ADAPTASI FISIOLOGIS SISTEM DIGESTIVE PADA ... Pembentukan enzim sistem pencernaan pada neonatus...

Click here to load reader

  • date post

    31-Mar-2021
  • Category

    Documents

  • view

    1
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of ADAPTASI FISIOLOGIS SISTEM DIGESTIVE PADA ... Pembentukan enzim sistem pencernaan pada neonatus...

  • ADAPTASI FISIOLOGIS SISTEM DIGESTIVE PADA NEONATUS

    Ikeu Nurhidayah, M.Kep., Ns.,Sp.Kep.An

  • Sistem Digestive

    Sistem digestive adalah sistem tubuh yang mempunyai peranan penting dalam:

    • Penyediaan nutrien bagi tubuh

    • Pengeluaran sisa pencernaan keluar tubuh

    • Pertahanan tubuh dari mikroorganisme yang masuk melalui makanan

  • • Nutrien merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan energi yang diperlukan oleh setiap jaringan dalam melakukan aktifitasnya.

    • Pada masa intrauterine pemenuhan kebutuhan tersebut dilakukan melalui placenta

    • Begitu lahir  hubungan dengan ibu lewat plasenta diputus  digantikan oleh sistem digestive bekerjasama dengan sistem cardiovaskuler dan sistem respirasi

    • Bayi Baru Lahir  harus memulai untuk memasukkan(menelan) , mencerna dan mengabsorbsi makanan.

  • Organ pencernaan neonatus

    • Susunan saluran pencernaan terdiri dari : - Oris (mulut) - Faring - Esofagus (kerongkongan) - Usus halus - Usus besar - Rektum - Anus

  • Pembentukan enzim sistem pencernaan pada neonatus

    • Enzim-enzim penting untuk mencerna karbohidrat, protein, dan lemak sederhana ada pada minggu ke-36-38 usia gestasi.

    • Bayi baru lahir cukup bulan mampu menelan, mencerna, memetabolisme dan mengabsorbsi protein dan karbohidrat sederhana serta mengemulsi lemak (Jensen et al., 2004).

  • Enzim pencernaan neonatus: • Amilase pankreas mengalami defisiensi selama 3-6 bulan

    pertama setelah lahir, sehingga BBL tidak bisa mencerna jenis karbohidrat yang kompleks seperti yang terdapat pada sereal.

    • Perkembangan aktifitas laktase berlangsung relatif lambat dan mencapai tingkat adekuat pada usia gestasi 36 minggu.

    • Selain itu BBL juga mengalami defisiensi lipase pankreas.

    • Lemak yang ada di dalam ASI lebih bisa dicerna dan lebih sesuai untuk bayi dari pada lemak yang terdapat pada susu formula ( Gorrie, et al., 2008).

  • Cont… • Usus bayi baru lahir relative tidak matur.

    • Sistem otot yang menyusun organ tersebut lebih tipis dan kurang efisien dibandingkan pada orang dewasa sehingga gelombang peristaltik tidak dapat diprediksikan.

    • Lipatan dan vili dinding usus belum berkembang sempurna.

    • Sel epitel yang melapisi usus halus bayi baru lahir tidak berganti dengan cepat sehingga meningkatkan absorbs yang paling efektif.

    • Awal pemberian makan oral menstimulasi lapisan usus agar matur dengan meningkatkan pergantian sel yang cepat dan produk enzim mikrovilus, seperti amylase, tripsin, dan lipase pancreas.

  • Adaptasi Fisiologis Sistem Pencernaan Neonatal 1. Perubahan Hormonal :

     Cortisol

     Cathecolamin

    2. Metabolisme energy

    3. Perubahan anatomi & fungsi sistem cerna

  • Intrauterine • Filorus dan fundus, gaster, terbentuk usia gestasi

    14 minggu. • Spinkter esofagal terbentuk usia gestasi 28

    minggu, usus terbentuk usia 20 minggu, panjang usus 250-300cm by term, kapasitas gaster sekitar 30 ml.

    • refleks menelan sudah mulai terlihat dari kegiatan menelan dan menghisap amnion

    • Gerakan menghisap aktif tampak pada 26-28 minggu.

    • Cairan empedu mulai diproduksi sejak akhir trimester pertama, diikuti denga seluruh enzim- enzim pencernaan lainnya.

  • • UG 28 minggu kapasitas biokimia dan fisiologis untuk digestif & absorpsi sudah ada.

    • Enzim-enzim penting untuk mencerna karbohidrat, protein, dan lemak sederhana (polipeptide: gastrin, motilin, kolesistokinin, pancreatice polypeptide, somatostatin) ada pada minggu ke-36-38 usia gestasi sudah mulai dibentuk untuk mempersiapkan kelahiran (kehidupan janin ekstrauterin)

    • Transport intestinal asam amino (14 minggu), glukosa (18 minggu), FFA (24 minggu)

  • • Laktosa sumber karbohidrat predominan yang terdapat pada ASI/formula. Aktivitas laktase (merubah lactosa glukosa) terlihat pada UG 9 minggu, dan UG 24 minggu mencapai ¼ laktase pd neonatal, peningkatan dramatis terjadi pada UG 32-34 minggu.

    • Disakaridase (amilase, mukosal glukoamilase) aktif saat UG 27-28 minggu

    • Sekresi empedu terjadi pada UG 22 minggu

    • Sekresi asam lambung terjadi pada UG 20 minggu

  • • Proses pencernaan janin belum terjadi secara aktif (inaktif), kebutukan janin akan nutrisi tidak dipenuhi dengan sistem pencernaannya tetapi diperoleh dari plasenta.

    • Refleks makan pada janin didalam kandungan sudah mulai terlihat dari kegiatan menelan amnion dan menghisap.

    • Koordinasi Non nutritive sucking terlihat pada UG 28 minggu, suck-swallow coordination terjadi pada UG 34-36 minggu (Blackburn, 2013).

    • Motilitas GI kontraksi random terlihat UG 25-30 minggu, motilitas meningkat UG 30-32 minggu, motilitas lebih terorganisir > 34 minggu – lahir (Backburn, 2013; Dimmit & Sibley, 2012).

  • Cont… • Mekonium, merupakan isi yang utama terutama

    pada saluran pencernaan janin, tampak mulai usia 16 minggu, mekonium tidak dikeluarkan selama janin berada didalam uterus (tidak terjadi proses defekasi) karena peristaltik belum aktif kecuali pada fetal distres.

    • Pada janin yang mengalami fetal distres, terjadi penekanan pada abdomen dan spingter anal mengalami relaksasi sehingga mekonium yang tersimpan dalam usus keluar dan bercampur air ketuban.

    • Oksigenasi janin utama tetap berasal dari sirkulasi maternal-fetal melalui plasenta dan tali pusat.

  • Ekstrauterine • Neonatus aterm mampu mencerna dan absorbsi ASI sejak lahir

    • Faktor pertumbuhan spesifik-spesies di air susu penting untuk mendorong perkembangan pencernaan pasca natal.

    • Usus neonatus memiliki kapasitas pencernaan dan penyerapan yang imatur tetapi terdapat sejumlah mekanisme kompensasi, terutama untuk bayi yang medapat air susu ibu (Lebenthal & Leung, 2008).

    • Spingter cardiac antara esophagus dan lambung pada neonatus masih immature (Olds, et al., 2010), mengalami relaksasi sehingga dapat menyebabkan regurgitasi makanan segera setelah diberikan (Gorrie, et al., 2008).

    • Regurgitasi juga dapat terjadi karena kontrol persarafan pada lambung belum sempurna (Olds, et al., 2008).

    • Saat lahir kapasitas lambung BBL sekitar 6 ml/kg BB, atau rata-rata sekitar 50-60 cc, tetapi segera bertambah sampai sekitar 90 ml selama beberapa hari pertama kehidupan.

    • Lambung akan kosong dalam 3 jam (Olds, et al., 1980) untuk pemasukan makanan dan kosong sempurna dalam 2 sampai 4 jam. (Gorrie, et al., 1998).

  • Ekstrauterine • Neonatal mungkin mengalami keterlambatan

    dalam gastic emptying karena kontraksi persitaltik masih bersifat random, respon doudenum trhadap makanan masih imatur, kontraksi duodenal imatur delayed gastric emptying.

    • Peristaltik menjadi lebih terorganisir, duodenal responses & gastric emtying time improves sejalan dg meningkatnya gestasional age, regural enteral feeding (10 hari) memiliki efek maturasi positif terhadap duodenal respon (Blackburn, 2013; Dimmit & Sibley, 2012).

  • Ekstrauterine

    • BBL mempunyai usus yang lebih panjang dalam ukurannya terhadap besar bayi dan jika dibandingkan dengan orang dewasa.Keadaan ini menyebabkan area permukaan untuk absorbsi lebih luas (Gorrie, et al., 1998).

    • Bising usus pada keadaan normal dapat didengar pada 4 kuadran abdomen dalam jam pertama setelah lahir akibat bayi menelan udara saat menangis dan system saraf simpatis merangsang peristaltic (Simpson & Creehan, 2001).

  • Ekstrauterine • Saat lahir saluran cerna steril.

    • Sekali bayi terpapar dengan lingkungan luar dan cairan mulai masuk, bakteri masuk ke saluran cerna.

    • Flora normal usus akan terbentuk dalam beberapa hari pertama kehidupan (Gorrie, et al., 1998) sehingga meskipun saluran cerna steril saat lahir, pada kebanyakan bayi bakteri dapat dikultur dalam 5 jam setelah lahir.

    • Bakteri ini penting untuk pencernaan dan untuk sintesa vitamin K (Olds, et al., 1980).

  • Refleks Makan

    • Sejak lahir, seorang bayi normal dapat menghisap dari puting payudara, menyalurkan air susu ke bagian belakang mulut dan menelannya selama 5-10 menit sambil bernafas normal.

    • Terdapat program reflek dan perilaku bawaan, yang menjadi semakin jelas dalam sekitar satu jam setelah persalinan, termasuk kemampuan bergerak dari perut ibu ke payudara, aktifitas tangan terkoordinasi, gerakan mencari puting payudara, melekat ke payudara, dan menghisap sebelum bayi tidur.

  • Cont… • Sentuhan pada langit-langit memicu reflek menghisap.

    • Neonatus memperlihatkan kerja rahang ritmik, yang memicu tekanan negatif dan kerja peristaltik lidah dan rahang memeras air susu dari payudara dan memindahkannya kekerongkongan yang kemudian memicu reflek menelan.

    • Koordinasi Non nutritive sucking terlihat pada UG 28 minggu, suck-swallow coordination terjadi pada UG 34- 36 minggu (Blackburn, 2013).

    • Pada neonatus normal, refleks menyusu ini kuat saat lahir dan sudah tampak pada bayi premature sejak usia sekitar 32 minggu (sekitar 1200g).

  • • Bayi ya