Case Report Anak Nella 2 Afp Gizi Buruk Ppt

Click here to load reader

  • date post

    30-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    103
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Case Report Anak Nella 2 Afp Gizi Buruk Ppt

CASE REPORT

ACUTE FLACCID PARALYSIS & GIZI BURUK PADA ANAKPembimbing: dr. Kalis Joko P., SpA Oleh: dr. Nella Christia Ezrawati

IKHTISAR KASUSTanggal masuk : 12 Juni 2012 ( pukul 21.40 WIB )

IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis Kelamin

: An. Made : 6 tahun : Laki-laki

IDENTITAS ORANG TUA PASIEN IBU Nama Umur Pekerjaan AYAH Nama Umur Pekerjaan

: Ny. Nyoman : 30 tahun : Petani

: Tn. Ketut : 35 tahun : Petani

ANAMNESISKU : muntah KT : mual, nafsu makan berkurang, lemas, sulit berjalan, gelisah, demam.

Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang dengan keluhan muntah sejak 1 hari sebelum masuk Rumah Sakit. Muntah sebanyak tujuh kali dalam sehari, satu kali muntah banyaknya kurang lebih sebanyak setengah gelas aqua kecil, darah -, lendir -. Muntah diawali dengan rasa mual. Pasien juga mengeluh nafsu makannya menjadi berkurang dan lemas. Sebelumnya pasien bisa berjalan namun setelah muntah-muntah ini, pasien tiba-tiba sulit berjalan. Selain itu, pasien tampak gelisah dan mengeluh demam yang dirasakan sejak 5 hari sebelum masuk Rumah Sakit. Namun keluarga pasien tidak mengukur berapa suhunya dan hanya mengobatinya dengan kompres. Pasien juga belum memeriksakan diri ke dokter untuk mengatasi keluhannya saat ini. BAB dan BAK pasien baik tidak ada keluhan.

Riwayat Penyakit Dahulu Pasien mengatakan belum pernah mengalami penyakit seperti ini sebelumnya dan riwayat penyakit ISPA sebelum sakit, Asma, Kejang, Alergi obat dan makanan disangkal oleh pasien.

Riwayat Penyakit Keluarga Dalam keluarga pasien belum pernah ada yang mengalami keluhan seperti yang pasien alami sekarang.

RIWAYAT KELAHIRAN Persalinan : spontan pervaginam Bayi lahir cukup bulan ( kehamilan 37 minggu ) BBL : 2500 gram PB : 48 cm Kelainan kongenital :MAKANAN Kualitas dan kuantitas cukup

IMUNISASIIMUNISASIBCG Hepatitis B Polio DPT Campak

An.Made (6 tahun) ( saat lahir, scar + ) ( saat lahir ) ( saat lahir, 2 bulan, 4 bulan ) Kesan : imunisasi tidak lengkap sesuai umur

Penyakit yang pernah diderita Riwayat dirawat

: Gastroenteritis usia 8 bulan, Campak usia 1 tahun. : Disangkal

Psikologi / Perkembangan Mental : Normal

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum

: lemas

Berat BadanPanjang Badan Kesadaran Frekuensi nadi Frekuensi nafas Suhu Kepala

: 13 kg: 104 cm : compos mentis : 96 kali/menit ( isi cukup, reguler, kuat angkat ) : 20 kali/menit ( reguler, adekuat ) : 37,5 derajat celcius : normocephali

Mata

: konjungtiva anemis +, sklera tidak ikterik, mata terlihatcekung +.

Hidung

: bentuk biasa, cavum nasi lapang/lapang, sekret -/-, mukosa hidung tidak hiperemis.

Telinga Mulut

: normotia, serumen -/-, sekret -/: lidah tidak kotor, tonsil T1-T1 tidak hiperemis, faring tidak hiperemis

Leher Thoraks Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi

: kelenjar getah bening tidak teraba membesar : : pergerakan dinding dada simetris kiri kanan : stem fremitus kanan = kiri : sonor kanan = kiri : bunyi jantung I-II normal, murmur -, gallop bunyi nafas dasar vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/-.

Abdomen Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Ekstremitas Kulit

: : perut tampak datar : supel, hepar dan lien tidak teraba membesar : timpani : bising usus + normal : akral hangat, capillary refill < 2 detik : turgor kulit cukup

Pemeriksaan neurologis (13/06/12):

Reflek fisiologis Bisep +/+ Trisep +/+ KPR +/+ APR +/+ Babinsky -/Gordon -/Oppenheim -/Chaddock -/Brudzinski I Brudzinski II -/lasegue -/- > 70 derajat kernig -/-

Reflek patologis

Rangsang meningeal

PEMERIKSAAN PENUNJANGDarah lengkap, Elektrolit, Ureum Creatinin, GDS, Urin Lengkap.

LABORATORIUM ( 12 JUNI 2012 )Pemeriksaan Hemoglobin Hematokrit Leukosit Trombosit Hasil 8,1 gr/dl 26 % 9900 /mm3 491000 /mm3 Nilai Normal 13-18 gr/dl 40-48 % 5-10 ribu/mm3 150-400 ribu/mm3

MCVMCH MCHC Basofil Eosinofil Netrofil batang Netrofil segmen Lymfosit Monosit

6219 30 0 0 2 72 21 5

82-9227-31 pgr 32-37 % 0-1 % 1-3 % 2-4 % 50-70 % 20-40 % 2-8 %

ELEKTROLITElektrolit 13 Juni 2012: Natrium 137 mmol/L Kalium 1,5 mmol/L Kalsium 1,10 mmol/L Elektrolit 15 Juni 2012: Natrium 131 mmol/L Kalium 2,0 mmol/L Kalsium 0,98 mmol/L

LAB

Ureum : 26 mg/dl Creatinin : 0,6 mg/dl GDS: 165 mg/dl

-

Urin lengkap: warna: kuning pH: 7,0 BJ: 1,010 Protein Albumin Reduksi Bilirubin Urobilin Sedimen Eritrosit 0/LPB Sedimen Leukosit 0/LPB

STATUS GIZI ANAK

Status Gizi An.Made (6 tahun)BB TB 100% = 13 100% 17 = 76,47%

~ Gizi Kurang ( perhatikan tanda wasting : baggy pants ).

KURVA WHO

Contoh KasusTian anak laki-laki usia 2 tahun, BB 13 kg, TB 85 cm.

Batas Ukur

BB/U

TB/U

BB/TB

> + 3SD

Obese

Very Tall

Obese

+3 SD sampai +2 SD

Overweight

Tall

Overweight

+2 SD sampai -2 SD

Normal

Normal

Normal

-2 SD sampai -3 SD

Underweight

Stunted

Underweight

70 derajat kernig -/-

DIAGNOSIS Observasi Vomitus dengan Dehidrasi Ringan-Sedang Acute Flaccid Paralysis ( AFP ) Gizi Buruk pada Anak Anemia

PENATALAKSANAANUGD: Pro rawat inap Bed Rest IVFD RL 1650 cc (18 tetes/menit makro ) Diet lunak Medikamentosa Ampicillin 4x 500 mg ( IV ) Paracetamol syrup 3x1 cth ( PO ) Domperidon 3x2,5 jika muntah ganti Ondansetron 3x1mg (IV)

FOLLOW UP

1. Tanggal 13 Juni 2012 Nama Umur : An.Made : 6 tahun

BBPH

: 12,8 kg:2

S O

: mual -, muntah -, lemas +, demam -, nafsu makan masih berkurang. : keadaan umum = lemas Kesadaran = compos mentis Frekuensi nadi = 90 kali / menit Frekuensi nafas = 20 kali / menit

Suhu = 37,0 derajat celciusKepala Mata : normocephali : konjungtiva anemis +, sklera tidak ikterik, mata terlihat cekung +. Hidung : bentuk biasa, cavum nasi lapang/lapang, sekret -/-, mukosa hidung tidak hiperemis. Telinga Mulut : normotia, serumen -/-, sekret -/: lidah tidak kotor, tonsil T1-T1 tidak hiperemis, faring tidak hiperemis Leher Thoraks Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : kelenjar getah bening tidak teraba membesar : : pergerakan dinding dada simetris kiri kanan : stem fremitus kanan = kiri : sonor kanan = kiri : bunyi jantung I-II normal, murmur -, gallop bunyi nafas dasar vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/-. Abdomen :

InspeksiPalpasi Perkusi Auskultasi Ekstremitas Kulit

: perut tampak datar: supel, hepar dan lien tidak teraba membesar : timpani : bising usus + normal : akral hangat, capillary refill < 2 detik : turgor kulit cukup

A

: - Observasi Vomitus dengan Dehidrasi Ringan-Sedang - Acute Flaccid Paralysis ( AFP ) - Gizi Buruk pada Anak - Anemia : Bed Rest IVFD RL 1650 ml, 18 tpm (makro) Ampicillin 4x500 mg (IV) Initial Refeeding Cairan F-75 12x140 ml/pemberian Asam Folat 1x5 mg/hari selanjutnya 1x1 mg/hari (PO) Vitamin A 200000 unit (PO) Bevita 1x1 cth (PO) Ondansetron 3x1 mg (IV) k/p PCT syr 3x1 cth (PO) Cek GDS

P

2. Tanggal 14 Juni 2012 Nama : An.Made Umur : 6 tahun BB : 13 kg PH :3 S O : mual -, muntah -, lemas +, demam -, nafsu makan sudah agak membaik. : keadaan umum = lemas Kesadaran = compos mentis Frekuensi nadi = 94 kali / menit Frekuensi nafas = 22 kali / menit Suhu = 36,8 derajat celcius Kepala : normocephali Mata : konjungtiva anemis +, sklera tidak ikterik, mata terlihat cekung agak berkurang. Hidung : bentuk biasa, cavum nasi lapang/lapang, sekret -/-, mukosa hidung tidak hiperemis. Telinga : normotia, serumen -/-, sekret -/Mulut : lidah tidak kotor, tonsil T1-T1 tidak hiperemis, faring tidak hiperemis Leher : kelenjar getah bening tidak teraba membesar Thoraks : Inspeksi : pergerakan dinding dada simetris kiri kanan Palpasi : stem fremitus kanan = kiri Perkusi : sonor kanan = kiri Auskultasi : bunyi jantung I-II normal, murmur -, gallop bunyi nafas dasar vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/-.

Abdomen Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Ekstremitas

: : perut tampak datar : supel, hepar dan lien tidak teraba membesar : timpani : bising usus + normal : akral hangat, capillary refill < 2 detik

KulitA :

: turgor kulit cukup

- Observasi Vomitus dengan Dehidrasi Ringan-Sedang - Acute Flaccid Paralysis ( AFP ) - Gizi Buruk pada Anak - Anemia P :

Bed Rest IVFD Kaen 3B 14 tpm (makro) Ampicillin 4x500 mg (IV) Initial Refeeding Cairan F-75 12x140 ml/pemberian Asam Folat 1x5 mg/hari selanjutnya 1x1 mg/hari (PO) Bevita 1x1 cth (PO)

Ondansetron 3x1 mg (IV) k/p PCT syr 3x1 cth (PO) AsparK 2x250 mg (PO) ukur BB tiap pagi telanjang mantoux test

3. Tanggal 15 Juni 2012 Nama : An.Made Umur : 6 tahun BB : 13 kg PH :4 S O : mual -, muntah -, lemas +, demam -, nafsu makan membaik, sudah mulai bisa berjalan. : Kesadaran = compos mentis Frekuensi nadi = 92 kali / menit Frekuensi nafas = 20 kali / menit Suhu = 36,9 derajat celcius Kepala : normocephali Mata : konjungtiva anemis +, sklera tidak ikterik, mata terlihat cekung -. Hidung : bentuk biasa, cavum nasi lapang/lapang, sekret -/-, mukosa hidung tidak hiperemis. Telinga : normotia, serumen -/-, sekret -/Mulut : lidah tidak kotor, tonsil T1-T1 tidak hiperemis, faring tidak hiperemis Leher : kelenjar getah bening tidak teraba membesar Thoraks : Inspeksi : pergerakan dinding dada simetris kiri kanan Palpasi : stem fremitus kanan = kiri Perkusi : sonor kanan = kiri Auskultasi : bunyi jantung I-II normal, murmur -, gallop bunyi nafas dasar vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/-.

Abdomen Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Ekstremitas Kulit A

: : perut tampak datar : supel, hepar dan lien tidak teraba membesar : timpani : bising usus + normal : akral hangat, capillary refill < 2 detik : turgor kulit baik

: - Gizi Buruk pada Anak - Acute Flaccid Paralysis ( AFP ) - Anemia

P : Bed Rest IVFD Kaen 3B 14 tpm (makro) Ampicillin 4x500 mg (IV) Initial Refeeding Cairan F-100 8x100 ml/pemberian Asam Folat 1x1 mg/hari (PO) Bevita 1x1 cth (PO) Ondansetron 3x1 mg (IV) k/p PCT syr 3x1 cth (PO) AsparK 2x250 mg (PO) ukur BB tiap pagi telanjang cek elektrolit ulang OAT dari poli DOTS

4. Tanggal 16 Juni 2012

NamaUmur BB PH S O

: An.Made: 6 tahun : 12,8 kg :5 : F-100 tidak dihabiskan, muntah -, mencret -. : Kesadaran = compos mentis Frekuensi nadi = 90 kali / menit Frekuensi nafas = 18 kali / menit Suhu = 36,8 derajat celcius

Kepala Mata Hidung Telinga Mulut Leher

: normocephali : konjungtiva anemis +, sklera tidak ikterik. : bentuk biasa, cavum nasi lapang/lapang, sekret -/-, mukosa hidung tidak hiperemis. : normotia, serumen -/-, sekret -/: lidah tidak kotor, tonsil T1-T1 tidak hiperemis, faring tidak hiperemis : kelenjar getah bening tidak teraba membesar Inspeksi Palpasi : pergerakan dinding dada simetris kiri kanan : stem fremitus kanan = kiri

Thoraks :

PerkusiAuskultasi

: sonor kanan = kiri: bunyi jantung I-II normal, murmur -, gallop bunyi nafas dasar vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/-.

Abdomen Palpasi

: : supel, hepar dan lien tidak teraba membesar

Inspeksi : perut tampak datar Perkusi : timpani Auskultasi : bising usus + normal Ekstremitas : akral hangat, capillary refill < 2 detik

KulitA :

: turgor kulit baik

- Gizi Buruk pada Anak - Acute Flaccid Paralysis ( AFP ) - Hipokalemia - Anemia - Tersangka TB Paru P :

Bed Rest IVFD Kaen 3B 14 tpm (makro) Ampicillin 4x500 mg (IV) Initial Refeeding Cairan F-100 8x100 ml/pemberian Asam Folat 1x1 mg/hari (PO) Bevita 1x1 cth (PO)

Ondansetron 3x1 mg (IV) k/p PCT syr 3x1 cth (PO) AsparK 2x250 mg (PO) ukur BB tiap pagi telanjang OAT 2 tablet/hari (RHZ 75/50/150)

5. Tanggal 17 Juni 2012 Nama : An.Made Umur : 6 tahun BB : 13,2 kg PH :6 S : F-100 cuma 1 bungkus diminum, muntah -, mencret -. O : Kesadaran = compos mentis Frekuensi nadi = 94 kali / menit Frekuensi nafas = 21 kali / menit Suhu = 37,0 derajat celcius Kepala : normocephali Mata : konjungtiva anemis +, sklera tidak ikterik. Hidung : bentuk biasa, cavum nasi lapang/lapang, sekret -/-, mukosa hidung tidak hiperemis. Telinga : normotia, serumen -/-, sekret -/Mulut : lidah tidak kotor, tonsil T1-T1 tidak hiperemis, faring tidak hiperemis Leher : kelenjar getah bening tidak teraba membesar Thoraks : Inspeksi : pergerakan dinding dada simetris kiri kanan Palpasi : stem fremitus kanan = kiri Perkusi : sonor kanan = kiri Auskultasi : bunyi jantung I-II normal, murmur -, gallop bunyi nafas dasar vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/-.

Abdomen Palpasi

: : supel, hepar dan lien tidak teraba membesar

Inspeksi : perut tampak datar Perkusi : timpani Auskultasi : bising usus + normal Ekstremitas : akral hangat, capillary refill < 2 detik

KulitA :

: turgor kulit baik

- Gizi Buruk pada Anak - Acute Flaccid Paralysis ( AFP ) - Hipokalemia - Anemia - Tersangka TB Paru P :

Bed Rest IVFD Kaen 3B 14 tpm (makro) Ampicillin 4x500 mg (IV) Initial Refeeding Cairan F-100 8x100 ml/pemberian Asam Folat 1x1 mg/hari (PO) Bevita 1x1 cth (PO)

Ondansetron 3x1 mg (IV) k/p PCT syr 3x1 cth (PO) AsparK 2x250 mg (PO) ukur BB tiap pagi telanjang OAT 2 tablet/hari (RHZ 75/50/150)

6. Tanggal 18 Juni 2012 Nama Umur BB : An.Made : 6 tahun : 13,2 kg

PHS O :

:7: muntah -, mencret -. Kesadaran = compos mentis Frekuensi nadi = 94 kali / menit Frekuensi nafas = 22 kali / menit Suhu = 36,9 derajat celcius Kepala Mata Hidung Telinga Mulut Leher Thoraks : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : pergerakan dinding dada simetris kiri kanan : stem fremitus kanan = kiri : sonor kanan = kiri : bunyi jantung I-II normal, murmur -, gallop bunyi nafas dasar vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/-. : normocephali : konjungtiva anemis +, sklera tidak ikterik. : bentuk biasa, cavum nasi lapang/lapang, sekret -/-, mukosa hidung tidak hiperemis. : normotia, serumen -/-, sekret -/: lidah tidak kotor, tonsil T1-T1 tidak hiperemis, faring tidak hiperemis : kelenjar getah bening tidak teraba membesar

Abdomen Palpasi

: : supel, hepar dan lien tidak teraba membesar

Inspeksi : perut tampak datar Perkusi : timpani Auskultasi : bising usus + normal Ekstremitas : akral hangat, capillary refill < 2 detik

KulitA :

: turgor kulit baik

- Gizi Buruk pada Anak - Acute Flaccid Paralysis ( AFP ) - Hipokalemia - Anemia - Tersangka TB Paru P :

Bed Rest IVFD Kaen 3B 14 tpm (makro) Ampicillin 4x500 mg (IV) Initial Refeeding Cairan F-100 8x100 ml/pemberian Asam Folat 1x1 mg/hari (PO) Bevita 1x1 cth (PO)

Ondansetron 3x1 mg (IV) k/p PCT syr 3x1 cth (PO) AsparK 2x250 mg (PO) ukur BB tiap pagi telanjang OAT 2 tablet/hari (RHZ 75/50/150)

7. Tanggal 19 Juni 2012 Nama Umur BB : An.Made : 6 tahun : 13,2 kg

PHS O :

:8: muntah -, mencret -.. Kesadaran = compos mentis Frekuensi nadi = 945kali / menit Frekuensi nafas = 20 kali / menit Suhu = 36,9 derajat celcius Kepala Mata Hidung Telinga Mulut Leher Thoraks : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : pergerakan dinding dada simetris kiri kanan : stem fremitus kanan = kiri : sonor kanan = kiri : bunyi jantung I-II normal, murmur -, gallop bunyi nafas dasar vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/-. : normocephali : konjungtiva anemis +, sklera tidak ikterik. : bentuk biasa, cavum nasi lapang/lapang, sekret -/-, mukosa hidung tidak hiperemis. : normotia, serumen -/-, sekret -/: lidah tidak kotor, tonsil T1-T1 tidak hiperemis, faring tidak hiperemis : kelenjar getah bening tidak teraba membesar

Abdomen Palpasi

: : supel, hepar dan lien tidak teraba membesar

Inspeksi : perut tampak datar Perkusi : timpani

Auskultasi : bising usus + normalEkstremitas Kulit A : - Gizi Buruk pada Anak - Acute Flaccid Paralysis ( AFP ) - Hipokalemia - Anemia - Tersangka TB Paru P : : akral hangat, capillary refill < 2 detik : turgor kulit baik

Bed Rest IVFD Kaen 3B 14 tpm (makro) Cotrimoksazole syrup 2x 1 Cth Initial Refeeding Cairan F-100 8x100 ml/pemberian Asam Folat 1x1 mg/hari (PO) Bevita 1x1 cth (PO) Ondansetron 3x1 mg (IV) k/p PCT syr 3x1 cth (PO) AsparK 3x250 mg (PO) ukur BB tiap pagi telanjang OAT 2 tablet/hari (RHZ 75/50/150)

PROGNOSIS : Ad Vitam : Bonam Ad Fungsionam : Bonam Ad Sanationam : Bonam

TINJAUAN PUSTAKA

Acute Flaccid Paralysis- Acute Flaccid Paralysis (AFP) adalah kelumpuhan yang terjadi secara akut yang mengenai final common path, motor end plate, dan otot yaitu pada otot, saraf, neuromuscular junction, medula spinalis dan kornu anterior.

- Istilah flaccid menggambarkan kelumpuhan Lower Motor Neuron (LMN), mengindikasikan tidak adanya tanda gangguan spastisitas seperti gangguan pada susunan saraf pusat traktus motorik lainnya misalnya hiperrefleks, klonus, atau respon ekstensor pada plantar.

Setiap kasus AFP adalah keadaan darurat klinis dan membutuhkan penanganan segera. Dalam setiap kasus, penjelasan rinci tentang gejala klinis harus diperoleh. Gejala tersebut termasuk kelumpuhan, gangguan gaya berjalan, kelemahan atau gangguan koordinasi dari satu atau beberapa alat gerak tubuh.

Kelumpuhan tersebut disertai dengan tandatanda lower motor neuron yaitu: - Hilangnya gerakan voluntar dan reflektorik, sehingga refleks tendon hilang dan refleks patologik tidak muncul. - Tonus otot hilang. - Musnahnya motoneuron beserta akson sehingga kesatuan motorik hilang dan terjadi atrofi otot.

Tanda-tanda AFP harus dievaluasi secara klinis dengan pemeriksaan neurologis lengkap, termasuk penilaian kekuatan dan tonus otot, refleks tendon, fungsi saraf kranial dan fungsi sensoris.

Perlu diperhatikan adanya tanda-tanda meningismus, gangguan sistem saraf pusat (ataxia) atau sistem saraf otonom (fungsi usus dan kandung kemih, sfingter, dan refleks berkemih neurogenik).

DD/ AFP1.-

Lesi pada sel kornu anterior: Poliomielitis Non Polio Enterovirus Poliradikuloneuropati Sindrom Guillan Barre (SGB) Acute Motor Axonal Neuropathy (AMAN) Gangguan Neurologi akibat infeksi HIV/AIDS dan infeksi oportunistik Mielopati akut Acute transverse myelitis (Mielitis Transversa Akut) Mielopati akut akibat kompresi tulang belakang Trauma Trauma akibat suntikan pada otot gluteus Spinal Cord Injury Gangguan kardiovaskuler dan komplikasi operasi Neuropati Perifer Penyakit Neuromuscular Junction Gangguan pada otot Hipokalemia

2.3.

4.

5. 6. 7. 8.

HIPOKALEMIAKadar ion KALIUM yang kurang akan meninggikan kepekaan motor end plate sehingga titik depolarisasi menjadi tinggi dan muatan listrik sukar dilepaskan. Dalam keadaan tersebut serabut otot tidak dapat dikontraksikan otot menjadi lumpuh (paralisis).

Penatalaksanaan:Penatalaksanaan pada umumnya adalah terapi terhadap penyebab kelumpuhan. Oleh karena itu, penegakan diagnosis AFP sangat penting untuk menentukan penanganan yang tepat dan cepat.

Prognosis:Prognosis AFP berdasarkan masing-masing penyebab dan penanganan. Penanganan yang baik akan memberikan prognosis yang baik.

GIZI BURUK

Gizi buruk digambarkan dengan adanya edema pada kedua kaki / berat badan yang buruk adanya resiko ancaman terhadap terjadinya hipoglikemia, hipotermia, infeksi yang serius dan gangguan elektrolit yang buruk.

GAMBARAN DIAGNOSTIK Perbandingan nilai berat terhadap panjang badan ( tinggi badan ) < 70% atau SD -3 Edema pada kedua kaki ( Pitting edema di daerah dorsum kaki ) garis tulang iga sangat jelas terlihat

kwashiorkor

Penilaian awal pada anak dengan kondisi gizi burukANAMNESIS Asupan terbaru yang masuk Makanan yang biasanya dimakan ASI Durasi dan frekuensi terjadinya diare dan mual Tipe diare ( cair / ada darah ) Kehilangan nafsu makan Kondisi keluarga Batuk kronik Kontak dengan penderita TBC Baru kontak dengan penderita campak Diketahui / tersangka infeksi HIV

PENGAMATAN Tanda tanda dehidrasi / syok Telapak tangan yang pucat sekali Tanda tanda pada mata dengan defisiensi vitamin A : Konjungtiva / kornea kering Bercak Bitot Ulserasi kornea

Keratomalasia Melokalisir tanda tanda infeksi Tanda tanda infeksi HIV Demam / hipotermia ( suhu rektal < 35,50C ) Ulkus pada mulut Eksudative disertai infeksi sekunder Perubahan kulit pada kwashiorkor : Hipo atau hiperpigmentasi Deskuamasi Ulserasi

Rencana perawatanTerdiri dari 10 langkah dalam 2 tahap yaitu ; Tahap awal stabilisasi untuk pengaturan pada kondisi medis yang akut. Tahap rehabilitasi yang lama.

KESEIMBANGAN ELEKTROLIT Terjadi def K & Mg, dibutuhkan wkt 2 minggu / lebih utk koreksi. jangan berikan diuretik & Na tinggi Perawatan : beri K ekstra ( 3-4 mmol/Kg per hari ) beri Mg ekstra ( 0,4-0,6 mmol/Kg per hari ) pemberian ekstra K & Mg ini diberikan bersamaan dengan pemberian makanan

saat rehidrasi berikan Na rendah pd cairan rehidrasi makanan tanpa garam

INFEKSI jarang terjadi perawatan : antibiotik spektrum luas vaksin campak jika usia > 6 bln & blm divaksin tunda vaksinasi jika anak dlm keadaan syok.

pilihan antibiotik dengan spektrum luas jika anak terlihat tidak ada komplikasi, berikan kotrimoksasol selama 5 hr jika ada komplikasi : berikan ampisilin ( 50 mg/kg IM/IV tiap 6 jam selama 2 hr ) kemudian amoksisilin oral ( 15 mg/kg tiap 8 jam selama 5 hari ) / ampisilin oral ( 50 mg/kg tiap 6 jam selama 5 hr ) sehingga total pemberian 7 hari gentamisin ( 7,5 mg/kg M/IV ) 1x per hari selama 7 hr

tidak menunjukkan kemajuan dalam 48 jam, berikan kloramfenikol ( 25 mg/kg IM/IV tiap 8 jam ) selama 5 hr curiga adanya meningitis, lakukan pungsi lumbal untuk konfirmasi, kemudian berikan terapi kloramfenikol ( 25 mg/kg tiap 6 jam ) selama 10 hari. kadang memberikan metronidazole ( 7,5 mg/kg tiap 8 jam selama 7 hr ) terapi untuk parasit cacing : bisa diberikan mebendazole ( 100 mg per oral 2 kali per hari ) selama 3 hr.

pemantauan : jika terdapat anoreksia setelah pemberian terapi antibiotik diatas, mk terapi ini tetap lanjutkan sampai 10 hr. periksa apakah ada infeksi baru atau potensial terjadinya resistensi mikroorganisme terapi pemberian vitamin dan suplemen mineral dengan benar.

THANK YOU