Buku Tak Sekedar Merah

download Buku Tak Sekedar Merah

of 92

  • date post

    30-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.371
  • download

    459

Embed Size (px)

description

IMM UGM's reflection

Transcript of Buku Tak Sekedar Merah

  • MIM Indigenous School |Tak Sekedar Merah

    ~ 1 ~

    Tak Sekedar Merah MIM Indigenous School 2013 Diterbitkan oleh MIM Indigenous School Layout dan Penata Letak cm Gambar Sampul www.cdn-dailypainters-com Kerjasama

    Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

    AR. Fakhruddin Kota Yogyakarta

  • MIM Indigenous School |Tak Sekedar Merah

    ~ 2 ~

    Saya melihat, dalam Muhammadiyah telah banyak orang yang larut untuk beramal shaleh dan menggunakan Muhammadiyah sebagai media beramal. Tetapi, ada satu hal yang tidak lazim ditemukan di Muhammadiyah yakni Muhammadiyah sebagai rumah intelektual (Moeslim Abdurrahman )

  • MIM Indigenous School |Tak Sekedar Merah

    ~ 3 ~

    CATATAN AWAL

    Tahun 1964 puncak kaum muda Muhammadiyah bergejolak untuk melahirkan organisasi otonom yang bernama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Tidak hanya ditubuh kaum muda Muhammadiyah, melainkan juga secara kolektif kaum muda negeri ini. Pergulatan pada masa orde lama mengamanahkan bagaimana IMM harus dilahirkansebagai kehendak sejarah.

    Saat ini, IMM sudah menginjak usia 49 tahun atau menjelang setengah abad. Perjalanan yang tidak sebentar bagi sebuah organisasi gerakan mahasiswa dan ortom Muhammadiyah. Inilah dilema gerakan IMM yang berdiri diatas dua kaki yakni sebagai gerakan mahasiswa islam dan ortom Muhammadiyah hingga kadang tidak pernah selesai dengan urusan dirinya sendiri.

    Setelah IMM bangkit kembali dari kevakuman kepemimpinan pusat yang ditandai dengan diangkatnya Immawan Wahyudi oleh PP Muhammadiyah, perlahan IMM seperti mempunyai nafas baru dengan hadirnya karya-karya intelektual berbasis struktural. Namun, seperti ingin kembali mengulang masa kelam. Saat ini, IMM kembali mengalami kekisruhan struktural di tingkat pusat yang menyebabkan kegamangan gerakan dan ragam pertanyaan yang terus memburu, baik ditingkat pimpinan, kader hingga dunia jejaring sosial.

    Ditengah sebagian rasa pesimis yang melanda kader IMM belakangan ini. Makin maraknya kalangan yang ingin menumpang hidup di Muhammadiyah. Ataupun adanya upaya ingin memanfaatkan jaringan massa Muhammadiyah dan IMM untuk suksesi pemilu 2014. Maka, dibutuhkan sekumpulan orang yang keluar dari geladak Muhammadiyah untuk selanjutnya bergerilya menopang, membersihkan dan

  • MIM Indigenous School |Tak Sekedar Merah

    ~ 4 ~

    membangun Muhammadiyah diluar komandodan itu hanya bisa dilakukan oleh gerakan kaum muda.

    Ya! IMM sebagai bagian kaum muda Muhammadiyah, harus mengambil peran aktif untuk keberlangsungan masa depan persyarikatan diabad kedua. Hal yang paling rasional bagi IMM saat ini adalah peningkatan kapasitas intelektual dan kemapanan ekonomi, hingga dikemudian hari kader IMM bukan hanya sekumpulan orang yang menggantungkan kebutuhan hidupnya terhadap Muhammadiyah. Cukuplah sirine Anies Baswedan yang memprediksi bahwa kedepan kepemimpinan nasional tidak lagi akan dipimpin oleh kaum aktivis, melainkan oleh kaum entrepreuner (wirausahawan). Tidak semua kader IMM akan dicetak sebagai sebagai pemimpin nasional, persyariatan atau bahkan para politikus. Sebab dilain tempat, ada yang ruang dimana kaum mustadhafin membutuhkan pembelaan dan harapan untuk membangun mimpinyadisinilah cara kita ber-Muhammadiyah akan terasa cukup berbeda.

    Buku ini merupakan kumpulan tulisan kader IMM AR. Fakhruddin Kota Yogyakarta melalui MIM Indegenous School. Tulisan yang berisi tentang harapan, proses dan kegelisahan mengenai IMM jelang setengah abad. Karenanya, kami menyebut buku ini sebagai pengakuan dan persaksian bahwa IMM tidak pernah kebal kritik dan protes. Lewat cara ini kami ingin menyampaikan kepada seluruh kader IMM, bahwa peringatan ritus kelahiran bukan hanya diperingati dengan cara euphoria, melainkan dengan cara bersikap reflektif dan kredo berfikir.

    Barangkali, buku ini masih jauh dari sempurna. Namun, setidaknya para penulis dalam buku ini, berani membuktikan sejarah perjalanan proses mereka dalam ber-IMMdengan cara menulis sejarah mereka sendiri. Sehebat apapun manusia jika tak memahat sejarahnya sendiri, maka ia akan

  • MIM Indigenous School |Tak Sekedar Merah

    ~ 5 ~

    terlempar dari kubangan sejarahnya sendiri; termasuk kita dalam ber-IMM. Semoga buku ini bermanfaat bagi semuanya.

    Selamat Milad IMM ke-49 tahun

    MIM Indigenous School

  • MIM Indigenous School |Tak Sekedar Merah

    ~ 6 ~

    DAFTAR ISI

    Catatan Awal (3) Daftar Isi (6)

    Refleksi Perjuangan, Langkah Awal Internalisasi Gen Pemikiran | Halim Sedyo Prasojo (8)

    Kader Butuh Berkarya | Hendri Suseno (15) Membaca Arus Gerakan Pemikiran IMM | Makhrus Ahmadi

    (18) Mengenal dan Memperbaharui Alam Pikiran Muhammadiyah

    Melalui IMM | Rijal Ramdhani (27) Gerakan 21 IMM PTM Menuju Kemandirian | Ahmad Janan

    Febrianto (34) Instruktur Sebagai Laboratorium Perkaderan Ikatan,

    Mungkinkah? | Ahmad Janan Febrianto (37) Surat Kepada Kawan | Cehar Mirza (48)

    Bukan Hanya Justifikasi | Khoirul Anam (51) No Title | Nailul Fauziah (54)

    101 Bingkisan IMM | IMMawan Apri Tri Nugroho (57) Sekbid IMMawati? Kok Bisa? | Immawan Ayub (67)

    Dilema Instruktur IMM | Husnuzzhan (73) Kala Aku Mengenalmu | Rizqi Nurjannah (79)

    Ikatan dan Sepak Bola | Rohmad Komaruddin (84) Catatan Akhir (92)

  • MIM Indigenous School |Tak Sekedar Merah

    ~ 7 ~

    Me.mo.ar/memoar/ n 1 Kenangan-kenangan sejarah atau catatan peristiwa lampau menyerupai autobiografi yang

    ditulis dengan menekankan pendapat, kesan dan tanggapan pencerita atas peristiwa yang dialami dan tt tokoh-tokah yang

    berhubungan dengannya; 2 catatan atau rekaman tt pengalaman hidup seseorang

  • MIM Indigenous School |Tak Sekedar Merah

    ~ 8 ~

    REFLEKSI PERJUANGAN, LANGKAH AWAL

    INTERNALISASI GEN PEMIKIRAN1

    Halim Sedyo Prasojo Mantan Ketua Umum PK IMM FE UMY | Mantan Ketua

    Umum PC. IMM A.R. Fakhruddin Kota Yogyakarta periode 2008-2009 | Mantan Sekbid Bidang Ekonomi dan

    Kewirausahaan DPD IMM DIY 2010-2012

    Seorang Intelektual bagaikan direktur film. Ia harus mengetahui, memahami, dan mengenal baik masyarakatnya.

    Apa yang ia katakan ada sangkut-pautnya dengan massa masyarakat dengan demikian tanggung jawab pokok cendekiawan adalah membangkitkan dan membangun

    masyarakat. Bila masyarakat dibangunkan secara benar, dia akan dapat melahirkan pahlawan-pahlawan yang cukup

    tangguh untuk memerintah dan membimbing masyarakat. ( Ali Syariati )

    Bahwasanya umat Islam diajak untuk tunduk kepada Allah SWT. dan didorong untuk memberontak melawan

    penindasan, ketidak-adilan, kebodohan, serta ketiadaan persamaan (ketimpangan).

    ( Ali Syariati )

    Assalamualaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh

    Segala puji hanya bagi Allah SWT. Tuhan Semesta Alam yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yang Menguasai hari Pembalasan. Dengan tidak bosan-bosannya kita selalu

    1 Tulisan ini diambil dari Pidato Iftitah Musyawarah Cabang VI-PC IMM AR. Fakhruddin Kota Yogyakarta Periode 2008/2009. Yogyakarta, 5-7 Agustus 2009

  • MIM Indigenous School |Tak Sekedar Merah

    ~ 9 ~

    mengucapkan rasa syukur kehadirat-Nya yang telah senantiasa memberikan kenikmatan kepada kita berupa keimanan dan keislaman, sehingga kita masih mepunyai spirit nafas perjuangan hingga detik ini untuk Ikatan yang tercinta ini. Tak lupa, sholawat serta salam tetap kita haturkan kepada the best idol kita sang Revolusioner sejati baginda Rasulullah Muhammad SAW. Beliaulah contoh teladan terbaik kita yang patut kita teladani. Setelah beliau mendapat anugerah wahyu pertama dari Allah SWT. Di gua Hiro, beliau langsung terjun kedalam realitas sosial yang ada pada waktu itu karena beliau mengemban misi kenabian yang biasa kita kenal sebagai misi profetik.

    Islam berarti sebagai ketundukan kepada prinsip-prinsip kebenaran, kesetaraan sosial, dan prinsip-prinsip lain yang melandasi berdirinya suatu komunitas yang bebas dan setara. Islam bukanlah ide baku atau suatu sistem ritual-ritual, upacara-upacara dan lembaga-lembaga yang kaku, melainkan suatu prinsip progresif yang menghapuskan tatanan-tatanan yang lama. Musa menghapus tatanan sosial yang dibangun Ibrahim. Isa mencabut tatanan ekonomi Musa. Muhammad SAW menghapus lembaga-lembaga sosial dan ekonomi yang dibangun oleh nabi-nabi sebelumnya. Tetapi semuanya saling menegaskan kebenaran satu sama lain. Kebenarannya adalah bahwa semua manusia adalah setara. Mereka harus jujur, berkata benar, dan berjuang melawan kekuatan-kekuatan jahat, diskriminasi, penindasan, dan kepalsuan. Lembaga-lembaganya boleh berubah, adat-istiadatnya juga boleh bervariasi, tetapi kebenaran, kesetaraan dan persaudaraan tetap tinggal sebagai prinsip-prinsip masyarakat yang bebas, adil, dan egaliter.

    Sebagai organisasi gerakan mahasiswa yang selalu dituntut untuk pro-aktif terhadap kondisi bangsa, maka Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sudah sepantasnya menjadi

  • MIM Indigenous School |Tak Sekedar Merah

    ~ 10 ~

    garda terdepan dalam mengawal sebuah pemerintahan yang ada. Fungsi sebagai agent of control merupakan tugas yang memang sudah diemban sejak lahir oleh sebuah gerakan mahasiswa. IMM cabang Abdul Rozaq Fakhruddin kota Yogyakarta selalu menjaga konsistensi sebagai gerakan mahasiswa yang tidak terkooptasi oleh kepentingan apapun. Artinya gerakan pengontrolan atau perlawanan terhadap sebuah kebijakan pemerintah tidak pernah berdasar atas pesanan kepentingan apapun atau siapapun, namun betul-betul atas kesadaran kita bersama dalam melihat sebuah kondisi riil di masyarakat.

    Merujuk kepada pandangan Ali Syariati bahwa para Intelektual Muslim hanya akan memiliki makna dan fungs