Dr.deny Fisiologi Respirasi

download Dr.deny Fisiologi Respirasi

of 34

  • date post

    04-Jun-2018
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Dr.deny Fisiologi Respirasi

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    1/34

    PHYSIOLOGY OF

    RESPIRATORY SYSTEMDENNY AGUSTININGSIH

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    2/34

    FUNCTION

    PROVIDE O2 & REMOVE CO2

    Remove heat

    Increase venous return

    Acid-base balance Voice production, blowing, crying,

    laughing, smelling

    Defense mechanism

    Micturition, defecation and delivering ababy

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    3/34

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    4/34

    Pusat Pernafasan

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    5/34

    Yang diatur kecepatan, kedalamandan iramabernafas

    Bernafas normal disebut eupnea

    Secara neural dan kimiawi

    Integrasi antara Pusat Pernafasan di SSP

    Kemoreseptor sentral dan perifer Proprioreseptor di paru dan saluran

    nafas

    Reseptor lain

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    6/34

    Pengaturan secara sarafi (neural)

    Pusat Pernafasan Medulla Oblongata

    Merangsang otot pernafasan dan

    membentuk irama nafas Pons

    Merespon rangsang aferen danmengkomunikasikan ke MO

    Pusat Apneustik Meningkatkan kedalaman dg memperpanjang

    inspirasi

    Pusat Pneumotaksik Meningkatkan kecepatan dg memperpendek

    inspirasi

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    7/34

    Fourth

    Ventricle

    Nucleus

    retroambiguous

    (VRG)

    Nucleus

    tractus

    Solitarius

    (DRG)

    C1

    Medulla

    Oblongata

    DRG

    Neuron inspirasi

    Eferen ke diafragma

    Aferen darimekanoreseptor dan

    kemoreseptor VRG

    Neuron ekspirasi daninspirasi

    Tidak berperan pd

    respirasi biasa

    Pre-Bottzingercomplex

    Sel pacemaker

    Medulla Oblongata

    Pengaturan secara sarafi

    (neural)

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    8/34

    Area Inspirasi

    Aktif Inaktif

    Diafragma &

    Intercostalis Ekst.

    Kontraksi aktif

    Diafragma &

    intercost ext relaxasi

    Elastic recoil paru & ddg dada

    Inhalasi normal & tenang Ekshalasi normal & tenang

    2 detik 3 detik

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    9/34

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    10/34

    INSPIRATION

    An active process that neededenergy

    Interaction between :

    Compliancework

    Elasticwork

    Tissue resistance work

    Airway resistancework

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    11/34

    compliance

    The ease with which the lungs andthorax expand during pressurechanges

    Greater compliance = greater easeof expansion

    Diseases which decrease compliancealso increase the energy required forbreathing; asthma, emphysema,bronchitis, pulmonary edema

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    12/34

    STABILITY OF THE ALVEOLI

    Interdependencyalveoli

    Surfactant Decreasing surface tensionof the

    alveolar wall Composition i.e. dipalmitoil

    phosphatidilcholine (DPPC), glycerol,protein, cholesterol synthetic

    New born baby HMD/RDS

    Positive correlation with : Thyroid ho,glucokorticoid, insulin and smoking

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    13/34

    ELASTIC RECOIL

    Tend to back to previous position.

    Elastic recoil of the lung : Tend to collapse

    Lung composition >1/2 is elastic fibers Prevent by surfactants

    Elastic recoil of the chest wall : Tend to springs outward

    Both must be equalsso the volume couldbe optimum

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    14/34

    AIRWAY RESISTANCE

    Paralleledbranching so the totallyresistance is small

    Caused of bronchoconstrictionare Increased vagal parasympathetic

    caused by irritation Secretion of the locally chemistry

    mediator from mast cell, i.e histamineand leukotriene

    Increased CO2 level Caused of bronchodilatationare

    Adrenalin at -2 receptor Sympathomimetik

    VIP

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    15/34

    TISSUE RESISTANCE

    The amount of friction if there isabnormality in the lung tissue, chestwall, diaphragm and abdominal

    organs.

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    16/34

    EXPIRATION

    An passiveprocess due to elasticrecoil of the lung tissue and chestwall

    No need energy

    If there is a decreased in thediameter of the bronchial then affectthe rate of expiration and wiredsoundappear

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    17/34

    IRAMA PERNAFASAN NORMAL

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    18/34

    Pusat pernafasan dipengaruhi oleh

    Korteks motorik

    Mengubah pola Menahan nafas

    Olahraga

    Sistem limbik

    Tertawa, menangis

    Hipotalamus Perubahan suhu

    Nyeri

    Cerebellum

    keseimbangan

    Kemoreseptor danProprioseptor

    Sentral dan perifer

    Baroreseptor Perubahan tekanan

    darah

    Reseptor regang paru

    Akhiran n. vagus diotot polos sal nafasbawah

    Hering-Breuer Refleks

    Reseptor iritan

    Akhiran n. Vagus di

    epitel faring & laring Terangsang oleh

    mekanis dan kimia

    Refleks batuk & bersin

    Reseptor J pulmonerdan reseptor C bronkial

    pd kerusakan mekanisatau peningkatantekanan interstitial

    Otot spincter anus

    Pada bayi baru lahir

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    19/34

    Hering-Breuer Refleks

    Refleks

    perlindungan

    Diaktifkan jk VT

    naik >3x lipat

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    20/34

    Pusat pernafasan sensitif thd

    Gegar otak

    Edema cerebri

    Overdosis barbiturat dan obat anestesi

    Narkoba

    Kafein merangsang

    Mengganggu irama

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    21/34

    Pengaturan Secara Kimiawi

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    22/34

    Pengaturan secara kimiawi

    KEMORESEPTOR PERIFER

    Badan karotis dan aorta

    mengindera PO2, PCO2 dan pH darah

    arteri mengirimkan informasi aferen ke pusat

    pernafasan

    bertanggung jawab mengatur respon

    ventilasi terhadap CO2 kurang lebih 40% dari keseluruhan respon.

    keseimbangannya ditentukan olehkemoreseptor sentral.

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    23/34

    Dipengaruhi oleh rendahnya PO2(sentral tidak)

    harus terjadi perubahan yang besar,misalnya penurunan tekanan parsial O2dari 140 mmHg menjadi 70 mmHg.

    (>50 mmHg) Penurunan inimenyebabkan peningkatan pernafasan.

    Sangat rendah maka mendepresi pusatpernafasan feedback positif

    Kematian oleh karena kekuranganO2 disebut asfiksia.

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    24/34

    Struktur primer yang ada dalam badankarotis.

    Sel tipe I (glomus)

    kaya akan mitokondria dan retikulumendoplasma

    Terdapat vesikel sinaptik

    mengandung neurotransmiter dopamine,

    asetilkolin, norepinefrin dan substansi P. tempat pertama yang menerima perubahan

    pH, PCO2 dan PO2 lokal.

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    25/34

    Badan aorta

    tersebar di arkus aorta

    disarafi oleh n. Vagus.

    Secara anatomis mirip dengan badankarotis

    vaskularisasi lebih sedikit sehingga kurang

    sensitif dibanding karotis. Peran utamanya lebih pada refleks

    kardiovaskular.

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    26/34

    Kerja Kemoreseptor Perifer

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    27/34

    Kemoreseptor Sentral

    dalam medula sisi ventrolateral

    sensitif terhadap pH cairan ekstraselulardisekelilingnya yang berhubungan dengancairan serebrospinal,

    PCO2 arteri normal 40 mmHgHiperkarbia/hiperkapnia

    pH normal 7.33

    Rendahnya pH dan tingginya PCO2 dapatsecara langsung merangsang pusat pernafasan. Hiperventilasi(cepat dan dalam)

    PCO2

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    28/34

    MEKANISME KEMORESEPTOR SENTRAL

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    29/34

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    30/34

    Abnormal Respiratory Pattern

    Eupnea- normal Agonal- pattern of gasping succeeded by

    apnea, arrest Ataxic- cluster or irregular pattern, lesion

    medullary centers Biots- Pattern involving irregular

    respirations varying in depth andinterrupted by intervals of apnea, headinjuries with ICP

    Central neurogenic hyperventilation-marked by rapid, regular respirations25/min, increasing depth coma

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    31/34

    Cont

    Cheyne- Stokes- equal intervals ofapnea followed by crescendo-decrescendo sequence of

    respirations, corticol dysfunction Kussmauls- abnormally deep, very

    rapid (> 20) pattern, metabolicacidosis, diabetic ketoacidosis

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    32/34

    LUNG VOLUMES

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    33/34

    VT

    ExpiratoryReserve

    InspiratoryReserve

    FRC

    InspiratoryCapacity

    Residual

    Volume

    Vital

    Capacity

  • 8/14/2019 Dr.deny Fisiologi Respirasi

    34/34