Asuhan Pada Neonatus , Bayi Dan Balita Dengan

Click here to load reader

  • date post

    04-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    162
  • download

    22

Embed Size (px)

Transcript of Asuhan Pada Neonatus , Bayi Dan Balita Dengan

FIKA PRATIWI, S.ST

BERCAK MONGOL HEMANGIOMA IKTERIK MUNTAH DAN GUMOH ORAL TRUSH DIAPERASH

SEBORREA BISULAN MILLIARIASIS DIARE INFEKSI BAYI MENINGGAL MENDADAK

Pigmentasi dasar yang berwarna gelap pada daerah pinggang bawah dan pantat, bag atas bahu atau dada ( nervus ito ), punggung bag atas, pergelangan kaki, wajah dan mata (nervus ota) Warna : kuning, coklat/hitam, blue green yang pucat, blue pucat, datar dengan batasan tepi yang tidak jelas Bentuk : multipel / soliter Akan menghilang antara tahun pertama dan kedua

Yang spesifik tidak ada Kebanyakan bercak akan memudar sedikit demi sedikit dan lama kelamaan akan menghilang Jika bercak sampai pada saat pubertas belum menghilang maka kemungkinan permanen KIE sangat diperlukan untuk disampaikan kepada ibu dan keluarga sedini mungkin

DEFINISI Tumor yang banyak ditemukan pada bayi dg BB 12 mg/DL pada BCK dan todak > 10 mg/DL pada BBLR

1. Timbul Dalam 24 Jam Pertama 2. Bilirubin > 12,5 mg/Dl pada BCK dan > 10 mg/DL pada BBLR 3. Peningkatan Kadar Bilirubin 5 mg% atau lebih dalam 24 jam 4. Ikterus yang disertai dengan hemolisis 5. Menetap setelah bayi berumur 10 hari pada BCK dan 14 hari pada BBLR

DERAJ AT IKTER US 1 2 3 4 5

DAERAH / LOKASI IKTERUS PERKIRAAN BILIRUBIN

DAERAH KEPALA DAN LEHER Sampai dengan daerah badan atas Sampai dengan daerah badan bawah hingga knge tungkai Sampai dengan daerah lengan kaki di bawah kulit Sampai dengan daerah t

5,O mg% 9,0 mg % 11,4 mg % 12,4 mg% 16,0 mg%

1.

2.

3.

4.

Faktor Produksi Yang Berlebihan Gangguan Pada Uptake Dan Konjugasi HEPAR ( Proses Pengubahan Bilirubin ) ganggun transportasi bilirubin dalam darah oleh albumin gangguan pada eksresi akibat sumbatan pada hepar

Kurangnya masukan cairan dan nutrisi karena bayi malas minum risiko terjadi kernikterus

jemur bayi segera setelah bayi tampak kuning, jemur pada matahari pagi sekitar pk. 07.00 sampai 08.00 selama 15 30 menit periksa darah untuk pemeriksaan bilirubin dan jika hasilnya < 7 mg% maka pemeriksaan diulangi pada hari berikutnya jika hasil > 7 mg% langsung dirujuk (fisioterapi) berikan banyak minum, karena bayi malas minum berikan berulang ulang

Dilakukan jika kadar bilirubin indirek > 10 mg% dapat menyebabkan kadar bilirubin turun karena dapat menyebabkan dekomposisi bilirubin (yaitu perubahan senyawa tertapirol menjadi dipirol yg mudah larut dalam air dan dikeluarkan melalui urine dan tinja ) Terapi dilakukan selama 100 jam

Bayi di baringkan telanjang hanya genetalia yang di tutup Mata ditutup dengan bahan yang tidak tembus cahaya Posisi bayi diubah ubah antara telentang dan tengkurap selama 6 jam sekali agar sinar merata pertahankan suhu bayi pada 36,5 37c dan observasi suhu etiap 4 -6 jam

Pertahankan asupan cairan jangan sampai terjadi dehidrasi dan suhu bayi meningkat Pada waktu memberi minum bayi dikeluarkan, di pangku dan penutup mata di buka serta perhatikan adanya tanda irutasi Kadar bilirubin diperiksa setiap 8 jam setelah pemberian terapi selama 24 jam Bila kadar bilirubin tidak turun menjadi 7,5 mg% atau kurang terapi dihentikan walaupun belum 100 jam

Terjadi dehidrasi karena pengaruh sinar lampu dan mengakibatkan peningkatn penguapan cairan tubuh pada BBLR dapat terjadi 2-3 x lebih besar Frek defekasi meningkat akibat peningkatan kadar bilirubin indirek dalam empedu dan peningkatan peristaltik usus Kulit kemerahan gangguan retina jika mata ditutup Kenaikan suhu

Yaitu / keluarnya kembali sebagian besar atau seluruh isi lambung setelah makanan agak lama masuk ke dalam lambung pathologis 1. Hirschprung iritasi lambung, atresia esophagus dan tekanan intrakranial yang tinggi 2. infeksi traktus urinarius akut, hepatitis, peritonitis 3. invaginasi

DEHIDRASI ASIDOSIS SAMPAI SHOCK ALKALOLIS kETOSIS

Keluarnya cairan terus menerus (obstruksi esofagus) Muntah proyektif (stenosis pilorus) Muntah hijau kekuningan (obstruksi bawah ampula vateri ) muntah yang terjadi segera setelah lahir dan menetap (obstruksi usus dan tekanan intra kranial yg tinggi)

Kaji faktor penyebab Pengobatan diberikan berdasarkan faktor penyebab Ciptakan suasana tenang perlakukan bayi dengan baik an hati hati Berikan diet yang tidak merangsang lakukan rujukan jika ada tanda dehidrasi

Definisi = keluarnya kembali susu yang telan dan jumlahnya sedikit Penyebab : 1. Kenyang 2. Posisi bayi atau botol yng salah 3. Faktor terburu buru

Perbaiki teknik menyusui perbaiki posisi botol pada waktu memberi susu dengan botol sendawakan bayi segera setelah selesai menetek

radang pada bagian mulut (bibir dan lidah ) penyebab : kandida albicans dan faktor hygiene Penatalaksaan 1. hindari makanan yang merangsang 2. berikan makanan yang mudah dicerna 3. jangan mengorek orek mulut bayi 4. setelah minum asi berikan air putih membersihkan 5. lakukan pengobatan pada luka yang ada

Merupakan reaksi kulit terhadap amonia dalam urine dan penyebaran bakteri pada feses penyebab 1. kontak lingkungan 2. kebersihan kulit 3. udara/ suhu lingkungan yang lembab 4. karena mencret 5. reaksi kontak terhadap karet, plstik atau detergen

Daerah ruam tdk boleh terkena air dan dibiarkan terbuka bersihkan kulit dengan kapas berminyak dan berikan krim bila BAK/BAB segera dibersihkan bersihkan pantat bayi dengan sabun lenmbut dan air kemudian keringkan sampai bersih

hindari tekanan pada daerah yang teriritasi

jaga kebersihan kulit dan tubuh secara keseluruhanjaga kebersihan pakaian dan alat lainnya

Definisi = gangguan fungsi kelejar sebacea yang ditandai dengan pengeluaran palit secara berlebihan yang membentuk sisik sisik putih kekuningan (sumbatan seperti keju) sebab = 1. disfungsi kelenjar sebacea (produksi yang berlebihan) 2. pengaruh hormon 3. makanan verlemak dan berkalori tinngi 4. faktor konstisional (familial)