5. teknik tulisan

Click here to load reader

download 5. teknik tulisan

of 27

  • date post

    27-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    976
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of 5. teknik tulisan

  • 1. UNTUK MATA KULIAH SEMINAR ACUAN KONSENTRASI SEMESTER GANJIL 2013

2. KUTIPAN Makalah atau tulisan ilmiah bukan merupakankumpulan tulisan yang berupa penggabungan dari beberap buku atau kumpulan kutipankutipan karya orang lain. Namun, penulis perlu membuat kutipan untuk menguatkan, membandingkan, mengklarifikasi atau mengoreksi pendapat penulis dengan pendapat para ahli atau orang lain. 3. Kutipan perlu memperhatikan hal-hal sbb: Pengutipan harus dilakukan dengan hemat dansesingkatnya. Perlu diperhatikan aspek validitas dan akurasi, sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Menghindari sangat plagiatisme,yaitu memakai atau meminjam pikiran, karya dan ucapan orang lain dengan tidak memberitahukan secara jujur kepada pembaca. Plagiatisme adalah kejahatan terbesar dalam karya ilmiah. Harap diperhatikan utk tidak terlalu banyak mengutip, sebab bisa mengganggu kelancaran bahasa. 4. Jenis Kutipan 1. Kutipan Langsung (direct quatation) ialahkutipan yang sama dengan bahasa aslinya. Memiliki 2 macam, yakni: a. Kutipan Langsung Pendek (sort direct quatation) ialah kutipan sesuai bahasa aslinya, tidak melebihi 4 baris. Diketik menyatu dengan teks, dengan memberi tanda petik pada kalimat atau teks yang dikutip. Diakhiri dengan memberi tanda superskrip footnote (ctrl+alt+F) 5. Contoh: . Soekarno berujar Ia menurut August Babel adalah budak yang pertama. Babel berkata: perempuan adalah budak, sebelum ada budak. Demikian. 6. Kutipan Langsung Panjang (long directquatation) adalah kutipan sesuai bahasa asli melebihi 4 baris. Diketik terpisah dari teks, dalam pada alenia, satu spasi, indensi, tanpa tanda petik, superskrip footnote diberikan pada kalimat terakhir sebelum kutipan langsung panjang. 7. Contoh: Seokarno mengatakan: bahwa soal wanita hanyalah dapat diperoleh pemecahannya yang sempurna dalam Dunia Baru yang berkesejahteraan sosial, maka sayalah uang [yang] paling bersyukur, sayalah yang paling berbahagia. Memang untuk memberi keyakinan yang demikian itulah salah satu maksud tangan saya menggoyangkan pena!... 8. 2. Kutipan Tidak Langsung (Paraphraseatau indiect quatation) adalah kutipan pokok-pokok pikiran, ringkasan atau dalam bahasa sendiri. a. Paraphrase pendek: pokok pikiran yang tidak lebih dari 4 baris (kurang dari 1 alenia), tanpa tanda petik, dijalin dalam kalimat atau alenia. Diakhir dicantumkan superskrip footnote. 9. Contoh: namun dalam perkembangannya, gerakan perempuan Cile seringkali terpaksa terhisap ke dalam kepentingan partai lalu dimanfaatkan demi keuntungan partai semata-mata. 10. b. Paraphrase panjang: pokok pikiran melebihidari 4 baris (dalam beberapa alenia), tanpa tanda petik, dijalin dalam kalimat atau alenia. Diakhir dicantumkan superskrip footnote pada tiap paraphrase atau alenianya. Atau bisa juga dicantumkan dalam footnote (1 spasi, sesuai huruf di footnote, dengan memberi tanda petik) 11. Contoh: Maier mengatakan Apabila upah dapat diberikan menurut prestasi kerja atau banyaknya produksi, maka para karyawan akan didorong untuk berprestasi atau menyerahkan hasil-hasil produksi sebanyakbanyaknya. Norman R.F. Maier, Psychology in Industry: A Psychological Approach to Industrial Problems (London: George G. Harahap & Co. Ltd), 389-390 12. 3. Mengutip Ucapan yaitu memakai pikiran ataupendapat seseorang yang pernah diucapkan pidato, diskusi, wawancara langsung atau TV (diakhiri dengan nama, jabatannya, tempat penyataan itu diucapkan, serta tanggal, bulan dan tahun kejadian Hal yang sangat penting untuk diperhatikan, sebelum mengetik kutipan ini perlu untuk melakukan konfirmasi atau menyatakan ulang kebenaran pernyataan tersebut kepada yang bersangkutan dan meminta ijin untuk mengutip pernyataan tersebut dalam tulisan. 13. Membuat Catatan Kaki (Footnote) Pada umumnya catatan kaki diartikan catatanyang dibuat pada bagian bawah halaman. Catatan kaki tidak hanya dimaksudkan untuk memberi keterangan literatur atau sumber kutipan asli. Ia juga berisi keterangan penjelasan pernyataan dalam teks, yang berisi informasi bandingan, keterangan yang sama disumber lain atau informasi tambahan dari penulis. 14. Nama Penulis dicantumkan tanpa gelar akademik atau gelar keagamaan, kecuali gelar ordo (Katolik). Bukan penulis asli dibelakang nama diberi keterangan editorditulis (ed.) atau (eds.) atau penyadur (penyad.) atau penerjemah (terj.), ditulis setelah nama dan judul asli. Penulis yang tidak lebih dari tiga orang nama orang pertama ditambahkan keterangan et.al tanpa kurung, yang artinya dan kawan-kawan (dkk.). Jika ada buku yang tidak disertai nama pengarang sangat jarang- dapat dituliskan langsung judul bukunya saja. 15. Contoh: Peter Salim dan Yenny Salim, Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer, Edisi I, (Jakarta: Modern English Press), 359 16. Menyingkat Catatan Kaki Jika sumber yang sama telah dikutipsebelumnya untuk kedua kalinya; tiga istilah, yaitu Ibid. (ibidium) yang artinya sama dengan atas Op.Cit (Opere Citato) yang artinya dalam karya yang telah dikutip Loc.Cit (Loco Citato) yang artinya tempat yang telah dikutip. 17. Ibid. untuk kutipan kedua yang diambil daribuku yang sama dengan di atasnya, tapi halaman berbeda. Op.Cit, bila buku itu sudah disebutkan sebelumnya dan sudah diselingi dengan satu buku atau sumber lain (Nama pengarang ditulis, Op.Cit, halaman yang dikutip). Loc.Cit digunakan untuk buku yang sama tetapi diselingi dengan tiga buku atau lebih sebelumnya, dengan mencantumkan nama pengarangnya. 18. Contoh: Ibid, 21 Soejono Soekamto, Op.Cit., 22, Kuntjoroningrat, Loc.Cit, 40 19. Sumber-sumber Footnote Buku-buku dari beberapa jilid Nama pengarang, Judul karangan, dilanjutkandengan menuliskan edisi dan nomor, data penerbit, dan informasi halam yang dikutip. Artikel dari Kumpulan Tulisan Nama pengarang atau editor, judul karangan atau artikel, diberi anda petik-, kemudian judul buku atau ensiklopedi,, jilid atau edisi buku, data publikasi dan nomor halaman yang dikutip. 20. Disertasi, tesisi, makalah atau paper Nama pengarang, judul karangan, informasitujuan dan tempat karangan diajukan (dalam tanda kurung), berisi nama kota dan tahun, nomor halaman kutipan. Artikel dari majalah, jurnal dan Surat Kabar Nama pengarang, judul artikel atau karangan diberi tanda petik, nama majalah atau surat kabar, data publikasi (kota, bulan dan tahun) dan nomor halaman yang kutip. 21. Catatan Wawancara Nama orang yang diwawancarai, posisi ataujabatannya, keterangan waktu wawancara dengan menuliskan tanggal, bulan, tahun, media wawancara dan tempat melakukan wawancara. 22. Secara Selektif!!!!! Data dari Internet Nama penulis, tanggal dipublikasikan, judulartikel atau karangan, tanggal diunduh, hari, bulan dan tahun, diakhiri dengan alamat websitenya. Contoh: Bernstein, M. (2002), A List Apart: For People Who Make Websites, 149. Retrieved May 2, 2006, from http://www.alistapart.com/articles/writeliving 23. DAFTAR PUSTAKA tunggal Kepustakaan ditulis dengan jarak satu spasi dengan hanging. Jarak masing-masing kepustakaan dua spasi tunggal. Urutan kepustakaan berdasarkan abjad nama keluarga atau nama belakang pengarang. Nomor halaman yang dikutip tidak perlu dicantumkan. Data-data yang ditampilkan dalam daftar pustaka sama dengan data dalam catatan kaki. Daftar pustaka dari buku, artikel, data wawancara atau internet dipisahkan. 24. Contoh Daftar Pustaka: 25. Buku-buku: Departemen P dan K (1997). Sistem Pendidikan Tinggu di Indonesia. Jakarta: Departemen P dan K. Buku Petunjuk Penulisan . (t.th). Usul Penelitian dan Skripsi, Fakultas Ekonomi. FISIP Universitas Palangka Raya.t.p. Hardjana, A.M. (1994). Kiat Sukses Studi di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Kanisius. 26. Artikel dari Buku dan Koran Amal, Siti Hadayati. (1995), Beberapa Pespektif Feminis dalam Menganalisis, dalam T.O. Ihromi, Kajian Wanita dalam Pembangunan. Jakarta: Yayasan Obor. Marzali, Ameri, Dapatkah Sistem Matrilineal Bertahan Hidup di Kota Metropolitan, dalam Jurnal Antropologi Indonesia, Th.XXIV, No.16, Jurnal Januari-April 2000. Jakarta: Yayasan Obor dan Fakultas Ilmu SOSPOL UI. Suryakusuma, I. Julia, Perdebatan tentang Undangundang Perkawinan dalam Harian KOMPAS edisi 26 November 2000. 27. SELESAI