Aksi Obat Pada Reseptor Kanal Ion

Click here to load reader

  • date post

    21-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    135
  • download

    14

Embed Size (px)

description

JVKJM

Transcript of Aksi Obat Pada Reseptor Kanal Ion

Aksi obat pada reseptor kanal ion

AKSI OBAT PADA RESEPTOR KANAL IONBy: Kelompok III

NAMA KELOMPOKAGUS SALIMARMAILABESSE SURWANTIFEBRIANTI HASDAN SALEHHASRIANIMARDIAMUH. DARWISFANY FADILAHPENDAHULUANReseptor merupakan komponen makromolekul sel (umumnya berupa protein)yang berinteraksi dengan senyawa kimia endogen pembawa pesan (hormon, neurotransmiter,mediator kimia dalam sistem imun, danlain-lain) untuk menghasilkan respon seluler.Obat bekerja dengan melibatkan diri dalam interaksi antara senyawa kimia endogen dengan reseptor ini, baik menstimulasi (agonis) maupun mencegah interaksi (antagonis).BERDASARKAN SIGNALTRANSDUKSINYA, reseptor terkait dg kanal ion ionotropic receptorreseptor terhubung dg protein G G Protein-coupled receptors (GPCRs)reseptor terkait dg tyrosine kinase tyrosine kinase- linked receptorreseptor inti - nuclear receptorReseptor kanal ion(ionotropik)Reseptor kanal ion (ionotropik)Teraktivasi sebagai respon terhadap ligan spesifikSelektif terhadap ion tertentuTerlibat dalam signaling sinaptik yang relatif cepat ( dibandingkan dengan melalui reseptor protein G)Contoh : reseptor asetilkolin nikotinikreseptor GABAareseptor glutamat (NMDA)reseptor serotonin (5-HT3)

1. Reseptor Asetilkolin NikotinikReseptor ini merupakan reseptor terhubung dengan kanal ion.Reseptor nikotinik dapat berikatan dengan nikotin, tetapi juga memiliki beberapa ikatan dengan senyawa lain.Suatu protein pentamer yang terdiri dari 5 subunit yaitu 2 yang masing-masing berkontribusi membentuk kanal ion, dengan dua tempat ikatan untuk molekul ACh. Terkait dengan kanal Na+ Reseptor ini berlokasi di neuromuscular junction, ganglia otonom, medula adrenal, dan susunan saraf pusat. Paling banyak ditemukan di neuromuscular junctionReseptor nikotinik berperan memperantarai terjadinya kontraksi otot polos.

Aktivasi Reseptor Asetilkolin Nikotinik pada Neuromuscular Junction

Obat-obat/senyawa yang beraksilangsung pada nAChR

Antikolinergik (Neuromuscular Blocking Drugs)Obat yang beraksi menghambat reseptor Asetilkolin NikotinikDigunakan sebagai obat tambahan pada pembiusan di mana digunakan alat bantu pernafasan

Non-depolarizing blocking agents:Awalnya berasal dari Amerika selatan, digunakan untuk racun pada panah untuk membunuh/berburu binatangMekanisme Aksi: Mengikat reseptor nACh, memblok aksi asetilkolin tanpa meenyebabkan aktivasi dari kanal ion shg mencegah depolarisasi kelumpuhan ototEffects: Terutama menyebabkan paralisis (kelumpuhan) : skeletal muscle relaxationSelain itu, juga menyebabkan efek samping otonom :hypotension and tachycardiabronchospasm (histamine release)Contoh Obat:

Contoh obat lain : rokuronium, atrakurium dan mivakurium.Depolarizing blocking agentDepolarizing blocking agent merupakan agonis partial reseptor ACh nikotinik.Contoh obat :

Mekanisme AksiJika obat ini berikatan pada reseptor ACh nikotinik, kanal ion Na+ terbuka yang menyebabkan depolarisasi. Untuk menghasilkan potensi aksi, kanal ion harus diaktivasi dan kemudian diinaktivasi. Kanal ion yang terinaktivasi harus repolarisasi untuk kembali ke kondisi istirahat dan kemudian dapat diaktivasi lagi. Ikatan suksinilkolin dengan reseptor nikotinik menyebabkan perpanjangan lama depolarisasi sehingga justru akan menghambat penghantaran potensil aksi lebih lanjut. Hal ini akan menyebabkan terjadinya relaksasi otot.

Ganglionik blocking drug

Efek Simpatis dan Parasimpatis

Effects of Ganglionic Blockade

2. Reseptor GABA

Lanjutan

Tempat ikatan dibagi menjadi 2, yaitu tempat ikatan alosterik (senyawa lain) dan ortosterik (GABA)Suatu obat dapat beraksi pada sisi alosterik reseptor menyebabkan efek agonis, antagonis maupun inverse agonis Gaba tidak hanya sebagai inhibitor di otak tetapi juga membantu dalam produksi endorfin yang memberikan rasa kesejahteraan (Latihan dan berhubungan seks)Aktivasi Reseptor GABA

Aksi Obat

Reseptor GABA_A memiliki tempat ikatan dengan sejumlah besar obat golongan sedatif hipnotik dan anastetika, seperti barbiturat, etanol dan anastetik volatil. Obat-obat ini bekerja dengan mengikat reseptor GABA pada binding sitenya yang berlokasi dekat dengan kanal ion. Barbiturat memperpanjang durasi pembukaan kanal, sehingga memaksimalkan kesempatan bagi Cl- mengalir. Dengan mekanisme inilah golongan barbiturat banyak digunakan sebagai obat epilepsi, selain digunakan sebagai sedatif.Reseptor GABA juga menjadi target aksi senyawa steroid. Steroid yang dimaksud adalah neuerosteroid dan steroid neuroaktif. Steroid jenis ini bereaksi secara non genomik, yaitu bekerja pada reseptor GABA. Contohnya adalah progesteron dan metabolitnya allopregnalon.3. Reseptor GlutamatGlutamat merupakanneurotransmitter eksitatori.Reseptor glutamat ada 2 jenis, ionotropik (terkait dengan kanal ion) dan metabotropik (terkait dengan protein G)

Reseptor NMDAReseptor NMDA ini banyak ditemukan di otak bagiancortex cerebral dan hippocampussehingga memiliki peranan penting dalamfungsi memori dan belajar.Keunikan dari reseptor NMDA ini adalah dia ter-blok oleh ion Mg2+ (mengeblok kanal Na dan Ca) ketika dalam keadaan inaktif, sehingga membutuhkan reseptor non-NMDA untuk mengaktivasinya.

Aktivasi reseptor NMDAGlutamat lepas dari saraf presinaptik --> berinteraksi dengan reseptor non-NMDA --> afinitas reseptor NMDA dengan Mg2+ berkurang --> Mg2+ lepas --> glutamat mengaktivasi NMDA --> membukan kanal Na dan Ca --> Na dan Ca masuk --> menghasilkan efek seluler (memicu signaling dalam learning dan memory)

Aktivasi berlebihan dari reseptor NMDA berbahaya ???Kalo aktivasinya berlebihan, ion Ca yang masuk dalam sel saraf berlebihan, efek eksositosis, yaitu kematian sel saraf akibat kelebihan glutamat (apoptosis sel saraf).Fenomena ini banyak dijumpai pada penyakit degeneratif, misalnya Alzheimer, stroke, demensia. Oleh karena itu, reseptor ini menjadi salah satu target obat alzheimer, dengan aktivitas sebagai antagonis NMDA.

Antagonis NMDAAntagonis NMDA jaman dulu, contoh obatnya taxoprodil, merupakan antagonis kuat NMDA, sehingga memblok sama sekali kanal Ca. Namun ternyata terjadi banyak efek samping karena benar-benar tidak ada aliran Ca masuk ke sel, sehingga dikembangan obat lain.Sekarang yang menjadi pilihan adalah memantin, yang tidak memblok aliran Ca, tetapi memodulasi aliran Ca sehingga tidak berlebihan. Fungsi fisiologis dari Ca akhirnya tetap terjaga, dan tidak terjadi eksositosis.Contoh obat lain yang beraksi pada reseptor NMDA adalah ketamin *ini sering dipake buat bius tikus di CCRC :D*. Aktivitas utamanya adalah anestetik, namun saat ini dikembangkan juga sebagai antidepressan4. Reseptor serotonin (5-HT/ 5-hydroxytriptamine)

Jalur biosintesis dan degradasinya:

Serotonin yang terlepas dapat mengalami beberapa peristiwa antara lain:1.Berdifusi menjauh dari sinaps2.Dimetabolisme oleh MAO (monoamine oksidase)3.Mengaktivasi reseptor presinaptik (reseptor 5-HT1A dan 5-HT1D, suatu autoreseptor4.Mengaktivasireseptor post-sinaptik5.Mengalami re-uptake dengan bantuan transporter serotonin presinaptik (SERT = serotonin transporter).32Reseptor 5-HT

Reseptor 5-HT3

Obat yang beraksi pada reseptor 5-HT3 ?Mekanisme Aksi:Obat ini menghambat reseptor serotonin pada sistem saraf serebral dan saluran pencernaan. Sehingga obat golongan ini dapat digunakan untuk mengobati mual dan muntah setelah operasi dan penggunaan obat sitoksik.

Penyebab Terjadinya Muntah

Antiemetik