Biotegnologi Vaksin

Click here to load reader

  • date post

    18-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    15
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Vaksin

Transcript of Biotegnologi Vaksin

MAKALAH BIOLOGI

BIOTEKNOLOGI MODERN VAKSIN

Guru Pembimbing :

Asep Saepuloh, s.pd. Bio.

Oleh :

Roro Ratih RahayuSMA NEGERI 01 NGABANG

TAHUN AJARAN 2013/2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.

Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang kami hadapi. Namun kami menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang kami hadapi teratasi. Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak guru bidang studi biologi yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada kami sehingga kami termotivasi dan menyelesaikan tugas ini.

2. Orang tua yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai kesulitan sehingga tugas ini selesai.

Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Ngabang, 27 Maret 2014

Roro Ratih Rahayu

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar BelakangPenerapan bioteknologi sebenarnya telah dilakukan sejak zaman prasejarah, antara lain untuk menghasilkan minuman beralkohol dan mengawetkan daging. Dari minuman beralkohol, anggur mungkin merupakan produk bioteknologi tertua, kemudian disusul bir selanjutnya roti.

Bioteknologi boleh didefinisikan sebagai proses-proses biologi oleh organisme yang dimanfaatkan oleh dan untuk kepentingan manusia. Sebenarnya pengertian bioteknologi sangat luas. Tiap-tiap negara mempunyai definisi masing-masing. Definisi yang seragam sebenarnya penting agar terdapat pandangan yang sama dalam mendiskusikan masalah bioteknologi baik dalam lingkup nasional maupun internasional. Batasan umum yang diusulkan bagi negara anggota organisasi untuk kerja sama dan pengembangan ekonomi (OECD = Organization for Economic Coorporation and Development) adalah bahwa Bioteknologi merupakan penerapan prinsip ilmiah dan rekayasa pengolahan bahan oleh agen biologi, untuk menyediakan barang dan jasaB. Rumusan Masalah1. Bagaimanakah sejarah vaksin ?

2. Apakah definisi vaksin?

3. Apa sajakah bahan-bahan pembuatan vaksin ?

4. Bagaimanakah proses pembuatan vaksin ?

5. Apa sajakah jenis-jenis vaksin yang sering digunakan ?

6. Apakah manfaat vaksin ?

7. Pada usia berapakah vaksin harus diberikan pada anak ?

8. Apakah efek samping dari vaksinasi ?

9. Sampai berapa lamakah perlindungan karena vaksinasi bertahan ?

C. Tujuan1. Untuk mengetahui sejarah vaksin

2. Untuk mengetahui definisi vaksin

3. Untuk mengetahui bahan-bahan pembuatan vaksin

4. Untuk mengetahui proses pembuatan vaksin

5. Untuk mengetahui jenis-jenis vaksin yang sering digunakan.

6. Untuk mengetahui manfaat vaksin

7. Untuk mengetahui berapa kali vaksin harus diberikan pada anak.8. Untuk mengetahui efek samping dari vaksinasi

9. Untuk mengetahui seberapa lama perlindungan vaksinasi bertahan.

BAB II

PEMBAHASANA. Sejarah VaksinVaksin berasal dari bahasa latinvacca (sapi) dan vaccinia (cacar sapi).1. Edward Jenner sedang menyuntikkan vaksin

Dunia sudah selayaknya mengucapkan terima kasih untuk pionir-pionir seperti Jenner dan Pasteur.Mereka telah menemukan vaksin yang mencegah tingginya angka kesakitan dan kematian.Namun demikian, kondisi masih memprihatinkan, bahkan dirasakan tragis, karena menurut laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO), hampir dua juta anak-anak masih menjadi korban penyakit tiap tahun.Menutup tahun-tahun pada abad ke-19 dan memasuki abad ke-20 ditandai dengan munculnya achievements of great vaccine scientist seperti Pasteur. Sejak Jenner vaccinia 200 tahun yang lalu diperkenalkan, sembilan penyakit utama manusia telah dapat dikendalikan dengan penggunaan vaksin: smallpox (1798), rabies (1885), plague (1897), difteri (1923), pertusis (1926), tuberculosis/BCG (1927), tetanus (1927), dan yellow fever (1935). Beberapa vaksin digunakan secara individu di daerah dengan resiko penyakit seperti rabies dan plague, tetapi tidak pernah digunakan secara sistematis dalam skala global.Antara lain pada vaksin BCG pada tanggal 24 April 1927, dokter Albert Calmette dan seorang peneliti bernama Camille Guerin berhasil menemukan vaksin untuk mengobati penyakit TBC, yang dinamakan vaksin bacillus calmette guerin (BCG). 2. Penemu Vaksin Cacar Edward Jenner (1749-1823)Vaksin cacar tidak dapat dipisahkan dari Edward Jenner (1749-1823). Jenner mendengar cerita bahwa jika seorang tertular cacar sapi yang sering terjadi pada pemerah sapi pada waktu itu, maka dia akan menjadi kebal dan terlindung dari penyakit cacar yang pada saat itu masih mewabah. Ia melakukan observasi sistematis dan melakukan eksperimen terhadap seorang anak. Jenner mengambil darah dari vesikel di tangan pemerah susu yang tertular cacar sapi, kemudian menginokulasi cairan tersebut pada dua irisan sepanjang 2,5 inci pada lengan anak tersebut. Enam minggu kemudian ia memvariolasi (memaparkan virus cacar dari penderita cacar ke manusia sehat) ke lengan anak tersebut dan tidak menunjukkan suatu reaksi.Variolasi diulang beberapa bulan kemudian ternyata hasilnya tetap sama. Jenner menyusun tulisan ilmiahnya tentang kekebalan terhadap cacar pada manusia yang pernah tertular cacar sapi.Ia juga melakukan survei nasional yang mendukung teorinya. Sesudah penemuan Jenner diujicoba dan dikonfirmasi banyak ilmuwan lain, vaksinasi cacar mulai meluas di London untuk kemudian menyebar di Inggris, seluruh Eropa, dan dunia.3. Pasteur (1885) memperkenalkan Vaksin Anti Rabies (VAR)Pasteur (1885) memperkenalkan cara penanggulangan penyakit akibat gigitan tersangka rabies dengan menggunakan cara vaksinasi menggunakan vaksin anti rabies (VAR). VAR yang digunakan ini kemudian mengalami perkembangan berupa perbaikan, ini sebagai usaha untuk mendapatkan vaksin yang lebih imunogenik dan lebih aman.Seperti diketahui rabies adalah penyakit menular yang akut dari susunan syaraf pusat yang disebabkan virus RNA dari golongan famili Rhabdoviridae yang terdapat dalam air ludah dari hewan ataupun manusia yang menderita anjing gila.Virus yang bersifat neurotrop ini sebetulnya penyebab penyakit terutama pada hewan, namun dapat menular kepada manusia terutama melalui gigitan hewan.Produksi dan metode pengujian secara esensial relatif tidak pernah berubah dari saat mendapatkan lisensi.Vaksin viral hidup, seperti oral polio vaksin (OPV), masih digunakan diseluruh dunia kecuali di AS.Campak dan vaksin yellow fever tidak pernah berubah dari sejak era 1960.Bahkan, vaksin yang relatif baru, yaitu vaksin recombinant hepatitis B, sudah berumur lebih dari 20 tahun.B. Definisi VaksinVaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami atau liar.Vaksin dapat berupa galur virus atau bakteri yang telah dilemahkan sehingga tidak menimbulkan penyakit. Vaksin dapat juga berupa organisme mati atau hasil-hasil pemurniannya (protein, peptida, partikel serupa virus, dsb.).Vaksin akan mempersiapkan sistem kekebalan manusia atau hewan untuk bertahan terhadap serangan patogen tertentu, terutama bakteri, virus, atau toksin. Vaksin juga bisa membantu sistem kekebalan untuk melawan sel-sel degeneratif (kanker).Pemberian vaksin diberikan untuk merangsang sistem imunologi tubuh untuk membentuk antibodi spesifik sehingga dapat melindungi tubuh dari serangan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.Ada beberapa jenis vaksin. Namun, apa pun jenisnya tujuannya sama, yaitu menstimulasi reaksi kekebalan tanpa menimbulkan penyakit.Ketika seorang individu divaksinasi terhadap penyakit atau infeksi, mengatakan difterinya sistem kekebalan tubuh siap untuk melawan infeksi.Setelah divaksinasi ketika orang terkena bakteri yang menyebabkan tubuh persneling untuk melawan infeksi. Vaksin memanfaatkan kemampuan alami tubuh untuk belajar bagaimana untuk menghilangkan hampir semua penyebab penyakit kuman, atau mikroba, yang menyerang itu.Setelah divaksinasi tubuh "mengingat" bagaimana melindungi diri dari mikroba yang dialami sebelumnya.C. Bahan-Bahan Pembuatan VaksinBerikut bahan-bahan pembuat vaksin :

1. Alumunium, logam ini ditambahkan kepada vaksin dalam bentuk gel atau garam untuk mendorong anti body. Logam ini dikenal sebagai kemungkinan penyebab kejang, penyakit Alzheimer, kerusakan otak, dan dementia (pikun). Menurut pemerhati vaksin Australia bahan ini dapat meracuni darah, syaraf pernafasan, mengganggu sistem imun dan syaraf seumur hidup. Alumunium digunakan pada vaksin DPT dan Hepatitis B.

2. Benzetonium klorida, yaitu bahan pengawet yang belum dievaluasi untuk konsumsi manusia dan banyak digunakan untuk vaksin anthrax.

3. Etilen Glikol, merupakan bahan utama anti beku yang digunakan pada beberapa vaksin yaitu DPT, Polio, Hepatitis B sebagai bahan pengawet.

4. Formaldehida/Formalin, bahan ini menimbulkan kekhawatiran besar karena dipakai sebagai karsinogen (zat pencetus kanker). Bahan ini dikenal sebagai bahan pembalseman.

5. Gelatin, biasanya digunakan pada Vaksin Cacar Air dan MMR.

6. Glutamat, digunakan untuk menstabilkan beberapa vaksin panas, cahaya dan kondisi lingkungan lainnya. Bahan Ini banyak ditemukan pada Vaksin Varicella.

7. Neomicin, antibiotik ini digunakan untuk mencegah pertumbuhan