Badan Amil Zakat Nasional - Goresan Tinta Hijrahku TIM PENYUSUN Mualaf Center...

Click here to load reader

download Badan Amil Zakat Nasional - Goresan Tinta Hijrahku TIM PENYUSUN Mualaf Center ¢â‚¬â€œ Badan Amil Zakat Nasional

of 208

  • date post

    16-Oct-2020
  • Category

    Documents

  • view

    6
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Badan Amil Zakat Nasional - Goresan Tinta Hijrahku TIM PENYUSUN Mualaf Center...

  • GORESAN TINTA HIJRAHKU KUMPULAN KISAH NYATA INSPIRATIF MUALAF

  • GORESAN TINTA HIJRAHKU KUMPULAN KISAH NYATA INSPIRATIF MUALAF

    ISBN: 978-602-5708-86-2

    Kata Pengantar Ketua BAZNAS: Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA, CA

    Kata Pengantar Kepala Lembaga Program Mualaf Center BAZNAS: Salahuddin El Ayyubi, L.C., M.A

    Penyusun: Mualaf Center – Badan Amil Zakat Nasional (Mualaf Center BAZNAS)

    Penyunting: Anggota BAZNAS Direktur Utama BAZNAS Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS

    Penerbit: Pusat Kajian Strategis – Badan Amil Zakat Nasional (PUSKAS BA- ZNAS)

    Jl. Matraman Raya No. 134, Jakarta Timur, DKI Jakarta Indonesia, 13150 Phone +6221 3904555 Fax +6221 3913777 Mobile +62812-9-62-3885

    Email : puskas@baznas.go.id Website : www.baznas.go.id www.puskasbaznas.com

    Hak Cipta dilindungi Undang-Undang Dilarang memperbanyak karya tulis ini dengan bentuk dan cara apapun tanpa izin tertulis dari penerbit

  • TIM PENYUSUN

    Mualaf Center – Badan Amil Zakat Nasional (Mualaf Center BAZNAS)

    Pengarah : M. Arifin Purwakananta Irfan Syauqi Beik, Ph.D Ahmad Fikri Farid Septian

    Tata Letak dan Desain Sampul Diva Aspriyanti

    Cetakan Pertama, April 2020

    Diterbitkan oleh Pusat Kajian Strategis – Badan Amil Zakat Nasional (PUSKAS BAZNAS)

    Jl. Matraman Raya No. 134, Jakarta Timur, DKI Jakarta Indonesia, 13150 Phone +6221 3904555 Fax +6221 3913777 Mobile +62812-9-62-3885

  • vii

    Kata Pengantar

    Segala puji bagi Allah, Tuhan yang memerintah seluruh alam. Sholawat dan salam dipanjatkan bagi baginda Rasulullah SAW dan keluarga serta sahabat seluruhnya.

    Sebagaimana yang kita ketahui agama Islam, merupakan cerminan agama yang rahmatan lil’alamin atau rahmat bagi seluruh alam semesta. Agama Islam merupakan agama yang di ridhoi oleh Allah SWT yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

    “Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam” (QS. Ali ‘imran : 19)

    Dakwah yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam menyebarkan syi’ar Islam pun penuh dengan nilai-nilai kasih. Maka dakwahnya pun tidak ada unsur paksaan sebagaimana manusia bebas memilih sesuai dengan hak keyakinannya.

    Buku Antalogi kisah hijrah mualaf yang berjudul “Goresan Tinta Hijrahku”, merupakan salah satu cara mensyi’arkan Islam melalui kisah nyata para mualaf. Kisah tersebut sangat dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat umum.

  • viii

    Bagi mereka yang sudah berIslam, tentu ini akan menjadi penggugah Iman untuk terus bersyukur atas keimanannya. Bagi mereka yang beragama non-muslim, ini dapat menjadi pelajaran toleransi untuk saling menghargai dalam memilih keyakinan yang telah dilindungi oleh Undang-Undang Republik Indonesia.

    Buku ini bukan saja sangat bermnfaat untuk mualaf tapi juga bagi khlayak ramai yang membacanya. Mendalami dan memahami setiap kisah dibalik hijrahnya seorang mualaf untuk kemudian dipetik sebagai pelajaran hidup yang berharga.

    Prof. Dr, Bambang Sudibyo, MBA, CA.,

    Ketua BAZNAS

  • ix

    Kata Pengantar Direktur Mualaf Center BAZNAS

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Bismillahirrahmanirrahim

    Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada pimpinan umat, Nabi Muhammad SAW.

    Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pertumbuhan mualaf yang siginifkan. Mualaf-mualaf ini tentunya tersebar diseluruh penjuru wilayah Indonesia. Karakteristik budaya Indonesia yang beragam memiliki kekhasan dari setiap kisah mualaf dalam proses menjadi seorang muslim atau perjuangannya mempertahankan keislamannya.

    Terbitnya buku antalogi kisah inspirasi mualaf yang berjudul “Goresan Tinta Hijrahku” merupakan salah satu program perlombaan dalam memeringati hari Kemerdekaan RI Ke-74. Selain itu, terbitnya buku kisah

  • x

    mualaf merupakan bentuk kepedulian dan apresiasi terhadap mualaf atas segala pengorbanan dan perjuangan untuk menjadi seorang muslim. Semoga buku ini dapat bermanfaat dan semoga Allah SWT senantiasa memberkahi. Aamiin ya Rabbal’alamiin.

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Jakarta, 03 November 2019

    06 Rabi’ul Awal 1441 H

    Salahuddin El Ayyubi, Lc., M.A

    Direktur Mualaf Center BAZNAS

  • xi

    Kata Pengantar Ketua BAZNAS

    Kata Pengantar Kepala Lembaga Program Mualaf Center BAZNAS

    Daftar Isi

    Kembali Menuju Fitrah (Neneng Yuni)

    Kisah Mualaf Belia dan Kabar Gantung Diri Sang Ayah (H. M. Ali Mubarak, MSI)

    Sri, Mualaf yang Beriman Tangguh (Rasyid Moh. Tauhid-al-Amien)

    Cerita Janji Suci di Momen Natal dan Aplikasi

    Alquran-Injil Digital (Anne Rufaidah)

    Secercah Cahaya Islam di Negeri “Sang Paulus” (Tyas Arumsari)

    Lim Swei Hok Rela Sengsara yang Penting Masuk Islam (Sofy Hayyin)

    Gadis Mualaf Asal Kutai Timur yang Merasa Terlindungi dengan Hijab (Muna Arifah)

    Daftar Isi

    vii

    ix

    xi

    1

    7

    15

    24

    32

    41

    50

  • xii

    Kado Terindah dari Allah (Yeyep Bakhtiar)

    Ruang Hidayah Tak Bersekat (Okta Chandra Aulia)

    Agama Rahmatan-lil-‘alamiin (Putri Indah Syukriyah)

    Kutitipkan Mimpi di Sekolah Cendika Bangsa (Daud Bachtiar)

    Perjuangan Fransiskus Memilih Mualaf Saat Ayah Murtad (Suriyati)

    Herlina Agustina: Goresan Tinta Hijrahku (Sakinah Fillah)

    Pesona Dakwah Negeriku (Afzico Muhammad Chandra)

    Menulis Garis Takdir (Deddy Setyawan)

    Pencarianku, Menuju Rumah dan HidayahMu (Wahyu Sajiwo)

    The Strength of Muallaf (Fandi Putra Hadiana)

    Damai Dalam Memeluk Agamanya (Siti Salama)

    Se-Kiblat (Tri Puspita Ganes Agustina)

    Berawal dari Lantunan Ayat Suci Al-Qur’an (Novi Setyaningsih)

    60

    68

    77

    85

    92

    100

    113

    123

    130

    138

    147

    153

    162

  • xiii

    Toleransi yang Mengetuk Hati Ibu dari Anak Angkat (Hairiah)

    Perjuangan dan Keyakinan Mengalahkan Semua Rasa Takut dan Kekhawatiranmu

    (Zulkifly)

    Tuhan Mempertemukan Melalui Narkoba (Nandhita Ika Qothrunnada)

    169

    178

    185

  • Kembali Menuju Fitrah -Neneng Yuni-

  • 2

    Kembali Menuju Fitrah

    Kondisi ketika seseorang mencari jati diri dan mempertanyakan keberadaan tuhannya. Sungguh, sangat liku-liku. Namun, melalui keridhaannya Allah segala rahmat dan hidayah diturunkan bagi hamba- hambanya yang menginginkan kebenaran. Karena, sesungguhnya hidayah memang untuk dicari bukan datang sendiri. Mungkin, inilah kisah yang menginspirasi bagi teman-teman semuanya.

    Menceritakan tentang sesosok yang bernama Yahya Waloni. Dia adalah seorang mantan pendeta dan pernah menjabat Rektor UKI Papua. Yahya bersama istrinya memeluk Islam secara sah pada hari Rabu, 11 Oktober 2006 pukul 12.00 Wita melalui tuntunan sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli, Komarudin Sofa. Setelah memeluk Islam, nama Yahya Yopie Waloni diganti dengan Muhammad Yahya dan nama istrinya Lusiana diganti dengan Mutmainnah.

    Begitupun ketiga anaknya. Putri tertuanya Silvana diganti dengan nama Nur Hidayah, Sarah menjadi Siti Sarah, dan putra bungsunya Zakaria tetap menggunakan nama itu. Yahya Waloni pernah menjabat Ketua Sekolah Tinggi Theologia Calvinis di Sorong tahun 2000-2004. Saat itu

  • 3

    juga ia sebagai pendeta dengan status sebagai pelayan umum dan terdaftar pada Badan Pengelola Am Sinode GKI di Tanah Papua, Wilayah VI Sorong-Kaimana.

    Ia menetap di Sorong sejak tahun 1997 dan pindah ke Balikpapan pada tahun 2004 dan menjadi dosen di Universitas Balikpapan (Uniba) sampai tahun 2006. Yahya menginjakkan kaki di kota Cengkeh, Tolitoli, tanggal 16 Agustus 2006.

    Hari pertama Yahya pindah di Jalan Bangau itu, orang-orang berdatangan sambil membawa sumbangan. Ada yang menyumbang belanga, kompor, kasur, televisi, Alquran, gorden, dan kursi. Mereka bersimpati karena Yahya Waloni sekeluarga saat pindah dari tempat tinggal pertamanya hanya pakaian di badan. Rumah yang mereka tempati sebelumnya di Tanah Abang, Kelurahan Panasakan adalah fasilitas yang diperoleh atas bantuan gereja. Sehingga, barang yang bukan miliknya ia tanggalkan semuanya.

    Bertemu dengan Penjual Ikan Misterius Yahya lahir dan dibesarkan di keluarga terdidik dan disiplin. Ayahnya seorang pensiunan tentara. Ia pernah menjabat anggota DPRD di salah satu kabupaten baru di Sulawesi Utara. Sebagai putra bungsu dari tujuh bersaudara, Yahya saat bujang termasuk salah seorang generasi yang nakal.

  • 4

    Lantaran kenakalannya itulah, mungkin, beberapa bagian badannya terdapat bekas tato. Di lengannya terdapat bekas luka setrika untuk menghilangkan tatonya. Sebelum masuk Islam, beberapa hari sebelumnya Yahya mengaku sempat bertemu dengan seorang penjual ikan misterius di rumah lamanya, kompleks Tanah Abang, Kelurahan Panasakan, Tolitoli.

    Pertemuannya dengan si penjual ikan berlangsung tiga kali berturut-turut. Dan anehnya lagi, jam pertemuannya dengan si penjual ikan itu, tidak pernah meleset dari pukul 09.45 Wita. Setiap kali ketemu dengan si penjual ikan itu, Yahya mengaku berdialog panjang soal Islam. Tapi Yahya mengaku aneh, karena si penjual ikan yang mengak