BIOSINTESIS, SEKRESI DAN MEKANISME KERJA .1 BIOSINTESIS, SEKRESI DAN MEKANISME KERJA HORMON...

download BIOSINTESIS, SEKRESI DAN MEKANISME KERJA  .1 BIOSINTESIS, SEKRESI DAN MEKANISME KERJA HORMON Pendahuluan Hormon diturunkan dari unsur-unsur penting ; hormon peptida

of 26

  • date post

    03-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    230
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of BIOSINTESIS, SEKRESI DAN MEKANISME KERJA .1 BIOSINTESIS, SEKRESI DAN MEKANISME KERJA HORMON...

  • BIOSINTESIS, SEKRESI DAN MEKANISME KERJA

    HORMON

    RUSWANA ANWAR

    SUBBAGIAN FERTILITAS DAN ENDOKRINOLOGI REPRODUKSI

    BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

    FAKULTAS KEDOKTERAN UNPAD

    BANDUNG

    2005

  • 1

    BIOSINTESIS, SEKRESI DAN MEKANISME KERJA HORMON

    Pendahuluan

    Hormon diturunkan dari unsur-unsur penting ; hormon peptida dari protein,

    hormon steroid dari kolesterol, dan hormon tiroid serta katekolamin dari asam

    amino. Hormon-hormon ini bekerjasama dengan sistem saraf pusat sebagai fungsi

    pengatur dalam berbagai kejadian dan metabolisme dalam tubuh. Jika hormon

    sudah berinteraksi dengan reseptor di dalam atau pada sel-sel target, maka

    komunikasi intraseluler dimulai. Untuk itu perlu diketahui mengenai proses

    pengaturan sekresi hormon , pengikatan dengan protein transpor, pengikatan

    dengan reseptor dan kemampuan untuk didegradasi dan dibersihkan agar tidak

    memberikan dampak metabolisme yang berkepanjangan.

    Peptida

    Hormon peptida merupakan protein dengan beragam ukuran. Protein yang

    disintesis disisipkan ke dalam vesikel untuk sekresi, dilipat, dan dapat diproses

    melalui proteolisis atau modifikasi lain. Pelipatan ditentukan oleh rangkaian

    primer protein maupun oleh protein tambahan.

    Untuk sekresi , protein disisipkan ke dalam retikulum endoplasmik, yang

    akhirnya mencapai vesikel sekretorik. Setelah transpor protein kedalam retikulum

    endoplasmik, protein bergerak melalui suatu seri kompartemen khusus , dimodifikasi

    sebelum dilepaskan . Vesikel bergerak ke dan berfusi dengan aparatus Golgi. Vesikel

    ini ditutupi oleh suatu lapisan protein yang memungkinkan untuk berikatan dengan

    membran aparatus Golgi . Vesikel ini kemudian berfusi yang memerlukan hidrolisis

    ATP dan protein lain, termasuk protein pengikat GTP (dan hidrolisis GTF).

    Disampaikan pada pertemuan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi bagian Obstetri dan Ginekologi RSHS/FKUP Bandung, tanggal 22 Juni 2005

  • 2

    Akhirnya, vesikel ke luar dari jaringan trans-Golgi dan diangkut ke permukaan sel,

    berfusi dengan membran untuk menyampaikan isinya ke luar sel. Gerakan dari

    vesikel-vesikel ke permukaan terjadi sepanjang jalur mikrotubulus (1,2)

    Hormon-hormon dilepaskan dari sel sebagai respons terhadap rangsangan

    Sebagian besar sel-sel endokrin (hipofisis, paratiroid, pankreas) menggunakan

    lintasan sekretorik yang diatur; dengan demikian, mereka menyimpan hormon

    peptida dalam granula sekretorik, dan melepaskannya sebagai respons terhadap

    rangsangan. Dengan menyimpan produk ini, sel sekretorik mampu untuk

    melepaskannya dalam periode yang pendek dengan kecepatan melebihi kemampuan

    sintesis sel. Hal ini merupakan kasus pada pulau Langerhans pankreas, kelenjar para-

    tiroid, dan kelenjar hipofisis. Namun, hati, yang melepaskan angiotensin, dan

    plasenta, yang melepaskan CG dan laktogen plasenta (korionik somatomamatropin),

    hanya menggunakan lintasan tetap. Vesikel dari dua lintasan ini berbeda; dari

    lintasan yang diatur terkemas dengan protein sekretorik hingga konsentrasi sangat

    tinggi, memberikan densitas sangat tinggi dalam mikrografi elektron. Granula ini ber-

    akumulasi dalam sel tanpa adanya suatu rangsangan sekretorik hingga menyebabkan

    pelepasan dari kandungannya melalui fusi dengan membrana sel. Pada beberapa

    kasus, hormon juga disekresikan bersama protein lain. Neurofisin, dilepaskan dari

    prekursor menjadi vasopresin dan oksitosin, mengikat hormon-hormon ini dan

    menyertai mereka dari tempat sintesis dalam hipotalamus ke tempat sintesis mereka

    pada hipofisis anterior. Beberapa peptida mengalami sedikit modifikasi lanjutan,

    seperti halnya dengan GH dan PRL. Pada kasus lain, pembelahan dari "prohormon"

    di dalam sel menghasilkan hormon akhir. Contohnya proinsulin diubah menjadi

    insulin dengan pengangkatan rangkaian peptida C, meninggalkan rantai A dan B

    yang melekat melalui ikatan disulfida. ACTH, suatu protein asam amino-39, dan

    beberapa peptida lainnya (Fragmen terminal-N, betalipoprotein) dilepaskan secara

    proteolitik dari protein yang lebih besar propriomelanokortin (POMC) dalam

    hipofisis anterior .

  • 3

    Berbagai hormon juga dapat diproses pada tempat yang berbeda. Sebagian

    besar protein diproses dalam granula sekretorik padat dari lintasan sekresi yang

    diatur. Pembelahan dari proinsulin menjadi insulin, prorenin menjadi renin, dan

    POMC menjadi peptidanya merupakan contoh-contohnya. Dalam susunan saraf

    pusat, beberapa peptida (contohnya, TRH) diproses dalam perikarya neuronal,

    sementara yang lain diproses dalam akson dan terminal (prekursor GnRH).

    Jika kandungan granula sekretorik dilepaskan sebagai respons terhadap suatu

    stimulus, maka membrana granula berfusi dengan membran sel, kandungan dari

    granula kemudian dilepaskan melalui eksositosis. Ca2+ penting untuk proses-proses

    ini. Obat-obatan yang merangsang pelepasan hormon polipeptida dan katekolamin

    merangsang influks Ca2+ ke dalam sitoplasma melalui saluran Ca2+ spesifik. Hal ini

    memicu fusi dari vesikel sekretorik dengan membran dan pelepasan dari hormon

    yang disimpan. Dengan demikian, aktivator dari saluran Ca2+ dan fosfolipase C

    akan meningkatkan sekresi. Dalam sel B pankreas, kadar glukosa yang tinggi

    meningkatkan kadar ATP intraselular yang pada gilirannya menghambat efluks K+

    melalui saluran membran , menimbulkan depolarisasi membran dan pembukaan

    dari saluran Ca2+. Peningkatan Ca2+ kemudian membuka saluran K+, menimbulkan

    repolarisasi membran dan dengan demikian mengakhiri rangsangan sekresi. cAMP

    juga dapat merangsang sekresi hormon melalui suatu fosforilase yang dirangsang-

    kinase serta aktivasi dari saluran Ca2+ .

    Hormon Tiroid

    Hormon tiroid hanya disintesis dalam kelenjar tiroid, walaupun sekitar 70%

    dari hormon steroid aktif yang utama, T3, dihasilkan dalam jaringan perifer melalui

    deiodinasi dari tiroksin; T4. Sel-sel kelenjar tiroid mengkonsentrasikan iodium untuk

    sintesis hormon tiroid melalui transpor aktif. Sel kelenjar tiroid tersusun dalam

    folikel-folikel yang mengelilingi bahan koloidal, dan menghasilkan suatu

    glikoprotein yang besar, tiroglobulin. Iodium dioksidasi dengan cepat dan disatukan

    dengan cincin aromatik tirosin pada tiroglobulin (organifikasi). Residu tirosin

  • 4

    kemudian dirangkai bersama untuk menghasilkan tironin. Organifikasi dan

    perangkaian dikatalisir oleh peroksidase tiroid pada permukaan apeks sel dalam

    mikrovili yang meluas ke dalam ruang koloid. Tiroglobulin dilepaskan -bersama

    dengan tironin yang melekat padanya- ke dalam folikel, dan bertindak sebagai suatu

    cadangan bagi hormon. Hormon tiroid dibentuk oleh ambilan balik dari

    Gambar 1 . Rute melalui sel untuk protein yang disekresikan. Yang diperlihatkan adalah

    gambaran skematis, berbagai kompartemen dan konstituen selular, dan panah menunjukkan berbagai lintasan..

  • 5

    tiroglobulin melalui endositosis dan pencernaan proteolitik oleh hidrolase

    lisosoma dan peroksidase tiroid, menghasilkan berbagai tironin. Dalam keadaan

    normal, kelenjar melepaskan T4 dan T3 dalam rasio sekitar 10:1, kemungkinan

    melalui suatu mekanisme transpor aktif (1,2,3)

    Steroid

    Hormon steroid dihasilkan adrenal, ovarium, testis, plasenta, dan pada

    tingkat tertentu di jaringan perifer . Steroid berasal dari kolesterol yang dihasilkan

    melalui sintesis de novo atau melalui ambilan dari LDL melalui reseptor LDL.

    Terdapat sejumlah cadangan kolesterol dalam ester kolesterol sel-sel steroi-

    dogenik. Jika kelenjar penghasil steroid dirangsang, kolesterol ini dibebaskan

    melalui stimulasi dan esterase kolesterol, dan sejumlah kolesterol tambahan

    dihasilkan melalui stimulasi sintesis kolesterol oleh kelenjar. Namun, dengan

    berjalannya waktu, ambilan kolesterol yang ditingkatkan merupakan mekanisme

    yang utama untuk meningkatkan steroidogenesis. Kelenjar-kelenjar ini

    mempunyai konsentrasi reseptor LDL yang tinggi yang akan lebih meningkat oleh

    rangsangan steroidogenik seperti hormon tropik. Hal ini sebagian besar

    disebabkan oleh habisnya kolesterol intraselular Penurunan ini juga meningkatkan

    sintesis kolesterol, yang selanjutnya mempermudah steroidogenesis. Produksi

    steroid selelah rangsangan seperti ini dapat sepuluh kali lebih banyak dari

    produksi basal (1,2,4)

    Langkah yang membatasi kecepatan dalam produksi hormon steroid adalah

    pembelahan dari kolesterol untuk membentuk pregnenolon melalui kerja dari

    suatu enzim pembelah sisi kolesterolP450 sitokrom (P450scc) yang terletak pada

    membrana mitokondrial bagian dalam. Enzim ini menggunakan suatu flavoprotein

    , suatu protein sulfur besi; NADPH; dan oksigen. Kolesterol dihidroksilasi pada

    C22 dan kemudian pada CZp dan produk ini dibelah untuk menghasilkan

    pregnenolon ditambah isokapraldehid. Aktivitas langkah ini diatur oleh rangsang

    tropik utama (ACTH, FSH, LH, CG) pada seluruh jaringan steroidogenik.

  • 6

    Kemudian pregnenolon bergerak ke luar dari mitokondria ke retikulum

    endoplasmik, yang akan mengalami serangkaian modifikasi. Gerakan prekursor

    seperti ini antara mitokondria dan retikulum endoplasmik dapat dipermudah oleh

    protein karier sterol atau gerakan pada permukaan membrana.

    Dalam zona fasikulata adrenokortikal dan zona retikul