Bab 1-5 Indra

Click here to load reader

  • date post

    26-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    61
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Bab 1-5 Indra

BAB IPENDAHULUAN

I.1 Latar BelakangAngka kriminalitas di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya, Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman menyatakan bahwa di tahun 2012 saja setiap 91 detik sekali terjadi satu kasus kejahatan di Indonesia hal itu tercantum dalam katalog Badan Pusat Statistika 4401002 . Sehingga dibutuhkan alat perlindungan diri dari pelaku kriminal yang meneror keamanan masyarakat setiap harinya. Salah satu jenis tindak kriminal yang marak terjadi di Indonesia adalah penjambretan dan penulis berpikir bahwa masyarakat harus bisa melindungi diri dari para penjambret. Alat Kejut Listrik merupakan salah satu alat pertahanan diri yang bisa digunakan untuk melawan penjambret. Alat kejut listrik menggunakan arus listrik sebagai kekuatan utamanya, alat ini mengalirkan listrik ke tubuh pelaku kriminal setelah ada kontak dengan tubuh pelaku kriminal. Alat kejut listrik tersedia dalam berbagai bentuk seperti bentuk tembakan (Stun Gun) dan bentuk batangan (Stun Rod).Kedua bentuk alat kejut listrik diharapkan dapat melumpuhkan pelaku kriminal yang akan menyerang korban tanpa menyebabkan luka serius, namun dalam kasus pencurian seperti jambret kedua bentuk senjata ini terhambat oleh karena jangkauan kontaknya yang sempit (bagi Stun Rod) dan sulitnya mengarahkan peluru Stun Gun. Penggunaan alat kejut listrik sebagai alat pertahanan diri merupakan subtitusi bagi penggunaan senjata api, senjata kejut listrik dapat melumpuhkan korban tanpa memberikan luka serius bagi korban tidak seperti penggunaan senjata api yang menimbulkan cedera serius bagi korban.Dalam karya ilmiah ini penulis akan merancang alat kejut listrik yang dihubungkan dengan remote control agar senjata kejut listrik dapat diaplikasikan untuk menangani kasus pencurian seperti jambret yang sebelumnya kurang memadai akibat terbatasnya jangkauan alat. Berdasakan hal-hal di atas, penulis mengangkat judul Pengaplikasian Remote Control Pada Alat Kejut Listrik (Stun Rod).I.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas penulis dapat mengidentifikasi masalah sebagai berikut.1. Besar arus listrik yang dihasilkan oleh alat kejut listrik untuk melumpuhkan sasaran alat kejut listrik.2. Kapasitas sumber listrik yang tepat bagi alat kejut listrik.3. Efek arus listrik yang dihasilkan terhadap tubuh manusia.4. Daya tahan sumber listrik yang dimiliki alat kejut listrik.5. Jarak maksimum alat kejut listrik dengan remote control agar alat kejut listrik dapat tetap bekerja.6. Dampak fisik yang ditimbulkan efek kejut listrik.

I.3 Pembatasan MasalahDari identifikasi masalah di atas, penulis membatasi masalah menjadi sebagai berikut.1. Besar arus listrik yang dihasilkan oleh alat kejut listrik untuk melumpuhkan sasaran alat kejut listrik.2. Jarak maksimum alat kejut listrik dengan remote control agar alat kejut listrik dapat tetap bekerja.

I.4 Perumusan MasalahBerdasarkan pembatasan masalah di atas, penulis dapat merumuskan masalah menjadi sebagai berikut.1. Berapakah arus listrik yang dihasilkan oleh alat kejut listrik untuk melumpuhkan sasaran?2. Berapa jarak maksimum alat kejut listrik dengan remote control agar alat kejut listrik dapat tetap bekerja?

I.5 Tujuan PenelitianDari perumusan masalah di atas, tujuan penulis membuat karya ilmiah ini sebagai berikut.1. Untuk mengetahui besar arus listrik yang dihasilkan oleh alat kejut listrik untuk melumpuhkan sasaran alat kejut listrik.2. Untuk mengetahui jarak maksimum alat kejut listrik dengan remote control agar alat kejut listrik dapat tetap bekerja

I.6 Manfaat PenelitianDari tujuan karya ilmiah di atas, manfaat yang penulis harapkan adalah sebagai berikut.1. Menambah wawasan pembaca tentang alat kejut listrik.2. Memberi inspirasi untuk peneliti selanjutnya.3. Angka kriminalitas di Indonesia terutama penjambretan menurun.

BAB II DASAR TEORI

II.1 AlatMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, alat merupakanbenda yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu, perkakas yang dipakai untuk mencapai maksud. Untuk karya ilmiah ini penulis memilih arti dari kata alat yaitu yang dipakai untuk mencapai maksud.II.2 KejutMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kejut adalah menjadi kaku karena terperanjat dsb.II.3 ListrikMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, listrik adalah daya atau kekuatan yg ditimbulkan oleh adanya pergesekan atau melalui proses kimia, dapat digunakan untuk menghasilkan panas atau cahaya, atau untuk menjalankan mesin. Menurut Zidni, Syafria, Gatot Suharto (2010:4) listrik merupakan aliran elektron dari sebuah objek melalui konduktor. Elektron adalah partikel terluar dari atom yang bermuatan negatif yang bila bersentuhan dengan objek, objek tersebut akan bermuatan negatif. II.3.1 Direct CurrentGenerator listrik DC (Direct Current) adalah alat yang digunakan untuk memproduksi arus listrik searah (DC). Generator ini terdiri dari dua bagian, yaitu rotor dan stator. Listrik DC merupakan listrik yang kuat arus maupun tegangannya tidak merupakan fungsi periodik dari timer, dalam arti besar arus maupun tegangan dari listrik ini maupun beda potensial pada listrik ini merupakan bilangan konstan (C) (Supriatna,2013:10) Adapun persamaan kuat arus maupin beda potensial ada listrik DC adalah seperti berikut.

II.3.2 Rangkaian Listrik Rangkaian listrik adalah susunan komponen-komponen elektronika yang dirangkai dengan sumber tegangan menjadi satu kesatuan yang memiliki fungsi dan kegunaan tertentu. Arus listrik dalam suatu rangkaian listrik hanya dapat mengalir jika rangkaian listrik tersebut berada dalam keadaan terbuka (Supriatna,2013:13).

II.3.3 Rangkaian Listrik Seri

Rangkaian listrik seri adalah suatu rangkaan listrik, dimana input suatu komponen berasal dari output komponen lainnya. Hal inilah yang menyebabkan rangkaian listrik seri dapat menghemat charge (digunakan sedikit kabel penghubung). Selain memiliki kelebihan, rangkaian listrik seri juga memiliki kelemahan, yaitu jika salah satu komponennya dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Persamaan hambatan pengganti rangkaian seri dapat dicari dari persamaan awal, dimana kuat arus listrik pada tiap hambatan adalah sama, sedangkan beda potensial pada tiap hambatan memiliki nilai berbeda (Supriatna,2013:13)

II.3.4 Rangkaian Listrik Paralel

Rangkaian listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik dimana semua input komponen berasal dari sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel. Hal inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan charge lebih banyak (kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak). Selain kelemahan tersebut, susunan paralel memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Adapun kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungssi sebagaimana mestinya. Persamaan hambatan pengganti paralel dapat dicari dari persamaan awal, di mana beda potensial pada masing-masing komponen adalah sama satu sama lain, sedangkan kuat arus yang masuk titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus pada masing-masing komponen (Supriatna,2013:14)

II.3.5 Arus ListrikMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arus listrik adalah arus listrik dng tegangan rendah yang digunakan dalam teknik radio atau komunikasi, satuan arus listrik adalah ampere.II.3.6 Pengaruh Arus Listrik terhadap Tubuh ManusiaArus listrik dapat m emberi cedera kepada tubuh manusia dari rasa kaget sampai kematian akibat serangan jantung, hal-hal ini dipengaruhi oleh besar arus dan jenis sumber arus listrik (GT, Smith. 2007:12).Fakta ini mengindikasikan bahwa alat yang akan penulis rancang mampu memberikan cedera terhadap korban apabila intensias arus listrik dan teganganya tinggi. Untuk mengetahui dampak yang akan ditimbulkan alat kejut listrik ini penulis akan melakukan percobaan terhadap tikus Wistar.II.3.7 Penggunaan Arus SearahPenggunaan arus searah pada penelitian adalah karena arus bolak-balik lebih sering menyebabkan kematian dan manusia lebih sensitif sekitar 4-6 kali terhadap arus bolak-balik daripada arus searah (JF, 1996:201). Penggunaan arus bolak-balik (AC) dapat menyebabkan kontraksi otot terus menerus atau tetani, sedangkan arus DC hanya menyebabkan satu kontraksi otot.Tabel II.1. Efek arus listrik pada aliran listrik AC dan DC dengan frekuensi 60 Hz melewati kulit utuh ke badan. (JF, Gabriel 1996:201)Besar Arus Listrik (DC)Besar Arus Listrik(AC)Pengaruh bagi Tubuh ManusiaTegangan yang menghasilkan arus yang diperkirakan sesuai dengan tahanan tubuh.

10.000 ohm1000 ohm

100 mA0.4 mAMerasa geli10 V1 V

1-3 A1-8 mASensasi shock10-8 V1-8 V

4 A8-15 mAShock dan rasa nyeri80-15- V8-15 V

5-10 A15-20 mAKontraksi otot yang hebat, kesulitan bernafas150-200 V15-20 V

11-15 A20-50 mAFibrilasi ventrikel dan kelumpuhan pernafasan200-500 V20-50 V

16-20 A1000-6000 mAFibrilasi ventrikel dan kelumpuhan pernafasan. Luka bakar60000 V60000 V

Sesuai tabel di atas, penggunaan arus listrik AC dapat menimbulkan efek samping yang lebih besar dari arus DC. Gabriel J.F pada tahun 1996 menyatakan pada arus 1-6 Ampere, dengan tegangan yang sama arus AC terbukti lebih berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia dibandingkan arus DC, dimana arus DC hanya menimbulkan efek shock sedangkan arus AC menimbulkan fibrilasi ventrikel dan kelumpuhan pernafasan serta luka bakar. Karena alasan tersebut, penulis memilih alat listrik yang menghasilkan arus listrik DC.

II.4 Alat Kejut ListrikSesuai definisi masing masing kata penyusun alat kejut listrik, penulis dapat menyimpulkan bahwa alat kejut listrik adalah alat yang dipakai untuk mencapai tujuan, yaitu membuat korbannya terkejut atau menjadi kaku karena terperanjat oleh listrik.II.4.1 Hukum Memiliki Stun GunBerdasarkanMerriam-Webster Dictionary edisi 2010, sebuah dictionary online. Stun gundiartikan sebagai berikut:a weapon des