Dokumen kur 2013

Click here to load reader

  • date post

    09-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    50
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Dokumen kur 2013

  1. 1. http ://kangmartho.com 1 DOKUMEN KURIKULUM 20 13 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DESEMBER 2012 http ://kangmartho.com i Daftar Isi Hal. DAFTAR ISI i
  2. 2. I P ENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang B. Landasan Penyempurnaan Kur ikulum 1. Landasan Yuridis 2 2 . Landasan Filo sofis 3 3. Landasan Teoritis 4 4. landasan Empiris 7 C . Prinsip - prinsip Pengembangan Kurikulum 9 II. S TRUKTUR KURIKULUM A. Struktur Kurikulum SD 13 B. Struktur Kurikulum SMP 15 C.
  3. 3. Struktur Kurikulum SMA 15 III. STRATEGI IMPLEMENTASI A. Implement asi Kurikulum 18 B. Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan 19 C. Pengembangan Buku Siswa dan Pedoman Guru 19 D. Evaluasi Kurikulum 19 Lampiran: 1. Kompetensi Dasar SD Kelas I, II, III, IV, V, VI 2. Kompetensi Dasar SMP Kelas VII, VIII, IX 3. Kompete nsi Dasar SMA Kelas XI, XII, XIII 4. Hasil Uji Publik http ://kangmartho.com 4 perkembangan baru dalam ilmu, teknologi, budaya, ekonomi, sosial, politik yang di
  4. 4. hadapi masyarakat, bangsa dan u mat manusia dikemas sebagai konten pendidikan. Konten pendidikan dari kehidupan bangsa masa kini memberi landasan bagi pendidikan untuk selalu terkait dengan kehidupan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, kemampuan berpartisipasi dalam membangun kehidupan bangsa yang lebih baik, dan mem osisikan pendidikan yang tidak terlepas dari lingkungan sosial, budaya, dan alam. Lagipula, konten pendidikan dari kehidupan bangsa masa kini akan memberi makna yang lebih berarti bagi keunggulan budaya bangsa di masa lalu untuk digunakan dan dikembangkan sebagai bagian dari kehidupan masa kini. Peserta didik yang mengikuti pendidikan masa kini akan menggunakan apa yang diperolehnya dari pendidikan ketika mereka telah menyelesaikan pendidikan 12 tahun dan berpartisipasi penuh sebagai warganegara. Atas dasar pikiran itu maka konten pendidikan yang dikembangkan dari wari s an budaya dan kehidupan masa kini perlu diarahkan untuk memberi kemampuan bagi pe serta didik menggunakannya bagi kehidupan masa depan terutama masa dimana dia telah menyelesaikan pendidikan formalnya. Dengan demikian sikap, ket e rampilan dan
  5. 5. pengetahuan yang menjadi konten pendidikan harus dapat digunakan untuk kehidupan paling tidak s atu sampai dua dekade dari sekarang. Artinya, konten pendidikan yang dirumuskan dalam Standar Kompetensi Lulusan dan dikembangkan dalam kurikulum harus menjadi dasar bagi peserta didik untuk dikembangkan dan disesuaikan dengan kehidupan mereka sebagai prib adi, anggota masyarakat, dan warganegara yang produktif serta bertanggungjawab di masa mendatang. 3. Landasan Teoriti s Kurikulum dikembangkan atas dasar teori pendidikan berdasarkan standar dan teori pendidikan berbasis kompetensi. Pendidikan berdasarka n standar adalah pendidikan yang menetapkan standar nasional sebagai kualitas minimal hasil belajar yang berlaku untuk setiap kurikulum. Standar kualitas nasional dinyatakan sebagai Standar Kompetensi Lulusan. Standar Kompetensi Lulusan tersebut adalah kua litas minimal lulusan http ://kangmartho.com 5 suatu jenjang atau satuan pendidikan. Standar Kompetensi Lulu san mencakup
  6. 6. sikap, pengetahuan , dan keterampilan (PP nomor 19 tahun 2005). Standar Kompetensi Lulusan dikembangkan menjadi Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan yai tu SKL SD, SMP, SMA, SMK. Standar Kompetensi Lulusan satuan pendidikan berisikan 3 ( tiga ) komponen yaitu kemampuan proses, konten, dan ruang lingkup penerapan komponen proses dan konten. Komponen proses adalah kemampuan minimal untuk mengkaji dan mem p roses konten menjadi kompetensi. Komponen konten adalah dimensi kemampuan yang menjadi sosok manusia yang dihasilkan dari pendidikan. Komponen ruang lingkup adalah keluasan lingkungan minimal dimana kompetensi tersebut digunakan, dan menunjukkan gradasi antara satu satuan pendidikan dengan satuan pendidikan di atasnya serta jalur satuan pendidikan khusus (SMK, SDLB, SMPLB, SMALB) . Kompetensi adalah kemampuan ses e orang untuk bersikap, menggunakan pengetahuan dan ket
  7. 7. e rampilan untuk melaksanakan suatu tugas di s ekolah, masyarakat, dan lingkungan dimana yang bersangkutan berinteraksi. Kurikulum dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas - luasnya bagi peserta didik untuk mengembangkan sikap, ket e rampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk membangun kem ampuan tersebut. Hasil dari pengalaman belajar tersebut adalah hasil belajar peserta didik yang menggambarkan manusia dengan kualitas yang dinyatakan dalam SKL. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (UU nomor 20 tahun 2003; PP nomor 19 tahun 2005). Kurikulum berbasis kompetensi adalah kurikulum yang dirancang baik dalam bentuk doku men, proses, maupun penilaian didasarkan pada pencapaian tujuan, konten dan bahan pelajaran serta penyelenggaraan pembelajaran yang didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan.
  8. 8. Konten pendidikan dalam SKL dikembangkan dalam bentuk kurikulum satuan pendidika n dan jenjang pen didikan sebagai suatu rencana tertulis (dokumen) dan kurikulum sebagai proses (implementasi). Dalam dimensi sebagai rencana tertulis, kurikulum harus mengembangkan SKL menjadi konten kurikulum yang berasal http ://kangmartho.com 6 dari prestasi bangsa di masa lal u, kehidupan bangsa masa kini, dan kehidupan bangsa di masa mendatang. Dalam dimensi rencana tertulis, konten kurikulum tersebut dikemas dalam berbagai mata pelajaran sebagai unit organisasi konten terkecil. Dalam setiap mata pelajaran terdapat konten spes ifik yaitu pengetahuan dan konten berbagi dengan mata pelajaran lain yaitu sikap dan ket e rampilan. Secara langsung mata pelajaran menjadi sumber bahan ajar yang spesifik dan berbagi untuk dikembangkan dalam dimensi proses suatu kurikulum. Kurikulum dalam dimensi proses adalah realisasi ide dan rancangan kurikulum menjadi suatu proses pembelajaran. Guru adalah tenaga kependidikan utama yang
  9. 9. mengembangkan ide dan rancangan tersebut menjadi proses pembelajaran. Pemahaman guru tentang kurikulum akan menentuka n rancangan guru (R encana P rogram P embelajaran/RPP ) dan diterjemahkan ke dalam bentuk kegiatan pembelajaran. Peserta didik berhubungan langsung dengan apa yang dilakukan guru dalam kegiatan pembelajaran dan menjadi pengalaman langsung peserta didik. Apa y ang dialami peserta didik akan menjadi hasil belajar pada dirinya dan menjadi hasil kurikulum. Oleh karena itu proses pembelajaran harus memberikan kesempatan yang luas kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya menjadi hasil belajar yang sam a atau lebih tinggi dari yang dinyatakan dalam Standar Kompetensi Lulusan. Kurikulum berbasis kompetensi adalah outcomes - based curriculum dan oleh karena itu pengembangan kurikulum diarahkan pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan dari SKL. Demik ian pula penilaian hasil belajar dan hasil kurikulum
  10. 10. diukur dari pencapaian kompetensi. Keberhasilan kurikulum d i artikan sebagai pencapaian kompetensi yang dirancang dalam dokumen kurikulum oleh seluruh peserta didik. Karakteristik kurikulum berbasis kom petensi adalah: (1) Isi atau konten kurikulum adalah kompetensi yang dinyatakan dalam bentuk Kompetensi Inti (KI) mata pelajaran dan dirinci lebih lanjut ke dalam Kompetensi Dasar (KD). http ://kangmartho.com 7 (2) Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompet ensi yang harus dipel a jari pe s erta didik untuk suatu jenjang sekolah, kela s, dan mata pelajaran (3)
  11. 11. Kompetensi Dasar (KD) merupakan kompetensi yang dipelajari peserta didik untuk suatu mata pelajaran di kelas tertentu. (4) Penekanan kompetensi ranah sikap, ket e r ampilan kognitif, ket e rampilan psikomotorik, dan pengetahuan untuk suatu satuan pendidikan dan mata pelajaran ditandai oleh banyaknya KD suatu mata pelajaran. Untuk SD pengembangan sikap menjadi kepedulian utama kurikulum. (5) Kompetensi Inti menjadi unsur or gani satoris kompetensi bukan konsep, generalisasi, topik atau sesuatu yang berasal dari pendekatan disciplinary based curriculum atau content - based curriculum. (6) Kompetensi Dasar yang dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat d an memperkaya antar mata pelajaran. (7)
  12. 12. Proses pembelajaran didasarkan pada upaya menguasai kompete nsi pada tingkat yang memuaskan dengan memperhatikan karakteristik konten kompetensi dimana pengetahuan adalah konten yang bersifat tuntas ( mastery ). K et e rampila n kognitif dan psikomotorik adalah kemampuan penguasaan konten yang dapat dilatih kan . S edangkan sikap adalah kemampuan penguasaan konten yang lebih sulit dikembangkan dan memerlukan proses pendidikan yang tidak langsung. (8) Penilaian hasil belajar mencakup s eluruh aspek kompetensi, bersifat formatif dan hasilnya segera diikuti dengan pembelajaran remedial untuk memastikan penguasaan kompetensi pada tingkat memuaskan (K riteria K
  13. 13. etuntasan M inimal/KKM dapat dijadikan tingkat memuaskan). 4. Landasan Empiris Pad a saat ini perekonomian Indonesia terus tumbuh di tengah bayang - bayang resesi dunia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 2005 sampai dengan 2008 berturut - turut 5,7%, 5,5%, 6,3%, 2008: 6,4% ( www.pr esidenri.go.id/index.php/indikator ). Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012 diperkirakan lebih tinggi dibandin gkan pertumbuhan ekonomi negara - http ://kangmartho.com 8 negara ASEAN sebesar 6,5 6,9 % (Agus D.W. Martowardojo, dalam Rapat Paripurna DPR, 31/05/2012). Momentum pe rtumbuhan ekonomi ini harus terus dijaga dan ditingkatkan. Generasi muda berjiwa wirausaha yang tangguh, kreatif, ulet, jujur, dan mandiri, s
  14. 14. angat diperlukan untuk memanta p kan pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Generasi seperti ini seharusnya tidak muncul karena hasil seleksi alam, namun karena ha