Askep Struma

download Askep Struma

of 22

  • date post

    15-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    383
  • download

    2

Embed Size (px)

description

Askep Struma

Transcript of Askep Struma

KATA PENGANTAR

PAGE 21

LAPORAN PENDAHULUAN STRUMA

1. Pengertian Struma

Struma adalah suatu pembengkakan pada leher oleh karena pembesaran kelenjar tiroid. Pembesaran kelenjar tiroid dapat disebabkan oleh kurangnya diet iodium yang dibutuhkan untuk produksi hormon tiroid. Terjadinya pembesaran kelenjar tiroid dikarenakan sebagai usaha meningkatkan hormon yang dihasilkan.

2. Etiologi Struma

Adanya gangguan fungsional dalam pembentukan hormon tyroid merupakan faktor penyebab pembesaran kelenjar tyroid antara lain :

a) Defisiensi iodiumPada umumnya, penderita penyakit struma sering terdapat di daerah yang kondisi air minum dan tanahnya kurang mengandung iodium, misalnya daerah pegunungan.

b) Kelainan metabolik kongenital yang menghambat sintesa hormon tyroid.c) Penghambatan sintesa hormon oleh zat kimia (seperti substansi dalam kol, lobak, kacang kedelai).d) Penghambatan sintesa hormon oleh obat-obatan (misalnya : thiocarbamide, sulfonylurea dan litium).

3. Patofisiologi StrumaIodium merupakan semua bahan utama yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan hormon tyroid. Bahan yang mengandung iodium diserap usus, masuk ke dalam sirkulasi darah dan ditangkap paling banyak oleh kelenjar tyroid. Dalam kelenjar, iodium dioksida menjadi bentuk yang aktif yang distimuler oleh TSH kemudian disatukan menjadi molekul tiroksin yang terjadi pada fase sel koloid. Senyawa yang terbentuk dalam molekul diyodotironin membentuk tiroksin (T4) dan molekul yoditironin (T3). Tiroksin (T4) menunjukkan pengaturan umpan balik negatif dari sekresi TSH dan bekerja langsung pada tirotropihypofisis, sedang tyrodotironin (T3) merupakan hormon metabolik tidak aktif. Beberapa obat dan keadaan dapat mempengaruhi sintesis, pelepasan dan metabolisme tyroid sekaligus menghambat sintesis tiroksin (T4) dan melalui rangsangan umpan balik negatif meningkatkan pelepasan TSH oleh kelenjar hypofisis. Keadaan ini menyebabkan pembesaran kelenjar tyroid.4. WOC Struma

Dampak gangguan sistem terhadap KDM pada pre operasi

Defisiensi yodium

Kelainan metabolik kongenital yang mengandung hormon tyroid

Penghambatan sintesa hormon oleh zat kimia/obat-obatan

(Pengurangan tyroditiroksin dan tetratiroksikosis

Mencegah inhibisi umpan balik TSH yang normal

(Peningkatan massa thyroid

(Hyperplasia kelenjar thyroid (Struma)

(Perubahan status kesehatan klien

(Klien selalu bertanya tentang

penyakitnya dan perosedur

pembedahan

(Informasi yang diberikan

Tidak akurat

(Kurang pengetahuan

(Stressor meningkat

(Anxietas

Dampak gangguan sistem terhadap KDM pada post operasi

Struma

(Strumectomi

(Tindakan pembedahan)

(Terputusnya kontinuitas

Jaringan

(Pelepasan neurotransmitter

mediator kimia (bradikinin,

serotonin, prostaglandin dan

histamin)

(Merangsang ujung-ujung

saraf tepi

(Dihantarkan ke hipothalamius

dan korteks cerebri

(Nyeri

Manipulasi pada tindakan strumectomi subtotal

(Resiko peningkatan pengeluaran hormon tiroid

(Resiko krisis tiroid

(Resiko terjadinya mixedema

(Kemunduran proses metabolik

(5. Manifestasi Klinis Struma

Pada penyakit struma tyroid membesar dengan lambat. Awalnya kelenjar ini membesar secara difus dan permukaan licin. Jika struma cukup besar, akan menekan area trakea yang dapat mengakibatkan gangguan pada respirasi dan juga esofhagus tertekan sehingga terjadi gangguan menelan.\

6. Pemeriksaan Diagnostik Struma

1) USG

Dilakukan untuk mendeteksi nodul yang kecil atau nodul di posterior yang secara klinis belum dapat dipalpasi. Di samping itu, pemeriksaan ini dapat membedakan antara padat maupun kistik dan beberapa bentuk kelainan, tetapi belum dapat membedakan dengan pasti ganas atau jinak. serta dapat dimanfaatkan untuk penuntun dalam tindakan biopsy aspirasi jarum halus.

2) Scanning tiroid (pemeriksaan sidik tiroid)

untuk menentukan fungsi tiroid. Hasil pemeriksaan dengan radioisotop adalah teraan ukuran, bentuk lokasi, dan yang utama ialah fungsi bagian-bagian tiroid. Pada pemeriksaan ini pasien diberi Nal peroral dan setelah 24 jam secara fotografik ditentukan konsentrasi yodium radioaktif yang ditan3) Radiologi

Thorax :adanya deviasi trakea

4) Pemeriksaan sitologi melalui biopsi aspirasi jarum halus (Fine Needle Aspiration/FNA)

Pemeriksaan sitologi nodul tiroid diperoleh dengan aspirasi jarum halus. Cara pemeriksaan ini berguna untuk menetapkan diagnosis suspek maligna ataupun benigna. 7. Penatalaksanaan StrumaA. Medikamentosa

Pengobatan ditujukan untuk :1. Mengurangi besarnya kelenjar gondok;2. Mengoreksi adanya keadaan hipotiroidisme, kalau memang ada. Solusio lugol 5 tetes/hari dalam 1/2 gelas air bersama dengan iodium 10 15 mg/hari diberikan beberapa minggu sampai kelenjar tiroid kembali normal. Selanjutnya penderita dianjurkan menggunakan garam dapur beriodium. Struma sporadik diobati dengan ekstrak tiroid 50 150 mg/hari atau tiroksin 150 300 mg/hari. Bila ada persangkaan keganasan segera rujuk ke rumah sakit.B. Pembedahan

Tindakan pembedahan dikerjakan dengan alasan; adanya nodule atau benjolan tunggal di salah satu bagian anatomis kelenjar tersebut yang dikhawatirkan bisa berkembang menjadi ganas. Adanya multi nodul banyak benjolan - yang berat, penekanan terhadap saluran nafas dan dengan alasan estetik atau penampilan diri seseorang yang mengalami pembesaran di bagian leher depan itu. Tentu operasi dikerjakan setelah syarat-syaratnya terpenuhi termasuk hasil pemeriksaan lab yang menunjukkan fungsi kelenjar thyroid ini yang sebisa mungkin tidak sedang mengalami gangguan (hyper atau hipothyroid). Untuk menurunkan kadar hormone thyroksin dapat diberikan obat-obatan yang bisa menekan thyroid agar tidak memproduksi hormone yang berlebihan.Pembedahan kelenjar thyroid disebut thyroidectomi. Pada pelaksanaannya ada yang mengangkat sebagian kelenjar (hemithyroidectomi, subtotal thyroidectomi, isthmolobectomi), keseluruhan (total thyroidectomi) atau bisa juga radikal thyroidectomi pada kasus kanker. Pemilihan itu tergantung dari kasus atau kelainan yang dijumpai. Pada perkembangan saat ini, untuk kasus tertentu, pengangkatan nodule thyroid bisa dikerjakan dengan minimal invasive surgery. Pengaturan hormon tubuh jika thyroid diangkat total dapat digantikan dengan obat yang berfungsi seperti hormone tiroksin yang mesti teratur diminum sepanjang hidup.

8. Asuhan KeperawatanPengkajianPengumpulan data

1. Anamnese

Dari anamnese diperoleh:

1) Identifikasi klien.

2) Keluhan utama klien.

Pada klien post operasi thyroidectomy keluhan yang dirasakan pada umumnya adalah nyeri akibat luka operasi.

3) Riwayat penyakit sekarangBiasanya didahului oleh adanya pembesaran nodul pada leher yang semakin membesar sehingga mengakibatkan terganggunyapernafasan karena penekanan trakhea eusofagus sehingga perlu dilakukan operasi.

4) Riwayat penyakit dahulu

Perlu ditanyakan riwayat penyakit dahulu yang berhubungan dengan penyakit gondok, misalnya pernah menderita gondok lebih dari satu kali, tetangga atau penduduk sekitar berpenyakit gondok.

5) Riwayat kesehatan keluarga

Dimaksutkan barangkali ada anggota keluarga yang menderitan sama dengan klien saat ini.

6) Riwayat psikososial

Akibat dari bekas luka operasi akan meninggalkan bekas atau sikatrik sehingga ada kemungkinan klien merasa malu dengan orang lain.

Pemeriksaan Fisik1) Keadaan umum

Pada umumnya keadaan penderita lemah dan kesadarannya composmentis dengan tanda-tanda vital yang meliputi tensi, nadi, pernafasan dan suhu yang berubah.

2) Kepala dan leher

Pada klien dengan post operasi thyroidectomy biasanya didapatkan adanya luka operasi yang sudah ditutup dengan kasa steril yang direkatkan dengan hypafik serta terpasang drain. Drain perlu diobservasi dalam dua sampai tiga hari.

3) Sistim pernafasan

Biasanya pernafasan lebih seak akibat dari penumpukan sekret efek dari anestesi, atau karena adanya darah dalam jalan nafas.

4) Sistim Neurologi

Pada pejmeriksaan reflek hasilnya positif tetapi dari nyeri ajkandipaspatkan ekspresi wajah yang tegang dan gelisah karena menahan sakit.

5) Sistim gastrointestinal

Komplikasi yang paling sering adalah mual akibat peningkatan asam lambung akibat anestesi umum, dan pada akhirnya akan hilang sejalan dengan efek anestesi yang hilang.Pemeriksaan Penunjang1) Pemeriksaan penunjang

Human thyrologlobulin( untuk keganasan thyroid)

Kadar T3, T4

Nilai normal T3=0,6-2,0 , T4= 4,6-11

Darah rutin

Endo Crinologiie minimal tiga hari berturut turut (BMR) nilai normal antara 10s/d +15

Kadar calsitoxin (hanya pada pebnderita tg dicurigai carsinoma meduler).

2) Pemeriksaan radiologis

Dilakukan foto thorak posterior anterior

Foto polos leher antero posterior dan laterl dengan metode soft tissu technig .

Esofagogram bila dicurigai adanya infiltrasi ke osofagus.Diagnosa Keperawatan1. Diagnosa kepeawatan pada pre operasi

yang lazim terjadi pada struma pre operasi :

1) Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan hyperplasia kelenjar tyroid.

2) Gangguan body image berhubungan dengan involusi kelenjar tyroid.

3) Gangguan pemenuhan nutrisi berhubungan dengan penekanan pada esofagus, kesulitan menelan.

4) Defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan fisik.

2. Perencanaan tindakan keperawatan sesuai prioritas masalah

1) Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan hyperplasia kelenjar tyroid.

Tujuan : mengatas