Analisa trichoderma

download Analisa trichoderma

of 21

  • date post

    02-Jun-2018
  • Category

    Documents

  • view

    216
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Analisa trichoderma

  • 8/10/2019 Analisa trichoderma

    1/21

    KARYA TULIS ILMIAH

    ANALISA PEMBERIAN Trichodermasp. TERHADAP

    PERTUMBUHAN KEDELAI

    Oleh :

    Lisa Marianah, SP.

    BALAI PELATIHAN PERTANIAN JAMBI

    2013

  • 8/10/2019 Analisa trichoderma

    2/21

    KARYA TULIS ILMIAH

    ANALISA PEMBERIAN Trichodermasp. TERHADAP

    PERTUMBUHAN KEDELAI

    Oleh:

    Lisa Mariananh, SP.

    Disetujui,Kepala Balai Pelatihan Pertanian Jambi

    Dr. Ir. Teddy Rachmat Muliady, MMNIP. 19600511 198603 1 001

    BALAI PELATIHAN PERTANIAN JAMBI2013

  • 8/10/2019 Analisa trichoderma

    3/21

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT Yang Maha Kuasa atas

    rahmat, nikmat dan kesempatan yang telah diberikanNya, sehingga dapat

    merampungkan karya tulis ini yang berjudul Analisa Pemberian Trichoderma sp.

    Terhadap Pertumbuhan Kedelai

    Pembuatan karya tulis ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk

    mengimplementasikan ilmu sekaligus mengembangkan potensi yang ada pada sang

    penulis untuk Balai Pelatihan Pertanian Jambi.

    Dalam karya tulis ini dijelaskan bagaimana pengaruh pemberian pupuk

    organik yang mengandung jamur Trichodermasp terhadap pertumbuhan kedelai dan

    produksinya serta manfaat pupuk organik dalam budidaya tanaman sehingga dapat

    menjadi pupuk alternatif yang sangat potensial dan ramah lingkungan.

    Selanjutnya karya tulis ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kita semua untuk

    meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Masukan dari semua pihak sangat

    diharapkan supaya kegiatan ini dapat berjalan dengan baik.

    Jambi, 23 September 2013Kepala Balai,

    Dr. Ir. Teddy Rachmat Muliady, MMNIP. 19600511 198603 1 001

  • 8/10/2019 Analisa trichoderma

    4/21

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1Latar Belakang

    Pupuk merupakan bahan tambahan yang diberikan ke tanah untuk tujuan

    memperkaya atau meningkatkan kondisi kesuburan tanah baik khemis, fisis maupun

    biologisnya. Kesuburan kimia tanah dinilai dari kandungan ion mineral dan kapasitas

    pertukaran kationnya untuk menyediakan makanan siap saji bagi tanaman. Kesuburan

    fisis adalah keadaan tanah yang tidak kompak atau gembur sehingga menyediakan

    aerasi dan drainase yang baik dan tidak menyiksa akar tanaman. Sedangkan

    kesuburan biologis tanah juga sangat penting, kandungan mikroorganisme tanah yang

    mendukung proses penguraian bahan organik menjadi mineral anorganik adalah

    definisi kesuburan biologis tanah.

    Perbaikan kondisi kesuburan tanah yang paling praktis adalah dengan

    penambahan pupuk ke tanah. Namun perlu diperhatikan keseimbangan kesuburan

    tanah sehingga pupuk yang diberikan dapat efektif dan efisien. Penambahan pupuk

    anorganik yang menyediakan ion mineral siap saji saja akan merusak kesuburan fisis

    tanah, dimana tanah akan menjadi keras dan kompak. Dengan demikian,

    pengaplikasian pupuk organik akan sangat membantu dalam memperbaiki kondisi

    tanah. Akan tetapi pupuk organik lebih lambat terurai menjadi ion mineral, sehingga

    diperlukan penambahan mikroorganisme ke dalam tanah yang dapat mempercepat

    proses dekomposisi dan menjaga kesuburan tanah.

    Salah satu mikroorganisme fungsional yang dikenal luas sebagai pupuk

    biologis tanah adalah jamur Trichodermasp. Jamur ini merupakan salah satu jenis

    mikroorganisme penghuni tanah yang dapat diisolasi dari perakaran tanaman lapang.

    Beberapa spesies Trichoderma yang sudah dilaporkan sebagai agensia hayati yaituseperti: T. Harzianum, T. Viridae, dan T. Koningi yang berspektrum luas pada

    berbagai tanaman pertanian. Biakan jamur Trichoderma dalam media aplikatif seperti

    dedak dapat diberikan ke areal pertanaman dan berlaku sebagai biodekomposer yang

    mendekomposisi limbah organik menjadi kompos yang bermutu. Serta dapat berlaku

    sebagai biofungisida, yang mana jamur ini dapat menghambat pertumbuhan beberapa

    jamur penyebab penyakit pada tanaman antara lain: Rigidoporus lignosus, Fusarium

    oxysforum,Rizoctonia solani, Sclerotium rolfsii, dll.

  • 8/10/2019 Analisa trichoderma

    5/21

    1.2Tujuan

    Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:

    1. Untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik yang mengandung

    TrichodermaSp. dan pemberian pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan

    produksi kedelai

    2. Meningkatkan pengetahuan dan profesionalisme

    3. Memanfaatkan Sumber Daya Alam yang ada disekitar Balai untuk mengatasi

    kekurangan kebutuhan pupuk.

  • 8/10/2019 Analisa trichoderma

    6/21

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1Kedelai (GlycineMax. L. Merril)

    Kedelai merupakan tanaman asli daratan Cina dan telah dibudidayakan

    oleh manusia sejak 2500 SM. Tanaman kedelai menyebar ke beberapa negara

    sejalan dengan berkembangnya perdagangan antar negara yang terjadi di awal

    abad ke-19 yaitu Jepang, Korea, India, Australia dan Amerika. Di Indonesia

    sendiri tanaman mulai dikenal oleh masyarakat khususnya pulau jawa sekitar abad

    ke-16 yang dibawa oleh imigran Cina (Adisarwanto, T. 2005). Sedangkan

    menurut Rukmana, R. dan yuniarsih, Y (1996) Tanaman kedelai mulai di tanam di

    pulau Jawa dan Bali pada tahun 1750.

    Menurut Adisarwanto, T. (2005), pada awalnya kedelai dikenal dengan

    beberapa nama botani, yaitu Glycine soja dan Soja max. Pada tahun 1984 telah

    disepakati bahwa nama botani tanaman kedelai adalah Glycine max (L.) Merill

    dengan klasifikasi sebagai berikut:

    Kingdom : plantaeSubkingdom : CormobiontaDivisi : SpermatophytaSubdivisi : AngiospermaeKelas : DicotyledoneaeSubkelas : ArchichlamydaeOrdo : RosalesSubordo : Leguminosinae Famili : LeguminosaeSubfamili : PapilionaceaeTribe : PhaseoleaeSubtribe : Phaseolinae (Glycininae)Genus : Glycine

    Subgenus : GlycineSpesies : Glycine max(L.) Merill

    Kedelai merupakan komoditi pertanian salah satu bahan pangan utama

    setelah padi dan jagung, serta sebagai sumber protein nabati utama bagi

    masyarakat yang digunakan baik sebagai bahan makanan, pakan ternak, bahan

    baku industri maupun bahan penyegar. Bahkan dalam perdagangan pasar

    internasional, kedelai jga merupakan komoditas ekspor berupa minyak nabati.

    Selain itu kedelai juga berkhasiat sebagai obat beberapa jenis penyakit. Hasil

  • 8/10/2019 Analisa trichoderma

    7/21

    penelitian di Inggris menunjukkan bahwa kedelai berkhasiat sebagai pencegah

    kanker dan jantung koroner, karena mengandung senyawa Phenolik da asam

    lemak tak jenuh yang dapat menekan terbentuknya senyawa Nitrosamin penyebab

    penyakit kanker. Di samping itu kadar letichin dalam kedelai dapat menhancurkan

    timbunan lemak dalam tubuh, sehingga secara tidak langsung dapat menekan

    penyakit darah tinggi dan diare (Rukmana, R. dan yuniarsih, Y, 1996).

    Perkembangan produksi kedelai tahun 1992 merupakan puncak produksi

    kedelai mencapai 1.8 juta ton. Sejak tahun 1993 produksi kedelai terus menurun,

    tahun 2003 tinggal 671.600 ton disebabkan gairah petani menanam kedelai turun

    dipicu masuknya kedelai impor dengan harga murah. Adanya kemudahan impor

    kedelai dengan bea masuk impor/tariff nol persen (0 %), membuat harga kedelai

    nasional tidak dapat bersaing dengan kedelai impor yang lebih murah. Tahun

    2004 s/d 2006 produksi mulai meningkat namun sangat lambat sebesar 723.483

    ton (2004), 808.353 ton (2005) dan 746.611 ton (2006). Tahun 2007 turun

    kembali 20 % dari 2006 menjadi 608.000 ton.(Press Release Mentan Pada Panen

    Kedelai[05-Feb-2008]http://ditjentan.deptan.go.id, Last Updated ( Monday, 04

    February 2008).

    Sebelum tahun 1990 impor kedelai hanya dibawah 500.000 ton dengan

    nilai rata-rata per tahun sebesar US$ 128 juta. Impor kedelai meningkat tajam dari

    tahun ke tahun pada tahun 2000 mencapai 1,3 juta ton dengan nilai US$ 300 juta.

    Impor kedelai dari tahun 20002005 rata-rata 1,1 juta ton dengan nilai US$ 358

    juta atau setara Rp. 3,58 triliun ( 1 US$ = Rp. 10.000,-). (Press Release Mentan

    Pada Panen Kedelai[05-Feb-2008]http://ditjentan.deptan.go.id, Last Updated

    ( Monday, 04 February 2008.)

    Syarat tumbuh tanaman kedelai sebagai berikut:

    a.

    Tanah

    Tanaman Karya tulis dapat tumbuh pada berbagai Jenis tanah dengan syarat

    Drainase dan aerasi tanah cukup baik serta ketersediaan air yang cukup selama

    masa pertumbuhan.

    Karya tulis dapat tumbuh pada jenis tanah :

    Alluvial, regosol grumosol, latosol dan andosol

    Podsolik Merah Kuning, dan tanah yang mengandung pasir kwarsa, perlu

    diberi pupuk organik, Fosfat dan pengapuran.

  • 8/10/2019 Analisa trichoderma

    8/21

    b. Iklim

    Curah Hujan :optimal 100 -200 ml/bulan hujan merata

    Temperatur : antara 2527 derajat celcius, dengan penyinaran penuh (min.

    10 jam/hari)

    Kelembaban suhu : Rata-rata 50%

    Tinggi dari permukaan laut : 0900 meter optimal 650 mdpl

    c. Air

    Masa vegetatif (pertumbuhan) : curah hujan cukup

    Masa generatif (Pembungaan) : curah hujan yang kurang saat pembungaan

    dan pematangan biji sangat berpengarruh terhadap peningkatan hasil karya

    tulis.

    2.2 Pupuk Bokashi

    Kata bokashi berasal dari bahasa Jepang yang artinya kira-kira bahan-

    bahan organik yang sudah diuraikan (difermentasi). Pupuk bokashi merupakan

    salah satu bentuk pupuk organik yang terbuat dari campuran antara bahan-bahan

    organik dan pupuk kandang yang difermentasi atau didekomposisi oleh

    mikroorganisme. Adapun bahan organik yang bisa digunakan dalam pembuatan

    bokashi adalah sebagai berikut: jerami, sekam, daun