidikan, partai politik,

kebijakan publik, birokrasi, dan perlemen.

c) Pemberdayaan masyarakat ditinjau dari perspektif strukturalis adalah

suatu agenda perjuangan yang lebih menantang karena tujuan

pemberdayaan dapat dicapai apabila bentuk-bentuk ketimpangan struktural

deliminasi. Umumnya, masyarakat manjadi tidak berdaya lantaran adanya

sebuah struktur sosial yang mendominasi dan menindas mereka, baik

karena alasan kelas sosial, gender, ras atau etnik. Dengan kata lain,

pemberdayaan masyarakat adalah suatu proses pembebasan, perubahan

struktural secara fundamental serta berupaya menghilangkan penindasan

struktural.

d) Pemberdayaan masyarakat ditinjau dari perspektif post-strukturalis adalah

suatu proses yang menantang dan mengubah diskursus. Pemberdayaan

lebih ditekankan pada aspek intelektualitas ketimbang aktivitas, aksi atau

praktis. Dari perspektif ini, pemberdayaan masyarakat dipahami sebagai

upaya mengembangkan pemahaman terhadap perkembangan pemikiran

Page 46: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

32

baru dan analitis. Jadi, titik tekan pemberdayaan pada aspek pendidikan

bukan suatu aksi.28

Pemberdayaan juga menekankan pada proses, bukan semata-mata hasil

(output) dari proses tersebut. Oleh karena itu ukuran keberhasilan pemberdayaan

adalah seberapa besar partisipasi atau keberdayaan yang dilakukan oleh individu

atau masyarakat. Semakin banyak masyarakat terlibat dalam proses tersebut,

berarti semakin berhasil kegiatan pemberdayaan tersebut. Dalam berbagai

kesempatan pakar pemberdayaan, Prof. Haryono Suryono sering mengatakan

bahwa “Pemberdayaan bukan membentuk Supermen, tetapi dalam pemberdayaan

perlu membentuk Super Tim”. Keberdayaan dalam konteks masyarakat

merupakan kemampuan individu berpartisipasi aktif dalam masyarakat. Tingkat

partisipasi ini meliputi partisipasi secara fisik, mental, dan juga manfaat yang

diperoleh oleh individu yang bersangkutan.

Meskipun pemberdayaan masyarakat bukan semata-mata konsep ekonomi,

tetapi seringkali ditujukan untuk tujuan pengentasan kemiskinan dan

kesejahteraan masyarakat. Penuntasan kemiskinan tidak sekedar meningkatkan

pendapatan, tetapi perlu dilakukan secara holistik yang menyangkut aspek

kehidupan dasar manusia, seperti: gizi dan kesehatan, ketersediaan lapangan

pekerjaan, jumlah keluarga dan anggotanya, tingkat pendidikan, lingkungan, serta

aspek lain yang dapat meningkatnya kualitas kehidupan masyarakat.

Pemberdayaan juga tidak dapat dilakukan secara persial. Pemberdayaan perlu

28 Zubaedi, Pengembangan Masyarakat : Wacana dan Praktik, (Jakarta: Kencana, 2013),

hlm 25-26.

Page 47: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

33

dilakukan secara berkesinambungan melalui tahapan-tahapan sistematis dalam

mengubah perilaku dan kebiasaan masyarakat ke arah yang lebih baik.29

Upaya pemberdayaan masyarakat perlu didasari pemahaman bahwa

munculnya ketidakberdayaan masyarakat akibat masyarakat tidak memiliki

kekuatan (powerless). Jim Ife, mengidentifikasi beberapa jenis kekuatan yang

dimiliki masyarakat dan dapat digunakan untuk memberdayakan mereka:

a) Kekuatan atas pilihan pribadi. Upaya pemberdayaan dilakukan dengan

memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan pilihan

pribadi atau kesempatan untuk hidup lebih baik.

b) Kekuatan dalam menentukan kebutuhannya sendiri. Pemberdayaan dilakukan

dengan mendampingi mereka untuk merumuskan kebutuhannya sendiri.

c) Kekuatan dalam kebebasan berekspresi. Pemberdayaan masyarakat dilakukan

dengan mengembangkan kapasitas mereka untuk bebas berekspresi dalam

bentuk budaya publik.

d) Kekuatan kelembagaan. Pemberdayaan dilakukan dengan meningkatkan

aksibilitas masyarakat terhadap kelembagaan pendidikan, kesehatan,

keluarga, keagamaan, sistem kesejahteraan sosial, struktur pemerintahan,

media dan sebagainya.

e) Kekuatan sumber daya ekonomi. Pemberdayaaan dilakukan dengan

meningkatkan aksebilitas dan kontrol terhadap aktivitas ekonomi.

29 Oos M. Anwas, Pemberdayaan Masyarakat..., hlm 51.

Page 48: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

34

f) Kekuatan dalam kebebasan reproduksi. Pemberdayaan dilakukan dengan

memberikan kebebasan kepada masyarakat dalam menentukan proses

reproduksi.30

b. Agen Pemberdayaan

Hakikat pemberdayaan memiliki beberapa makna, yaitu ada pihak yang

memberikan kekuasaan (power) kepada yang lemah, pihak yang diberikan

kekuasaan atau diberdayakan, serta adanya upaya untuk mengubah perilaku yang

diberdayakan ke arah yang lebih baik yaitu kemandirian.

Menurut Chamber (Djohani, 2003), individu yang diberdayakan adalah

orang miskin yang sering kali tidak memiliki daya untuk berjuang karena sudah

dilumpahkan. Oleh karena itu dalam pemberdayaan dibutuhkan peran orang luar.

Orang asing yang bertugas memberdayakan ini adalah kalangan petugas

pembangunan baik formal maupun non formal. Petugas formal adalah aparatur

pemerintah yang bertugas di lapangan, seperti: pegawai kelurahan/desa, penyuluh,

guru, dosen, pegawai puskesmas, dokter, bidan, dan profesi lapangan lainnya.

Petugas non formal adalah individu yang memiliki dedikasi secara sukarela untuk

membantu pemberdayaan masyarakat baik yang dikelola oleh suatu lembaga

(LSM) atau secara pribadi. Petugas non formal tersebut di antaranya: relawan,

pekerja sosial, kader PKK, kader Posdaya, mahasiswa, ulama, simpatisan, dan

yang lainnya.

Tugas pelaku pemberdayaan adalah mendorong dan menciptakan individu

serta masyarakat untuk mampu melakukan perubahan perilaku menuju kearah

30 Zubaedi, Pengembangan Masyarakat..., hlm 27.

Page 49: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

35

kemandirian (berdaya). Perubahan perilaku ini baik aspek pengetahuan, sikap,

maupun keterampilan yang berguna untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan

kesejahteraannya. Oleh karena itu petugas yang memberdayakan individu dan

masyarakat baik formal maupun non formal dapat disebut sebagai Agen

Pemberdayaan (agent of empowerment).31

Pemberdayaan berarti menyediakan sumber daya, kesempatan,

pengetahuan dan keterampilan dalam rangka meningkatkan kemampuan warga

miskin untuk menentukan masa depannya sendiri dan berpartisipasi dalam

kehidupan masyarakatnya.

Strategi pemberdayaan yang lengkap menuntut bahwa hambatan-hambatan

yang dihadapi oleh masyarakat dalam menggunakan kekuatannya dipahami,

diperhatikan, dan dipecahkan. Kendala-kendala ini berupa struktur yang menindas

(kelas, ras/etnis), bahasa, pendidikan, mobilitas pribadi dan dominasi para elite

dalam struktur kekuasaan masyarakat. Perlu dipahami oleh pekerja sosial bahwa

pemberdayaan merupakan pekerjaan yang membutuhkan waktu, energi, dan

komitmen, serta hasilnya belum tentu memuaskan.32

c. Prinsip Pemberdayaan

Pemberdayaan ditujukan agar klien/sasaran mampu meningkatkan kualitas

kehidupannya untuk berdaya, memiliki daya saing, dan mandiri. Dalam

melaksanakan pemberdayaan khususnya kepada masyarakat, agen pemberdayaan

perlu memegang prinsip-prinsip pemberdayaan. Prinsip-prinsip ini menjadi acuan

31 Oos M. Anwas, Pemberdayaan Masyarakat di Era Global, (Bandung: Alfabeta, 2013),

hlm 55. 32Zubaedi, Pengembangan Masyarakat : Wacana dan Praktik, (Jakarta: Kencana, 2013),

hlm 43.

Page 50: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

36

sehingga pemberdayaan dapat dilakukan secara benar. Mengacu pada hakikat dan

konsep pemberdayaan, maka dapat diidentifikasi beberapa prinsip pemberdayaan

masyarakat sebagai berikut:

a) Pemberdayaan dilakukan dengan cara yang demokratis dan menghindari

unsur paksaan. Setiap individu memiliki hak yang sama untuk berdaya. Setiap

individu juga memiliki kebutuhan, masalah, bakat, minat, dan potensi yang

berbeda. Unsur-unsur pemaksaan melalui berbagai cara perlu dihindari karena

bukan menunjukkan ciri dari pemberdayaan.

b) Kegiatan pemberdayaan didasarkan pada kebutuhan, masalah, dan potensi

klien/sasaran. Hakikatnya, setiap menusia memiliki kebutuhan dan potensi

dalam dirinya. Proses pemberdayaan dimulai dengan menumbuhkan

kesadaran kepada sasaran akan potensi dan kebutuhannya yang dapat

dikembangkan dan diberdayakan untuk mandiri. Proses pemberdayaan juga

dituntut berorientasi kepada kebutuhan dan potensi yang dimiliki oleh

sasaran. Biasanya pada masyarakat pedesaan yang masih tertutup, aspek

kebutuhan, masalah, dan potensi tidak nampak. Agen pemberdayaan perlu

mengenali secara tepat dan akurat. Dalam hal ini agen pemberdayaan perlu

memiliki potensi untuk memahami potensi dan kebutuhan klien/sasaran.

c) Sasaran pemberdayaan adalah sebagai subjek atau pelaku dalam kegiatan

pemberdayaan. Oleh karena itu sasaran menjadi dasar pertimbangan dalam

menentukan tujuan, pendekatan, dan bentuk aktivitas pemberdayaan.

d) Pemberdayaan berarti menumbukkan kembali nilai, budaya, dan kearifan-

kearifan lokal yang memiliki nilai luhur dalam masyarakat. Budaya dan

Page 51: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

37

kearifan lokal seperti sifat gotong royong, kerjasama, hormat kepada yang

lebih tua, dan kearifan lokal lainnya sebagaia jati diri masyarakat perlu

ditumbuhkembangkan melalui berbagai bentuk pemberdayaan sebagai modal

sosial dalam pembangunan.

e) Pemberdayaan merupakan sebuah proses yang memerlukan waktu, sehingga

dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Tahapan ini dilakukan

secara logis dari yang sifatnya sederhana menuju yang komplek.

f) Kegiatan pendampingan atau pembinaan perlu dilakukan secara bijaksana,

bertahap, dan berkesinambungan. Kesabaran dan kehati-hatian dari agen

pemberdayaan perlu dilakukan terutama dalam menghadapi keragaman

karakter, kebiasaan, dan budaya masyarakat yang sudah tertanam lama.

g) Pemberdayaan tidak bisa dilakukan dari salah satu aspek saja, tetapi perlu

dilakukan secara holistik terhadap semua aspek kehidupan yang ada dalam

masyarakat.

h) Pemberdayaan perlu dilakukan terhadap kaum perempuan terutama remaja

dan ibu-ibu muda sebagai potensi besar dalam mendongkrak kualitas

kehidupan keluarga dan pengentasan kemiskinan.

i) Pemberdayaan dilakukan agar masyarakat memiliki kebiasaan untuk terus

belajar, belajar sepanjang hayat (lifelong learning/education). Individu dan

masyarakat perlu dibiasakan belajar menggunakan berbagai sumber yang

tersedia. Sumber belajar tersebut bisa: pesan, orang (termasuk masyarakat

disekitarnya), bahan, alat, teknik, dan juga lingkungan tempat mereka tinggal.

Page 52: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

38

Pemberdayaan juga perlu diarahkan untuk menggunakan prinsip belajar

sambil bekerja (learning by doing).

j) Pemberdayaan perlu memperhatikan adanya keragaman budaya. Oleh karena

itu diperlukan berbagai metode dan pendekatan pemberdayaan yang sesuai

dengan kondisi dilapangan.

k) Pemberdayaan diarahkan untuk menggerakkan partisipasi aktif individu dan

masyarakat seluas-luasnya. Partisipasi ini mulai dari tahapan perencanaan,

pengembangan, pelaksanaan, evaluasi, termasuk partisipasi dalam menikmati

hasil dari aktivitas pemberdayaan.

l) Klien/sasaran pemberdayaan perlu ditumbuhkan jiwa kewirausahaan sebagai

bekal menuju kemandirian. Jiwa kewirausahaan tersebut, mulai dari: mau

berinovasi, berani mengambil resiko terhadap perubahan, mencari dan

memanfaatkan peluang, serta mengembangkan networking sebagai

kemampuan yang diperlukan dalam era globalisasi.

m) Agen pemberdayaan atau petugas yang melaksanakan pemberdayaan perlu

memiliki kemampuan (kompetensi) yang cukup, dinamis, fleksibel dalam

bertindak, serta dapat mengikuti perkembangan zaman dan tuntunan

masyarakat. Agen pemberdayaan ini lebih berperan sebagai faslitator.

n) Pemberdayaan perlu melibatkan berbagai pihak yang ada dan terkait dalam

masyarakat, mulai dari unsur pemerintah, tokoh, guru, kader, ulama,

pengusaha, LSM, relawan, dan anggota masyarakat lainnya. Semua pihak

tersebut dilibatkan sesuai peran, potensi, dan kemampuannya.33

33 Oos M. Anwas, Pemberdayaan Masyarakat..., hlm 58-60.

Page 53: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

39

Dengan demikian, pemberdayaan adalah sebuah proses dan tujuan.

Sebagai proses, pemberdayaan adalah serangkaian kegiatan untuk memperkuat

kekuasaan atau keberdayaan kelompok lemah dalam masyarakat, termasuk

individu-individu yang mengalami masalah kemiskinan. Sebagai tujuan, maka

pemberdayaan menunjuk pada keadaan atau hasil yang ingin dicapai oleh sebuah

perubahan sosial; yaitu masyarakat yang berdaya, memiliki kekuasaan atau

mempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya

baik yang bersifat fisik, ekonomi, maupun sosial seperti kepercayaan diri, mampu

menyampaikan aspirasi, mempunyai mata pencaharian, berpartisipasi dalam

kegiatan sosial, dan mandiri dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupannya.

Untuk mengetahui fokus dan tujuan pemberdayaan secara operasional,

maka perlu diketahui beberapa indikator keberdayaan yang dapat menunjukkan

seseorang itu berdaya atau tidak. Sehingga ketika sebuah program pemberdayaan

sosial diberikan, segenap upaya dapat dikonsentrasikan pada aspek-aspek apa saja

dari sasaran perubahan (misalnya keluarga miskin) yang perlu dioptimalkan.

Schuler, Hashemi dan Riley mengembangkan delapan indikator pemberdayaan,

yang mereka sebut sebagai empowerment index atau indeks pemberdayaan.

Keberhasilan pemberdayaan masyarakat dapat dilihat dari keberdayaan mereka

yang menyangkut kemampuan ekonomi, kemampuan mengakses mamfaat

kesejahteraan, dan kemampuan kultural dan politis. Ketiga aspek tersebut

dikaitkan dengan empat dimensi kekuasaan, yaitu: ‘kekuasaan di dalam’ (power

within), ‘kekuasaan untuk’ (power to), ‘kekuasaan atas’ (power over), dan

Page 54: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

40

‘kekuasaan dengan’ (power with). Dibawah ini merupakan indikator

pemberdayaan.

a. Kebebasan mobilitas: kemampuan individu untuk pergi keluar rumah atau

wilayah tempat tinggalnya, seperti kepasar, fasilitas medis, bioskop, rumah

ibadah, kerumah tetangga. Tingkat mobilitas ini dianggap tinggi jika

individu mampu pergi sendirian.

b. Kemampuan membeli komoditas kecil: kemampuan individu untuk

membeli barang-barang kebutuhan warga sehari-hari (beras, minyak tanah,

minyak goreng, bumbu); kebutuhan dirinya (minyak rambut, sabun mandi,

shampo, bedak). Individu dianggap mampu melakukan kegiatan ini

terutama jika ia dapat membuat keputusan sendiri tanpa meminta ijin

pasangannya; terlebih jika ia dapat membeli barang-barang tersebut

dengan menggunakan uangnya sendiri.

c. Kemampuan membeli komoditas besar: kemampuan individu untuk

membeli barang-barang sekunder atau tersier, seperti lemari pakaian, Tv,

radio, koran, majalah, pakaian keluarga.

d. Terlibat dalam pembuatan keputusan-keputusan rumah tangga: mampu

membuat keputusan secara sendiri.34

Setiap pribadi manusia ditantang untuk lebih keras dalam bekerja,

berkreasi, dan berwirausaha (entrepreneurship); lebih win-win dalam

bekerjasama, komunikatif dalam berinteraksi; lebih skillful dalam memfasilitasi

jaringan kerja, dan lebih profesional dalam mengelola potensi-potensi dan

34 T.Lembong Misbah dan Jakfar Puteh, Dasar-Dasar Pengembangan..., hlm 17.

Page 55: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

41

kekuatan-kekuatan riil ekonomi. Disamping itu, sangat dibutuhkan juga

pengembangan dan pemberdayaan ekonomi berbasis kerakyatan.35

Dimasa orde baru, Indonesia diharapkan menjadi negara industri yang

sejajar dengan negara-negara maju. Pembangunan diarahkan untuk menciptakan

sistem politik dan ekonomi yang mendukung terselenggaranya proses kapitalisme,

dengan penghancuran sebagian besar institusi masyarakat dan digantikan dengan

institusi baru sehingga muncul berbagai persoalan perempuan dengan hilangnya

akses dan kontrol perempuan terhadap berbagai sumberdaya yang dahulu milik

mereka. Perempuan menghadapi beberapa masalah ketika akan melibatkan diri

dalam ekonomi seperti terlibat dalam perusahaan kecil atau perniagaan. Antaranya

termasuklah kurang pengalaman, tiada modal, lebih tertumpu kepada perniagaan

yang berukuran kecil, kurang keupayaan pengurusan dan cenderung untuk kekal

dalam perniagaan atau perusahaan yang sama.36

Pemberdayaan perempuan pada intinya adalah berupaya untuk

menghapuskan subordinasi perempuan yaitu menempatkan perempuan dalam

posisi kedua (The Second Class) setelah laki-laki atau menganggap perempuan

tidak penting, termasuk didalamnya adalah hak sosial, ekonomi, hak reproduktif,

dan hak-hak resmi yang tidak diskriminatif (memperlakukan seseorang secara

berbeda karena jenis kelamin, umur, ras, dan agama).37 Hal-hal tersebut terjadi

karena adanya diskriminasi sosial bagi perempuan. Upaya pemberdayaan

35 M.Sholahuddin, Asas-Asas Ekonomi Islam, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada 2007),

hlm 18. 36 Rahmah Ismail dan Zaini Mahbar, Wanita dan Pekerjaan, (Malaysia: Universiti

Kebangsaan Malaysia 1996), hlm 123. 37 Agnes Sunartiningsi, Strategi Pemberdayaan Masyarakat, (Yogyakarta: Aditya Media,

2004), hlm 14.

Page 56: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

42

perempuan perlu terus dilakukan agar mereka tidak terjebak sebagai objek

melainkan dapat berperan sebagai subjek dan memberikan seluruh potensinya

untuk sebuah proses pembangunan. H Syarief dalam sebuah lokakarya tentang

pemberdayaan perempuan tentang industrialisasi pedesaan mengatakan bahwa

dalam upaya pembangunan ekonomi yang berkeadilan maka ekonomi rakyat perlu

ditingkatkan agar kesenjangan dan kemiskinan dapat teratasi. Pemberdayaan

ekonomi rakyat dengan demikian merupakan upaya strategis untuk mengatasi

persoalan kemiskinan.38

Oleh karena itu, dalam mengatasi kemiskinan manusia termasuk

perempuan, maka penulis merasa sangat perlu dilakukan langkah pemberdayaan

perempuan, baik itu pemberdayaan dalam aspek ekonomi, sosial, dan pendidikan.

Peranan wanita tidak boleh dianggap kecil, mereka berperan sangat

penting baik dari aspek sosial, politik maupun ekonomi untuk pembangunan

sebuah negara, karena persentase jumlah wanita lebih besar dibandingkan dengan

jumlah laki-laki, jadi dapat penulis katakan pembangunan sebuah negara terlebih

terlebih dalam aspek ekonomi tanpa melibatkan wanita akan sukar untuk

mencapai kesejahteraan dalam pengentasan kemiskinan yang ada dalam

masyarakat.

Islam tidak melarang perempuan berkecimpung dalam sejumlah pekerjaan,

bisnis, profesi atau lowongan, untuk mencari atau menyumbang pendapatan

keluarga jikalau dibutuhkan. Sebagaimana Allah menyebutkan dalam Al-Qur`an

surat An-nisa` ayat 32;

38 Santi Wijaya Hesti Utami, dkk, Perempuan dalam Pusaran Demokrasi, dari Pintu

Otonomi ke Pemberdayaan, (Bantul: IP4 Lappera Indonesia 2001), hlm 121.

Page 57: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

43

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah

kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain.

(karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka

usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang

mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-

Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (An-Nisa`:

32)39

Dari uraian diatas dapat dipahami bahwa Islam tidak melarang perempuan

untuk ikut terlibat dalam kegiatan untuk memberdayakan kehidupannya baik

aspek ekonomi, sosial dan lainnya guna untuk kebutuhannya. Banyak kisah-kisah

atau contoh-contoh perempuan beraktifitas dalam hal ekonomi pada masa

Rasulullah dan masa khalifah, akan tetapi perempuan yang keluar rumah haruslah

karena ada keperluan untuk kebutuhannya serta mampu berhati-hati dan menjaga

batas-batas syar`i. Dimana Allah setiap manusia sama, hanya ketakwaannya

sajalah yang membedakannya di mata Allah. Jadi diskriminasi terhadap

perempuan sangatlah ditentang, baik dalam negara maupun dalam agama. Karena

sesungguhnya Allah mencintai kedamaian dan kerukunan.

39 Setiap manusia punya hak untuk berusaha dalam rangka pemenuhan kebutuhannya.

Tidak terkecuali perempuan.

Page 58: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

49

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum Yayasan An-Nisaa` Centre

Sejak tahun 2006, Yayasan An-Nisaa` Centre didirikan di Banda Aceh,

yang sekarang beralamat di Jl. Prada Utama, Komplek Ruko, No 5 Lamnyong

Banda Aceh. Dari hasil wawancara dengan ibu Yusmawati Khazan selaku

Direktur Eksekutif Yayasan An-Nisaa` Centre, mengatakan bahwa :

Keberadaan Yayasan ini sebagai upaya membangun dan mensejahterakan kaum

perempuan karena selama ini perempuan masih menjadi kelompok monoritas.

Kurang mendapat perhatian dari masyarakat sehingga banyak kesempatan-

kesempatan yang seharusnya ada di perempuan tidak diberikan.1

Lembaga ini didirikan pada tanggal 01 Mei 2006 dengan nomor Akta

pendirian 02 yang dikeluarkan oleh Notaris Nurdhani, S.H., Sp.N beralamat di Jl.

T. Chik Ditiro No. 107 Simpang Surabaya – Banda Aceh telp (0651) 7406995,

para pendiri yayasan memisahkan dari harta kekayaan mereka berupa uang tunai

sebesar Rp. 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) dengan tidak mengurangi

ketentuan perundang-undangan yang berlaku serta dengan izin dari pihak yang

berwenang.2 Para pendiri yayasan juga sepakat dan setuju untuk mendirikan suatu

yayasan dengan Anggaran Dasar yang telah ditentukan dalam perundang-

undangan.3

1 Hasil wawancara penulis dengan Yusmawati Khazan M.Ag (Direktur Eksekutif

Yayasan An-Nisaa` Centre) tanggal 13 Agustus 2016. 2Hasil dari data Notaris Yayasan An-Nisaa` Centre pada tanggal 13 Agustus 2016. 3Ibid..,

Page 59: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

50

Pada awal berdirinya, lembaga ini diberi nama Yayasan An-Nisaa` Centre

yang didalamnya terdiri dari beberapa kegiatan guna memberdayakan perempuan

di wilayah Kabupaten Aceh Besar. Melihat perjuangan untuk membangun

masyarakat khususnya perempuan dari berbagai dikriminasi, kesenjangan dan

ketidakadilan adalah bahagian dari pesan-pesan Rasulullah SAW, Rasulullah

SAW dengan kalimat yang tegas bersabda :

ث نا عبدة بن سليمان ع د بن العلاء حد ث نا أبو كريب مم د بن حد ن مم

ث نا أبو سلمة عن أب هري رة قال قال رسول الل صلى الله عليه وسلم عمرو حد

ا ا وخياركم خياركم لنسائهم خلقا ) رواه أكمل المؤمنين إيمانا أحسن هم خلقا

الترمذى (“Sesungguhnya orang yang paling sempurna imannya adalah orang yang

paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap istrinya” (HR.Turmudzi)

Pada kesempatan lain beliaupun bersabda:

ما أكرم النساء إلا كريم وما أهانهن إلا لئيم“Tidak ada yang menghargai perempuan kecuali orang mulia dan tak ada

yang melecehkannya kecuali orang bejat”. (HR. Ibn ‘Asakir)4

Maka An-Nisaa` Centre terinspirasi mendirikan sebuah wadah

pengembangan manusia terutama perempuan dengan harapan dapat mendukung

lahirnya perubahan bagi masyarakat pada masa yang akan datang terutama

4http://beastarhidayati.blogspot.co.id/2014/01/pemberdayaan-perempuan-pada-

masa_8830.html, diakses 20 Agustus 2016.

Page 60: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

51

perempuan secara lebih manusiawi. Lembaga ini kemudian diberi nama dengan

An-Nisaa` Centre yang bermakna perempuan.

An-Nisaa` Centre adalah Lembaga swadaya masyarakat yang konsen

terhadap peningkatan sumber daya manusia khususnya perempuan pada berbagai

aktivitas kehidupan terutama kemandirian ekonomi, sosial dan pendidikan.5

Secara umum, keberadaan An-Nisaa` Centre terinspirasi dari realitas

perjalanan kehidupan perempuan yang kurang dinamis, potensi perempuan Aceh

yang sangat jauh tertinggal dan terbelakang, yang beberapa faktor yang

diakibatkan oleh konflik berkepanjangan, pendidikan yang rendah serta

kemiskinan. Hal tersebut juga yang melatarbelakangi orientasi kegiatan yang

berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui

kegiatan pendidikan, pelatihan, penelitian, dan ekonomi dengan pola pengelolaan

pendampingan.

Pelatihan, pendampingan dan penelitian dipandang menjadi bentuk upaya

strategis dalam pencapaian optimalisasi potensi dan apresiasi diri perempuan.

Tiga aktifitas tersebut dirangkum dalam satu paket yang saling melengkapi. Hal

ini menjadi alasan ideal karena pendidikan, pendampingan dan penelitian

dipandang sebagai tindak lanjut dari pelatihan itu sendiri. Tiga aspek tersebut

menjadi aspek penentu teraktualisasinya suatu cita-cita yang dirancang pada masa

akan datang.6

Dengan demikian perkembangan An-Nisaa` Centre selama ini telah

memiliki nilai lebih dari sudut pandang masyarakat. Perihal ini tidak terlepas dari

5Majalah Suara An-Nisaa` Centre Edisi 01 Tahun 2009. 6Ibid..,

Page 61: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

52

jasa-jasa yang telah diberikan oleh pendiri Yayasan An-Nisaa` Centre. Susunan

pengurus yayasan An-Nisaa` Centre dapat dilihat pada tabel IV-1 di bawah ini :

Tabel IV-1. Susunan Pengurus Yayasan An-Nisaa` Center

Jabatan Nama

Pendiri Nona Ernawati

Tuan Agus Ariyanto

Tuan Mukhlis

Nyonya Lasminawati

Pengurus

Ketua Yusmawati Khazan, M.Ag

Sekretaris Jihan.S.P

Bendahara Afrida

Sumber: Data Dokumentasi Yayasan An-Nisaa` Center7

1) Visi dan Misi An-Nisaa` Centre

a) Visi

Visi An-Nisaa` Centre adalah “Terciptanya sumber daya manusia

perempuan yang unggul secara sosial, ekonomi dan pendidikan”.

b) Misi

Misi An-Nisaa` Centre adalah meningkatkan kapasitas keilmuan dan skill

perempuan, profesionalisme UKM, usaha mikro dan tersedianya lapangan kerja

dan usaha bagi perempuan serta menyediakan akses informasi dan bisnis yang

relevan melalui pelatihan, pendampingan dan penelitian.8

7Hasil dari data Notaris Yayasan An-Nisaa` Centre pada tanggal 13 Agustus 2016. 8Majalah Suara An-Nisaa` Centre Edisi 01 Tahun 2009.

Page 62: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

53

2) Strategi menjalankan Misi

a. Pelatihan

(1) Membuka dan memperkaya cakrawala berpikir perempuan terhadap

konsep manajemen, usaha dan trenekonomi global.

(2) Meningkatkan skill dibidang produksi, pemasaran, keuangan dan

pengelolaan bisnis secara lebih profesional.

(3) Menumbuhkan kreatifitas perempuan untuk terus berinovasi dalam upaya

pengembangan usaha.

b. Pendampingan

(1) Menjaga kesinambungan transformasi pengetahuan dan keilmuan pasca

pelatihan.

(2) Melakukan proses interaksi dan transformasi dalam rangka penguatan

kapasitan perempuan.

(3) Membangun usaha secara lebih profesional dengan mengedepankan nilai-

nilai manajerial.

c. Penelitian

(1) Mengetahui dampak pelatihan dan pendampingan yang telah dilakukan.

(2) Mengetahui faktor-faktor yang lebih dominan dalam mempengaruhi

keberhasilan suatu program.

(3) Ekplorasi mendalam terhadap potensi perempuan dan wilayah dampingan.

(4) Menghasilkan rekomendari dan strategi efektifitas dan efesiensi suatu

program.9

9Majalah Suara An-Nisaa` Centre Edisi 01 Tahun 2009.

Page 63: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

54

2. Struktur Organisasi Yayasan An-Nisaa` Centre

1. Kepengurusan Yayasan An-Nisaa` Centre

Direktur : Yusmawati Khazan, M.Ag

Bendahara : Afrida

Sekretaris : Jihan, S.P10

a. Pembina

Pembina adalah organ Yayasan An-Nisaa` Centre yang mempunyai

kewenangan yang tidak diserahkan kepada pengurus atau pengawas. Yang dapat

diangkat sebagai pembina adalah orang perseorangan sebagai pendiri yayasan atau

mereka yang berdasarkan keputusan rapat anggota pembina yang dinilai

mempunyai dedikasi yang tinggi untuk mencapai maksud dan tujuan yayasan.

Adapun kewenangan pembina meliputi keputusan mengenai perubahan Anggaran

Dasar, mengangkat dan memberhentikan anggota pengurus dan anggota

pengawas, menetapkan kebijakan umum yayasan berdasarkan Anggaran Dasar

yayasan, mengesahkan program kerja dan rancangan anggaran tahunan yayasan,

menetapkan keputusan mengenai penggabungan atau pembubaran yayasan, dan

mengesahkan laporan tahunan yayasan.11Pembina membimbing, menasehati dan

memantau para anggota pengurus dan pengawas dan unsur-unsur terkait lainnya

yang berhubungan dengan perkembangan dan kemajuan Yayasan An-Nisaa`

Centre.12

10Dapat dilihat di lampiran IV-2.

11Hasil dari data dokumentasi Notaris An-Nisaa` Centre pada tanggal 13 Agustus 2016. 12Hasil wawancara penulis dengan Yusmawati Khazan..,

Page 64: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

55

b. Pengurus

Pengurus adalah organ yayasan yang melaksanakan kepengurusan

yayasan. Yang diangkat atau dipilih oleh pembina melalui rapat pembina dan

mampu melakukan perbuatan hukum dan tidak dinyatakan bersalah dalam

melakukan pengurusan yayasan yang menyebabkan kerugian bagi yayasan. Tugas

pengurus adalah memenej, memantau, dan memberikan arahan terhadap

pelaksanaan kegiatan Yayasan An-Nisaa` Centre. Pengurus ini terdiri dari ketua,

sekretaris, dan bendahara. Pengurus bertanggung jawab penuh atas kepengurusan

yayasan untuk kepentingan yayasan dan pengurus menyusun program kerja dan

rancangan anggaran tahunan yayasan untuk disahkan oleh pembina, pengurus

wajib memberikan penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan oleh pengawas,

serta pengurus berhak mewakili yayasan didalam dan diluar pengadilan tentang

segala hal dalam segala kejadian.

c. Pengawas

Pengawas adalah organ yayasan yang bertugas melakukan pengawasan

dan memberikan nasihat kepada pengurus dalam menjalankan kegiatan yayasan.

Yang terdiri dari 1 (satu) orang yang diangkat oleh pembina melalui rapat

pembina dan pengawas mampu melakukan perbuatan hukum dan tidak di

nyatakan bersalah dalam melakukan pengawasan yayasan yang menyebabkan

kerugian bagi yayasan, masyarakat atau negara berdasarkan keputusan

pengadilan. Tugas dan wewenang pengawas yaitu wajib dengan itikat baik dan

penuh tanggung jawab menjalankan tugas pengawas untuk kepentingan yayasan.

Pengawas berwenang memasuki bangunan, halaman atau tempat lain yang

Page 65: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

56

dipergunakan yayasan, memeriksa dokumen, memeriksa pembukuan dan

mencocokkannya dengan uang kas atau mengetahui segala tindakkan yang

dijalankan oleh pengurus.

Struktur kepengurusan menunjukkan susunan pengurus yayasan sesuai

dengan yang telah di angkat oleh pembina melalui rapat pembina yang sesuai

dengan tugas dan wewenang serta tanggung jawabnya. Sedangkan bagan lembaga

ini merupakan gambar struktur lembaga yang menunjukan posisi, hirarki, rentan

kendali, dan lain sebagainya. Bagan organisasi biasanya berbentuk kotak-kotak

kedudukan yang dihubungkan oleh garis-garis wewenang, baik intruksional

ataupun koordinatif. Adapun mamfaat yang dpat diperolah yayasan dengan

menggunakan bagan organisasi adalah diantaranya adalah:

a. Dapat diketahui besar kecilnya organisasi yayasan.

b. Mudah diketahui garis-garis saluran wewenang dang tanggung jawab

pengurus.

c. Dapat untuk mengetahui nama, foto dan kedudukan masing-masing

pengurus.

d. Dapat untuk menilai apakah suatu yayasan telah menerapkan prinsip-

prinsip organisasi dengan baik atau belum.

Dari penjelasan diatas, maka yayasan ini hendak membangun program-

program untuk memperkokoh fungsi sosial dengan melaksanakan ragam program

yang berlandaskan keagamaan. Kehadiran yayasan ditengah-tengah kaum

perempuan dapat memberikan inspirasi sosial yang tidak sederhana. Pertemuan

ritual yang telah diatur dapat membangun kedekatan sosial untuk saling berbagi

Page 66: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

57

dan menumbuhkan semangat solidaritas yang sangat tinggi. Artinya, dengan

demikian dalam situasi apapun idealnya, yayasan dapat dijadikan sebagai tempat

kegiatan perempuan.

Lembaga ini tampak memiliki fungsi dan peran masing-masing pihak.

fungsi ini bertujuan untuk mengatur keseimbangan dalam tubuh para pengurus

yayasan. Dikarenakan lembaga ini memiliki kesatuan-kesatuan sosial. Adapun

berapa program yang masih berjalan hingga sampai saat ini yaitu bidang

pendidikan dan peningkatan kapasitas yang merupakan pelatihan-pelatihan serta

pengembangan ekonomi yang merupakan pengembangan sumberdaya keuangan

melalui pengembangan usaha individu dan usaha bersama.

3. Kegiatan An-Nisaa` Centre dalam memberdayakan perempuan

a. Kegiatan tahun 2006 sampai dengan 2009 dapat dilihat pada lampiran IV-

1.

b. Kegiatan tahun 2014 sampai dengan 2015.

1) Penanaman Mangrove kerjasama An-Nisaa` Centre dan WWF.

Ekosistem Mangrove merupakan sumber daya alam yang memberikan

banyak keuntungan bagi manusia, berjasa untuk produktifitasnya yang tinggi serta

kemampuannya memelihara alam. Mangrove banyak memberikan fungsi ekologis

dan karena hal tersebut mangrove secara fiksi maupun biologis berperan dalam

menjaga ekosistem lain disekitarnya, seperti padang lamun, terumbu karang, serta

terkait dan memberikan fungsi ekologis bagi lingkungan.

Mengingat Ekosistem Mangrove merupakan penghasilan detritus, sumber

nutrien dan bahan organik yang dibawa ke ekosistem padang lamun oleh arus laut.

Page 67: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

58

Sedangkan ekosistem lamun berfungsi sebagai penghasil bahan organik dan

nutrien yang akan dibawa ke ekosistem terumbu karang. Selain itu, ekosistem

lamun juga berfungsi sebagai penjebak sedimen (sedimen trap) sehingga sedimen

tersebut tidak menganggu kehidupan terumbu karang yang dapat berfungsi

sebagai pelindung pantai dari berbagai hempasan ombak.

Dalam pelaksanaan kampanye penanaman mangrove ini, pengembangan

kesadaran tetap menjadi bahagian yang cukup penting, mengingat hal tersebut

akan sangat mempengaruhi pola pikir masyarakat dalam program. Beberapa

kegiatan pembangunan penyadaran yang dilakukan, yaitu : Motivasional Training,

Training Gender, FGD dinamika kelompok, perempuan dan lingkungan, study

banding, dan live skillsebagai bahagian pengembangan skill guna peningkatan

ekonomi keluarga. Harapannya, melalui kegiatan-kegiatan tersebut dapat sedikit

memberikan informasi dan perubahan signifikan masyarakat dalam mewujudkan

kehidupan yang sejahtera.13

Implementasi kegiatan yang dilakukan dalam program kampanye

penanaman Mangrove kerjasama An-Nisaa` Centre dan WWF Indonesia adalah :

1. Sosialisasi kegiatan mangrove lanjutan kepada kelompok perempuan

2. Penguatan kelompok dan komitmen

3. Pembersihan lahan lokasi penanaman

4. Penyediaan bibit Mangrove

5. Tahapan penanaman

6. Motivational Training

13Laporan Narasi Program Kampanye Penanaman Mangrove, Kerjasama An-Nisaa`

Centre & WWF Tahun 2014-2015.

Page 68: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

59

7. Training Konsep Gender Dasar

8. Vocational Training

9. Pemasangan Plang

10. Diskusi Isu-Isu Strategi

11. Pengembangan Program / Penanaman Kembali

12. Talk Show Radio

13. Monitoring dan Evaluasi14

Pelaksanaan program kampanye penanaman mangrove di gampong

Lamnga Kecamatan Masjid Raya dan Lam Ujong Kecamatan Baitussalam,

Kabupaten Aceh Besar. Sedangkan target group dampingan An-Nisaa` Centre

merupakan para perempuan pencari tiram. Sedangkan target group langsung

adalah para perempuan pencari tiram yang tergabung dalam anggota koperasi,

dengan jumlah enam orang serta target group tidak langsung para perempuan

lainnya yang terdri dari kelompok pengajian, PKK, Posyandu, Kader dan

kelompok usaha yang berjumlah sekitar 35 orang. Sehingga total target group

dalam program ini adalah lebih kurang 41 orang. Alur kegiatan dan anggaran

biaya adalah sebagai berikut :

a. Alur Kegiatan

1) Survey dan Sosialisasi Rencana Kegiatan

2) Aksi Penanaman Bersama dan Perayaan IWD

3) FGD Tentang Partisipasi perempuan dalam Konservasi

4) Pembibitan dan Perawatan

14Laporan Narasi Program Kampanye Penanaman Mangrove, Kerjasama An-Nisaa`

Centre & WWF Tahun 2014-2015.

Page 69: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

60

5) Monitoring

b. Anggaran Biaya

Pelaksanaan kegiatan kampanye mangrove ini menggunakan dana sebesar

RP 43.700.000 yang semua disupport oleh WWF Indonesia.15

1) Sekilas tentang Gampong Lamnga, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten

Aceh Besar.

Lamnga terletak di pesisir selat Malaka kemukiman Lamnga Kecamatan

Masjid Raya Kabupatan Aceh Besar merupakan salah satu gampong dari 5

gampong dalam kemukiman Lamnga dan salah satu gampong dari 13 gampong

dari gampong di Kecamatan Masjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Gampong

Lamnga merupakan salah satu gampong yang mengalami kerusakan berat akibat

bencana gempa dan gelombang tsunami yang terjadi pada akhir tahun 2004. Dan

salah satu dampak dari kerusakan tersebut adalah berubahnya tata ruang gampong.

Kondisi ini secara langsung telah merusak aspek perekonomian dan sosial

masyarakat. Komposisi penduduk berdasarkan kepala keluarga dan jenis kelamin,

yaitu :

- Kepala Keluarga (KK) : 280

- Penduduk Laki-laki : 513

- Penduduk Perempuan : 538

Jumlah diatas sangat berbeda pada saat sebelum tsunami karena menurut

masyarakat sebelum tsunami lebih kurang 2000 KK, hampir 90% menjadi korban,

baik laki-laki maupun perempuan dan luas gampong Lamnga sekitar 480 hektar.16

15Email dari Direktur An-Nisaa` tentang Laporan Akhir ProgramCBO dan Penguatan

Partisipasi Perempuan Lintas Gampong pada tanggal 18 Agustus 2016

Page 70: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

61

Dari isi ekonomi, gampong Lamnga merupakan salah satu dari 13

gampong yang memiliki potensi dan sumber daya manusia dan memiliki

keragaman pekerja seperti : petani tambak, penjaring atau penjual ikan, buruh

bangunan, berdagang, pegawai, dan sebagian besar kelompok perempuannya

bekerja sebagai pencari tiram yang pendapatan mereka masih dalam katagori

rendah mengingat kebutuhan sehari-hari yang sangat besar.

Tabel IV-2. Kelompok pengembangan Program Penanaman Mangrove di

gampong Lamnga

No Nama Umur Pekerjaan Jabatan

1. Halimah 50 Petani Tiram Ketua kelompok

2. Khairiyati 27 Petani Tiram Anggota

3. Harva Hanim 38 Petani Tiram Anggota

4. Wardiah 45 Petani Tiram Anggota

5. Fatimah 43 Petani Tiram Anggota

6. Suraiya 52 Petani Tiram Anggota

7. Nurhasi 31 Petani Tiram Anggota

8. Rubiah 42 Petani Tiram Anggota

9. Sakdiah 35 Petani Tiram Anggota

Sumber : Laporan Narasi Program Kampanye Penanaman Mangrove, Kerjasama

An-Nisaa` Centre & WWF Tahun 2014-2015.17

16Laporan Narasi Program Kampanye Penanaman Mangrove, Kerjasama An-Nisaa`

Centre & WWF Tahun 2014-2015. 17Ibid..,

Page 71: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

62

2) Sekilas tentang Gampong Lam Ujong Kecamatan Baitussalam Kabupaten

Aceh Besar

Gampong lam Ujong merupakan salah satu gampong yang mengalami

musibah tsunami tahun 2004, setelah musibah tsunami banyak masyarakat

pendatang yang memilih tinggal di gampong Lam Ujong malah banyak rumah

bantuan dari pihak lain yang dibangun karena gampong Lam Ujong mempunyai

dataran tinggi.

Gampong Lam Ujong perbatasan sebelah utara dengam gampong Lamnga

Kecamatan Masjid Raya, sebelah Selatan berbatasan dengan Gampong Miruk

Lamreudeup Kecamatan Baitussalam sebelah Barat berbatasan dengan gampong

Labuy Kecamatan Baitussalam dan sebelah Timur berbatasan dengan Gampong

Uteun Sirabong Kecamatan Baitussalam. Geografi gampong Lam Ujong

Kecamatan Baitussalam, antara lain :

- Luas Wilayah : 960 Ha

- Jumlah KK : 347 KK

- Jumlah Jiwa : 1318 Jiwa

- Jumlah Laki-Laki : 694 Orang

- Jumlah Perempuan : 624 Orang18

Dari segi ekonomi masyarakat gampong Lam Ujong memiliki berbagai

macam jenis pekerja seperti : petani (petani tambak, petani sawah, petani kebun),

buruh harian lepas, nelayan, buruh perkebunan dan tukang.

18Ibid...,

Page 72: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

63

Tabel IV-3. Kelompok Training Konsep Gender Dasar di gampong Lam Ujong

No Nama Umur Pekerjaan Jabatan

1. Syarifah Nur 27 Pencari Tiram Anggota

2. Nurmala Wati 34 Pencari Tiram Anggota

3. Hafsah 60 Pencari Tiram Anggota

4. Salma 37 Pencari Tiram Anggota

5. Nurbayani 40 Pencari Tiram Anggota

Sumber : Laporan Narasi Program Kampanye Penanaman Mangrove, Kerjasama

An-Nisaa` Centre & WWF Tahun 2014-2015.19

Tabel IV-4. Kelompok Vocational Training Aneka Sari Laut di gampong Lam

Ujong

No Nama Umur Pekerjaan No. Hp

1. Irawati 34 Fasilitator Local 085260266223

2. Kartini 38 Petani/Pencari Tiram 085275230019

3. Ekawati 35 Petani/Pencari Tiram 085277911884

4. Devi Itasari 19 Petani/Pencari Tiram -

5. Jamaliah 38 Petani 085277203611

6. Rusniah 48 Petani/Pencari Tiram -

7. Salbiah 32 Petani 081362980950

Sumber : Laporan Narasi Program Kampanye Penanaman Mangrove, Kerjasama

An-Nisaa` Centre & WWF Tahun 2014-2015.20

19Laporan Narasi Program Kampanye Penanaman Mangrove, Kerjasama An-Nisaa`

Centre & WWF Tahun 2014-2015. 20Ibid..,

Page 73: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

64

2) CBO dan Penguatan Partisipasi Perempuan Lintas Gampong

Program Community Base Organization (CBO) dan Penguatan Partisipasi

Perempuan Lintas Gampong ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari program

sebelumnya. Pendampingan yang telah dilakukan pada Gampong Siem dan

Lambiheu Lambaro Angan pada tahun 2010-2011, telah mengorientasikan

terjadinya advokasi terhadap lahirnya kebijakan gampong tentang pengelolaan

sumber daya ekonomi gampong berperspektif perempuan. Peran CBO perempuan

dalam proses ini sangatlah besar, CBO bersama tim Advokasi telah berhasil

melahirkan Rancangan Qanun (Raqan) pengelolaan sumber daya ekonomi

gampong. CBO perempuan juga terlibat aktif dalam proses pembangunan

gampong bahkan menjadi tim inti lahirnya konsep Rencana Pembangunan Jangka

Panjang Gampong berperspektif perempuan – RPJM Pronangkis.

Disisi lain, adanya keinginan untuk mentransformasi pengetahuan dan

pemahaman tentang kebijakan gampong yang berperspektif perempuan ke tingkat

mukim dan enam gampong baru lainnya, dilatarbelakangi oleh keinginan mukim

untuk mendorong gampong–gampong dibawah kemukimamnya, untuk

mendapatkan penularan virus positif dari aktifitas advokasi kebijakan yang

dilakukan di Gampong Lambiheu Lambaro Angan dan Siem, khususnya dari

gerakan CBO perempuan sebagai penggerak aktifitas pembangunan gampong

dalam melahirkan kebijakan gampong yang berperspektif perempuan. Adapun

pelaksanaan kegiatan dapat dilihat dibawah ini :

Page 74: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

65

1. Pelaksanaan Kegiatan

a. Pertemuan koordinasi dengan mitra PCC (Press Complaints Commission)

dan Saree School

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2013 di kantor ANC, dengan

peserta yang hadir 6 orang yaitu terdiri dari PCC, Saree School, Tim ANC dan PO

AFSC untuk Aceh. Pertemuan ini merupakan koordinasi awal dengan mitra

AFSCl terkait dengan adanya rencana pelaksanaan program di wilayah yang

melibatkan mitra tersebut. Pertemuan ini penting mengingat An.Nisaa’ Center

dalam pelaksanaan program ke depan akan berada di wilayah yang selama ini

PCC dan Saree School bekerja. Pertemuan yang berlangsung lebih dari tiga jam

ini dilaksanakan dengan sharing informasi termasuk up date situasi terkini

khususnya di Kemukiman Lamkabee, Gampung Lamkabee dan Kemukiman

Saree. Dalam pertemuan ini juga terungkap berbagai persoalan termasuk peluang

serta tantangan kedepan. Berbagai alternative solusi juga muncul untuk

mengatasi berbagai persoalan sehingga pelaksanaan program tidak terhambat dan

dapat berjalan lancar. Pertemuan ini mengahsilkan kesepahaman bersama terkait

proses pelaksaaan program ke depan dan terbanguan dukungan dan komitmen dari

mitra PCC yang terlihat dari beberapa in put yang diberikan untuk kemudahan

dalam proses pelaksanaan program ke depan.

b. Sosialisasi dan koordinasi dengan Mukim, Aparatur Gampong dan Tokoh

Perempuan

Pada tanggal 6 Juli 2012 di mesjid Siem Gampong Siem Kecamatan

Darussalam Aceh Besar yang dihadiri oleh Mukim Siem, Mukim Lambaro

Page 75: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

66

Angan, Keuchik, Tgk Imum, Sekdes dan Tuha peut dari 6 Gampong yang

keseluruhannya berjumlah 17 orang (13 laki-laki dan 4 perempuan).21 Tujuannya

adalah mensosialisasikan dan mengkoordinasikan rencana program. Dan dalam

kesempatan ini juga mereka sekaligus mengucapkan terimakasih kepada

(American Friend Service Committee) AFSC Indonesia melalui an-Nisaa’ centre

Banda Aceh yang sudah mau menjadikan wilayah mereka sebagai wilayah

pelaksanaan program. Mereka menyatakan akan mendukung sepenuhnya karena

kehadiran program ini untuk kesejahteraan mereka dimasa akan datang.

Hal yang khusus diakhir pertemuan yang dimasukkan dalam kesepakatan

adalah bahwa ke depan akan menghadirkan perempuan lebih banyak. Karena

memang dalam pertemuan ini kehadiran perempuan hanya satu orang dan ini

terlihat bagaimana selama ini kebiasaan para perangkat gampong bila ada

kegiatan di gampong jarang melibatkan perempuan.

c. Pertemuan Pra Kondisi CBO di Masing-masing Gampong (Siem dan

Lambiheu Lambaro Angan)

d. Pembekalan awal CBO Gampong Siem dan Lambihe Lambaro Angan

Kegiatan ini adalah bagian dari proses pembekalan CBO-CBO di dua

Gampong (Gampong Siem dan Lambiheu Lambaro Angan). Pertemuan

dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2012 di meunasah, meskipun tidak semua CBO

dapat hadir namun masing-masing ada perwakilannya. Dalam proses ini

terungkap bahwa sebagian CBO sudah paham tentang konsep dan kerja-kerja

sebagai penggerak masyarakat. Namun mereka mengakui selama ini masih ada

21

Email dari Direktur An-Nisaa` tentang Laporan Akhir ProgramCBO dan Penguatan

Partisipasi Perempuan Lintas Gampong pada tanggal 18 Agustus 2016.

Page 76: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

67

kendala baik di internal mereka sendiri maupun lingkungan eksternal. Untuk itu

ke depan masih diperlukan dukungan/ penguatan ke CBO sehingga mereka lebih

percaya diri untuk melakukan transfer ke 6 Gampong lainnya.

e. Sosialisasi Program di masing-masing Gampong Baru

Karena ada kebutuhan melakukan pengembangan di gampong sekitarnya

untuk itu diperlukan sosialisasi langsung dengan melibatkan aparatur gampong,

Tgk Imum, tuhapheat, tokoh perempuan, kader perempuan dan tokoh pemuda.

Kegiatan ini dilaksanakan sepanjang bulan Agustus dan September 2012 dan

merupakan lanjutan sebagai rekomendasi dari pertemuan yang pernah difasilitasi

oleh mukim sebelumnya. Selain itu pertemuan ini juga merupakan proses

mengidentifikasi calon-calon CBO yang akan dilibatkan ke depan. Terlihat sudah

ada perubahan dari aparatur gampung dan tokoh lainnya soal keterlibatan

perempuan dalam pembangunan gampong. Adapun gampong yang dikunjungi

adalah :

- Gampong Lambada,

- Lampeudaya,

- Lamklat,

- LamAsan (kemukiman Siem Dan Lambaro Angan),

- Gampong Mange (kemukiman Lamkabee) dan

- Saree Aceh (kemukiman Saree) yang semuanya di wilayah kabupaten

Aceh Besar.

f. Penguatan Mukim, Aparatur Gampong dan Tuha peut

g. Pembentukan CBO di 6 gampong baru

Page 77: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

68

Adapun kriteria nya adalah para perempuan dan laki-laki yang aktif dalam

kegiatan-kegiatan gampong serta memiliki kepedulian terhadap persoalan

perempuan dan anak serta memiliki keinginan untuk memajukan gampong. Dari

sejumlah nama yang direkomendasikan akhirnya ada sekitar 20 orang (masing2

gampong ada 2-3 orang) yang memenuhi kriteria. Proses seleksi juga dilakukan

melalui saat training-training, diskusi dan pelaksanaan di lapangan misal adanya

perubahan kualitas keaktifan mereka di gampong.

h. Penguatan CBO sebagai kader gampong / gender vocal point

i. Sharing dan Informasi Antar CBO

Pelaksanaannya dilaksanakan sebanyak empat kali yaitu:

- 26 September 2012 di Gampong Lamklat dan Lam Asan kemukiman Siem,

dengan peserta 21 orang (18 perempuan dan 3 laki-laki)

- 27 September 2012 di Saree School dan Mange dengan jumlah peserta rata-

rata 15 – 20 orang.

- 16 November 2012 di Meunasah Gampong Lampeudaya, dengan peserta 27

orang ( 4 laki-laki dan 23 perempuan) yang terdiri dari kader gampong, tuha

peut, kelompok pengajian, kader posyandu dan kader PKK

- 23 November 2012 di Meunasah Desa Lambada Peukan dengan jumlah

peserta 16 orang ( 2 laki-laki dan 14 perempuan), yang terdiri dari: kader

gampong, tuha peut, kelompok pengajian, kader posyandu dan kader PKK

Tujuannya membangun solidaritas dan jaringan antar CBO, dan

merupakan wadah bagi perempuan untuk saling menguatkan dan mendapatkan

Page 78: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

69

berbagai informasi. Sehingga muncul motivasi dari calon CBO untuk melakukan

hal yang sama di gampong masing-masing.

j. Penguatan kelompok usaha lintas gampong

Untuk mendorong peningkatan ekonomi perempuan pelaku usaha maka

dilakukan berbagai bentuk penguatan antara lain training, coaching dan

mentoring, sebagai berikut :

(1) Pertemuan Penguatan Kelompok Dame Meusampho

(2) Coaching mengenali kebutuhan untuk kelompok Dame Meusampho

(3) Pemasaran hasil produksi melalui pameran

(4) Short Training tentang Pengembangan Usaha

(5) Mentoring kelompok usaha tentang manajement usaha

(6) Pelatihan Vokasional “ Pembuatan Bakso Yang Sehat”

(7) Mentoring Pengembangan Usaha untuk pelaku usaha

(8) Mentoring Kelompok Usaha Dame Meushampho

(9) Coaching pembukuan untuk pelaku usaha

(10) Pembangunan Rumah Produksi (Serah terima dan Peresmian)

k. Sosialisasi/Pendistribusian kebijakan/informasi gampong kepada

masyarakat

Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan talkshow di radio,

dimana narasumber ada yang dari pemerintah, politikus, dan aparatur gampong

yang memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidangnya.

Sasaran dari program ini adalah laki-laki dan perempuan yang terdiri dari

aparatur gampong, Tuhapeat dan CBO atau kader perempuan dari delapan

Page 79: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

70

gampong dan empat kemukiman di kabupaten Aceh Besar. Adapun secara umum

dapat dilihat dalam table dibawah ini:

Tabel IV-5. Jumlah sasaran dari program CBO dan Penguatan Partisipasi

Perempuan Lintas Gampong di Kabupaten Aceh Besar.

Gender Umur Agama Suku Pendidikan Difabilitas

(kecacatan)

L P

42 48 Rata-rata 21

– 50 Tahun

Islam Jawa dan

Aceh

SD s/d S1 Tidak ada

dilokasi

Sumber : Email dari Direktur An-Nisaa` tentang Laporan Akhir ProgramCBO dan

Penguatan Partisipasi Perempuan Lintas Gampong pada tanggal 18 Agustus

2016.

Oleh karena itu, kegiatan ini dipandang penting sebagai wujud dalam

memberdayakan perempuan. Lebih lanjut, keberadaan An-Nisaa` Centre ini juga

menuntut perhatian dari masyarakat agar kegiatan-kegiatan yang akan

dilaksanakan bisa tercapai. Ini bisa meliputi, bagaimana masyarakat menjaga, bisa

merealisasikan, dan bisa memberi kontribusi yang luas agar yayasan ini tetap

aktif.

Untuk memberdayakan kaum perempuan bisa dilakukan dengan berbagai

cara dan sarana. Salah satunya melalui program-program An-Nisaa` Centre. Yaitu

suatu lembaga atau wadah perkumpulan para pengurus yayasan yang

menggunakan yayasan sebagai pusat aktivitas. Melalui yayasan ini, mereka

memperoleh lingkungan yang sejahtera serta dapat mengembangkan kreativitas.

Untuk program-program yang telah ada tidak semuanya perempuan, tetapi

lebih dominannya perempuan, kegiatan program yayasan 70 % memang

perempuan dan 30 % untuk pengembangan masyarakat keseluruhan. Misalnya

peningkatan kapasitas perangkat gampong, penyusunan peraturan-peraturan

gampong tetapi dimensinya semua response gender.

Page 80: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

71

Para pengurus telah mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi, sosial

dan budaya untuk memperkuat diri agar dapat mengatasi berbagai persoalan

kemiskinan yang dihadapi, mendapatkan pengakuan dan menjadi bagian

masyarakat yang setara dengan yang lainnya.

Perbedaan yayasan An-Nisaa` Centre dengan yayasan lainya yaitu hanya

di bagian konsep yayasan, pengurus yayasan An-Nisaa` Centre bekerja sama

dengan hati, pengurus tidak selalu memfocuskan pada kegiatan yang diberikan

terkadang juga menjadi relawan. Secara konsep umum setiap yayasan sama secara

hukum yaitu harus mempunyai akta notaris Kementrian Hukum dan Ham

(KEMHUHAM), NPWP, dan pajak serta melapor didesa. Perbedaan yayasan An-

Nisaa` ialah yayasan ini bergerak di tiga bidang cara bekerja, model bekerja, pola

pendampingan karena pola pendampingan tidak hanya perempuan, tetapi juga

pola pendampingan anak dengan kegiatan anak serta pola pendampingan

gampong atas nama gampong dengan penyiapan aturan-aturan gampong.

Dengan demikian adapun faktor pendukung kegiatan yayasan adalah:

a. Internal kelembagaan yaitu : peraturan yang diterapkan oleh lembaga, dan

kepedulian para pendiri lembaga.

b. Eksternal yaitu : lembaga-lembaga yang konsen dengan An-Nisaa` dan juga

lembaga-lembaga yang menjadi mitra An-Nisaa` bekerja.

Faktor yang paling penting adalah faktor kelembagaan dan juga dewan

pendiri lembaga. An-Nisaa` bekerja sama dengan pemerintahan seperti BP3A

(Badan Pemberadayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh), lembaga yang

merupakan rumahnya lembaga perempuan yaitu Balai Syura Ureung Inoeng

Page 81: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

72

Aceh, dan PSW (Pusat Studi Wanita). Lembaga-lembaga ini sangat berpengaruh

untuk peningkatan kelembagaan, lembaga tersebut bahkan menjadi nara sumber

karena LSM itu tidak pernah bekerja sendiri.

4. Lokasi dan Kegiatannya

Tabel IV-6. Lokasi Kegiatan Yayasan An-Nisaa` Centre

No Kegiatan Lokasi

1. Penanaman Mangrove kerjasama

An-Nisaa` Centre dan WWF tahun

2014-2015

Gampong Lamnga Kecamatan

Masjid Raya dan Gampong Lam

Ujong Kecamatan Baitussalam

Kabupaten Aceh Besar.

2. CBO dan Penguatan Partisipasi

Perempuan Lintas Gampong

Gampong Lambiheu Lambaro

Angan dan Siem Kecamatan

Baitussalam Kabupaten Aceh

Besar

Sumber : Data Dokumentasi Yayasan An-Nisaa` Centre Tahun 2009-2015

B. Pembahasan

1. Metode dan Sasaran yayasan An-Nisaa` Centre dalam

pemberdayaan perempuan di wilayah Kabupaten Aceh Besar

Adapun metode yang dipergunakan yayasan An-Nisaa` Centre dalam

pemberdayaan perempuan harus disesuaikan dengan tingkat kondisi

keprihatinannya masing-masing. Yayasan an-Nisaa` Centre terinspirasi

melakukan pemberdayaan perempuan yang kurang dinamis, potensi perempuan

Aceh yang sangat jauh tertinggal, setelah mengalami konflik berkepanjangan yang

mengakibatkan perempuan Aceh memiliki pendidikan yang rendah serta

Page 82: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

73

kemiskinan. An-Nisaa` Centre melakukan kegiatan untuk peningkatan Sumber

Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan, pelatihan, penelitian dan

pendampingan perekonomian dan usaha yang dikelola perempuan. Kegiatan rutin

dilakukan setiap hari dengan pendampingan dan pengorganisasiannya. Kegiatan

dilakukan enam bulan, satu tahun, dan dua tahun itu merupakan pelaksanaan

program yang sama dengan jangka waktu yang berbeda. Berdasarkan hasil

wawancara dengan Yusmawati Khazan, M.Ag (Direktur Eksekutif yayasan An-

Nisaa` Centre), mengatakan bahwa metode yang dipakai dalam pemberdayaan

perempuan di wilayah Kabupaten Aceh Besar adalah sebagai berikut :

1. Pendidikan

Pendidikan yang dimaksud oleh yayasan An-Nisaa` Centre adalah

pengembangan kapasitas perempuan-perempuan Aceh dan berbicara masalah

pendidikan bukan hanya secara umum akan tetapi berbicara masalah pendidikan

secara keseluruhan, terutama untuk perubahan pola pikir dan paradigma para

perempuan di wilayah Kabupaten Aceh Besar. Pendidikan yang dilakukan oleh

yayasan An-Nisaa` Centre juga berusaha mengoptimalkan penyelenggaraan

pendidikan untuk pemberdayaan perempuan dalam penguatan keagamaan Islam

yang baik.

Dalam hal ini pendidikan menjadi salah satu kunci utama, sebagai mana

disampaikan para ahli pemberdayaan masyarakat adalah sebuah proses

pembelajaran terus menerus, dan proses pembelajaran ini memerlukan bekal

pendidikan yang cukup agar masyarakat memiliki kemampuan nalar yang

reponsive dan arif dalam menapaki tantangan kehidupan. An-Nisaa` Centre

Page 83: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

74

melakukan pemberdayaan perempuan dengan pendidikan yaitu mengembangkan

potensi kepada perempuan Aceh, dengan pola pelatihan-pelatihan seperti diskusi,

motivasi, dan juga pelatihan untuk mengembangkan sebuah usaha agar bisa

mendapatkan pendapatan tambahan.

Atas dasar kebutuhan masyarakat inilah yayasan An-Nisaa` Centre

membutuhkan sarana prasarana penunjang untuk memberikan peningkatan

layanan sarana prasarana pendidikan bagi perempuan di wilayah Kabupaten Aceh

Besar, yang diharapkan nantinya dapat mengembangkan kemampuan perempuan

secara ekonomi. Apabila perempuan tidak mapan maka itu akan sangat

berpengaruh kepada anak-anak dan keluarganya. Keberadaan perempuan disini

adalah perempuan yang akan disiapkan mendukung ekonomi keluarganya,

walaupun mereka bisa melakukan nya dari rumah.22

Pendidikan tinggi dan pemberdayaan perempuan merupakan solusi solutif

untuk meningkatkan pencapaian pemberdayaan seperti menurunkan angka

kematian ibu, menurunkan angka kematian anak, dan memberantas kemiskinan

karena pendidikan berbanding lurus dengan pengetahuan. Sehingga perempuan-

perempuan Aceh dapat menghasilkan keturunan yang berkualitas terkait

pengasuhan yang telah mengacu pada standarisasi pengasuhan, selain itu

perempuan dapat mengetahui dengan baik dampak pertumbuhan penduduk yang

cukup pesat sehingga mulai untuk mengatur kelahiran dan mengetahui dengan

baik tentang pengaturan pola makan, gizi, imunisasi, serta mengetahui apa yang

harus dilakukan jika hamil, melahirkan dan lainnya.

22Hasil wawancara penulis dengan Yusmawati Khazan, M.Ag..,

Page 84: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

75

2. Peningkatan Kapasitas

Peningkatan kapasitas merupakan peningkatan kemampuan, pengetahuan

dan keterampilan perempuan baik tekhnis maupun manajerial agar mereka dapat

mengatasi berbagai persoalan kehidupan. Peningkatan kapasitas dilakukan melalui

pendampingan intensif, pelatihan dan lokakarya, pengembangan pusat belajar

berbasis komunitas, serta peningkatan akses informasi dan pengetahuan.

Peningkatan kapasitas yang yayasan An-Nisaa` Centre lakukan untuk

memberdayakan perempuan di Aceh yaitu melalui pelatihan-pelatihan dan

peminjaman modal usaha yang dilakukan yayasan An-Nisaa` Centre, seperti

pelatihan public speaking (latihan retorika) agar perempuan-perempuan yang

diberdayakan harus memiliki kepercayaan diri untuk tampil atau berdiri didepan

umum dalam memimpin sebuah diskusi, kemudian pelatihan-pelatihan dalam

penyusunan perencanaan gampong,serta bagaimana menyiapkan proposal.

Pinjaman modal usaha tersebut terakhir dilakukan pada tahun 2007 dengan

jumlah pinjaman Rp. 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) memenuhi

persyaratan yang telah di tetapkan, yaitu mengembalikan pinjaman modal tersebut

dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Pinjaman modal usaha diberikan

kepada kelompok perempuan yang di berdayakan, an-Nisaa` Centre tetap

melakukan evaluasi agar pinjaman tersebut berkembang setiap bulannya dan

perempuan Aceh berdaya secara ekonomi.23

Dalam upaya peningkatan kualitas hidup perempuan dan pemenuhan hak

melalui Peningkatan Kapasitas Perempuan di wilayah Kabupaten Aceh Besar

23 Hasil wawancara penulis dengan Julinawati (Staf An-Nisaa` Centre) tanggal 18

Agustus 2016.

Page 85: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

76

mewujudkan perempuan cerdas, segar dan pintar sangat relevan dengan upaya

untuk memantapkan konsep pemberdayaan perempuan secara lebih strategis,

sehingga kedepan diharapkan dapat berperan sebagai salah satu pimpinan dalam

sebuah musyawarah dan untuk mendukung terwujudnya kesetaraan gender,

sebagaimana yang diharapkan yayasan An-Nisaa` Centre. Sehingga mampu

meningkatkan kontribusi dan keikut sertaannya dalam pelaksanaan pembangunan

pemberdayaan perempuan dan pembangunan diberbagai sektor kehidupan

lainnya.

3. Pengembangan Ekonomi

Kaum perempuan memiliki sejumlah potensi, kalau dikelola secara baik

potensi itu akan memberi manfaat yang besar. Dalam banyak bidang perempuan

belum berperan maksimal, selain kendala budaya dan agama juga sosial di

masyarakat masih menjadi ganjelan besar. Yayasan An-Nisaa` Centre

memberikan modal usaha kepada perempuan, melalui koperasi yang ada di

yayasan An-Nisaa` Centre. Dengan pinjaman modal usaha tersebut kelompok bisa

membuka usaha kecil dengan pola pendampingan An-Nisaa` Centre. Melalui

koperasi dana bisa diakses termasuk juga melalui LKM yang ada di yayasan An-

Nisaa`. Yayasan An-Nisaa` juga punya LKM (lembaga kredit mikro) dan

koperasinya ini khusus untuk perempuan. Didalam implementasi program-

program yayasan seluruh pengelola yayasan An-Nisaa` ikut berperan. Terpisah

dari dewan pendiri dan dewan pengawas. Dewan pendiri hanya menerima laporan

dari yayasan dan dewan pengawas hanya memonitoring serta mengevaluasi setiap

kegiatan-kegiatan yang yayasan An-Nisaa` jalankan.

Page 86: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

77

Strategi untuk memperbaiki perekonomian kaum perempuan bersama akan

berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Sebab

kaum perempuan memiliki dua peran sekaligus. Selain untuk kepentingan dirinya

juga anggota keluarga yang lain, semua akan ikut merasakan. Peran aktif kaum

perempuan dalam berbagai bidang, terutama di sektor ekonomi diharapkan

mampu meredam anak mereka pergi ke luar negeri. Pendidikan yang rendah dan

mutu sumberdaya manusianya yang terbatas, di pasar tenaga kerja internasional

tidak akan mampu bersaing.

Dalam semua tahap pemberdayaan yang dijelaskan diatas, pihak Yayasan

melibatkan para pengurus dan staf lapangan dalam mengambil keputusan dan

segala hal yang berkaitan dengan kegiatan pemberdayaan perempuan, agar

seluruh proses dan pelaksanaan program dan kegiatan tersebut dapat berjalan

dengan lancar. Hal ini juga memudahkan pihak Yayasan dalam menjalankan

program tersebut.

Dilihat dari penerapan koperasi otonom yang diterapkan oleh Yayasan An-

Nisaa` Centre, mulai tampak perubahan pada perempuan-perempuan di wilayah

Kabupaten Aceh Besar dan wilayah-wilayah dampingan yayasan An-Nisaa`

Centre ada perubahan pola pikir paradigma, bahwa perempuan dan laki-laki itu

punya hak dan tanggung jawab bersama dalam pembangunan. Perempuan menjadi

lebih percaya diri, pengetahuan mereka dalam hal pendidikan, keterampilan dan

agama pun bertambah. Mereka lebih mempunyai arah dan tujuan hidup. Dimana

hal tersebut merupakan hakikat dari pada pemberdayaan. Yakni membuat

Page 87: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

78

perempuan yang tidak berdaya menjadi berdaya dan dapat mengarahkan

kehidupan mereka menjadi kearah yang lebih baik.24

Dalam hal ini segenap potensi Yayasan telah berhasil membawa

perubahan serta transformasi kehidupan masyarakat yang beriman dan menuju

pada kesejahteraan masyarakat. Cakupan kegiatan Yayasan semakin luas dan

mendalam, kegiatan tidak lagi terbatas pada pendidikan, sosial, ekonomi,

pembinaan umat dan kegiatan social lainnya, tetapi juga telah merambah pada

kegiatan pembangunan.

Aktifitas nyata dari Yayasan An-Nisaa` Centre tersebut dalam

memberdayakan kehidupan perempuan di wilayah Kabupaten Aceh Besar dapat

dilihat dari kemampuannya dalam kegiatan Vocational Training yang bertujuan

mensejahterakan, dan meningkatkan sosial ekonomi perempuan Aceh.

Pengembangan usaha produktif serta mengupayakan kesempatan bagi perempuan

di wilayah Kabupaten Aceh Besar memperoleh kehidupan yang layak dengan

pemanfaatan sumber daya yang ada.

2. Strategi, Keberhasilan dan Kendala yang dihadapi yayasan An-

Nisaa` Centre dalam pemberdayaan perempuan di wilayah

Kabupaten Aceh Besar

Dalam melaksanakan kegiatan pemberdayaan perempuan mendapat hasil

yang maksimal sebagaimana yang telah menjadi tujuan sebuah lembaga

pemberdayaan perempuan, khususnya yayasan An-Nisaa` Centre tidak terlepas

dari berbagai strategi-strategi yang harus dan telah diterapkan. Hal ini bertujuan

24Hasil wawancara penulis dengan Yusmawati Khazan, M.Ag..,

Page 88: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

79

agar perempuan di wilayah kabupaten Aceh Besar menjadi berkualitas lebih baik

dari sebelumnya terhadap dirinya, anak-anak dan masyarakat, dapat

mengembangkan kapasitas serta skill yang ada pada perempuan.

1) Strategi yang diterapkan yayasan An-Nisaa` Centre antara lain :

a. Pengembangan kapasitas perempuan dengan pola pendampingan dan

pengorganisasian masyarakat.

b. Pengembangan kapasitas perempuan dengan memberikan skill-skill pada

perempuandalam berorganisasi, skill dalam melakukan manajemen,

manajerial kemudian skill berdiri didepan umum dan mempersiapkan diri

menjadi pemimpin masa depan, serta pengembangan ekonomi.

2) Hasil pemberdayaan perempuan yang dilakukan yayasan An-Nisaa` Centre

Dalam suatu lembaga pemberdayaaan tentunya mempunyai hasil, baik itu

hasil yang memuaskan maupun yang tidak memuaskan. Hal ini dapat dilihat

setelah evaluasi yang dilakukan An-Nisaa` Centre di setiap perubahan yang di

alami perempuan di wilayah kabupaten Aceh Besar. Keberhasilan sudah

maksimal, dikarenakan perempuan-perempuan di wilayah kabupaten Aceh Besar

mengalami perubahan pola pikir, dan juga menyadari bahwa perempuan dan laki-

laki mempunyai hak dan tanggung jawab dalam pembangunan serta perempuan

telah meyakini dan mengakui bahwa mereka juga mempunyai potensi yang sama

dengan laki-laki.

Lembaga pemerintah atau lembaga-lembaga swasta lainnya telah sudi

memberikan peluang dan kesempatan yang sama kepada perempuan dan laki-laki

untuk mengaktualisasikan kemampuan mereka secara adil dan setara.

Page 89: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

80

Keberhasilan yayasan An-Nisaa` Centre sangat penting dalam membantu

meningkatkan kesejahteraan perempuan di wilayah Kabupaten Aceh Besar

terutama dalam peningkatan kapasitas dan pengembangan ekonomi, sehingga

kaum perempuan dapat terbantu. Beberapa peran penting dari keberhasilan

yayasan An-Nisaa` Centre dalam pemberdayaan perempuan, sebagai berikut:

1. Melatih para perempuan untuk berorganisasi dan berkelompok

2. Menjadi satu wadah tempat ibu-ibu atau perempuan berkumpul dan

beraspirasi.

3. Membantu meningkatkan kapasitas perempuan wilayah Kabupaten Aceh

Besar

4. Membantu perekonomian perempuan yang didampingi yayasan An-

Nisaa`Centre

3) Kendala yang dihadapi yayasan An-Nisaa` Centre dalam pemberdayaan

perempuan di wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Direktur yayasan An-Nisaa` Centre

adapun kendala yang dihadapi yayasan An-Nisaa` Centre itu sendiri, yaitu :

“Awal dimana untuk memperkenalkan dan menggerakkan perempuan agar

keluar dari kenyamanannya selama ini menjadi kendala di awal, di akhir tahun

2012 dan memasuki awal tahun 2013, yayasan An-Nisaa` mengalami kendala atau

hambatan yaitu tidak adanya dukungan-dukungan yang selama ini menjadi

donator yayasan atau adanya keterbatasan-keterbatasan para donator yang kian

makin menjadi hambatan bagi yayasan An-Nisaa` sehingga dalam membantu

masyarakat itu tidak dapat secara maksimal.”25

Sekarang lembaga yayasan An-Nisaa` berswadaya sendiri, “untuk

operasionalnya An-Nisaa` akan bayar dengan hasil dari pandreksing lembaga,

25Hasil wawancara penulis dengan Yusmawati Khazan, M.Ag..,

Page 90: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

81

salah satunya yang ada disare, an-nisaa` punya tanah disare lebih kurang 2 hektar

lebih, dan hasilnya menjadi pandreksingnya lembaga di samping itu juga ibu

pimpinan menjadi subsidi silang dari gaji ditempat lain untuk operasional

lembaga. Hambatan sekarang hanya di pendanaan saja, karena donor sudah tidak

ada jadi aktivitas-aktivitas ke masyarakat itu tidak bisa dilakukan secara

maksimal”.26

Walaupun demikian, kesulitan yang mengarah pada kemunduran kegiatan

yang berlangsung di wilayah kabupaten Aceh Besar tampak tidak begitu

signifikan. Sehingga bisa dikata, kesulitan yang terjadi hanya disebabkan

persoalan keterbatasan anggaran keuangan, yaitu sudah tidak adanya para donatur

maka aktivitas-aktivitas ke masyarakat itu tidak bisa dilakukan secara maksimal.

Namun, sekarang An-Nisaa` Centre dalam proses pembuatan proposal untuk

mendapatkan para donatur kembali. Pada tahun 2016 ini An-Nisaa` Centre sedang

tidak melakukan kegiatan program apapun, yang disebabkan kurangnya anggaran

keuangan. Akan tetapi An-Nisaa` Centre tetap melakukan evaluasi rutin ke tempat

kegiatan-kegiatan An-Nisaa` Centre dengan pola pendampingan agar pelatihan-

pelatihan yang dilakukan tetap berjalan dengan lancar.

26Ibid..,

Page 91: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

82

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian pada yayasan An-Nisaa` Centre dalam

memberdayakan perempuan di wilayah Kabupaten Aceh Besar maka diperoleh

kesimpulan sebagai berikut :

1. Yayasan an-Nisaa` Centre sangat berperan positif dalam memberdayakan

perempuan, baik dalam pemberdayaan sosial, budaya, pendidikan,

peningkatan kapasitas serta dalam pemberdayaan ekonomi. Dalam

pemberdayaan yayasan An-Nisaa` Centre memberikan pelatihan-pelatihan

kepada perempuan untuk peningkatan kapasitas dan pengembangan

ekonomi yang di beri pola pendampingan dan pengorganisasian, salah

satunya yaitu pelatihan dalam penyusunan perencanaan gampong,

memberi motivasi, dan pelatihan dalam bidang usaha bagi perempuan agar

mampu melatih diri untuk maju didepan umum dan mendapat pendapatan

tambahan.Yayasan juga mendapat respon atau sambutan yang baik dari

masyarakat dengan metode yang diterapkan.

2. Yayasan An-Nisaa` Centre juga mengalami beberapa kendala yang

membuat yayasan ini tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan.

Kendala yang dihadapinya adalah: awal dimana untuk memperkenalkan

dan menggerakkan perempuan agar keluar dari kenyamanannya selama ini

menjadi kendala diawal, diakhir tahun 2012 dan memasuki awal tahun

2013, yayasan An-Nisaa` mengalami kendala atau hambatan yaitu tidak

Page 92: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

83

adanya dukungan-dukungan yang selama ini menjadi donator yayasanatau

adanya keterbatasan para donator yang kian makin menjadi hambatan bagi

yayasan An-Nisaa` sehingga dalam membantu masyarakat itu tidak dapat

secara maksimal.

B. Saran

1. Yayasan An-Nisaa` Centre harus membentuk kelompok barudi kabupaten

lainnya yang belum merasakan mamfaat dari adanya yayasan An-Nisaa`

Centre ini.Perlu adanya pengembangan pelatihan yang lebih komprehensif

agar pemberdayaan perempuan dapat meningkat terus menerus, supaya

tidak stagnan. Oleh sebab itu perlu adanya pelatihan dalam bentuk baru

dari pihak yayasan An-Nisaa` Centre agar dapat lebih meningkatkan dan

memperbaiki program yang berkonsentrasi pada aspek peningkatan

kapasitas dan pengembangan ekonomi.

2. Diharapkan kepada yayasan An-Nisaa` Centre agar mengadakan promosi

supaya mendapatkan donatur kembali, maka aktivitas yayasan akan

berjalan dengan maksimal.

Dengan demikian, kondisi saat ini yayasan An-Nisaa` Centre harus

menjadi tempat yang strategis dalam rangka pemberdayaan perempuan sehubung

dengan pelatihan-pelatihan yang ada. Kegiatan semacam ini tentu bertujuan

meningkatkan pola pikir dan perubahan ekonomi sekaligus merangsang refleksi

masyarakat terhadap pengalaman moralitas yang sesungguhnya. Untuk itu,

pelatihan-pelatihan ini harus masuk ke dalam jiwa perempuan agar benar-benar

Page 93: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

84

menjadi perempuan yang dapat mengaktualisasi potensi di dalam dirinya, dan

bukan hanya sebagai deskripsi aktifitas yang sesaat.

Page 94: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

85

DAFTAR PUSTAKA

Al-qur`an Al-Karim

Ach.Mohyi. Teori dan Prilaku Organisasi Cara Margenal, Mengelola dari

Membangun Oraganisasi,Surabaya; UMM Pres, 1999

Al Fatta Hanif. Analisis & Perancangan Sistem Informasi, Yogyakarta: Penerbit

ANDI, 2007

Ali Rido. Badan Hukum dan Kedudukan Badan Hukum Perseroan, Perkumpulan,

Koperasi, Yayasan, Wakaf, cet II, Bandung: P.T Alumni, 2004

Agnes Sunartiningsi. Strategi Pemberdayaan Masyarakat, Yogyakarta: Aditya

Media, 2004

Anwar Borahima. Kedudukan Yayasan di Indonesia: Eksistensi, Tujuan, dan

Tanggung Jawab Yayasan, cet I, Jakarta: Kencana, 2010

Chatamarrasjid Ais. Badan Hukum Yayasan (suatu Analisis Mengenai Yayasan

Sebagai Suatu Badan Hukum Sosial), cet ke 1 Bandung: PT Citra Aditya

Bakti, 2001

Conny R. Semiawan. Metode Penelitian Kualitatif, Jakarta: Grasindo, 2010

Didin Hafidhuddin, & Hendri Tanjung. Manajemen Syariah dalam Praktik,

Jakarta : Gema Insani, 2003

Dedi Mulyana. Metodologi Penelitian Kualitatif, Paradigma Baru Ilmu

Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,

2004

Depdipbud RI. Kakmus Besar Bahasa Indonesia, cet II, Jakarta: Balai Pustaka,

1989

Edi Suharto. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat, Kajian Strategis

Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerja Sosial, Bandung: PT

Refika Aditama, 2009

Hanif Al Fatta. Analisis & Perancangan Sistem Informasi, Yogyakarta: Penerbit

ANDI, 2007

Kaelan. Metode Penelitian Agama: Kualitatif Interdisipliner, Yogyakarta:

Paradigma, 2010

KH. Husein Muhammad, dkk. Dawrah Fiqh Perempuan; Modul Kursus Islam

dan Gender, Cirebon-Jawa Barat: Fahmina Institute, 2006

Page 95: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

86

Laman Web Badan Perlindungan Perempuan dan Anak Aceh,

https://bp3a.acehprov.go.id/index.php/news/read/2014/10/20/10/rakor-

bp3a-se-aceh-tahun-2014html. Banda Aceh : 2015.

Lorens Bagus. Kamus Filsafat, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005

Moh. Kasiram. Metodologi Penelitian, Malang: UIN Malang Press, 2008

Masyah. wordpress.com, Banda Aceh : 2007

Misbahul Ulum dkk. Model-Model Kesejahteraan Sosial Islam Perspektif

Normatif Filosofis dan Praktis, Yogyakarta: Fakultas Dakwah UIN Kalijaga

Yogyakarta 2007

M.Sholahuddin. Asas-Asas Ekonomi Islam, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada

2007

Muhammad Nasir. Metode Penelitian, cet III, Jakarta: Rineka Cipta, 2005

Muhammad Munir, & Wahyu Ilaihi. Manajemen Dakwah, Jakarta : Kencana,

2009

Nadia Juli Indrani. 29 Juli 2010: wordpress.com Banda Aceh : 2016

Nurul Zuriah. Metodologi Penelitian dan Pendidikan, Jakarta: Media Grafika,

2006

Oos M. Anwas. Pemberdayaan Masyarakat di Era Global, Bandung: Alfabeta,

2013

Rahmah Ismail dan Zaini Mahbar. Wanita dan Pekerjaan, Malaysia: Universiti

Kebangsaan Malaysia, 1996

Santi Wijaya Hesti Utami, dkk. Perempuan dalam Pusaran Demokrasi, dari Pintu

Otonomi ke Pemberdayaan, Bantul: IP4 Lappera Indonesia 2001

Sinaga. blogspot.com, Banda Aceh : 2011

Syaikh Mutawalli As-Sya`rawi. Fikih Perempuan (Muslimah) Busana dan

Perhiasan, Penghormatan Atas Perempuan, Sampai Wanita Karier. Jakarta

: Amzah, 2009

Sudarto. Metode Penelitian Filsafat, Jakarta: Grafindo Persada, 1996

Teguh Muhammad. Metodologi Penelitian Ekonomi Teori dan Aplikasi, Jakarta:

PT. Raja Grafindo Persada,2005

Page 96: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

87

Tim IP4. Perempuan dalam Pusaran Demokrasi dari Pintu Otonomi ke

Pemberdayaan, Bantul: 2001

T.Lembong Misbah dan Jakfar Puteh. Dasar-Dasar Pengembangan Masyarakat,

Banda Aceh: Ar-Raniry Press 2012

Tailor dan Bogdan dalam Bagong Suyanto & Sutinah. Metode Penelitian Social,

Berbagai Alternatif Pendekatan, Jakarta: Kencana, 2005

Wildana Wargadinata. Islam dan Pengentasan kemiskinan, Malang: UIN Maliki

Press, 2011

Zubaedi. Pengembangan Masyarakat : Wacana dan Praktik Edisi Pertama.

Jakarta : Kencana Perdana Media Group, 2013

Page 97: EKSISTENSI YAYASAN AN-NISAA` CENTRE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI … · 2017. 9. 6. · Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di Yayasan an-Nisaa` Centre Lampiran 8. ...

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Identitas Diri

1. Nama lengkap : Sulfida binti Zulkifli.J

2. Tempat/tanggal lahir : Pulo Ie, 12 April 1995

3. Jenis Kelamin : Perempuan

4. Agama : Islam

5. NIM : 431206879

6. Kebangsaan : Indonesia

7. Alamat : Pulo Ie

a. Kecamatan : Kluet Selatan

b. Kabupaten : Aceh Selatan

c. Provinsi : Aceh

8. No Telp/Hp : 085277440591

Riwayat pendidikan

9. SD/MI : SD Kampung Kapeh Tahun Lulus 2006

10. SMP/MTs : MTsN Suak Bakong, Tahun Lulus 2009

11. SMA/MA : MAN Kluet Selatan, Tahun Lulus 2012

12. Perguruan Tinggi : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Orang tua wali

13. Nama ayah : Zulkifli.J

14. Nama ibu : Naili

15. Pekerjaan ayah : Pedagang

16. Pekerjaan ibu : IRT

17. Alamat orang tua : Ds. Pulo Ie, Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten

Aceh Selatan.

Riwayat organisasi

18. HMJ : Bendahara Umum

Banda Aceh, 14 Agustus 2016

Sulfida

431206879