BHS

download BHS

of 73

  • date post

    07-Jul-2018
  • Category

    Documents

  • view

    213
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BHS

  • 8/18/2019 BHS INDONESIA.doc

    1/73

    1

    PEMBAHASAN

    RAGAM BAHASA INDONESIA TULIS ILMIAH

    A. Ragam Bahasa Ilmiah

    Dalam kehidupan sosial dan sehari-hari masyarakat Indonesia, baik 

    secara lisan maupun tulisan, digunakan bebagai bahasa daerah termasuk 

    diaelknya bahasa Indonesia dan/atau bahasa asing. Bahkan, dalam situasi

    tertentu, seperti dalam keluarga perkawinan campuran digunakan pula

     bahasa yang bersiat campuran, yaitu campuran antara bahasa Indonesia

    dan salah satu atau kedua bahasa ibu pasangan perkaina campuran itu

    (Lumintang, 1!"#$%&. Dalam situasi kebahasaan seperti itu, timbul

     berbagai ragam atau 'ariasi bahasa sesuai dengan keperluannya, baik 

    secara lisan maupun tulisan. imbulnya ragam bahasa tersebut disebabkan

    oleh latar belakang sosial, budaya, pendidikan, dan bahasa para

     pemakainya itu.

    )ang dimaksud ragam atau 'ariasi bahasa adalah bentuk atau

    wu*ud bahasa yang ditandai oleh ciri-ciri linguistik tertentu, seperti

    +onologi, mor+ologi, dan sintaksis. Di samping ditandai oleh ciri-ciri

    linguistik, timbulnya ragam bahasa *uga ditandai oleh ciri-ciri

    nonlinguistik, misalnya, lokasi atau tempat penggunaannya, lingkungan

    sosial pemakaiannya, dan lingkungan kepro+esian pemakai bahasa yang

     bersangkutan.

    1. engartian agam Bahasa ulis

    agam bahasa tulis adalah 'ariasi bahasa yang digunakan melalui

    media tulisan, yang tidak terikat oleh ruang dan waktu, sehingga

    diperlukan perlengkapan struktur sampai pada sasaran secara 'isual

    (BBI, 1!#$1&. Dengan demikian, bahasatulis tidak lebih dari pada

     bentuk sekunder atau representasi gra+is bahasa (Langacker, 1$%# 0

    inkins, 12#2"&.

    Bahasa tulis tidak identik pada keseluhannya dengan bahasa lisan

    teruma pada empat aspek bunyi. Bahasa lisan sangat kompleks, yang tidak 

    mungkin terlambangkan sepenuhnya secara akurat. Beberapa ahli bahasa

    1

  • 8/18/2019 BHS INDONESIA.doc

    2/73

    2

    menyebut hal ini sebagai sisi lemah bahasa ragam tulisan. Di sisi lain,

     bahasa ragam tulis memiliki kelebihan. Bahasa tulis relati+ lebih cermat,

    tata bahasanya lebih terkontrol (3a+iah, 1!1# 4& daripada bahasa lisan.

    emudahan pengontrolan itu karena dalam proses ekspresi dan

     prroduksinya bahasa tulis mengalami penyuntingan dan tidak digunakan

    secara spontan. 5leh karena itu, bahasa tulis relati+ lebih stabil dan dapat

    menggambarkan kemampuan optimal pemakain bahasa seseorang.

    ". 6enis agam Bahasa

    Dittmar (1$!& dan  Halim (1$& mengemukakan empat buah

    ragam bahasa yang menyangkut ragam tulisan dan lisan. 7alah satu di

    antara keempat ragam bahasa itu adalah ragam +ungsional. )ang dimaksud

    dengan ragam +ungsional atau ragam pro+esional adalah ragam bahasa

    yang dihubungkan dengan tingkat pro+esi, lembaga, lingkungan ker*a, atau

    kegiatan tertentu lainnya. Dalam penggunaanya, bahasa ragam +ungsional

    dihubungkan dengan tingkat kersmian, sehungga dalam kenyataannya

    antara lain men*elma sebagai bahasa teknis kepro+esian, seperti bahasa

    yang digunakan dalam bidang keilmuan (ilmu sosial, ilmu alam, ilmu

     pendidikan, ilmu budaya, ilmu ekonomi, ilmu mana*emen, ilmu hukum,

    ilmu olahraga, ilmu teknik, dan lain-lain&.

    7eperti halnya ragam-ragam bahasa yang lain, ragam bahasa

    +ungsional dapat dikelompokkan men*adi ragam bahasa lisan dan ragam

     bahasa tulisan. ada dasarnya kedua ragam itu terdiri atas ragam baku dan

    ragam tidak baku. agam baku menurut  Halim  (1!1# 4& adalah ragam

    yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar masyarakat

     pemakainya sebagai bahasa resmi dan sebagai kerangka ru*ukan norma

     bahasa dan penggunaannya.

    8enurut Badadu (1"# 4"&, bahasa ragam baku atau standar ialah

    salah satu di antara beberapa dialek suatu bahasa yang dipilih dan

    ditetapkan sebagai bahasa resmi yang digunakan dalam semua keperluan

    resmi. 7ehubungan dengan penggunaan bahasa Indonesia, ragam baku

    meupakan hasil pembakuan resmi yang norma dan kaidahnya dinyatakan

    2

  • 8/18/2019 BHS INDONESIA.doc

    3/73

    3

    secara tertulis dalam bentuk pedoman, misalnya# (1& edoman

    embentukan Istilah, ("& edoman 9mum :*aan Bahasa Indonesia yang

    Disempurnakan, (%& amu Besar Bahasa Indonesia, (4& ata Bahasa Baku

    Bahasa Indonesia, dan (& ;losarium (8atematika,

  • 8/18/2019 BHS INDONESIA.doc

    4/73

    4

     bahasanya tetap diperhatikan, (& kemuba?iran dihindari, dan (2& isinya

    lengkap, bayan, ringkas, meyakinkan, dan tepat.

    Ato Mo!lioo (1%# %& berpandangan bahwa ciri-ciri bahasa

    keilmuan yang menn*ol adala kecendekiannya. encendekiaan bahasa itu

    dapat diartikan sebagai proses penyesuaiannya men*adi bahasa yang

    mampu membuat pernyataan yang tepat, seksama, dan abstrak. Bentuk 

    kalimat mencerminkan ketelitian penalaran yang ob*ekti+. @da hubungan

    logis antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Aubungan antar 

    kalimat yang logis meliputi relasi sebab dan akibat, lantaran dan tu*uan,

    hubungan kese*a*aran, kemungkinann, kementakan (probabilitas&, dan

    darurat (necessity& yang dieksplisitkan lewat bangun kalimat yang khusus.

    Ahmad Slam!t Har"asu"aa (1%# %& berpendapat, penggunaan

     bahasa dalam ilmu pengetahuan itu khas dan khusus. =iri dan

    karakteristinya yang utama adalah lugas, lurus, monosemantik,, dan a*eg.

    Bahasa ilmu pengetahuan itu *uga harus hemat dan cermat karena

    menghendaki respons yang pasti dari pembacanya. aidah-kaidah

    sintaksis dipahami. ehematan penggunaan kata, kecermatan dan

    ke*elasan sintaksis yang berpadu dengan penghapusan unsur-unsur yang

     bersi+at pribadi dapat mengahsilkan ragam bahasa ilmu pengetahuan yang

    umum. elugasan keob*ekti+an, dan kea*egan bahasa ilmu pengetahuan

    itulah yang membedakannya dengan bahasa sastra yang sub*ekti+, halus,

    dan lentur, sehingga interpretasi pembaca yang satu kerap kali sangat

     berbeda dengan interpretasi dan apresiasi pembaca lainnya.

    4. enggunaan agam Bahasa Ilmiah

    enggunaan bahasa dalam bidang ilmu pengetahuan mempunyai

    si+at pemakaian yang kahs, yang spesi+ik, sehingga dapat dikatakan

     bahwa bahasa dalam bidang ilmu pengetahuan mempunyai ragam bahasa

    tersendiri yang berbeda dengan ragam-ragam bahasa yang lain. 7i+at-si+at

    tersebut ada yang umum sebagai bahasa ilmiah, da nada yang khusus

     berhubungan dengan pemakaian kosakata, istilah, konsep keilmuan, serta

     bentuk-bentuk gramatika.

    4

  • 8/18/2019 BHS INDONESIA.doc

    5/73

    5

    7i+at bahasa ragam ilmiah yang bersi+at umum berhubungan

    dengan +ungsi bahasa sebagai alat untuk menyamapaikan in+ormasi ilmiah

     pada peristiwa komunikasi yang ter*adi antara penulis dan pembaca.

    In+ormasi yang disampaikan tentu dengan bahasa yang *elas, benar,

    e++ekti+, sesuai,bebas dari si+at samar-samar, dan tidak bersi+at taksa

    (ambigu&. Aal ini penting sekali diperhatikan oleh penulis agar in+ormasi

    ilmiah yang disampaikan dapat dipahami secara *elas, ob*ekti+, dan logis,

    sehingga daapt tercapai kesamaan pemahaman, persepsi, dan pandangan

    terhadap konsep-konsep keilmuan yang dimaksud oleh penulis dan

     pembaca.

    In+ormasi dan konsep-konsep ilmiah yang disampaikan dalam

     bentuk karya tulis ilmiah, misalnya, usulan penelitian, laporan penelitian

    (studi&, makalah, skripsi, tesis, dan disertai bersi+at +ormal. 5leh karena

    itu, ragam bahasa yang digunakan dalam karya tulis ilmiah adalah ragam

     bahasa baku (standar&.

    Bahasa dalam percakapan sehari-hari (collouial& serta

     percakaapan lisan tidak tepat apabila digunakan untuk menyampaikan

    inormasidan konsep-knsep yang berkadar ilmiah. Demikian pula bahasa

    ragam sastra (puisi, prosa, dan drama& disusun sedemikian ruap, sehingga

    dapat menimbulkan berbagai e+ek emosional, ima*inati+, estetik, dan

    artistic, yang dapat membangkitkan rasa haru, baik bagi penulis maupun

     pembaca. Bahasa yang bersiat ilmiah tidak mempertimbangkan e+ek-e+ek 

     perasaan yang timbul, seperti yang dipertimbangkan dalam bahasa ragam

    sastran(5ka, 1$1# 14&.

    7i+at ragam bahasa ilmiah yang khusu/spesi+ik tampak pada

     pemilihan dan pemakaian kata serta bentuk-bentuk gramatika terutama

    dalam tataran sintaksis. ata-kata yang digunakan dalam bahasa ilmiah

     bersi+atdenotati+. @rtinya, setiap kata hanya mempunyai satu makna yang

     paling sesuai dengan konsep keilmuan tersebut atau +akta yang

    disampaikan. Demikian pula kalimat-kalimat yang digunakan dalam

     bahasa ragam ilmiah bersi+at logis. Aubungan antara bagian-bagian

    5

  • 8/18/2019 BHS INDONESIA.doc

    6/73

    6

    kalimat dalam kalimat tunggal atau hubungan antara klausa-klausa dalam

    kalimat ma*emuk (kompleks& mengikuti pola-pola bentuk hubungan logis.

    B. Bahasa Ido!sia dalam #omui$asi Ilmiah

    ara ilmuan, khususnya yang berasosiasi deng