Case Report TMD Astri

download Case Report TMD Astri

of 29

  • date post

    15-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    32
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Case Report TMD Astri

CASE REPORT

TUMOR MAMMAE DEKSTRA Diajukan untuk Memenuhi PersyaratanPendidikan Program Profesi Dokter Stase BedahFakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta

Pembimbing :dr. Haryono, Sp. B

Diajukan Oleh:

Astri Khaerunisa Putri, S.KedJ 500100045

FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA2014

CASE REPORT

TUMOR MAMMAE DEKSTRA

Diajukan Oleh :

Astri Khaerunisa Putri, S.kedJ500100045

Telah disetujui dan disahkan oleh Bagian Program Pendidikan Profesi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta

Pada hari , Mei 2014

Pembimbing :dr. Haryono Sp. B (.................................)

Disahkan Ketua Program Profesi :dr. Dona Dewi Nirlawati(.................................)

LAPORAN KASUS

A. IDENTITASNama: Nn. AUmur: 17 tahun Jenis Kelamin: Perempuan Pekerjaan: SiswiAgama: Islam Suku: Jawa Alamat: Suruh Tani, JatenTanggal MRS: 26 April 2014No. RM: 3052xx

B. ANAMNESIS1. Keluhan UtamaBenjolan pada payudara kanan

2. Riwayat Penyakit SekarangPasien datang ke RSUD dengan keluhan utama terdapat benjolan pada payudara sebelah kanan. Keluhan dirasakan sejak 4 hari yang lalu, yang sebelumnya tidak disadari oleh pasien. Benjolan sebesar kelereng, dapat digerakkan, dan benjolan tidak terasa nyeri. Riwayat keluar cairan dan darah dari puting susu tidak ditemukan. Keluhan tidak disertai dengan demam, batuk, sesak, sakit kepala hebat, dan tidak disertai dengan bengkak pada lengan. Riwayat datang bulan pertama pada usia 13 tahun, siklus 30 hari, teratur.

3. Riwayat Penyakit Dahulua. Riwayat Penyakit Serupa: disangkalb. Riwayat operasi di payudara: disangkalc. Riwayat Trauma pada daerah dada: disangkald. Riwayat Hipertensi: disangkale. Riwayat Alergiobat: disangkalf. Riwayat DM: disangkalg. Riwayat Penyakit Jantung: disangkalh. Riwayat menstruasi tidak teratur: disangkal

4. Riwayat Penyakit Keluargaa. Riwayat Penyakit Serupa: diakuib. Riwayat hipertensi: disangkalc. Riwayat DM: disangkal

5. Riwayat pribadi dan sosialPasien belum pernah menikah. Pasien sebagai siswi.

6. Keluhan Sistemika. Neuro:Intoleransi panas (-), intoleransi dingin (-), tangan bergetar (-), sulit tidur (-), mengantuk yang berlebihan (-)b. Cardio:Nyeri dada kambuh-kambuhan (-), dada berdebar-debar (-)c. Pulmo :Sesak napas (-), batuk (-), batuk berdahak (-)d. Abdomen : Diare (-), kembung (-), sulit BAB (-)e. Urologi :BAK lancarf. Musculoskeletal :Nyeri Otot (-), Nyeri sendi (-)

C. Pemeriksaan FisiK1. Status Generalisa. Keadaan Umum : Baikb. Kesadaran: Compos Mentisc. Vital SignTekanan Darah: 110/70 mmHgNadi: 85x/menitRespirasi: 20x/menitSuhu: 36oc

2. Status Internaa. Pemeriksaan KepalaNormocephalPupil isokhorKonjungtiva anemis (-/-)Sklera ikhterik (-/-)b. Pemeriksaan LeherKGB: tidak ada pembesaranJVP: tidak ada peningkatanc. Pemeriksaan Thorax Paru Inspeksi : Bentuk dada normal, simetris, gerakan tertinggal (-), retraksi intercostae (-) PalpasiDepanBelakang

----

----

----

FremitusDepanBelakang

NNNN

NNNN

NNNN

PerkusiDepanBelakang

SonorSonorSonorSonor

SonorRedupSonorSonor

SonorRedupSonorSonor

Auskultasi Suara dasar vesikuler

SDV DepanSDV Belakang

NNNN

NNNN

NNNN

Suara

TambahanRonkhi (-/-)

Wheezing (-/-)

Jantung Inspeksi: Ictus cordis tidak tampak, tidak nampak massa Palpasi: Ictus cordis tidak kuat angkat di SIC V LMC sinistra Perkusi: Batas jantung atas SIC II LPS sinistra, batas jantung kanan, SIC IV LPS dextra, batas jantung kiri SIC IV LMC sinistra Auskultasi: Bunyi jantung I-II murni, reguler, bising jantung (-)

d. Pemeriksaan Abdomen Inspeksi: Permukaan perut rata, distended (-), massa (-), bekas luka operasi (-) Auskultasi: Peristaltik (+) normal Perkusi : Suara tympani Palpasi : Nyeri tekan (-), defans muskuler (-)e. Pemeriksaan Ekstremitas Superior: Tidak ada kelainan Inferior : Tidak ada kelainal Akral: Hangat

3. Status LokalisPemeriksaan/RegioMammae SinistraMammae Dekstra

InspeksiWarna kulit mammae sama seperti warna kulit sekitarnya, penebalan kulit mammae tidak ada, kedua payudara tampak simetris, tak tampak adanya massa, cekungan atau dimpling mammae tidak ada, retraksi atau cekungan papilla mammae tidak ada, arah papilla mammae menunjuk, pengeluaran discharge secara spontan tidak ada.

PalpasiTidak teraba massa, papilla mamae : pengeluaran discharge tidak ada.Pembesaran KGB aksilla (-)Teraba sebuah massa disamping kanan papilla mammae, bentuk bulat, diameter 2 cm, permukaan licin, konsistensi kenyal padat, mobile, berbatas tegas, nyeri tekan (-).Papilla mammae : pengeluaran discharge tidak ada, pembesaran KGB aksila (-).

D. Pemeriksaan PenunjangPemeriksaan Darah Rutin

E. RESUMENn. A, usia 17 tahun, mengeluh terdapat benjolan pada payudara kanan dirasakan sejak 4 hari yang lalu. Konsistensi kenyal padat, mudah digerakkan, tidak nyeri tekan. Dari pemeriksaaan fisik, didapatkan adanya 1 buah massa pada payudara sebelah kanan. Massa terletak di samping kanan papilla mammae dengan bentuk bulat, diameter 2 cm, permukaan licin, konsistensi kenyal padat, mobile, berbatas jelas, nyeri tekan (-), papilla mamae normal, pembesaran KGB aksila tidak ada.

F. DIAGNOSIS KERJATumor mamme dekstra suspect Fibroadenoma Mammae dekstra

G. DIAGNOSIS BANDINGCa mammae dekstra

H. PENATALAKSAANEkstirpasi

TINJAUAN PUSTAKA

A. Anatomi PayudaraMammae terdiri dari berbagai struktur yaitu parenkim epitelial, lemak, pembuluh darah, saraf, saluran getah bening, otot dan fascia. Parenkim epitelial dibentuk oleh kurang lebih 15-20 lobus yang masing-masing mempunyai saluran tersendiri untuk mengalirkan produknya dan bermuara pada puting susu. Tiap lobus dibentuk oleh lobulus-lobulus yang masing-masing terdiri dari 10-100 asini grup. Lobulus-lobulus ini merupakan struktur dasar dari mammae (Schwartzs, 2006).

Gambar 1. Milky line(Schwartzs, 2006)

Jaringan ikat subcutis yang membungkus kelenjar mammae membentuk septa diantara kelenjar dan berfungsi sebagai struktur penunjang dari kelenjar mammae. Mammae dibungkus oleh fascia pectoralis superficialis dimana permukaan anterior dan posterior dihubungkan oleh ligamentum Cooper yang berfungsi sebagai penyangga (Schwartzs, 2006).Setengah bagian atas mammae, terutama quadran lateral atas mengandung lebih banyak komponen kelenjar dibandingkan dengan bagian lainnya. Mammae terletak diantara fascia superficialis dinding thorax anterior dan fascia profunda (pectoralis), antara mammae dan dinding thorax terdapat bursa retromammaria yang merupakan ruang antara fascia superficialis dengan fascia profunda (pectoralis), dengan adanya bursa ini menjamin mobilitas mammae terhadap dinding thorax (Schwartzs, 2006).

Gambar 2. Potongan sagital mammae(Skandalakis)

Pada pria, mammae tetap rudimenter dengan komponen kelenjar mammae berkembang tidak sempurna, dimana acini berkembang tidak sempurna dengan ductus yang pendek, serta terjadi defisiensi perkembangan papilla mammae, areola dan parenkhimnya (Schwartzs, 2006).Pada wanita, mammae berkembang menjadi susunan yang kompleks. Pada wanita dewasa, mammae terletak di anterior dinding thorax setinggi costa 2 atau 3 sampai dengan costa ke 6 atau ke 7, dan terbentang antara linea parasternalis sampai dengan linea axillaris anterior atau media. Mammae pada wanita dewasa berbentuk hemisphere yang khas dengan ukuran, kontur, konsistensi dan densitas yang sangat bervariasi, dipengaruhi oleh faktor-faktor hormonal, genetic dan diet (Schwartzs, 2006).Diameter rata-rata mammae sekitar 10-12 cm dan tebalnya antara 5-7 cm. Berat mammae bervariasi yaitu antara 150-225 gram pada mammae nonlaktasi, namun dapat mecapai 500 gram pada mammae laktasi (Schwartzs, 2006).

Gambar 3. Mammae tampak anterior(Sobotta)

Jaringan payudara terletak diantara jaringan lemak subcutaneous dan fascia pectoralis mayor dan otot-otot seratus anterior. cabang-cabang kelenjar bening dan pembuluh darah melewati ruang retromammary diantara permukaan posterior jaringan payudara dan fascia M.pectoralis mayor; oleh karena itu, tindakan mastectomy total yang benar adalah dilakukan di bawah fascia M. pectoralis. Dari dermis sampai fascia yang terdalam terdapat ligamentum Cooper yang memberi rangka untuk payudara. Oleh karena itu, jika terdapat tumor pada payudara yang melibatkan ligamentum Cooper dapat menyebabkan penyusutan (penarikan) pada kulit dan retraksi kulit (Sjamsuhidajat, Wim de Jong, 2005).Lebih dalam lagi dari M. pectoralis mayor terdapat M. pectoralis minor. M. pectoralis minor dilapisi oleh fascia clavipectoral yang menyatu dengan fascia axilla. Vaskularisasi mammae terdiri dari arteri dan vena yaitu: 1. Arteria. Cabang-cabang perforantes A. mammaria interna (A. thoracica interna)b. Cabang lateral dari A. intercostalis posteriorc. Cabang-cabang dari A. axillarisd. A. thoracodorsalis yang merupakan cabang A. subscapularis2. Venaa. Cabang-cabang perforantes V. thoracica internab. Cabang-cabang V. axillaris yang terdiri dari V. thoraco-acromialis, V. thoracica lateralis dan V thoraco dorsalisc. Vena-vena kecil yang bermuara pada V. IntercostalisPersarafan kulit mammae bersifat segmental dan berasal dari segmen dermatom T2 sampai T6. Jaringan kelenjar mammae sendiri diurus oleh sistem saraf otonom. Pada prinsipnya inervasi mammae berasal dari N. intercostalis IV, V, VI dan cabang dari plexus cervicalis (Sjamsuhidajat, R dan Wim de Jong, 2011).Pengetahuan mengenai lokasi struktur saraf utama pada axilla sangatlah penting guna mengenal komplikasi dari diseksi pada daerah axilla. Saraf N. thoracalis berada di sepanjang dinding thorax pada sisi medial dari axilla. Nervus ini mempersarafi M. serratus anterior dan fiksasi scapula pada dind