Contoh Lapkas Stroke Hemoragik Lapkas - Bukit Hutabarat

Click here to load reader

  • date post

    01-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    15.366
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Contoh Lapkas Stroke Hemoragik Lapkas - Bukit Hutabarat

LAPORAN KASUS

STROKE HEMORAGIKOleh:

ANNISA ANDY DINDA SARTIKA F. J. WINDA OLYSIA P. VIJAY TYNDALL LOPEZ

060100088 060100134 060100188 060100206 060100296

Pembimbing:

Dr. Suherman A. Tambunan

DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT SARAF FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA RSUP H. ADAM MALIK MEDAN 2010

KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya sehingga pembuatan karya tulis berupa laporan kasus departemen neurologi yang berjudul Stroke Hemoragik dapat tersusun dan terselesaikan tepat pada waktunya. Terima kasih kami ucapkan kepada Dr. Suherman A. Tambunan, selaku pembimbing penulisan yang telah memberikan arahan dalam penyelesaian laporan kasus ini. Adapun pembuatan tulisan ini bertujuan untuk mendiskusikan kasus stroke hemoragik, mulai dari pengertian hingga penatalaksanaannya pada pasien yang dirawat inap selama masa kepaniteraan klinik penulis di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan mendukung penerapan klinis yang lebih baik dalam memberikan kontribusi positif sistem pelayanan kesehatan secara optimal. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tulisan yang telah disusun ini masih banyak terdapat kekurangan di dalam penulisannya, baik di dalam penyusunan kalimat maupun di dalam teorinya, mengingat keterbatasan dari sumber referensi yang diperoleh penulis serta keterbatasan penulis selaku manusia biasa yang selalu ada kesalahan. Oleh karena itu, penulis membutuhkan kritik dan saran. Semoga karya tulis ini bermanfaat bagi semua pihak.

Medan, Mei 2010 Penulis

DAFTAR ISI

1

Halaman KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI.. BAB 1 Pendahuluan...1.1. Latar Belakang 1.2. Manfaat...

i ii 1 1 2 3 26 26 26 26 27 32 33 35 38 41 47 48 49 50 52 52 53 54

BAB 2 Laporan Kasus... BAB 3 Tinjauan Pustaka 3.1. Pengertian Stroke dan Stroke Hemoragik... 3.2. Epidemiologi Stroke dan Stroke Hemoragik.. 3.3. Etiologi Stroke Hemoragik. 3.4. Faktor Resiko Stroke Hemoragik.... 3.5. Patogenesis Stroke Hemoragik... 3.6. Patofisiologi Stroke Hemoragik.. 3.7. Gejala Klinis Stroke Hemoragik. 3.8. Diagnosis dan Pemeriksaan Penunjang Stroke Hemoragik........ 3.9. Penatalaksanaan Stroke Hemoragik 3.10. Komplikasi dan Prognosis Stroke Hemoragik.. 3.11. Pencegahan Stroke Hemoragik......................................................................... BAB 4 Diskusi Kasus. BAB 5 Permasalahan. BAB 6 Penutup.. 6.1. Kesimpulan..... 6.2. Saran... Daftar Pustaka....

1

BAB 1 PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang

Stroke masih merupakan penyebab utama invaliditas kecacatan sehingga orang yang mengalaminya memiliki ketergantungan pada orang lain pada kelompok usia 45 tahun ke atas dan angka kematian yang diakibatnya cukup tinggi.1 Perdarahan intra serebral terhitung sekitar 10 - 15% dari seluruh stroke dan memiliki tingkat mortalitas lebih tinggi dari infark serebral. Literatur lain menyatakan hanya 8 18% dari stroke keseluruhan yang bersifat hemoragik. Namun, pengkajian retrospektif terbaru menemukan bahwa 40.9% dari 757 kasus stroke adalah stroke hemoragik. Namun pendapat menyatakan bahwa peningkatan presentase mungkin dikarenakan karena peningkatan kualitas pemeriksaan seperti ketersediaan CT scan, ataupun peningkatan penggunaan terapeutik agen antiplatelet dan warfarin yang dapat menyebabkan perdarahan.2 Stroke adalah penyebab kematian dan disabilitas utama. Dengan kombinasi seluruh tipe stroke secara keseluruhan, stroke menempati urutan ketiga penyebab utama kematian dan urutan pertama penyebab utama disabilitas. Morbiditas yang lebih parah dan mortalitas yang lebih tinggi terdapat pada stroke hemoragik dibandingkan stroke iskemik. Hanya 20% pasien yang mendapatkan kembali kemandirian fungsionalnya.2 Resiko terjadinya stroke meningkat seiring dengan usia dan lebih tinggi pada pria dibandingkan dengan wanita pada usia berapapun. Faktor resiko mayor meliputi hipertensi arterial, penyakit diabetes mellitus, penyakit jantung, perilaku merokok, hiperlipoproteinemia, peningkatan fibrinogen plasma, dan obesitas. Hal lain yang dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke adalah penyalahgunaan obat, pola hidup yang tidak baik, dan status sosial dan ekonomi yang rendah.3 Diagnosis dari lesi vaskular pada stroke bergantung secara esensial pada pengenalan dari sindrom stroke, dimana tanpa adanya bukti yang mendukungnya, diagnosis tidak akan pernah pasti. Riwayat yang tidak adekuat adalah penyebab kesalahan diagnosis paling banyak. Bila data tersebut tidak dapat dipenuhi, maka profil stroke masih harus ditentukan dengan memperpanjang periode observasi selama beberapa hari atau minggu.4

1

Tujuan dari penatalaksanaan stroke secara umum adalah menurunkan morbiditas dan menurunkan tingkat kematian serta menurunnya angka kecacatan. Salah satu upaya yang berperan penting untuk mencapai tujuan tersebut adalah pengenalan gejala-gejala stroke dan penanganan stroke secara dini dimulai dari penanganan pra rumah sakit yang cepat dan tepat. Dengan penanganan yang benar-benar pada jam-jam pertama paling tidak akan mengurangi kecacatan sebesar 30% pada penderita stroke.1 Tidak bisa dihindarkan fakta bahwa kebanyakan pasien stroke datang dan dilihat pertama kali oleh klinisi yang belum memiliki pengalaman yang cukup di semua poin terpenting dalam penyakit serebrovaskular. Keadaan semakin sulit dikarenakan keputusan kritis harus segera dibuat mengenai indikasi pemberian antikoagulan, investigasi laboratorium lebih lanjut, dan saran serta prognosa untuk diberikan kepada keluarga.41.2. Manfaat

Penulisan karya tulis ini ditujukan untuk mempelajari kasus stroke hemoragik yang berlandaskan teori guna memahami bagaimana cara mengenali, mengobati, dan mencegah stroke, termasuk tindakan pada saat akut dan pada tingkat kronis, sehingga dapat mengoptimalisasi kemampuan dan pelayanan dalam merawat pasien yang menderita stroke hemoragik.

3

BAB II LAPORAN KASUS

II.1 Status Neurologi Anamnese Pribadi Nama Jenis kelamin Usia Suku bangsa Agama Alamat Status Pekerjaan Tanggal masuk Tanggal keluar : Bukit Hutabarat : Laki-laki : 48 tahun : Batak : Protestan : Partali Julu : Menikah : Petani : 10 Mei 2010 : 22 Mei 2010

Riwayat Perjalanan Penyakit Anamnesis Penyakit Keluhan utama : Lemah lengan dan tungkai sebelah kiri Telaah : Hal ini dialami OS +2 minggu yang lalu, terjadi secara tiba-tiba dan saat OS sedang beristirahat. Riwayat nyeri kepala (+), Riwayat kejang (-), Riwayat muntah (-), Riwayat trauma (-), Kencing manis (-), Hipertensi (+) Riwayat penyakit terdahulu : Hipertensi Riwayat pemakaian obat : Captopril, OS tidak teratur minum obat

Anamnesis Traktus Traktus sirkulatorius Traktus respiratorius Traktus digestivus Traktus urogenitalis Penyakit terdahulu dan kecelakaan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : hipertensi

26

Intoksikasi dan obat-obatan Anamnesis Keluarga Faktor herediter Faktor familer Lain-lain Anamnesis Sosial Kelahiran dan pertumbuhan Imunisasi Pendidikan Pekerjaan Perkawinan dan Anak Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Umum Sensorium Tekanan darah Frekuensi nadi Frekuensi nafas Temperatur Kulit dan Selaput Lendir Kelenjar Getah Bening Persendian Siriraj Stroke Score ragu) Kepala dan Leher Bentuk dan posisi Pergerakan Kelainan panca indera Rongga mulut dan gigi Kelenjar parotis Desah Lain-lain

: tidak jelas

: hipertensi pada ayah dan ibu kandung OS : hipertensi pada kakak kandung OS : tidak dijumpai

: lahir normal dan pertumbuhan baik : lengkap : SD : petani : menikah

: compos mentis : 160/90 mmHg : 80 kali/menit : 24 kali/menit : 36,5 C : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : 2,50 + 21 + 20 + 9 0 12 = -1 (ragu-

: bulat dan medial : bebas : sulit dinilai : sulit dinilai : sulit dinilai : tidak ada : tidak ada

28

Rongga Dada dan Abdomen Rongga abdomen Inspeksi : Palpasi : soepel Perkusi : timpani Auskultasi : peristaltik normal

Rongga Dada simetris fusifomis SF kiri = kanan sonor vesikuler simetris

Genitalia Toucher : tidak dilakukan pemeriksaan

Pemeriksaan Neurologis Sensorium Kranium Bentuk Fontanella Palpasi Perkusi Auskultasi Transiluminasi : bulat : tertutup : teraba pulsasi arteri temporalis dan arteri karotis : cracked pott sign (-) : bruit (-) : tidak dilakukan pemeriksaan : compos mentis

Perangsangan Meningeal Kaku kuduk Tanda Kernig Tanda Laseque Tanda Brudzinski I : (-) : (-) : (-) : (-)

Tanda Brudzinski II : (-) Peningkatan tekanan intrakranial Muntah : (-)

28

Sakit kepala Kejang

: (-) : (-)

Saraf otak /Nervus Kranialis Nervus I Sinistra Normosmia : Anosmia : Parosmia : Hiposmia : Nervus II Visus : Lapangan pandang Normal : Menyempit : Hemianopsia : Scotoma : Refleks ancaman : Fundus okuli Warna : tidak dilakukan pemeriksaan Batas : tidak dilakukan pemeriksaan Ekskavasio : tidak dilakukan pemeriksaan Arteri : tidak dilakukan pemeriksaan Vena : tidak dilakukan pemeriksaan Oculi Dekstra (+) (-) Oculi

Meatus Nasi Dekstra (+) (-) (-) (-) Oculi Dekstra tidak dilakukan pemeriksaan

Meatus Nasi (+) (-) (-) (-) Oculi Sinistra

(+) (-) (-) (-) (+)

(+) (-) (-) (-) (+)

Nervus III,IV,VI Sinistra Gerakan bola mata : (+) Nistagmus : (-) Pupil

Lebar : 3 mm

3 mm

28

Bentuk : bulat Refleks cahaya langsung : (+) Refleks cahaya tidak langsung : (+) Rima palpebra : 7 mm Deviasi conjugate : (-) Fenomena Doll's eyes : Strabismus : (-)

bulat (+) (+) 7 mm (-) tidak dilakukan pemeriksaan (-)

Nervus V Motorik kiri Membuka dan menutup mulut : (+) Palpasi otot masseter & temporalis : (+) Kekuatan gigitan : (+) Sensorik (+) Selaput lendir : (+) Refleks kornea

kanan (+) (+) (+)