Askep Childbearing

download Askep Childbearing

If you can't read please download the document

  • date post

    27-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.333
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Askep Childbearing

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA Tn. M DENGAN ANAK CHILD BEARING (0-30 bulan)

Oleh :

HARPAN SAPUTRA : 08122037 JULIAWATI : 08122038

DOSEN PEMBIMBING :

PEMILU YETTI, Skp

STIKES MERCUBAKTIJAYA PADANG 2009

Keterangan ASUHAN KEPERAWATAN : A. DATA UMUM 1. Nama kepala keluarga: Tn. M = Laki-laki 0. Umur : 29 Tahun : SMA : Wiraswasta : Siteba 1. = PerempuanPendidikan 2. Pekerjaan = Tinggal 1 rumah = 3. Alamat 4.No Nama 1 2 Ny. R An. A Hub dg KK Istri Anak

Komposisi KeluargaL/P P P Umur 25 th 2,5 Th Pddk sma Pekerjaan IRT BCG Imunisasi DPT POI Ket HEP C

Genogram

7.

Tipe Keluarga yang terdiri dari

Tipe keluarga Tn. M adalah tipe keluarga tradisional atau keluarga inti Tn. M, Ny. R dan memiliki satu orang anak yaitu An. A

8. Suku Bangsa Keluarga Tn. M dan Ny. R bersuku Minang, dimana memiliki tradisi garis keturunan ibu. Jadi keluarga merasa tidak ada masalah yang b/d budaya. 9. Agama Agama yang dianut oleh keluarga adalah agama Islam, Tn. M melaksanakan shalat 5 waktu dan ikut melaksanakan shalat Jumat. Tn. M kurang aktif dalam kegiatan masyarakat. Agama adalah sumber kekuatan bagi keluarga. 10. Status Sosial Ekonomi Tn. M adalah seorang wiraswasta dengan penghasilan Rp 2.500.000,-/bulannya. Ny. R ibu rumah tangga. Pengeluaran keluarga berfokus pada pembayaran kebutuhan sehari-hari, dan tagihan rutin perbulan yaitu listrik dan air. Mereka mempunyai tabungan dan apabila salah satu dari anggota keluarga sakit, Ny. R menggunakan tabungan untuk biaya berobat. 11. Aktivitas Rekreasi Keluarga Tn. M memiliki aktivitas rekreasi yang tidak terjadwal. Aktivitas rekreasi keluarga pada akhir pekan atau pada hari libur pergi kerumah orang tua Tn. M dan Ny. R, berkumpul dan bercerita dan juga pergi melihat pemandangan dan tempat-tempat rekreasi. B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA 0.Tahap pengembangan keluarga saat ini Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah keluarga dengan tugas perkembangan sebagai berikut; 1. Persiapan menjadi orang tua 2.adaptasi dengan perubahan anggta keluarga, peran, interaksi, hubungan seksual dan kegiatan keluarga. 3.mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan.

13. Tugas perkembangan keluarga yang belum terenuhi saat ini Pada keluarga Tn. M mahasiswa menemukan seluruh tugas perkembangan keluarga telah terpenuhi. 14. Tn. M dan Ny. R menikah sejak 3 tahum yang lalu, saat ini Tn. M berusia 29 th dan Ny. R 25 th. Tn. M dan Ny. R menikah atas dasar saling mencintai dan direstui oleh kedua belah pihak keluarga. Tn. M mengatakan ia bahagia dengan perkawinannya dan tidak pernah merasa menyesal dalam perkawinannya. Pada saat ini riwayat kesehatan keluarga sebagai berikut: 1.Tn. M saat dilakukan pengkajian dalam keadaan sehat, tidak mempunyai keluhan tentang kesehatan saat ini, tidak pernah sakit ataupun menderita penyakit yang serius dan penyakit keturunan. 0.Ny. R saat dilakukan pengkajian tidak mempunyai keluhan kesehatan tidak pernah sakit ataupun menderita penyakit yang serius dan penyakit keturunan. 1.Anak A saat dilakukan pengkajian agak sedikit rewel dan susah sekali disuapi makan oleh Ny. R dan merengek-rengek sambil menggerak-gerakan badan dan tangannya. 15. Riwayat keluarga sebelumnya Tn. M dan Ny. R mengatakan tidak ada riwayat penyakit menular dalam keluarganya, serta orang tua dan neneknya tidak ada yang sakit dalam waktu yang lama. C. PENGKAJIAN LINGKUNGAN 16. Karakteristik Rumah Keluarga Tn. M tinggal dirumah permanen yang terdiri dari 5 ruangan yaitu: kamar, ruang tamu, ruang keluarga (ruang tempat menonton televisi), dapur, kamar mandi dan WC. Jumlah jendela 6 buah. Perabotan rumah tersusun rapi yang terdiri dari 2 buah tempat tidur, seperangkat

kursi tamu, kursi menonton, lemari. Didapur terdapat peralatan masak, dan pada kamar mandi dan WC terdapat peralatan mandi. Jenis septitank adalah septitank tertutup, menggunakan air PAM, disamping rumah tampak beberapa baris jemuran kain, dan dihalaman tampak bersih, sampah rumah tanggga ditumpuk pada satu tempat dan dibakar. Rumah terdiri dari ventilasi yang cukup. 8 7 6 4

5

3

Keterangan : 1. Pintu 2. 4.

5. Ruang tamu Jendela 6. Ruang TV 3. Kamar 1 7. Dapur Kamar 2 8. Kamar Mandi & WC 9. Ventilasi

17.Karakteristik Tetangga dan komunitas RW Hubungan antara keluarga dengan masyarakat disekitar rumah Tn. M cukup harmonis, saling bertegur sapa. Pada umumnya komunitas diwilayah mereka bekerja diinstitusi-institusi, dan ada juga yang swasta. 18.Mobilitas geografis keluarga Keluarga Tn. M berasal dari kabupaten padang pariaman (lubuak aluang). Sejak tiga tahu yang lalu mereka pindah kedaerah ini dan menempati rumah itu dan sejak saat itu keluarga tidak pernah pindah ketempat lain. 19.Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat Keluarga Tn. M berkumpul dan berinteraksi dengan anggota keluarga pada sore dan malam hari Tn. M sudah pulang bekerja, makan bersama Ny. R dan menonton TV sambil bermain-main anak. Interaksi keluarga dan

masyarakat atau tetangga cukup baik ditandai dengan kenalnya keluarga Tn. M dengan nama-nam tetangga yang lewat didepan rumahnya. 20.Sistem Pendukung Keluarga Keluarga Tn. M terdiri dari Ny. R dan satu orang anak yang disayangi. Bila terdapat masalah dalam keluarga biasanya selalu didiskusikan bersama. Anggota keluarga dalam keadaan sehat. D. STRUKTUR KELUARGA 21.Pola Komunikasi Keluarga Keluarga Tn. M mempunyai pola komunikasi yang baik dan terbuka. Apabila ada masalah selalu dibicarakan bersama dan diselesaikan secara bersama baik itu masalah keuangan maupun masalah social, setiap anggota keluarga berhak mengutarakan keinginannya dan berhak mengemukakan pendapatnya. Dan dalam keluarga keputusan lebih banyak diambil oleh Tn. M sebagai kepala keluarga. 22.Struktur Kekuatan Keluarga Dalam pengambilan keputusan biasanya dengan cara musyawarah dan tidak memaksakan pendapat, dan keputusan yang diambil Tn. M selaku kepala keluarga diterima oleh anggota keluarga dengan baik tanpa ada yang merasa dirugikan (Ny. R) 23. Struktur Peran Tn. M berperan sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah bagi keluarga. Ny. R berperan sebagai ibu rumah tangga yang mengurus kebutuhan anggota keluarga. Dan yang lebih sering dalam pengambilan keputusan yang telah dimusyawarahkan adalah Tn. M. 24.Nilai dan Norma Keluarga Nilai dan norma yang dianut oleh keluarga adalah mengikuti norma yang berlaku dalam masyarakat. Keluarga sering mengunakan obat-obat tradisional seperti daun jambu biji untuk mencret. Disamping itu keluarga juga membawa anggota keluarga apabila ada yang sakit ke dokter dan pelayanan kesehatan.

E. FUNGSI KELUARGA 25. Fungsi Afektif Ny. R mengaku sangat bahagia dengan perkawinannya. Ny. R sangat menyayangi Tn. M dan anaknya, begitu juga sebaliknya. Tn. M sangat menyayangi Ny. R dan anaknya. Mereka saling mendukung dan saling mengisi. 26. Fungsi Sosialisasi Orang tua mengatakan ingin membesarkan anaknya didasarkan pada nilai nilai agama dan budaya yang berasal dari Tn. M dan Ny. R. dan Ny. M mengatakan hubungannya dengan Tn. M sangat baik dan harmonis. Ny. R sangat menghormati dan menghargai suaminya. 27.Fungsi Perawatan Kesehatan Bagi keluarga Tn. M sehat merupakan terbebas dari penyakit dan mampu melakukan seluruh aktivitas seperti biasa, dan sedangkan sakit merupakan bila anggota keluarga mengalami gangguan dalam badan (fisik) dan mengalami gangguan juag dalam beraktivitas. 28. Fungsi Reproduksi Tn. M mempunyai 1 orang anak berusia 2,5 tahun. Tn. M menikah saat berumur 26 tahun dan istrinya berumur 22 tahun. Mereka menikah dengan cara berpacaran dulu, tanpa dijodohkan oleh orang tuanya. Tn. M dan Ny. R merencanakan untuk punya keturunan lagi, saat ini Ny. R menggunakan alat kontrasepsi yaitu suntik KB 1x dalam sebulan. 29. Fungsi Ekonomi Kebutuhan ekonomi keluarga Tn. M sepenuhnya ditangguhkan oleh Tn. M dan Tn. M bekerja sebagai wiraswasta. Sedangkan Ny. R ibu rumah tangga. Penghasilan Tn. M digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. -

F. STRESS DAN KOPING KELUARGA 30. Stress jangka pendek Keluarga Tn. M megatakan cemas dengan An. A karena An. A untuk saat ini sangat susah untuk makan. - Stress jangka panjang Tn. M mengatakan ia ingin anaknya kelak menjadi pintar dengan bersekolah ditempat yang layak hingga mencapai perguruan tinggi, tapi Tn. M takut apabila ia tidak bisa lagi menafkahi anak dan istrinya karena hanya Tn. M yang mencari nafkah. Dan Tn. M cemas penurunan nafsu makan pada An. A dapat mengganggu pertumbuhan An. A. 31.Kemampuan Keluarga Dalam Berespon. Terhadap stressor jangka pendek. Keluarga Tn. M mengatakan selalu berusaha agar An. A mau makan lagi seperti biasanya. Terhadap stressor jangka panjang Tn. M mangatakan akan selalu menabung walau sedikit demi sedikit untuk masa depan anaknya kelak. Dan berusaka optimal untuk kesehatan An. A. 32.Strategi koping yang digunakan Keluarga selalu berusaha untuk berkomunikasi dan berdiskusi setiap ada masalah dalam keluarga meskipun nanti Tn. M yang mengambil keputusan terakhir sebagai kepala keluarga. 33.Strategi adaptasi disfungsional Keluarga tidak mempunyai adaptasi disfungsional seperti prilaku kekerasan dan mengamuk jika ada masalah, tetapi keluarga Tn. M mempunyai cara-cara yang sehat seperti musyawarah dalam menghadapi masalah.

G. HARAPAN TERHADAP PETUGAS LAYANAN KESEHATAN Keluarga berharap masalah kesehatan yang ada dalam keluarga khusunya An. A yang mengalami kesusahan dalam makan yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan An. A dapat dicarikan jalan keluarnya sehingga pertumbuhan An. A dapat optimal dan tidak terganggu.

Pemeriksaan fisik No 1 Pemeriksaan fisik - KU Tn. M - TB : 170 cm - BB : 75 Kg 2 epala KBenjolan lesi (-) ambut RLurus, tidak rontok, tebal ata M Konjungtiva tidak onemis, skelera tidak ikterik, penglihatan elinga T Cerumen baik, idung H Simetris konka dan ki/ka, baik tidak simetris ki/ka Simetris ki/ka, konka bai