Bimbingan dan Konseling di

Click here to load reader

download Bimbingan dan Konseling di

of 64

  • date post

    07-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    47
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Bimbingan dan Konseling di

Bimbingan dan Konseling

BIMBINGAN DAN KONSELING (BK) DI SEKOLAHOleh:Wagimin

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARETSURAKARTA20141SUMBER MASALAH BAGI SISWASOSIAL-EKONOMI ORANG TUALINGKUNGAN SEKOLAH, KELUARGA, DAN MASYARAKATKEMAMPUAN DAN KEPRIBADIAN SISWAFAKTOR GURU DI SEKOLAH: METODE, SIKAP DAN PERILAKU SARANA-PRASARANA BELAJAR SISWA DI RUMAH DAN DI SEKOLAH KEADAAN SISWA DI SEKOLAHAda yang keluarganya miskin, ada yang kaya;Ada yang cerdas, ada yang kurang cerdas;Ada yang minat belajarnya tinggi, ada yang rendah;Ada yang lingkungan masyarakatnya baik, ada yang tidak baik;Ada yang orang tuanya berpendidikan tinggi, ada yang berpendidikan rendah;Ada yang orang tuanya memperhatikan pendidikan anaknya, ada yang kurang memperhatikan; dll.

Division of Student AffairsAdvising: (3S)Academic Enhancement:Connections for Academic Success (SAS)Student Academic Cervices (SAC)Student Support Service (3S)Supplemental WorkshopsAcademic Skills Center (ASC)First Year Seminar (FYS)Pre College: Educational talent search (ETS) Upward Bound (UB)Educational Opportunity Program (EOP)Summer Institute4PERLUN Y A BK DI SEKOLAHSiswa yang mengalami masalah bisa: - prestasinya rendah, tidak bersemangat, kurang berminat dalam belajar, dan bisa gagal belajar; - mengalami gangguan dalam perkembangan jiwanya: sedih, stress, rendah diri (minder), putus asa, berontak, mencari tempat pelarian (nakal, minum-minuman, narkoba).

KEADAAN SEKOLAHAda yang sarana-prasarananya cukup, ada yang kurang;Metode mengajar guru yang baik, ada yang tidak baik;Ada yang iklim belajarnya baik, ada yang kurang baik;Ada yang lingkungan sekolahnya baik, ada yang tidak baik;Sistem pergaulan/komunikasi guru-guru, guru-siswa yang baik, ada yang tidak baik, dll.Bagaimana peserta didik dalam belajar?Apakah selalu lancar?Apakah prestasinya selalu baik?Apakah selalu bisa belajar dengan baik?Apakah tidak mengalami gangguan?Apakah tidak mengalami hambatan, kesulitan atau masalah?

7Apa tindakan Anda sebagai guru/pengajar?Jika peserta didik:- tidak bisa konsentrasi dalam belajar? - prestasi belajarnya rendah?- tidak tahu cara belajar yang efektif ?- konflik dengan teman/orang tua/guru sehingga mengganggu belajar?- merasa rendah diri/minder?- canggung dalam bergaul?- stres?- depresi?- dan masalah-masalah lain?

8Bimbingan dan KonselingBimbingan dan Konseling (BK) dulu disebut: Bimbingan dan Penyuluhan (BP).Bimbingan=GuidanceKonseling/penyuluhan=CounselingPerlunya Bimbingan dan Konseling dalam pembelajaran = membantu siswa yang mengalami masalah dalam belajarnya.9Pengertian Bimbingan dan KonselingPengertian Bimbingan:

Shertzer & Stone (1981):Guidance is the process of helping individuals to understand themselves and their world. (Bimbingan adalah proses membantu individu untuk memahami diri mereka dan dunianya).

Muh.Surya & Rochman Natawidjaja (1985):Bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus-menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri, penerimaan diri, pengarahan diri dan perwujudan diri dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungan.

10Inti pengertian bimbingan:Suatu proses yang berkelanjutanSuatu proses bantuanDiberikan kepada setiap individu yang membutuhkan dalam pemecahan masalah.Tujuannya adalah agar klien dapat mengembangkan dirinya secara optimal dan menjadi diri pribadi yang mandiri.Bimbingan dilaksanakan dengan pendekatan pribadi dengan berbagai teknik dan media bimbingan.Bimbingan diberikan oleh orang yang ahli.Bimbingan dilaksanakan sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

11Definisi KonselingPrayitno & Erman Amti (1994):Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang sedang dihadapi klien.

Shertzer & Stone (1981):... counseling is a learning process in which individuals learn about themselves and their interpersonal relationships, and enact behaviors that advance their personal development.(Konseling adalah suatu proses belajar yang di dalamnya ada individu-individu yang belajar tentang diri mereka dan hubungan antarpribadi mereka, dan bertindak dalam bentuk tingkah laku yang meningkatkan perkembangan pribadi mereka). 12Hakikat KonselingKonseling adalah proses pemberian bantuan;Pelaksanaannya dengan wawancara, hubungan tatap muka baik secara perorangan maupun kelompok;Yang membantu adalah orang yang ahli dan yang dibantu adalah individu yang bermasalah;Dirancang untuk membantu klien mengklarifikasi pandangan-pandangannya tentang ruang gerak kehidupannya, belajar mencapai tujuan yang ditetapkan sendiri melalui pilihan-pilihan yang bermakna;Tujuannya adalah agar klien dapat menyesuaikan diri secara efektif terhadap dirinya dan lingkungannya, mengambil keputusan dengan tepat, dan sembuh dari gangguan mental;Konseling terdapat di berbagai bidang seperti pendidikan, industri, rumah sakit, rumah tahanan, kepolisian, dll.13Hubungan antara istilah Bimbingan dan KonselingAda yang mengartikan pengertian bimbingan lebih luas dari konseling;Konseling adalah salah satu teknik bimbingan (yang dianggap paling penting); sehingga konseling adalah jantungnya bimbingan;Ada yang mengartikan sebaliknya, konseling lebih luas dari bimbingan.Kecenderungan sekarang: konseling sama artinya dengan bimbingan.

14Bagaimana Hubungannya dengan Pendidikan?Bimbingan dan konseling adalah bagian dari kegiatan pendidikan;Bimbingan dan konseling adalah pelengkap pendidikan;Tujuan bimbingan dan konseling sejalan dengan tujuan pendidikan;15BENTUK PENDIDIKAN16Bentuk Kegiatan PendidikanPelatihanPembelajaranPembimbingan &KonselingSentuhan pendidikanSebab-sebab Timbulnya Masalah pada Peserta Didik:Antara lain:1. Kemampuan yang rendah;2. Latar belakang sosial-ekonomi rendah;3. Lingkungan yang kurang baik;4. Cara/metode mengajar guru tidak baik;5. Tuntutan yang terlalu tinggi/rendah;6. Gangguan kesehatan fisik/psikis.17Beberapa Contoh Tanda-tanda (gejala) Individu Mengalami Masalah: Prestasi rendah/tidak optimal; tingkah laku menyimpang (a.l.nakal, murung);Perasaan gelisah, sedih;Sulit menyesuaikan diri (a.l.kikuk, tertutup);Mudah tersinggung, marah;Rendah diri (minder); pikiran kacau.18Cara mengenali Individu yang bermasalah:Mengamati Tingkah laku individu: tindakannya, ucapannya, dan gerak-geriknya.Meneliti prestasi yang dicapai: lebih rendah dari rata-rata kelas/kelompoknya, di bawah harapannya, dan di bawah dari prestasi yang pernah dicapai. Memahami perasaan dan pikiran individu: gelisah, kacau, sedih, dan tidak menentu.

19Metode untuk Mengenali Masalah Individu:Metode Observasi (Pengamatan): melakukan pengamatan terhadap diri peserta didik (tindakannya, ucapannya, dan gerak-geriknya).Metode Tes: mengetes prestasi belajarnya, kemampuannya, inteligensinya, dll.Metode interview (wawancara): melakukan tanya-jawab/perbincangan (secara lisan) dengan peserta didik untuk menanyakan problem-problem apa saja yang dialami.Metode angket (Kuesioner): cara mengetahui masalah dengan mengajukan daftar pertanyaan (tertulis) untuk diisi/dijawab secara tertulis. 20Jenis-jenis (Penggolongan) Masalah Peserta Didik:Masalah pendidikan: tidak bisa konsentrasi dalam belajar, tidak cocok dengan jurusan yang dipilih, kemampuan belajar rendah, prestasi rendah, dll.Masalah sosial: sulit berkomunikasi dengan orang lain, tidak cocok dengan teman, tidak harmonis dengan tetangga, dll. Masalah pribadi: merasa rendah diri, kurang bisa menyesuaikan diri, tidak punya bakat dan minat, motivasi rendah, merasa tidak disukai orang lain, mudah tersinggung, dll. Masalah pekerjaan: tidak tahu pekerjaan yang cocok untuk dirinya, ragu akan kariernya di masa depan, kurang terampil dalam kerja, etos kerja rendah, dll.2122Macam-macam Masalah (Menurut Ross L. Mooney)Kesehatan dan perkembangan fisik;Keuangan, keadaan hidup, dan pekerjaan;Sosial dan kegiatan rekreasi;Hubungan psikologis-sosial;Hubungan psikologis-pribadi;Pacaran, sex, perkawinan;Rumah dan keluarga;Moral dan agama;Penyesuaian diri di perguruan tinggi;Masa depan: jabatan dan pendidikan;Kurikulum dan prosedur pembelajaran.Tujuan Bimbingan dan Konseling agar individu a.l.:Mampu memecahkan masalah;Bisa menyesuaikan diri dengan tepat;Bisa membuat pilihan atau mengambil keputusan dengan tepat;Mampu meningkatkan prestasi belajar;Bertingkahlaku secara efektif dan efisien;Bisa berkembang secara optimal;

23Fungsi Bimbingan dan KonselingFungsi Pencegahan: untuk mencegah agar tidak timbul masalah di waktu yang akan datang;Fungsi Pemahaman: untuk membantu siswa dalam memahami diri sendiri, lingkungan dan berbagai informasi yang diperlukan.Fungsi Perbaikan: untuk memperbaiki atau menyembuhkan keadaan siswa yang mengalami masalah. Fungsi ini juga disebut fungsi pengentasan; yaitu mengentaskan masalah.Fungsi Pengembangan: (sering dipadukan dengan fungsi pemeliharaan dan pengembangan)yaitu memelihara agar berbagai kondisi dan potensi yang sudah baik tetap baik dan mengembangkannya agar menjadi semakin baik.Fungsi Advokasi: yaitu fungsi konseling yang menghasilkan kondisi pembelaan terhadap pengingkaran hak-hak dan/atau kepentingan pendidikan/perkembangan klien.24Prinsip-prinsip Umum BK (hal-hal yang harus di pegang atau dipedomani dalam melaksanakan Bimbingan dan Konseling di SekolahBimbingan (utamanya dan secara sistematis) berurusan dengan perkembangan pribadi individu;Cara kerja bimbingan yang utama adalah harus berlandaskan pada proses tingkah laku individu;Bimbingan diorientasikan kepada kerja sama bukan paksaan;Manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan dirinya;Bimbingan dan konseling didasarkan kepada pengakuan martabat dan penghargaan individu dan hak untuk memilih;Bimb