BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Manajemen 2.1.1. Pengertian ... Pengertian Manajemen Manajemen disebut

download BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Manajemen 2.1.1. Pengertian ... Pengertian Manajemen Manajemen disebut

of 36

  • date post

    31-Aug-2018
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Manajemen 2.1.1. Pengertian ... Pengertian Manajemen Manajemen disebut

  • 11

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1. Manajemen

    2.1.1. Pengertian Manajemen

    Manajemen disebut sebagai seni untuk menyelesaikan pekerjaan

    melalui orang lain, definisi ini dikemukakan oleh Mary Parker Follett,

    mengandung arti bahwa para manajer mencapai tujuan-tujuan organisasi

    melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai

    pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain dengan tidak melakukan

    pekerjaan-pekerjaan itu sendiri (Hani Handoko, 1995: 3).

    Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur.

    Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber

    daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk

    mencapai suatu tujuan tertentu. Manajemen adalah ilmu dan seni

    memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara

    efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu (Malayu SP

    Hasibuan, 2009: 2).

    Menurut James Stones, manajemen adalah perencanaan,

    pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian usaha-usaha para anggota

    organisasi dan pengunaan sumber daya lain di dalam organisasi secara

    efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Prof. Dr.

  • 12

    S.P. Siagian dalam buku Filsafat Administrasi, menyebutkan bahwa

    manajemen sebagai kemampuan atau ketrampilan untuk memperoleh suatu

    hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan orang lain

    (Sihotang, 2007: 6).

    2.1.2. Pentingnya Manajemen Bagi Perusahaan

    Manajemen hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan yang

    diinginkan. Manajemen yang baik akan memudahkan terwujudnya tujuan

    perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Dengan manajemen, daya guna dan

    hasil guna unsur-unsur manajemen akan dapat ditingkatkan.

    Unsur-unsur manajemen terdiri dari 6M: man, money, method,

    machines, materials, dan market. Manajemen sangat dibutuhkan oleh semua

    perusahaan, karena tanpa adanya manajemen semua usaha akan sia-sia dan

    pencapaian tujuan akan sulit tercapai. Ada tiga alasan utama diperlukan

    manajemen bagi organisasi atau perusahaan:

    1. Untuk mencapai tujuan

    Manajemen dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi dan pribadi.

    2. Untuk menjaga keseimbangan diantara, tujuan-tujuan yang saling

    bertentangan.

    Manajemen dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara tujuan-

    tujuan, sarana-sarana dan kegiatan-kegiatan yang saling bertentangan

    dari pihak-pihak yang berkepentingan dalam organisasi, seperti pemilik

  • 13

    dan karyawan, kreditur, pelanggan, konsumen, supplier, serikat pekerja,

    masyarakat dan pemerintah.

    3. Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas.

    Kegiatan manajemen dapat diukur dengan banyak cara yang berbeda.

    Salah satu cara umum adalah efisiensi dan efektivitas. Menurut Peter F.

    Drucker, efektivitas adalah kemampuan untuk melakukan suatu

    pekerjaan yang benar, sedangkan efisiensi adalah kemampuan untuk

    melakukan dan menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar (Hani

    Handoko, 1995: 7).

    2.2. Manajemen Sumber Daya Manusia

    2.2.1. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia

    Untuk memperjelas pengertian MSDM, di bawah ini dirumuskan

    dan dikutip definisi yang dikemukakan oleh para ahli.

    1. Drs. Malayu S.P. Hasibuan (2009: 10).

    MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga

    kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan,

    karyawan dan masyarakat.

    2. Drs. Sihotang, M.B.A (2007: 10)

    MSDM adalah keseluruhan proses perencanaan, pengorganisasian,

    pengarahan, dan pengawasan terhadap kegiatan pengadaan seleksi,

    pelatihan, penempatan, pemberian kompensasi, pengembangan,

    pengintegrasian, pemeliharaan, dan pelepasan sumber daya manusia

  • 14

    untuk tercapainya berbagai tujuan individu, masyarakat, pelanggan

    pemerintah, dan organisasi yang bersangkutan.

    3. Dr. T. Hani Handoko, M.B.A (2010: 19)

    MSDM adalah penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan, dan

    penggunaan sumberdaya manusia untuk mencapai baik tujuan-tujuan

    individu maupun organisasi.

    2.2.2. Peranan Sumber Daya Manusia dalam Peningkatan Pelayanan

    Mempelajari manajemen sumber daya manusia memerlukan

    pengetahuan yang luas, karena menyangkut masalah yang rumit mengenai

    manusia dalam hubungannya dengan pihak-pihak tertentu dan dalam

    lingkungan kerjanya. Manajemen sumber daya manusia diperlukan untuk

    meningkatkan efektivitas sumber daya manusia dalam organisasi atau

    perusahaan.

    Manajemen sumber daya manusia merupakan salah satu bidang

    yang sangat komplek dan penuh tantangan. Manajer sumber daya manusia

    tidak hanya memperhatikan kepentingan perusahaannya sendiri tetapi perlu

    memperhatikan juga kebutuhan tenaga kerja dan organisasinya. Manajemen

    sumber daya manusia adalah usaha menempatkan orang yang benar dalam

    jabatannya yang tepat, pengorentasian, pelatihan dan pengkompensasian

    untuk meningkatkan kinerjannya.

  • 15

    Di samping itu manajemen sumber daya manusia dalam mengelola

    individu-individu yang bekerja dalam organisasi atau perusahaan berupa

    hubungan antara perusahaan dan pekerja terutama untuk mencapai tujuan

    organisasi dan dalam rangka terwujudnya kepuasan individu-individu

    tersebut.

    Manajemen sumber daya manusia yang efektif mengharuskan

    manajer menemukan cara terbaik dalam mempekerjakan orang-orang agar

    tercapai tujuan perusahaan dan meningkatkan kualitas individu maupun

    perusahaan.

    Satu konsekwensinya adalah bahwa manajemen sumber daya

    manusia harus dilibatkan baik dalam formasi maupun implementasi strategi

    perusahaan dengan tujuan dan sasaran untuk meningkatkan kualitas

    pelayanan dan juga kinerja karyawan maupun perusahaan.

    Manajemen sumber daya manusia mengatur dan menetapkan

    program kepegawaian yang mencakup:

    1. Menetapkan jumlah, kualitas dan penempatan tenaga kerja yang efektif

    sesuai dengan kebutuhan lembaga.

    2. Menetapkan penarikan, seleksi, dan penempatan karyawan.

    3. Menetapkan program kesejahteraan, pengembangan, promosi, dan

    pemberhentian.

    4. Meramalkan penawaran dan permintaan sumber daya manusia pada

    masa yang akan datang.

  • 16

    5. Memperkirakan keadaan perekonomian pada umumnya dan

    perkembangan lembaga pada khususnya.

    6. Memonitor dengan cermat undang-undang perburuhan dan

    kebijaksanaan pemberian balas jasa perusahaan-perusahaan sejenis.

    7. Melaksanakan pendidikan, latihan, dan penilaian prestasi karyawan.

    8. Mengatur mutasi karyawan baik secara vertikal maupun horizontal.

    9. Mengatur pensiun, pemberhentian, dan pesangonnya (Malayu SP

    Hasibuan, 2009: 14-15).

    2.3. Motivasi

    Motivasi para religius dalam bekerja, pertama-tama karena digerakkan oleh

    spiritualitas Kristiani dan spiritualitas Tarekat dimana ia mempersembahkan

    hidupnya bagi pelayanan Gereja dan masyarakat.

    2.3.1. Pengertian Motivasi

    Motivasi melibatkan tingkatan, arah, persistensi dari usaha yang

    diberikan oleh karyawan, karyawan yang termotivasi akan menjadi

    karyawan dengan kinerja tinggi. Motivasi juga merupakan pemberian daya

    penggerak yang dapat menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka

    mau bekerja sama, bekerja secara efektif, dan terintegrasi dengan segala

    daya upaya untuk mencapai keberhasilan.

    Untuk dapat memahami motivasi secara benar, berikut ini penulis

    akan memberikan beberapa definisi motivasi yang dikemukakan oleh

    beberapa ahli.

  • 17

    1. Edwin B. Flippo (2009: 143).

    Motivasi adalah suatu keahlian, dalam mengarahkan pegawai dan

    organisasi agar mau bekerja secara berhasil, sehingga keinginan para

    pegawai dan tujuan organisasi sekaligus tercapai

    2. Sihotang (2007:243)

    Motivasi adalah dorongan daya batin untuk berprilaku atau berusaha.

    3. Panji Anogoro dan Sri Suyati (1995: 45)

    Motivasi adalah dorongan keinginan sehingga ia melakukan sesuatu

    kegiatan atau pekerjaan dengan memberikan yang terbaik dari dirinya,

    baik waktu maupun tenaga demi tujuan yang diinginkan.

    4. Nico Syukur Dister ofm (1988: 71)

    Motivasi adalah manusia untuk melakukan perbuatannya baik karena

    terdorong maupun karena tertarik.

    2.3.2. Tujuan Motivasi

    Motivasi merupakan proses psikologi yang terjadi pada diri

    seseorang yang mencerminkan interaksi antara sikap, kebutuhan persepsi

    dan lain sebagainya. Adapun tujuan motivasi adalah sebagai berikut:

    1. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan.

    2. Meningkatkan produktivitas kerja karyawan.

    3. Mempertahankan kestabilan karyawan perusahaan.

    4. Meningkatkan kedisiplinan karyawan.

    5. Mengefektifkan pengadaan karyawan.

    6. Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik.

  • 18

    7. Meningkatkan loyalitas, kreatifitas, dan partisipasi karyawan.

    8. Meningkatkan tingkat kesejahteraan karyawan

    9. Meningkatkan efesiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku.

    10. Meningkatkan rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas- tugasnya.

    Karyawan yang dalam menjalankan pekerjaannya didasari motif

    atau bekerja karena dorongan yang menggerakkan jiwa dan jasmaninya

    maka akan mencapai hasil yang optimal. Motivasi yang ada dalam diri

    seseorang akan mewujudkan suatu prilaku yang diarahkan pada tujuan

    untuk mencapai s