DIFINISI HORMON SEJARAH HORMON KLASIFIKASI HORMON MEKANISME KERJA HORMON HORMON-HORMON REPRODUKSI

Click here to load reader

  • date post

    20-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    487
  • download

    6

Embed Size (px)

description

endokrin reproduksi. veteriner. DIFINISI HORMON SEJARAH HORMON KLASIFIKASI HORMON MEKANISME KERJA HORMON HORMON-HORMON REPRODUKSI ANATOMI HIPOFISIS DAN HIPOTHALAMUS POROS HIPOTALAMUS-HIPOFISIS-GONAD HORMON-HORMON YANG BERASAL DARI GONAD, UTERUS, PLASENTA PENERAAN KADAR HORMON. - PowerPoint PPT Presentation

Transcript of DIFINISI HORMON SEJARAH HORMON KLASIFIKASI HORMON MEKANISME KERJA HORMON HORMON-HORMON REPRODUKSI

  • DIFINISI HORMONSEJARAH HORMONKLASIFIKASI HORMONMEKANISME KERJA HORMONHORMON-HORMON REPRODUKSI

    ANATOMI HIPOFISIS DAN HIPOTHALAMUSPOROS HIPOTALAMUS-HIPOFISIS-GONADHORMON-HORMON YANG BERASAL DARI GONAD, UTERUS, PLASENTAPENERAAN KADAR HORMON

  • Difinisi klasik- zat kimia organik- diproduksi sel-sel khusus- tanpa saluran- dirembeskan melalui aliran darah- dengan jumlah sangat kecil- hambat/rangsang aktivitas fungsional- target organ spesifik

  • Endokrinologi : cabang ilmu biologi yang mempelajari hormon dan reseptornya endon = di dalam krinein = terpisah Hormon dari bahasa Yunani kuno hormaein artinya yang menimbulkan gairah

  • SEJARAHBerthold (1849):ayam di kastrasi, jengger atropi; testes di implantasikan ke usus menunjukkan aktivitas jantan normal. Kesimpulannya : testes melepaskan sesuatu kedalam darah untuk perilaku kejantananThomas Addison (1855): penyakit Addison yang merupakan cacat klinis kelenjar endokrin (korteks adrenal)Brown Sequard (1889):dokter Perancis, mempermuda diri dengan menyuntik secara subkutan ekstrak air testes anjingvon Merling dan Minkowski (1889) terjadinya diabetes militus, lewat pengambilan pankreas

  • Murray dan Gley (1891): terapi dengan emulsi gliserin kelenjar tiroid domba untuk hipotiroidism. Fungsi terpisah antara tiroid dan paratiroidBauman (1895) melihat kadar yodium yang tinggi pada kelenjar tiroidMagnus Levy (1896):difisiensi tiroid berlanjut pada menurunnya laju metabolisme basal

  • Awal abad 20Hormon dipopulerkan oleh Bayliss dan Sterling (1902)Isolasi, identifikasi struktur hormonIsolasi insulin (Banting dan Best,1921)Abel (1926) membuat insulin dalam bentuk kristal

  • FISIOLOGI REPRODUKSIStockard dan Papanicolaou (1917); siklus estrus marmutAllen (1922) : siklus estrus mencitLong & Evans (1922): siklus estrus tikusAllen & Doisy (1922) cairan folikel besar babi menimbulkan perubahan siklus mencit yang dikastrasiAscheim & Zondek :urine primata bunting mengandung hCG Doisy & Butenandt (1929) mengkristalkan zat estrogenik dari urin wanita hamil => estronDoisy (1935) ; isolasi estrogen dari ovaryMc Corquodale (1936) isolasi estradiol 17 beta dari ovary babi

  • Corner & Allen (1929) membuat ekstrak korpus luteum untuk memelihara kebuntingan kelinci yang mengalami ovariektomiButenandt (1932). Pregnandiol, metabolit lewat urin dari Korpus LuteumHisaw (1926) menemukan relaksinPezard (1911) ekstrak jaringan testisMcGee(1927) ekstrak jar testes sapiStricker & Grueter (1928) pituitary esensial utk inisiasi dan memelihara sekresi air susuRiddle (1933) zat pituitary menginduksi laktasi dan sebabkan pertumbuhan kelenjar tembolokKopec (1917)menunjukkan adanya neurohormon dari otak

  • KELENJAR HIPOFISIS DAN HIPOTALAMUSVISALIUS (BANGSA YUNANI) : MENEMUKAN BENDA BULAT OVAL DIBAWAH DASAR OTAK YANG MENGHASILKAN LENDIR KENTAL (PITU) PITUITA / PITUITARYRATUSAN TAHUN PITUITA DIGUNAKAN ORANG SEBAGAI PUSAT KECERDASAN; PUSAT EMOSI,ALAT YANG MENGHASILKAN CAIRAN OTAK DAN SUMSUM

  • LORAIN (1871); MENGHUBUNGKAN DENGAN ADANYA GANGGUAN PERTUMBUHAN HIPOPHYSIS(HIPO = HYPON = DI BAWAH DAN PHYEIN = TUMBUH)OLIVER & SHAFER 1895 MENGEKSTRAK HIPOPHYSIS DAN MELIHAT GEJALA PADA HEWAN SETELAH PENYUNTIKANGEJALA ; VASOKONSTRIKSI; HYPERTENSIHARVEY & CUSHING 1905 ; HYPOPHYSECTOMY PADA ANJING UMUR 3 BLN DAN TERJADI GANGGUAN PERTUMBUHAN

  • SMITH 1926 : HYPOPHYSECTOMY PADA TIKUS, GANGGUAN PERTUMBUHAN; ATROPI KELENJAR ADRENAL; TIROID;GONAD DAN KELENJAR ALAT KELAMINTX/ EKSTRAK HIPOFISIS SEMBUHKARENA PERANNYA : MASTER GLAND

  • ANTIHORMONSUNTIKAN HORMON YANG TERUS MENERUS AKAN MENIMBULKAN RESPON YANG BERBEDATAHUN 1920 ORANG MULAI MENELITI ADANYA ZAT ANTIHORMONTAHUN 1935, COLLIP et.al ADANYA ANTIHORMON MAKIN JELASTAHUN 1960, WIDE & GEMZELL MENCIPTAKAN METODA KEHAMILAN SECARA IMUNOLOGIS1962, YALOW & BERSON MENCIPTAKAN METODE PENGUKURAN INSULIN1963, WOLSTENHOLME, SEMUA HORMON DAPAT DITERA SECARA IMUNOLOGISKINI METODA IMUNOLOGIS DIKOMBINASIKAN DENGAN TEKNIK RADIO ISOTOP MERUPAKAN METODA TERBAIK UNTUK MENGUKUR KADAR HORMON DALAM DARAH

  • FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KERJA HORMON PADA TARGET ORGANKECEPATAN SINTESIS HORMON DAN SEKRESI HORMONSISTEM TRANSPOR HORMON DALAM PLASMAKECEPATAN DEGRADASI HORMON KECEPATAN PERUBAHAN HORMON (INAKTIF AKTIF)PERBEDAAN LETAK RESEPTOR SPESIFIK

  • PEMBAGIAN HORMONMENURUT CARA KERJAA. HORMON REPRODUKSI PRIMERB. HORMON METABOLIKSTRUKTUR KIMIAPROTEIN/GLIKOPROTEIN/POLIPEPTIDASTEROIDDERIVAT ASAM LEMAKDERIVAT AMINE

  • HORMON REPRODUKSI PRIMERHIPOTHALAMUS- GnRH- PIH- OKSITOSINHIPOFISIS- FSH- LH/ICSH- PRLGONAD- E2;P4;T4;INHIBIN;RELAKSIN;AKTIVIN

  • UTERUS- PGF PLASENTA- PLASENTAL LACTOGEN- P4;PROTEIN B- PMSG; hCG

  • HORMON METABOLIKTIROKSINGH; CORTISONACTHTSH

  • STRUKTUR KIMIAPROTEIN BERAT MOLEKUL 300 70.000 DALTONTIDAK BOLEH DIBERIKAN SECARA ORAL RESEPTOR BERADA PADA MEMBRAN SEL- HORMON-HORMON YANG BERASAL DARI HIPOTHALAMUS DAN HIPOFISIS ANTERIORHORMON YANG BERASAL DARI GONAD (INHIBIN; RELAKSIN; AKTIVIN)HORMON YANG BERASAL DARI PLASENTA

  • STEROID BM 300 400 DALTON STEROID ALAMI TIDAK EFEKTIF JIKA DIBERIKAN SECARA ORAL STEROID SINTETIK DAN ASAL TANAMAN DIBERIKAN SECARA ORAL DAN INJEKSI RESEPTOR ADA PADA SITOPLASMA- P4,E2;T4

  • DERIVAT ASAM LEMAKBERAT MOLEKUL 400 DALTONDIBERIKAN MELALUI SUNTIKAN- PG (PGA;PGB;PGE;PGF)

  • DERIVAT AMINE (BIASANYA SEJUMLAH ASAM AMINO BERYODIUMCONTOH: -MIT (MONO IODO TIRONIN) -DIT (DIIODO TIRONIN) -TETRA IODO TIRONIN (TIROKSIN)

  • MEKANISME KERJA HORMONPROTEIN HORMON BERIKATAN DENGAN RESEPTOR YANG TERDAPAT PADA PERMUKAAN MEMBRAN SELSTEROIDHORMON BERIKATAN DENGAN RESEPTOR YANG TERDAPAT DALAM SITOPLASMA

  • Gambar Mekanisme kerja hormon protein

  • Gambar Mekanisme kerja hormon steroid

  • SUMBER HORMON REPRODUKSIHIPOTHALAMUSGnRH; TRH; PIH; OksitosinHIPOFISIS ANTERIORFSH; LH; PRLGONADE2; P4; T4; RELAKSIN; INHIBIN UTERUSRELAKSIN; PGFPLASENTAhCG; PMSG; PL; PROTEIN B

  • AblationMEMBUANG KELENJAR ENDOKRIN UNTUK MEMPELAJARI GEJALA YANG TIMBUL AKIBAT KEKURANGAN SESUATU HORMON

    Replacement therapySINDROMA YANG TERJADI AKIBAT ABLASI KEMUDIAN DILAKUKAN IMPLANTASI KEMBALI ATAU MENYUNTIKKAN EKSTRAK KASAR HORMON

    Isolasi hormonPEMISAHAN HORMON DARI SUBSTANSI LAINNYA UNTUK MENGUKUR KADAR SUATU HORMON ATAU BUAT SINTETIKNYA

    Regulasi kelenjar endokrinPERUBAHAN SINTESIS DAN SEKRESI HORMON DAPAT DIPELAJARI PADA KONDISI FISIOLOGIS DENGAN TEKNIK ASSAY

  • Endokrin-2

  • HIPOTHALAMUSLetak pada dasar otakBag anterior berbatas dgn optic chiasmaBag posterior berbatas dgn mammilary bodiesBagian dorsal dgn thalamusBagian ventral tulang sphenoid

  • BERDASARKAN UKURAN AXON ADA DUA NEURON DALAM HIPOTALAMUSPARVICELLULERHASILKAN : releasing hormon (GnRH;ACTHRH;GHRH;TRH)inhibiting hormon (GHIH; PIH)2. MAGNOCELLULER HASILKAN 2 NUKLEUSPARAVENTRIKULARISSUPRAOPTIKUSYANG MENGHASILKAN HORMON OKSITOSIN DAN VASOPRESIN

  • PEMELIHARAAN HOMEOSTASIS

    Menerima rangsangan internal dan eksternalMengintegrasi informasiMeneruskan perintah ke target organMemelihara / mencapai keseimbanganPERINTAH DARI HIPOTALAMUS MELALUI ;

    LISTRIK (autonomic nervous system)KIMIA (endokrin)

  • HIPOFISIS Letak di dasar otakDihubungkan oleh tangkai infundibulumDidalam lekukan os sphenoid => sela tursica = fossa hipofisaEmbriologis : bagian anterior merupakan perkembangan ektoderm usus dari langit mulut, sedangkan bagian posterior merupakan perkembangan dari neural ektodermHipofisis anterior terdiri dari pars distalis, pars tuberalis dan pars intermediaVaskularisasi hipotalamus hipofisis : a. hipofisis superior dan inferior (lingkaran kapiler dalam median eminence dan sistem portal)

  • Hipofisis anterior = AdenohipofisisPARS DISTALIS SEKRESIKAN LH; FSH; LTH; ACTH; TSH; GHPARS TUBERALIS TIDAK ADA FUNGSI ENDOKRIN; PERTUMBUHAN EPITELIUM KELUAR DARI PARS DISTALIS; SEDIKIT SEL KELENJARPARS INTERMEDIAPADA SAPI DAN KUDA FUNGSI TIDAK JELASPADA BURUNG DAN IKAN PAUS TIDAK ADAPADA KATAK DAN REPTIL HASILKAN MSH(MELANOCYTE STIMULATING HORMONE = MELANOTROPIN)

  • NeurohipofisisSinonim : hipofisis posteriorTerdapat ujung axon sel saraf magnoselulerAxon-axon ini sebagian besar dari nukleus supraopticus dan paraventrikularisMaterial neurosekretori dalam axon terdapat dalam kantong-kantong kecil membentuk bintik-bintik koloid disebut Herring Bodies (ditemukan oleh Herring)

  • GnRHHipotalamusHipofisisanteriorFSHLHOvariOvulasiKorpus luteumProgesteronKel. MamaePRL/LTHInhibinFolikelEstrogen+-Poros Hipotalamus-hipofisis-gonadPRL-RH/PRL-IH

  • HORMON PLASENTAPMSGditemukan pada serum bangsa kuda yang bunting, merupakan hormon glikoprotein dengan kandungan karbohidrat yang tinggi (asam sialat) sehingga waktu paruh jadi panjang. Fungsi mirip FSHhCGmerupakan hormon glikoprotein, disintesis dari sel syncitiotropoblast plasenta golongan primata. Fungsi mirip LHPlacental lactogenmerupakan hormon protein, diisolasi dari jaringan plasenta hewan. Fungsi ada kaitan dengan produksi susuProtein Bdiisolasi dari jaringan plasenta sapi dan domba tapi tidak ditemukan pada babi dan kuda. Fungsi diduga sebagai pengiriman pesan dari plasenta ke induk agar mencegah perusakan korpus luteum

  • HORMON HORMON GONADRELAKSININHIBINSTEROIDANDROGENESTROGENPROGESTERON

    HORMON UTERUS : PGF2

  • Mekanisme SteroidogenesisKOLESTEROL PREGNANOLON PROGESTERON

    17-OH PREGNANOLON 17-OH PROGESTERON

    DEHIDROEPIANDROSTERONANDROSTERONTESTOSTERON19-OH-ANDROSTENEDION19-OH-TESTOSTERONESTRONESTRADIOL 17

  • Counter-Current Mechanism

  • Rumus Bangun Hormon Steroid (Sumber : Partodihardjo, 1995)TESTOSTERONESTRADIOLCYCLOPENTANOPERHIDROPENANTHRENE

  • A. Estrogen alami Contoh : estradiol, estriol dan estron.

    B. Estrogen non steroid (Estrogen sintetik) Contoh : benzestrol, dienestrol, dietilstilbestrol, heksestrol,

    C. Estrogen asal tanaman /fitoestrogen Contoh : Isoflavon, coumestrol, genistein, zeranol

    Bioassay hormon estrogen dengan :Cuboni test - pada kuda dan babi bunting trimester ke-2 - Urine + HCl + H2SO4 pekat Fluoresen hijau (+) Urine + HCl + H2SO4 pekat Coklat muda (-)2. Penyuntikan pada tikus infantil/prapuber

  • PREPARAT DAGANG PROSTAGLANDIN: GLANDIN F LUTALYSEPROSOLVINPROSTAVET

    PREPARAT DAGANG PMSG : FOLLIGON

    PREPARAT DAGANG HCG : CHORULON

    PREPARAT DAGANG GnRH : GONADORELIN

  • PENERAAN KADAR HORMONPHYSICOCHEMICAL ASSAY/ METODA KIMIABIOASSAY / UJI BIOLOGIS - UJI GALIMAININI - PENENTUAN E2, T4, PMSGBINDING ASSAY - UJI PENENTUAN RESEPTOR IRMA (Immuno Radiometric Assay) IEMA (Immuno Enzymometric Assay) - UJI PENENTUAN LIGAND RIA (Radio Immuno Assay) EIA (Enzyme Immuno Assay) ELISA (Enzyme Linked Immuno Sorbent Assay)

  • METODE KIMIAAnalisis hormon dengan spektrofotometriKurang peka hanya dapat menera sampai mikrogramPrinsip spektrofotometri : zat kimia/hormon yang mampu menyerap sinar infra merah/UV energi cahaya dari zat kimia ditangkap spektrofotometer dan dibaca pada panjang gelombang tertentu

  • UJI BIOLOGIS / BIOASSAYBersifat kualitatif, hanya diketahui respon biologisnya, kadar hormon tidak dapat dideteksiKelemahan : - waktu lebih lama untuk mengamati respon - butuh hewan cobaPrinsip : cairan diduga mengandung hormon disuntikkan ke hewan coba, dilihat respon biologisnya

  • GALLIMAININI TEST-Tes kehamilan pada wanita-Prinsip : urine wanita hamil disuntikkan ke katak jantan dewasa positif, jika ditemukan sperma di kloakaPENENTUAN ESTROGEN-untuk tes kebuntingan pada kuda dan babi-Prinsip : urine disuntikkan ke tikus prapuber jika terdapat sel kornifikasi pada pemeriksaan vaginal smear

  • PENENTUAN PMSGUji kebuntingan pada bangsa kudaPrinsip menyuntikkan serum kuda betina setelah 40- 120 hari kawinHasil pertumbuhan folikel dan ovulasi, 3-4 hari setelah disuntikkan ke tikus prapuberPENENTUAN TESTOSTERON-menyuntikkan spesimen diduga mengandung testosteron pada ayam jantan muda-hasil pertumbuhan jengger, BB meningkat

  • BINDING ASSAY Terdiri dari 2 bagian : 1. uji penentuan reseptor misalnya : IRMA (Immuno Radiometricassay) IEMA (Immuno Enzymometricassay) Prinsip : yang dilabel adalah antibodinya Ag + Ab* + Ab AgAb* + Ab* 2. uji penentuan ligan yang dilabel adalah antigen/ligandnya misalnya : RIA dan ELISA

  • Prinsip : Ag + Ab + Ag* Ag Ab + Ag + Ag* Ag*Abpenentuan hormon secara kuantitatif dapat menera hormon nanogram(10 -3 mikrogr), picogram (10-6mikrogr), fentogram (10-9mkr gr) jenis molekul label (tracer) : substansi fluoresen, enzim, radioaktif

  • Uji Ligand dengan bantuan fluoresent/ Imunofluoresent - menggunakan conjugate warna fluoresen - menggunakan mikroskop fluoresen - bersifat subyektif, penghitungan binding berdasar warna fluoresen

    2. Uji Ligand dengan Bantuan Enzym/ ELISA/EIA - tracer yang digunakan adalah enzim - enzim yang digunakan : peroksidase, alkalinfosfatase glukosa oksidase, glukoamilase, katalase, glukosa 6 fosfatase.

  • 3. Uji Ligand dengan Radioaktif = Radio ligand assay

    A. Competitive Protein Binding Assay - tidak digunakan karena sensitivity dan spesificity kurang

    B. Radioreseptor Assay (RRA) - tujuan untuk menentukan reseptor pada target organ - reseptor dilabel dengan radioaktif (125I, 131I, 129I) - Accuracy dan Sensitivity rendah, tidak digunakan

    C. Radio Immuno Assay (RIA) - yang dilabel dengan radioaktif adalah antigen/hormon - ada 2 macam : RIA fase cair dan fase padat

  • FASE CAIR

    RADIOAKTIF 3H

    MEMANCARKAN SINAR

    RADIASI TIDAK BAHAYA

    LIMBAH BANYAK & MUDAH TERBAKAR

    PELARUT & ALAT PENERA MAHAL

    PERLU WAKTU LAMA

    FASE PADAT

    RADIOAKTIF 125I / 131I

    MEMANCARKAN SINAR

    RADIASI LEBIH BAHAYA

    MENYEBABKAN KERUSAKANJARINGAN LEBIH LUAS

    RADIO IMMUNO ASSAY (RIA)

  • Prinsip dasar RIA fase padat(sumber : Mahaputra, 1990)

  • *************************************