Cardiac Sudden Death

download Cardiac Sudden Death

of 35

  • date post

    27-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    171
  • download

    13

Embed Size (px)

description

Cardiac Sudden Death

Transcript of Cardiac Sudden Death

BAB IPENDAHULUAN

1.1. Latar BelakangKasus kematian yang mendadak sering terjadi dan dapat ditemukan dalam segala macam kondisi.1 Kematian mendadak dapat terjadi pada saat orang sedang olah raga atau sedang beristirahat sehabis olah raga, dapat terjadi saat sedang berpidato, rapat, diskusi, saat menonton televisi, dapat pula saat sedang santai dan bergembira bersama keluarga. Mati mendadak sendiri sebenarnya adalah tidak selalu merupakan proses yang mendadak, bahkan sebenarnya mati mendadak adalah suatu proses akhir dari suatu penyakit yang sudah dimiliki oleh korban mati mendadak.2Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Gonzales (1954) terhadap 2030 kasus kematian mendadak yang diautopsi, ditemukan penyebab kematian mendadak adalah kelainan jantung dan aorta (44,9%), kelainan sistem respirasi (23,1%), kelainan sistem saraf (17,9%), kelainan saluran pencernaan (6,5%), kelainan saluran kemih (1%), dan kelainan saluran genitalia (1,3%). Kematian akibat penyakit jantung menduduki persentase tertinggi dari semua penyebab kematian mendadak yang disebabkan penyakit.3 Penentuan sebab kematian menjadi penting terkait dengan kepentingan hukum, perubahan status almarhum dan keluarganya, serta hak dan kewajiban yang timbul dari meninggalnya orang tersebut. Autopsi sebagai suatu jalan penentuan sebab kematian merupakan pilihan solusi saat berhadapan dengan suatu kematian mendadak.4Penyakit jantung dan pembuluh darah secara umum menyerang laki-laki lebih sering dibanding perempuan dengan perbandingan 7 :1 (perempuan usia sebelum menopause), dan menjadi 1 : 1 (perempuan usia setelah menopause).4 Banyak faktor yang berkembang diduga ikut berpengaruh dalam meningkatnya kasus mati mendadak yang disebabkan sakit jantung. Salah satunya adalah perkembangan ekonomi yang semakin baik membuat konsumsi makan berubah. Kebiasaan makan makanan berserat menjadi berkurang dan diganti dengan makan makanan berprotein tinggi dan berlemak. Perubahan tersebut berdampak dengan terjadinya peningkatan penyakit pada pembuluh darah yaitu atherosklerosis atau penyempitan pembuluh darah.2 Di Indonesia, seperti yang dilaporkan Badan Litbang Departemen Kesehatan RI, persentase kematian akibat penyakit ini meningkat dari 5,9% pada tahun 1975 menjadi 9,1% pada tahun 1981, 16,0% pada tahun 1986, dan 19,0% pada tahun 1995.1Dari uraian di atas, penulis ingin membahas tentang kematian mendadak dan penyebabnya, terutama kematian mendadak yang disebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah

1.2. Rumusan Masalah1. Apa saja penyebab dari cardiac sudden death dan bagaimana patofisiologinya?2. Bagaimanakah temuan post mortem pada kasus cardiac sudden death?1.3. Tujuan1.3.1. Tujuan UmumTujuan referat ini adalah untuk mengetahui tentang kematian mendadak dan penyebabnya.1.3.2. Tujuan Khusus1. Mengetahui penyebab dan patofisiologi dari cardiac sudden death.2. Mengetahui temuan post mortem dari cardiac sudden death.

1.4. Manfaat1. Bagi Pengelola Kesehatan Menambah masukan tentang penyebab utama mati mendadak. 2. Bagi penulis Menambah wawasan pengetahuan dan kesempatan penerapan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. 3. Bagi pendidikan Sebagai bahan bacaan/kepustakaan dan bahan penelitian selanjutnya di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

34

33

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1. Sudden Death2.1.1. DefinisiMenurut WHO, kematian mendadak adalah kematian yang terjadi pada 24 jam sejak gejala-gejala timbul. Pada kasus-kasus forensik, sebagian besar kematian terjadi dalam hitungan menit atau bahkan detik sejak gejala pertama timbul. Kematian mendadak tidak selalu tidak diduga, dan kematian yang tak diduga tidak selalu terjadi mendadak, namun amat sering keduanya ada bersamaan pada suatu kasus.4Terminologi kematian mendadak dibatasi pada suatu kematian alamiah yang terjadi tanpa diduga dan terjadi secara mendadak, sama artinya dengan terminologi kematian mendadak dengansudden natural unexpected death. Kematian alamiah di sini berarti kematian hanya disebabkan oleh penyakit bukan aibat trauma atau racun .4Simpson (1985) dalam bukunya Forensic Medicine menulis dua alternatif definisi, yaitu:1. Sudden death adalah kematian yang tidak terduga, non traumatis, non self inflicted fatality, yang terjadi dalam 24 jam sejak onset gejala.2. Definisi yang lebih tegas adalah kematian yang terjadi dalam satu jam sejak timbulnya gejala.Definisi Simpson tersebut menyebutkan suatu keadaan yang tidak diperkirakan sebelumnya. Suatu kematian yang tidak diperkirakan sebelumnya, tentu tidak akan menjadi masalah dan tidak menimbulkan kecurigaan, karena sudah diketahui akan menyebabkan kematian yang cepat. Misalnya, orang yang dihukum gantung atau orang yang sedang dalam keadaan sakaratul maut. Simpson juga menyebutkan adanya syarat bahwa gejala yang ada sebelumnya tidak nyata atau gejala yang ada hanya dalam waktu pendek.5Dari uraian tersebut maka mati mendadak mengandung pengertian kematian yang tidak terduga, tidak ada unsur trauma dan keracunan, tidak ada tindakan yang dilakukan sendiri yang dapat menyebabkan kematian dan kematian tersebut disebabkan oleh penyakit dengan gejala yang tidak jelas atau gejalanya muncul dalam waktu yang mendadak kemudian korban mati.

2.1.2. Angka KejadianKematian mendadak terjadi empat kali lebih sering pada laki-laki dibandingkan pada perempuan. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Gonzales (1954) terhadap 2030 kasus kematian mendadak yang diautopsi, ditemukan penyebab kematian mendadak adalah kelainan jantung dan aorta (44,9%), kelainan sistem respirasi (23,1%), kelainan sistem saraf (17,9%), kelainan saluran pencernaan (6,5%), kelainan saluran kemih (1%), dan kelainan saluran genitalia (1,3%).3 Penyakit jantung dan pembuluh darah menduduki urutan pertama sebagai penyebab kematian mendadak, dan kecenderungan terjadinya serupa dengan kejadian kematian mendadak dimana lebih sering terjadi pada laki-laki. Penyakit jantung dan pembuluh darah secara umum menyerang laki-laki lebih sering dibanding perempuan dengan perbandingan 7 :1 sebelum menopause, dan menjadi 1 : 1 setelah perempuan menopause. Di Indonesia, seperti yang dilaporkan Badan Litbang Departemen Kesehatan RI, persentase kematian akibat penyakit ini meningkat dari 5,9% (1975) menjadi 9,1% (1981), 16,0% (1986) dan 19,0% (1995).4Pada penelitian di Jerman tahun 1999 dimana dilakukan otopsi pada 113 atlet yang meninggal mendadak didapatkan hasil bahwa 80 atlet meninggal karena penyakit kardiovaskular dan 33 sisanya meninggal karena cedera olahraga. Penyakit kardiovaskular yang dimaksud adalah penyakit jantung koroner (80,4% pada atlet berumur lebih dari 35 tahun dan 36,1% pada atlet berumur kurang dari 35 tahun).6

2.1.3. Etiologi Dan PatofisiologiPenyebab mati mendadak dapat diklasifikasikan menurut sistem tubuh, yaitu sistem susunan saraf pusat, sistem kardiovaskular, sistem pernapasan, sistem gastrointestinal, sistem haemopoietik dan sistem endokrin. Dari sistem-sistem tersebut, yang paling banyak menjadi penyebab kematian adalah sistem kardiovaskular, dalam hal ini penyakit jantung.7a. Sistem KardiovaskularJika menggunakan definisi mati mendadak yang terjadi 24 jam setelah timbulnya gejala, maka penyakit jantung merupakan 60% dari keseluruhan penyebab mati mendadak. Namun jika menggunakan definisi mati mendadak yang terjadi satu jam setelah mulai timbulnya gejala, maka penyakit jantung merupakan 91% penyebab dari keseluruhan kasus.5Lebih dari 50% penyakit kardiovaskular adalah penyakit jantung iskemik akibat sklerosis koroner. Penyebab terbanyak berikutnya adalah miokarditis, kelainan katup, refleks viserovagal, hipersensitivitas karotid, sinkope vasovagal, ketidakseimbangan asam basa dan elektrolit.8Penyakit jantung iskemik merupakan penyebab paling banyak kematian mendadak. Penyempitan dan oklusi koroner oleh atheroma adalah yang paling sering ditemukan. Terjadinya sklerosis koroner dipengaruhi oleh faktor-faktor makanan (berlemak), kebiasaan merokok, genetik, usia, jenis kelamin, ras, diabetes mellitus, hipertensi, stress psikis, dan lain-lain. Sklerosis ini sering terjadi pada ramus descenden arteri koronaria sinistra, pada lengkung arteri koronaria dekstra, dan pada ramus sirkumfleksa arteri koronaria sinistra. Lesi tampak sebagai bercak kuning putih (lipidosis) yang mula-mula terdapat di intima, kemudian menyebar keluar lapisan yang lebih dalam. Kadang-kadang dijumpai perdarahan subintima atau ke dalam lumen. Adanya sklerosis dengan lumen menyempit hingga pin point sudah cukup untuk menegakkan diagnosis iskemik, karena pada kenyataannya tidak semua kematian koroner disertai kelainan otot jantung.8Sumbatan pada pembuluh darah koroner merupakan awal dari munculnya berbagai penyakit kardiovaskular yang dapat menyebabkan kematian. Kemungkinan kelanjutan dari sumbatan pembuluh darah koroner adalah :1) Mati mendadak yang dapat terjadi sesaat dengan sumbatan arteri atau setiap saat sesudah terjadi.2) Fibrilasi ventrikel yang disebabkan oleh kerusakan jaringan nodus atau kerusakan sistem konduksi.3) Komplikasi-komplikasi lain.Akibat dari sklerosis dan thrombosis dapat menyebabkan infark miokard. Infark miokard adalah nekrosis jaringan otot jantung akibat insufisiensi aliran darah. Infark miokard gejala klinisnya bervariasi, bahkan kadang tanpa gejala apapun. Sumbatan pada ramus descendent arteria koronaria sinistra dapat menyebabkan infark di daerah septum bilik bagian depan, apeks, dan bagian depan pada dinding bilik kiri. Sedangkan infark pada dinding belakang bilik kiri disebabkan oleh sumbatan bagian arteria koronaria dekstra. Gangguan pada ramus sirkumfleksa arteria koronaria sinistra hanya menyebabkan infark di samping belakang dinding bilik kiri. Suatu infark yang bersifat dini akan bermanifestasi sebagai daerah yang berwarna gelap atau hemoragik. Sedangkan infark yang lama tampak berwarna kuning padat.2Kematian dapat terjadi dalam beberapa jam awal atau hari setelah infark dan penyebab segeranya adalah fibrilasi ventr