Case Kecil Katarak Imature

download Case Kecil Katarak Imature

of 23

  • date post

    15-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    19
  • download

    2

Embed Size (px)

description

mata

Transcript of Case Kecil Katarak Imature

FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA(UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA)Jl. Terusan Arjuna No.6 Kebon Jeruk Jakarta Barat

KEPANITERAAN KLINIKUJIAN ILMU PENYAKIT MATAFAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDARS MARDI RAHAYU, KUDUS, JAWA TENGAH

Nama :

Tandatangan

............................................

Dr Penguji : Dr Rosalia S.W. Sp.M

.............................................

I. IDENTITAS PASIEN

Nama: Ny. KUmur: 38 tahunAlamat : klaling RT 03 RW 03Agama: IslamPekerjaan: PetaniPendidikan : SDTanggal pemeriksaan: 07 Februari 2013Pemeriksa: HenriModerator: Dr Rosalia S.W. Sp.M

II. PEMERIKSAAN SUBJEKTIFAuto anamnesis tanggal: 7 februari 2013, jam 12.10

Keluhan utamaMata sebelah kiri kabur saat melihat beberapa bulan SMRS

Riwayat penyakit sekarangPasien datang ke poli mata di RS Mardi Rahayu dengan keluhan mata sebelah kiri menjadi kabur saat melihat dan semakin memburuk terutama pada saat sore menjelang malam sekitar pukul enam sore, padahal sebelumnya pasien tidak ada masalah dengan pandangan melihatnya. Pasien juga mengeluhkan pada mata sebelah kiri terasa nyeri, panas dan sesekali mengeluarkan air mata yang lebih hebat di bandingkan dengan mata sebelah kanan.Mata merah dan gatal disangkal oleh pasien, riwayat trauma mata juga disangkal oleh pasien. Pasien menyangkal adanya orang disekitarnya yang menderita sakit mata seperti dia.

Riwayat Penyakit DahuluPasien menyangkal memiliki darah tinggi, kencing manis, asma, dan alergi. Pasien tidak pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya.

Riwayat Penyakit KeluargaDi keluarga tidak ada riwayat hipertensi dan diabetes melitus. Tidak ada keluarga yang memiliki penyakit yang sama dengan pasien.

Riwayat Sosial EkonomiPasien mengaku bekerja sebagai petani. Pasien membayar biaya rumah sakit dengan biaya sendiri.

III. PEMERIKSAAN FISIKStatus GaneralisKeadaan Umum: Tampak sakit ringanTanda VitalTekanan darah: 110/70 mmHgNadi: 74x/menitRespiration rate: 20x/menitSuhu: Tidak dilakukamKepala: Normocepali, rambut hitam, distribusi merataThoraks, Jantung: BJ I-II regular, murni, gallop (-), murmur (-)Paru: SN vesikuler, wheezing (-), ronki (-)Abdomen: Supel, nyeri tekan (-), bising usus (+) normal.Ekstremitas: Akral hangat, udem -/-

STATUS OPHTHALMOLOGIS

OSOD

1Keterangan : 1 = kekeruhan

ODPEMERIKSAANOS

20/50Visus4/60

Tidak dikoreksiKoreksiTidak dikoreksi

Baik Proyeksi sinarBaik

Baik Proyeksi warnaBaik

Gerak bola mata normal.Enopthalmus (-)Exopthalmus (-)Strabismus (-)Bulbus OculiGerak bola mata normal.Enopthalmus (-)Exopthalmus (-)Strabismus (-)

Nyeri tekan (-)Edema (-)Hiperemis (-)Blefarospasme (-)Lagopthalmus (-)Ektropin (-)Entropion (-)

PalpebraNyeri tekan (-)Edema (-)Hiperemis (-)Blefarospasme (-)Lagopthalmus (-)Ektropin (-)Entropion (-)

Edem (-) Injeksi konjungtiva (-) Injeksi siliar (-) Infiltrat (-)Kemosis (-)Sekret serous (-)

ConjuctivaEdem (-) Injeksi konjungtiva (-) Injeksi siliar (-) Infiltrat (-)Kemosis (-)Sekret serous (-)

Sekret (-)Perdarahan subkonjungtiva (-)Pterigium (-)Pinguekula (-)Nevus Pingmentosa (-)Kista Dermoid (-)

Conjuctiva bulbiSekret (-)Perdarahan subkonjungtiva (-)Pterigium (-)Pinguekula (-)Nevus Pingmentosa (-)Kista Dermoid (-)

Normal, warna putihScleraNormal, warna putih

Bulat dengan pinggiran keruhEdem (-) Infiltrat (-) Sikatrik (-)KorneaBulat dengan pinggiran keruhEdem (-)Infiltrat (-)Sikatrik (-)

dangkalHipopion (-)Hifema (-)Camera Oculi AnteriorDangkalHipopion (-)Hifema (-)

Kripta (-)Warna coklat Edema (-)Sinekia (-)Atrofi (-)

IrisKripta (-)Warna coklat Edema (-)Sinekia (-)Atrofi (-)

RegulerLetak sentralDiameter 3 mmRefleks pupil L/TL : (+/+)

PupilRegulerLetak sentralDiameter 3 mmRefleks pupil L/TL : (+/+)

Keruh positiveLensaShadow testKeruhpositive

Positif suramFundus RefleksPositif suram

C/D ratio 0,3. Eksudasi - , arteri : vena = 2:3, perdarahan - , neovaskularisasi - , eksudasi -RetinaC/D ratio 0,3. Eksudasi - , arteri : vena = 2:3, perdarahan - , neovaskularisasi - , eksudasi -

Tidak dilakukanTekanan Intra OkulerTidak dilakukan

NormalSistem LakrimasiNormal

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANGTidak ada

V. RESUMESubjektifPasien perempuan berusia 38 tahun datang ke poli mata di RS Mardi Rahayu dengan keluhan mata sebelah kanan dan kiri menjadi kabur saat melihat dan semakin memburuk terutama pada saat sore menjelang malam sekitar pukul enam sore, padahal sebelumnya pasien tidak ada masalah dengan pandangan melihatnya. Pasien juga mengeluhkan pada mata sebelah kiri terasa nyeri, panas dan sesekali mengeluarkan air mata yang lebih hebat di bandingkan dengan mata sebelah kanan.Mata merah dan gatal disangkal oleh pasien, riwayat trauma mata juga disangkal oleh pasien. Pasien menyangkal adanya orang disekitarnya yang menderita sakit mata seperti dia.Pasien menyangkal memiliki darah tinggi, kencing manis, asma, dan alergi. Pasien tidak pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya.

Objektif Pada pemeriksaan fisik generalis didapatkan semua dalam batas normal Pada pemeriksaan ophthalmologi didapati :

ODPEMERIKSAANOS

20/50Visus4/60

BaikProyeksi sinarBaik

BaikProyeksi warnaBaik

Bulat dengan pinggiran keruhEdem (-) Infiltrat (-) Sikatrik (-)KorneaBulat dengan pinggiran keruhEdem (-)Infiltrat (-)Sikatrik (-)

dangkalHipopion (-)Hifema (-)Camera Oculi AnteriorDangkalHipopion (-)Hifema (-)

Keruh positiveLensaShadow testKeruhpositive

Positif suramFundus RefleksPositif suram

OD : S -0,5C -0,75X 112OS : S -1,75C -2,50X 51

Tidak dilakukan pemeriksaan penunjang

VI. DIAGNOSIS BANDING Katarak sinilis stadium insipien Katarak sinilis stadium mature

VII. DIAGNOSIS KERJA

ODS katarak sinilis imatureDasar Diagnosis: Anamnesis: mata sebelah kiri menjadi kabur saat melihat dan semakin memburuk terutama pada saat sore menjelang malam sekitar pukul enam sore Pasien juga mengeluhkan pada mata sebelah kiri terasa nyeri, panas dan sesekali mengeluarkan air mata. Pemeriksaan status ophtalmikusOD: Visus: 20/50 Kamera oculi anterior dangkal Lensa keruh Fundus refleks positive suramOS Visus: 4/60 Kamera oculi anterior dangkal Lensa keruh dengan shadow test positive Fundus refleks positive suram

VIII. PENATALAKSANAANMedika Mentosa Asam mefenamat 500 mg tab 2 x 1 Gentamisin 4x tetes/hari, 2 tetes ODS

IX. PROGNOSIS OD OS Ad FunctionamAd bonam Ad bonam Ad SanationamAd bonam Ad bonamAd Cosmetikum Ad bonam Ad bonamAd VitamAd bonam Ad bonam

X. USULa. Ukur TIOb. USG matac. Dilakukan tindakan operasi katarak

XI. SARAN Menggunakan obat yang benar dan teratur Senantiasa menjaga kebersihan mata

TINJAUAN PUSTAKA

A. DefinisiKatarak berasal dari yunani Katarrhakies, inggris cataract, dan latin cataracta yang berarti air terjun. Dalam bahasa Indonesia disebut bular dimana pengelihatan seperti tertutup air terjun akibat lensa yang keruh. Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa terjadi akibat kedua-keduanya. B. Etiologi Katarak umumnya merupakan penyakit pada usia lanjut, akan tetapi dapat juga akibat kelainan congenital, atau penyulit penyakit mata local menahun. Bermacam-macam penyakit mata dapat mengakibatkan katarak seperti glaucoma, ablasi, uveitis, dan retinitis pigmentosa. Katarak dapat berhubungan dengan proses penyakit intraocular lainnya. Katarak dapat disebabkan oleh bahan toksisk khusus (kimia dan fisik). Keracunan beberapa jenis obat dapat menimbulkan katarak, seperti ; eserin (0,25%-0,5%), kortikosteroid, ergot, dan asetilkolinesterase topical. Kelainan sistemik atau metabolic yang dapat menimbulkan katarak adalah diabetes militus, galaktosemia, dan distrofi miotonik. Katarak dapat ditemukan dalam keadaan tanpa adanya kelainan mata atau sistemik (katarak senile, juvenile, dan herediter) atau kelainan congenital mata. Katarak dapat disebabkan oleh berbagai factor seperti : fisik, kimia, penyakit predisposisi, genetic dan gangguan perkembangan, infeksi virus dimasa pertumbuhan janin, dan usia. C. Klasifikasi katarak menurut usia :KATARAK DEVELOPMENTAL Katarak KongenitalKatarak kongenital adalah katarak yang ditemukan pada bayi ketika lahir (atau beberapa saat kemudian) dan berkembang pada tahun pertama dalam hidupnya. Katarak kongenital bisa merupakan penyakit keturunan (diwariskan secara autosomal dominan) atau bisa disebabkan oleh infeksi kongenital, seperti campak Jerman, berhubungan dengan penyakit anabolik, seperti galaktosemia. Katarak kongenital dianggap sering ditemukan pada bayi yang dilahirkan oleh ibu-ibu yang menderita penyakit misalnya Diabetes Melitus. Jenis katarak ini jarang sering terjadi. Faktor risiko terjadinya katarak kongenital adalah penyakit metabolik yang diturunkan, riwayat katarak dalam keluarga, infeksi virus pada ibu ketika bayi masih dalam kandungan. Kekeruhan pada katarak kongenital dijumpai dalam berbagai bentuk, antara lain :a.Katarak Hialoidea yang persistenArteri hialoidea merupakan cabang dari arteri retina sentral yang memberi makan pada lensa. Pada usia 6 bulan dalam kandungan, arteri hialoidea mulai diserap sehingga pada keadaan normal, padawaktu bayi lahir sudah tidak nampak lagi. Kadang-kadang penyerapan tidak berlangsung sempurna,sehingga masih tertinggal sebagai bercak putih dibelakang lensa, berbentuk ekor yang dimulai diposterior lensa. Gangguan terhada visus tidak begitu banyak. Visus biasanya 5/5, kekeruhannyastatisioner, sehingga tidak memerlukan tindakan.b. Katarak Polaris AnteriorBerbentuk piramid