Derma to Fib Rino Ma

of 25

  • date post

    07-Jul-2018
  • Category

    Documents

  • view

    222
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Derma to Fib Rino Ma

  • 8/18/2019 Derma to Fib Rino Ma

    1/25

    BAB I

    PENDAHULUAN

    Latar Belakang

    Kulit adalah organ terbesar dan organ yang paling kompleks dari

    tubuh. Meskipun kulit pada dasarnya berfungsi sebagai pelindung untuk 

     berinteraksi dengan lingkungan. Kulit juga melindungi terhadap agen

     paling berbahaya seperti bahan kimia (yang impermeabilitas terhadap

    epidermis), radiasi matahari (dengan membentuk pigmentasi), agen infeksi

    (melalui immuno surveillance efficient) dan deformitas fisik (pertahanan

    dermis).

    Kemampuan untuk secara efisien mempertahankan atau

    menyebarkan panas membuat organ-organ utama yang bertanggung jawab

    untuk termoregulasi kulit. ntuk menjalankan semua fungsinya, kulit memiliki struktur saraf yang sangat khusus. !elapak tangan dan telapak 

    kaki sangat tebal untuk menopang berat badan. "ari-jari memiliki densitas

    tertinggi terhadap persarafan sensori dan memungkinkan melakukan kerja

    yang rumit. #ahkan garis-garis kulit, dijelaskan oleh $anger, berorientasi

    tegak lurus dengan sumbu panjang a%is otot untuk memungkinkan

    terjadinya peregangan dan kontraksi tanpa terjadi deformitas.

    #enjolan pada atau di dalam kulit sangat umum ditemukan dan

    masalah yang berkaitan dengan hal ini meningkat akibat semakin

    meningkatnya usia. &ebagian besar tumor kulit adalah jinak (benigna), sering hanya merupakan gangguan kosmetik. 'amun demikian, penting

    untuk menentukan dengan cepat dan efektif apakah suatu tumor bukan

    merupakan tumor ganas (maligna) atau mempunyai potensi untuk menjadi

    ganas, karena keputusan tentang apa yang harus dilakukan terhadap suatu

    lesi hanya dapat dibuat sesudah diagnosis tingkat awal ditentukan. Kulit

    merupakan sistem organ yang kompleks, di mana tumor jinak maupun

    ganas bisa timbul pada tiap bagian (obin raham-#rown, *++)

    1

  • 8/18/2019 Derma to Fib Rino Ma

    2/25

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA DERMATOFIBROMA (TUMOR KULIT JINAK)

    1. Definii

    2. Dermatofibroma adalah suatu tumor jinak kulit yang di tandai

    adanya benjolan di kulit dengan permuka yang rata, dan

    konsistensinya keras.

    3. Penyakit ini lebih sering di derita oleh orang dewasa, dan wanita

    memeiliki resiko lebih tinggi dari pada pria. Faktor resiko lain yang

    dapat menimbulkan penyakit ini adalah trauma pada luka tusuk

    ataupun akibat dari garukan dan gigitan serangga.

    ermatofibroma adalah tumor kulit jinak yang teridiri dari sel

    sel fibroblas (sel-sel yang membentuk jaringan lunak di bawah kulit).  

    Kata tumor secara literal mempunyai arti pembengkakan yang abnormal.

    alam bahasa kedokteran modern, kata tersebut mempunyai arti yang

    lebih spesifik. !umor (neoplasma) merupakan suatu lesi sebagai hasil

     pertumbuhan abnormal dari sel yang autonom atau relatif autonom, yang

    menetap, walaupun rangsang penyebabnya telah dihilangkan.

    !umor merupakan hasil transformasi neoplastik dari semua sel

     berinti tunggal dalam tubuh, walaupun beberapa jenis sel lebih mudah

    tumbuh membentuk tumor dibandingkan dengan yang lain. &el yang telah

    mengalami transformasi disebut sel neoplastik. engan transformasi yang

    meliputi satu seri perubahan genetik (misal mutasi), sel melepaskan diri

    secara permanen dari mekanisme pengatur pertumbuhan normal. &el

    neoplastik dalam tumor disebut maligna yang memiliki tambahan kemampuan khas yang mematikan yang memungkinkan sel tersebut

    menembus dan menyebar, atau metastasis ke jaringan yang lain.

    (nderwood, ///).

    !umor jinak biasanya terlokalisir. !umor jinak merupakan suatu

    kelainan dengan pertumbuhan yang lambat, yang biasanya tidak 

    menembus jaringan sekitarnya atau menyebar ke bagian lain dalam tubuh.

    2

  • 8/18/2019 Derma to Fib Rino Ma

    3/25

    0ada waktu tumor jinak timbul pada epitel atau permukaan

    mukosa, tumor akan tumbuh menjauhi permukaan, karena tumor tidak 

    dapat mengadakan invasi, sehingga sering kemudian terbentuk polip yang

     bentuknya bertangkai atau tonjolan datar, pertumbuhan non-invasi ke arah

    luar memberikan bentuk lesi yang eksofitik. !umor jinak pada organ yang

    solid , khas berbatas tegas dan sering dibatasi dengan kapsul jaringan ikat.

    1alaupun tumor jinak sesuai dengan definisi, letaknya terlokalisir 

    dan berbatas tegas dengan jaringan asal, tumor jinak dapat menyebabkan

    masalah klinis akibat desakan pada jaringan sekitarnya (nderwood,

    ///).

     Pen!akit k"lit # t"$%r &inak Der$at%fi'r%$a 'iaan!a $"n"l a*a +

     Di kaki.

    #enjolan kecil di kaki yang tampak kusam dan bersisik adalah gejala

    dermatofibroma, yang dipicu oleh cedera ringan seperti tertusuk duri atau digigit

    serangga. &ama sekali tidak berbahaya, umumnya akan hilang dengan sendirinya

    tanpa harus diobati.

     Di leher.

    Kelenjar minyak di bagian ini sering tersumbat lalu membengkak, sehingga

    membentuk benjolan bernama kista sebacea yang tidak terasa sakit. Kista ini tidak 

    akan berkembang menjadi kanker dan bisa diatasi dengan anestesi lokal, atau

    antibiotik jika disertai infeksi.

     Di pergelangan tangan.

    Kebocoran kelenjar minyak di persendian dapat menyebabkan kista ganglion,

    yang ditandai dengan pembengkakan di bawah kulit. #enjolan ini terasa sangat

    sakit dan menghambat gerakan tangan, sehingga butuh penanganan dokter untuk

     bisa sembuh dengan peluang kekambuhan + persen.

     Di ketiak 

    #enjolan yang muncul di bagian ini sering disebabkan oleh penyumbatan kelenjar  di kantong rambut, atau pembengkakan jaringan payudara saat menyusui.

    0enyumbatan kelenjar limpa juga menyebabkan bengkak yang disertai tanda-

    tanda infeksi.

    3

  • 8/18/2019 Derma to Fib Rino Ma

    4/25

    ,-. Eti%l%gi

    0enyebab tumor jinak ( dermatofibroma ) secara pasti belum diketahui.

    Menurut 1ijayakusuma, 2embing *++, 0enyebab !umor kulit jinak 

    dapat terjadi karena 3

    . 4aktor eksternal a. &ering terpapar sinar matahari

    &inar matahari, khususnya 5 # memiliki dampak buruk bagi

    kulit yaitu menyebabkan kerusakan fotokimia pada '6 sel

    sehingga memicu timbulnya kelainan pada kulit.

     b. !erpapar sinar 7-ray dan radionuklir dalam waktu lama

    adiasi yang dikeluarkan oleh sinar 7 maupun 8at-8at radioaktif 

    lainnya dapat memicu terjadinya mutasi pada susunan kode genetik 

     pada '6 manusia sehingga memungkinkan terjadinya tumor 

     pada kulit.

    c. 0emakaian bahan-bahan kimia seperti arsen, berilium, cadmium,

    merkuri, plumbum, dan berbagai logam berat lainya.

    #ahan-#ahan tersebut termasuk bahan yang bersifat karsinogenik 

    sehingga jika terpapar dalam waktu lama dapat mengakibatkan

    tumor.

    *. 4aktor internal

    a. 9munitas rendah

    "ika imunitas rendah maka sel-sel kulit tidak mampu

    mengidentifikasi dan memperbaiki kerusakan '6 sehingga

    meningkatkan karsinogenesis.  b. enetik 

    0ada orang dengan tipe kulit albino atau orang-orang keturunan

    kulit putih. 2al ini disebabkan di dalam kulit mereka tidak terdapat

     banyak pigmen sehingga tidak tahan terhadap radiasi sinar 5.

    ,-, Pat%fii%l%gi

    Pat%fii%l%gi t"$%r k"lit &inak ( *er$at%fi'r%$a)

    &el tumor adalah sel tubuh yang mengalami transparmasi dan tumbuh secara

    autonom lepas dari kendali pertumbuhan sel normal sehingga sel ini berbeda

    dari sel normal dalam bentuk dan strukturnya. 0ada umumnya tumor mulai

    tumbuh dari satu sel di suatu tempat (unisentrik) atau dari beberapa sentral

    (multilokuler) pada waktu yang sama. &elama pertumbuhan tumor masih

    terbatas pada organ dasarnya maka tumor disebut masih dalam fase lokal.

    !etapi kalau sudah terjadi infiltrasi ke organ sekitarnya, maka tumor telah

    mencapai fase lokal infasif atau lokal infiltratif. 0enyebaran lokal ini disebut

    4

  • 8/18/2019 Derma to Fib Rino Ma

    5/25

     penyebaran perkontinuitatum, karena masih berhubungan dengan sel

    induknya.

    ,-/ Manifetai Klini

    ejala klini dermatofibroma pada umumnya di awali dengan munculnya tonjolan-

    tonjolan (nodus) di kulit yang berbentuk bulat atau lonjong, dengan konsisitensi

    nya yang keras. 1arna mulai dari coklat sampai kekuning-kuningan.

    $okalisasi yang paling sering terkena adalah di daerah tungkai, punggung,

     bahakan dapat mengenai seluruh tubuh.

    ,-0 Pe$erikaan Diagn%tik 

    0emeriksaan diagnostik untuk menentukan adanya tumor kulit jinak 

    (9mam #udi 0utra *++:) yaitu3

    #iopsy

    Memastikan diagnosis !umor. &pesimen biopsy yang diperoleh dengan

    cara eksisi akan mengungkapkan informasi histologik mengenai tipe,

    taraf invasi dan ketebalan lesi. &pesimen biopsi yang mencakup

     jaringan normal sebesar  cm dari bagian tepinya dan bagian jaringan

    lemak subkutan yang ada dibawahnya sudah cukup untuk menentukan

    stadium tumor, yang bisa melanoma in situ atau melanoma

    noninvasive yang dini.

    5

  • 8/18/2019 Derma to Fib Rino Ma

    6/25

     Penatalakanaan

    &angatlah penting untuk meninjau kembali secara si