BImbingan Dan Konseling Di

download BImbingan Dan Konseling Di

of 23

  • date post

    19-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    134
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BImbingan Dan Konseling Di

BImbingan dan Konseling di SekolahMaret 8, 2012 oleh Mohammad Zaimul Umam

PENDAHULUANOrganisasi dan peng-organisasian menjadi salah satu syarat dalam pengelolaan segala sesuatu, hal tersebut berlaku pula dalam pengelolaan bimbingan dan konseling disekolah, karena tanpa peng-organisasian yang baik pelaksanaan program dan kegiatan bimbingan dan konseling disekolah tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah sama bentuk organisasi bimbingan dan konseling disekolah dengan bentuk organisasi yang lain?, bagaimana pola peng-organisasiannya?, bagaimana alur pelaksanannya?, bagaimana peran guru matematika dalam bimbingan dankonseling? dan tentunya masih banyak pertanyaan yang lain.

Dalam makalah sederhana ini, nantinya akan dijelaskan secara singkat dan tepat pertanyaan-pertanyaan tersebut, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan organisasi bimbingan dan konseling disekolah.PEMBAHASAN 1. Pengertian Organisasi Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah

Sekolah adalah suatu organisasi formal. Di dalamnya terdapat usaha-usaha administrasi untuk mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran nasional. Bimbingan konseling adalah sub organisasi dari organisasi sekolah yang melingkupinya. Bimbingan dan konseling disekolah merupakan bagian terpadu dari sekolah tersebut, sehingga dalam pelaksanaannya tergantung bagaimana pengorganisasian yang dijalankan disekolah tersebut, sehingga tidak ada tolok ukur bagaimana organisasi bimbingan dan konseling disekolah yang terbaik. Organisasi bimbingan konseling di sekolah dalam pengertian umum adalah suatu wadah atau badan yang mengatur segala kegiatan untuk mencapai tujuan bimbingan secara bersama-sama. Sebagai suatu badan, banyak ahli menawarkan model atau pola organisasi mana yang cocok diterapkan disekolah. Akan tetapi pola organisasi yang dipilih harus berdasarkan atas kesepakatan bersama diantara pihak-pihak yang terkait di sekolah yang dilanjutkan dengan usaha-usaha perencanaan untuk mencapai tujuan, pembagian tugas, pengendalian proses dan penggunaan sumber-sumber bimbingan. Bimbingan dan konseling tidak akan dapat dilaksanakan tanpa organisasi yang baik dan sempurna. Tanpa organisasi itu berarti tidak adanya koordinasi dan perencanaan, sasaran yang cukup jelas, control dan kepemimpinan yang berwibawa, tegas dan

bijaksana. Dengan arti lain suatu organisasi yang baik ditandai oleh adanya dasar dan tujuan organisasi, personalia dan perencanaan yang matang. Struktur organisasi pelayanan bimbingan dan konseling pada setiap satuan pendidikan tidak mesti sama. Masing-masing disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan yang bersangkutan. Meskipun demikian, struktur organisasi bimbingan konseling pada setiap satuan pendidikan hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut :1. Menyeluruh, yaitu mencakup unsur-unsur penting yang terlibat di dalam

2.

3.

4.

5.

sebuah satuan pendidikan yang ditujukan bagi optimalnya bimbingan dan konseling. Sederhana, maksudnya dalam pengambilan keputusan/kebijaksanaan jarak antara pengambil kebijakan dengan pelaksananya tidak terlampau panjang. Keputusan dapat dengan cepat diambil tetapi dengan pertimbangan yang cermat, dan pelaksanaan layanan/ kegiatan bimbingan dan konseling terhindar dari urusan birokrasi yang tidak perlu. Luwes dan terbuka, sehingga mudah menerima masukan dan upaya pengembangan yang berguna bagi pelaksanaan dan tugas-tugas organisasi, yang semuanya itu bermuara pada kepentingan seluruh peserta didik. Menjamin berlangsungnya kerja sama, sehingga semua unsur dapat saling menunjang dan semua upaya serta sumber dapat dikoordinasikan demi kelancaran dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling untuk kepentinga peserta didik. Menjamin terlaksananya pengawasan, penilaian dan upaya tindak lanjut, sehingga perencanaan pelaksanaan dan penilaian program bimbingan dan konseling yang berkualitas dapat terus dilakukan.

Pengawasan dan penilaian hendaknya dapat berlangsung secara vertikal (dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas), dan secara horizontal (penilaian sejawat).2. Landasan Dasar Perlunya Organisasi Bimbingan Konseling di Sekolah

Organisasi bimbingan dan konseling disekolah mutlak diperlukan, karena:1. Pelayanan bimbingan adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari

keseluruhan program pendidikan. Ini berarti bahwa seluruh staf sekolah baik kepala sekolah, guru, Sali kelas, maupun staf admnistrasi sekolah perlu melibatkan diri dalam usaha layanan bimbingan. 2. Pembinaan bimbingan dan konseling di sekolah ada pada kepala sekolah sebagai administrator sekolah yang memegang peranan kunci. 3. Tanggung jawab langsung dalam melaksanakan layanan bimbingan konseling di sekolah hendaknya dilimpahkan kepada staf yang berwenang yang memilikii

4. 5. 6.

7.

persyaratan tertentu baik dalam segi pendidikan formal, sifat, sikap dan kepribadian, ketrampilan dan pengalaman serta waktu yang cukup untuk melaksanakan tugas. Program bimbingan merupakan suatu bentuk kegiattan yang cukup luas bidang geraknya. Program layanan bimbingan di seklah hendaknya perlu di evaluasi untuk mengertahui efektivitas dan efisiensi program. Petugas-petugas yang diserah tanggung jawab bimbingan yang bersifat khusus, seperti kegiatan konseling hendaknya ditangani oleh petugas yang professional da berkompeten mengerjakan tugas tersebut. Petugas-petugas bimbingan dan seluruh staf pelaksanan bimbingan mutlak perlu diberikan latihan dalam jabatan. Sebagai suatu alat untuk memperbaiki pelayanan bimbingan di sekolah.

3. Prinsip-Prinsip Organisasi Bimbingan dan Konseling di Sekolah

Dalam organisasi bimbingan dan konseling di sekolah perlu diperhatikan beberapa prinsip operasional, karena pelaksanan dari prinsip-prinsip tersebut digunakan untuk menjamin kelancaran pelaksanaan program bimbingan di sekolah. Prinsip tersebut antara lain:1. Program layanan bimbingan di sekolah harus dirumuskan dengan jelas 2. Program bimbingan harus disusun sesuai dengan kebutuhan sekolah masing3. 4. 5.

6. 7.

masing Penempatan petugas-petugas bimbingan harus disesuaikan dengan kemampuan, potensi-potensi (bakat, minat dan keahliannya masing-masing) Program bimbingan hendaknya diorganisasikan secara sederhana Menciptakan jalinan kerjasama yang erat diantara petugas bimbingan di sekolah, dan di luar sekolah yang berkaitan dengan program bimbingan di sekolah. Organisasi harus dapat memberikan berbagai informasi yang penting bagi pelaksanaan program layanan bimbingan. Program layanan bimbingan harus merupakan suatu program yang integral dengan keseluruhan program pendidikan di sekolah.

4. Pola Organisasi Bimbingan dan Konseling di sekolah

Layanan bimbingan dan konseling dilaksanakan di bawah tanggung jawab Kepala Sekolah dan seluruh staf. Koordinator bimbingan dan konseling bertanggung jawab dalam menyelenggarakan bimbingan dan konseling secara operasional. Personel lain yang mencakup Wakil Kepala Sekolah, Guru Pembimbing (konselor), guru bidang studi, dan wali kelas memiliki peran dan tugas masing-masing dalam penyelenggaraan

layanan bimbingan dan konseling. Secara rinci deskripsi tugas dan tanggung jawab masing-masing personel, serta organisasi bimbingan dan konseling di sekolah dapat disimak pada tabel 1. Berikut :Tabel. 1. Deskripsi Tugas Personalia Bimbingan Konseling di Sekolah

Jabatan Kepala Sekolah Wakil Kepala Sekolah Koordinator Bimbingan dan KonselingKonselor atau Guru Pembimbing Guru Mata Pelajaran Wali KelasStaf AdministrasiManajemen Bimbingan dan KonselingPola LamaMenitikberatkan pada siswa yang beresiko/bermasalahDilaksanakan karena adanya krisis/masalahPendekatan panggilan (on call)Disampaikan dan dilaksanakan hanya oleh konselorDimiliki hanya oleh staf konseling (konselor)Mengukur jumlah usaha yang dilakukanBerurusan dengan proses melaksanakan pekerjaanMemfokuskan pada tujuan dan yang dianggap baikBekerja untuk memelihara sistem yang adaMembicarakan tentang bagaimana bekerja kerasProses KonselingBersifat klinisMelihat kelemahan

Deskripsi Tugas Mengkoordinasikan seluruh kegiatan pendidikan, yang meliputi kegiatan pengajaran, pelatihan, serta bimbingan dan konseling di sekolah; Menyediakan dan melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan dalam kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah; Memberikan kemudahan bagi terlaksananya program bimbingan dan konseling di sekolah; Melakukan supervisi terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah; Menetapkan koordinator guru pembimbing yang bertanggung jawab atas koordinasi pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah berdasarkan kesepakatan bersama guru pembimbing; Membuat surat tugas guru pembimbing dalam proses bimbingan dan konseling pada setiap awal catur wulan; Menyiapkan surat pernyataan melakukan kegiatan bimbingan dan konseling sebagai bahan usulan angka kredit bagi guru pembimbing.

klienBerorientasi pemecahan masalah klien (siswa)Konselor seriusDialog menekan perasaan klien dan klien (siswa) sering tertutupKlien sebagai obyekKonselor dominan dan bertindak sebagai problem solver

Surat pernyataan ini dilampiri bukti fisik pelaksanaan tugas; Mengadakan kerja sama dengan instansi lain (seperti Perusahaan/Industri, Dinas Kesehatan, kepolisian, Depag), atau para pakar yang terkait dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling (seperti psikolog, dan dokter)Mengkoordinasikan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling kepada semua personel sekolah. Melaksanakan kebijakan pimpinan sekolah terutama dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling.Mengkoordinasikan para guru pembimbing dalam: (a) memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling; (b) menyusun program bimbingan dan konseling; (c) melaksanakan program bimbingan dan konseling; (c) mengadministrasikan kegiatan bimbingan dan konseling; (d) menilai program bimbingan dan konseling; dan (e) mengadakan tindak lanjut. Membuat usulan kepa