Ask Ep Cholangitis

download Ask Ep Cholangitis

of 38

  • date post

    09-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    44
  • download

    8

Embed Size (px)

Transcript of Ask Ep Cholangitis

LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN MODERATE CHOLANGITIS PADA Ny. N Di RUANG 17RUMAH SAKIT Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Disusun oleh:Nama : Sinta IrawatiNIM : 1301200003

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANGPROGRAM STUDI DIII KEPERAWAAN LAWANGTAHUN 2015LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN

MODERATE CHOLANGITISBAB ITINJAUAN TEORI1.DefinisiKolangitis (radang saluran empedu) adanya radang pada saluran empeduKolangitis adalah peradangan akut pada dinding saluran empedu hampir selalu disebabkan infeksi bakteri pada lumen sterilKolangitis akut adalah infeksi bakterial yang akut dari saluran empedu yang tersumbat baik secara parsial atau totalKolangitis akut merupakan infeksi bakterial yang terjadi pada obstruksi saluran billier terutama yang ditimbulkan oleh batu empeduTingkat keparahan kolangitis akut dapat diklaasifikasikan menjadi 3 kelas yaitu kelas 1 (mild,ringan), kelas 2 (moderate,sedang), kelas 3 (severe,berat) atas dasar dua faktor klinis timbulnya disfungsi organ dan respon terhadap perawatan medis awal

2.Tanda dan gejalaHampir selalu pada pasien kolangitis akut didapatkan ikterus dan disertai demam kadang kadang menggigilSering kali didapatkan nyeri hebat di epigastrium atau perut kanan atas karena adanya batu koledokusMual, muntah, diare, berat bdan menurun

3.PenyebabKolangitis dapat disebabkan oleh berbagai keadaan patologis yang semuanya akan berakhir dengan statis aliran empedu dan akhirnya terjadi infeksiCholedocholitiasisStriktur bilier sistemNeoplasma pada sistem bilierParasit cacing AscarisPankreatitis kronisTumor pankreasHIV/AIDS

4.Pohon masalahNyeri

Gangguan pemenuhan nutrisi

dehidrasi

Mual muntah

Makanan tertahan di lambung

Penurunan peristaltik usus

Iritatif saluran cerna

Nyeri kuadran kanan atas

Peningkatan suhu tubuh

Hipertermi

Kenaikan SGOT & SGPT

Gangguan pola tidur

Distensi kandung kemih

inflamasi

Iritasi lumen

Obstruksi

Batu empedu

Cholangitis

5.PEMERIKSAAN PENUNJANGa.Uji laboratoriumPemeriksaan darah rutin : leukositpada pasien dengan cholangitis 79% memiliki sel darah putih melebihi 10.000/ml dengan angka rata rata 13.600. pasien sepsis dapat leukopenik.b.UltrasonografiMenunjukkan pelebaran saluran empedu. Ultrasonografi dapat membedakan kolestasi extrahepati dan intrahepati dengan ketepattan 96% pada saluran empedu yang melebar.c.CT-ScanDapat mendeteksi batu saluran empedu sedikit lebih banyak dibandingkan dengan ultrasonografi dan dpat juga menentukan setinggi apa dan penyebab obstruksi.d.Pemeriksaan fungsi hatiKemungkinan besar konsisten dengan cholangitis hiperbilirubinemia terdapat SGOP dan SGPT biasanya sedikit meningkat.

e.Hasil urinalisis biasanya normalLipase : keterlibatan ductus choladochus bagian bawah dapat menimbulkan pankreatitis dan peningkatan kadar lipase.f.Endoscopi Retrograde Cholangio Pancreography (ERCO)Merupakan pemeriksaan bersifat diagnostik dan terapeutik dan kriteria standart pemeriksaan sistem bilier dengan tingkat keberhasilan 98%g.Foto polos abdomenh.Pada umumnya tidak banyak membantu pada diagnostik cholangitis akut . foto polos abdoment dapat menunjukkan udara dalam saluranbilier setelah endoskopi, apabila pasien mengalami cholestitis, emphysematosa cholangitis ataupun fisula cholangitis ikterik.6.Penatalaksanaan medisSetiap pasien dengan ikterus apapun penyebabnya yang disertai demam harus diwaspadai akan keberadaan cholangitis akut.i.Pada pasien ini segra dilakukan pemeriksaan USG abdomen. USG adalah tindakan yang pertama kali dilakukan untuk mengetaui batu empedu. Adanya pelebaran saluran empedu baik ekstra maupun intra mengkonfirmasi adanya cholangitis akutii.Lakukan ERCP untuk mengetahui penyebab obstruksi dan setinggi apa obstruksi tersebut dan setinggi apa pada saluran empeduiii.Pemeriksaan laboratorium menunujukkan leukositosi , peningkatan yang menyolok dan fosfatase alkali GGT nilirubin, biasanya meningkat. Sebagian kecil normal atau sedikit meningkat, SGOT?SGPT dapat meningkativ.Tindakan utama adalah melancarkan aliran bilier untuk mengatasi infeksi serta untuk memperbaiki fungsi hativ.Pemilihan antibiotika secara tepat.

Bab IIKonsep asuhan keperawatan1.Pengkajiana.IdentitasCholangitis cukup jarang terjadi, biasanya terjadi bersamaan dengan penyakit lain yang menimbulkan obstruksi billier dan bactibilia missal setelah prosedur ERCP, 1-3% pasien mengalami cholangitis.b.Keluhan utama pada penderita kolangitis, klien mengeluh nyeri perut kanan atas nyeri tidak menjalar /menetap, nyeri pada saat menarik nafas dan nyeri seperti ditusuk tusukc.Riawayat penyakitRiwayat penyakit dahuluRiwayat medis pasien mungkin dapat membantu contohnya riwayat dari keadaan berikut dapat meningkatkan resiko cholangitis-Batu kandung empedu atau batu saluran empedu-Pasca cholecystectomy-Manipula endoskopik atau ERCP cholangiogram-Riwayat cholangitis sebelumnya-Riwayat HIV/AIDS: choalngitis yang berhubungan dengan aids memliki cirri edema bilier ekstrahepatik ulserasi dan obstruksi bilierRiwayat penyakit sekarangBanyak pasien yang dating dengan ascending cholangitis tidak memiliki gejala klasik tersebut. Sebagian besar pasien mengeluh nyeri abdomen kuadran lateral atas. Gejala lain yang dapat terjadi meliputi: jaundice, demam, menggigil dan kekakuan, nyeri abdomen tinja yang acholis.Riwayat penyakit keluargaPerlu dikaji apabila klien mempunyai penyakit keturunan seperti diabetes mellitus, hipertensi, anemia.d.Pemeriksaan fisika.System pernafasanInspeksi : dada tampak, pernafasan dangkal klien tampak gelisahPalpasi : vocal vremitus teraba merataPerkusi : sonorAuskultasi : tidak terdapat suara tambahan (ronchi, wheezing)b.System kardiovaskulerTerdapat takikardi dan diaphoresisc.System neurologiTidak terdapat gangguan pada system neurologid.Simtem pencernaanInspeksi : tampak ad distensi abdomen diperut kanan atas klien mengeluh mual muntahAuskultasi : peristaltic usus 5-12x / menit flatulensiPerkusi : adanya pembengkakan di abdomen atas/ kuadran kanan atas nyeri tekan epigastriume.System eliminasiWarna urine lebih pekat dan warna feses seperti tanah liatf.System integumentTerdapat ikterik/jaundice dengan kulit berkeringat dan gatalg.System musculoskeletalTerdapat kelemahan otot karena gangguan produksi ATP2.Diagnose keperawatan1.Nyeri berhubungan dengan distensi kandung kemih2.Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses inflamasi3.Gangguan pemenuhan nutrisi berhubungan dengan mual muntah4.Gangguan pola tidur berhubungan dengan iritasi lumen5.Dehidrasi berhubungan dengan mual muntah3.Intervensi keperawatan1.Nyeri berhubungan dengan distensi kandung kemihTujuan : setalah dilakukan asuhan keperawatan selama 1x24jam nyeri berkurangCriteria hasil-Keadaan umum normal pasien tampak nyaman-Nyeri berkurang pasien tampak rileks ditunjukkan dengan skala nyeri 1-3-Pasien melakukan managemen nyeri saat nyeri kembali dating-Ttv dalam batas normalIntervensi1.BHSPR/ dengan hubungan saling percaya mempermudah proses keperwatan2.Observasi, catat lokasi dan skala nyeri dan karakter nyeriR/ membantu membedakan penyebab nyeri dan memberikan informasitentang kemajuan / perbaikan penyakit3.Anjurkan pasien dalam posisi nyamanR/ pada posisi fowler rendah menurunkan tekanan intra abdomen4.Anjurkan managemen nyeri distraksi relaksasi nafas dalamR/ untuk melakukan koping pasien terhadap nyeri5.Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgesicR/ untuk mengatasi nyeri6.Observasi tanda tanda vitalR/ untuk mengetahui perkembangan pasien7.Kaji respon pasienR/ wajah menunjukkan perasaan yang dirasakan klien

2.Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses inflamasiTujuan : setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 1x24 jam suhu tubuh kembali normalCriteria hasil :-Suhu tubuh kembali normal pasien nyaman-Tanda vital dalam bats normal-Pasien dapat melakukan tindakan untuk mengurangi suhu tubuhIntervensi1.BHSPR/ dengan hubunga saling percayamempermudah proses keperawatan2.Observasi tanda vitalR/ untuk mengetahui perkembangan pasien3.Anjurkan menggunakan pakaian tipis dan minum air putihR/ mrnggunakan pakaian tipis dan minum air putih yang bnaya dapat menurunkan panas4.Anjurkan untuk melakukan kompres dingin pada daerah dada dan ketiakR/ kompres dapat membantu menurunkan panas5.Kolaborasi dalam pemberian antipiretikR/ antripiretik unutk menurunkan suhu6.Kaji respon pasienR/ wajah dapat menggambarkan apa yang dirasakan klien

3.Gangguan pemenuhan nutrisi berhubungan dengan mual muntahTujuan : setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 1x24jam keseimbangan nutrisi terpenuhiCriteria hasil :-Asupan nutrisi kembali seimbang-Pasien menunjukkan energy yang adekuat-Ttv dalam batas normal-Mual muntah berkurangIntervensi1.BHSPR/ dengan hubungan saling percaya mempermudah proses keperawatan2.Observasi tanda tanda vitalR/ untuk mengetahui perkembangan pasien3.Anjurkan untuk makan sedikit tapi seringR/ untuk mencegah mual muntah4.Berkolaborasi dengan ahli gizi dalam pemberian program dietR/ setiap pasien mempunyai diet yang berbeda5.Monitoring asupan gizi pasienR/ mengetahui perkembangan nutrisi pasien6.Kaji respon pasienR/ menggambarkan apa yang dirasakan pasien

4.Gangguan pola tidur berhubungan dengan iritasi lumenTujuan : setalah dilakukan asuhan keperawatan selama 1x24jam pasien dapat tidur dengan nyamanCriteria hasil :-Klien dapat tidur dengan nyaman-Ttv dalam batas normal-Klin tidak pucat-Kebutuhan tidur terpenuhiIntervensi1.BHSPR/ dengan membina hubungan saling percaya dapat mempermudah proses keperawatan2.Observasi tanda vitalR/ untuk mengetahui perkembangan pasien3.Anjurkan untuk mengatur posisi nyamanR/ dengan posisi nyaman dapat membantu tidur4.Anjurkan untuk relaksasi nafas dalamR/ untuk merilekskan tubuh5.Kaji respon pasienR/ menggambarkan apa yang dirasa

Daftar pustaka

1.Nursing Diagnostik Nanda Nic Noc 20132.Asuhan keperawatan berdasarkan