(2007) PDF: TULISAN BG 2007

download (2007) PDF: TULISAN BG 2007

of 26

  • date post

    10-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    219
  • download

    4

Embed Size (px)

description

Kumpulan tulisan Bambang Gunawan tahun 2007.

Transcript of (2007) PDF: TULISAN BG 2007

  • DAFTAR ISI:01. CERAMAH MANFAAT INTERNET UNTUK GURU-GURU ORA et LABORA02. MESTAKUNG oleh Prof. Yohanes Surya, Ph.D. 03. TIDAK ADA MANTAN ATAU BEKAS GURU04. DUA SEPEDA MASUK SUZUKI KARIMUN05. MANULA BOLEH BIKE ON CAR?06. PACARAN NAIK SEPEDA07. FOTO CLOSE UP TANTE NITA DI DETIK.COM08. PUDING PEPAYA DI BICYCLE FOR EARTH 07.07.0709. BAN KEMPES DI BALAI KOTA10. MANULA ANGKAT SEPEDA DI PETOJO VIJ 4 11. MANULA GANTI BAN DALAM SENDIRI SETELAH 50 TAHUN12. IRWAN HADI BUDIMAN, ALUMNUS TELADAN BPK PENABUR13. TERIMA KASIH KEPADA TUKANG DI PETOJO VIJ414. LANSIA LATIHAN KE HI15. MAAF TIDAK BISA KE MONAS16. TENSI TURUN BERKAT GOWES?17. PULANG REUNI SAKIT18. TENSI TURUN BERKAT GOWES 30/12/2007 ?

    CERAMAH MANFAAT INTERNETUNTUK GURU-GURU ORA et LABORA

    Pada hari Jumat, tanggal 5 Januari 2007, guru-guru Ora et Labora dari kompleks Panglima Polim, Pamulang dan Bumi Serpong Damai telah mendapat bekal untuk mengembangkan IT di sekolah masing-masing melalui ceramah mengenai manfaat internet.

    Acara diawali dengan kebaktian dan kemudian dilanjutkan pengarahan oleh Pak Tikky sebagai Direktur Pelaksana Harian Ora et Labora, seperti terlihat pada foto-foto di bawah ini.

  • Untuk penulis bukan pertama kali ini memberikan ceramah tentang manfaat internet kepada guru-guru. Ada cerita menarik pada akhir tahun 2006 ketika TKK IPEKA di Pulit sedang siap-siap mau diakreditasi. Putri penulis yang menjadi guru Bahasa Inggris di sekolah tersebut melihat guru-guru lain memiliki sertifikat mengikuti seminar internet pada tanggal 9 Agustus 2002, bertempat di Aula SLTPK/SMUK IPEKA Tomang II, Komp. Green Ville Blok D, Jakarta Barat dengan tema: KEMAJUAN DUNIA INTERNET DAN PEMANFAATANNYA DALAM DUNIA PENDIDIKAN oleh Bambang Gunawan. Walaupun sudah lewat 4 (empat) tahun, guru-guru IPEKA masih ingat guyonan penulis yaitu "berani mengundang Bambang Gunawan dari BPK PENABUR berarti IPEKA mengaku kalah dalam bidang internet dari BPK PENABUR". Lalu putri penulis menambahkan "karena anaknya Bambang Gunawan jadi guru di IPEKA bukan di BPK PENABUR berarti IPEKA kini lebih maju". Memang tidak salah karena ada kepala sekolah BPK PENABUR memperingatkan penulis agar jangan banyak-banyak ngajarin guru-guru IPEKA nanti BPK PENABUR bisa kalah karena guru IPEKA lebih militan katanya. Foto-foto dokumentasi ceramah di IPEKA bisa dilihat pada alamat: http://bg.penabur.org/ipeka/ceramah.htm

    Berhubung Ora et Labora baru memulai memanfaatkan internet di sekolahnya maka dicoba memotivasi guru-guru agar banyak memanfaatkan e-mail untuk berkomunikasi dengan alumni Ora et Labora yang ada di luar negeri. Kebetulan penulis pada pertengahan Desember 2006 berkenalan dengan alumnus SMP Ora et

  • Labora angkatan tahun 1972 yang kini menetap di Inggris, namanya Mia Singgih. Ada e-mail yang mengharukan ketika Mia Singgih melihat foto Ibu Dolly, gurunya waktu SMP, yang kini telah berubah banyak bahkan ketika tulisan ini dibuat Ibu Dolly sedang terbaring di RSPAD Gatot Subroto, Paviliun Kartika, lantai 6 kamar no. 4. Date: Sat, January 6, 2007 4:51 pm, Susah saya menahan airmata saya melihat foto2 kunjungan Pak Bambang dan Pak Tikky ke rumah Ibu Dolly. Terima kasih banyak! Beliau memang kelihatan kurus sekali. Saya berharap beliau akan cepat sembuh dan nanti kalau saya datang ke Jkt sempat bertemu lagi. Saya sedang mencoba untuk 'book' tiket ke Jkt, ancer2nya akhir Juli sampai akhir Agustus. salam, *miasinggih*

    Ada baiknya setelah ceramah ini diadakan pelatihan yang intensif untuk guru-guru Ora et Labora dalam kelompok kecil, tahap pertama khusus untuk guru-guru Bahasa Inggris, sehingga bisa membantu para siswa-siswi mengerjakan FLAT STANLEY yang memungkinan melakukan kerjasama dengan sekolah-sekolah di luar negeri.

    Bambang Gunawan, 7 Januari 2007

    MESTAKUNG oleh Prof. Yohanes Surya, Ph.D.

    Written by Bambang Gunawan Friday, 13 April 2007

    Hari Senin, 8 Januari 2007, Sophia, putri saya yang mengajar di Ipeka Pluit, pulang bawa buku MESTAKUNG oleh Prof. Yohanes Surya, Ph.D. Semua guru Ipeka diberikan buku ini cuma-cuma. Apa isinya?

    Segera saya tertarik karena kebetulan Prof. Yohanes Surya, Ph.D. pernah bilang bahwa ketika dia melamar menjadi guru di BPK PENABUR Jakarta, saya yang menginterviewnya. Terus terang saya sudah lupa.

    Ternyata menarik sekali buku tsb dan baru tahu apa artinya MESTAKUNG yang berasal dari kata seMESTA menduKUNG. Istilah ini diambil dari konsep sederhana fisika, bahwa ketika sesuatu berada dalam kondisi kritis maka setiap partikel di sekelilingnya akan bekerja serentak demi mencapai titik ideal.

    MESTAKUNG menempatkan masalah dan rintangan menjadi kondisi kritis yang mendorong kekuatan-kekuatan alam mendukung upaya mewujudkan mimpi. Dalam setiap keadaan kritis, MESTAKUNG parti terjadi di mana pun dan bidang apa pun. Bahkan dalam kehidupan pribadi Anda.

    Itulah yang tertulis di halaman belakang buku MESTAKUNG oleh Prof. Yohanes Surya, Ph.D.

  • Tanpa sadar karena belum tahu istilah MESTAKUNG sebelumnya, pada hari Jumat, 5 Januari 2007, saya telah melemparkan MESTAKUNG ketika ceramah manfaat internet untuk semua guru-guru Ora et Labora. Inilah yang saya lontarkan.

    TARGET ORA et LABORA:

    Buat boneka Flat Stanley, laporannya kirim ke http://www.flatstanley.com/ sehingga dimuat. Kerjasama dengan sekolah di Inggris melalui pertukaran boneka Flat Stanley. Untuk ini minta bantuan Mia Singgih, gue_aja_yah@yahoo.com This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it yang tinggal di Inggris. Pertukaran pelajar, ada siswa Ora et Labora yang dikirim ke Inggris menjadi tamu sekolah di Inggris. Untuk ini minta bantuan Bristish Council. Kalau MESTAKUNG oleh Prof. Yohanes Surya, Ph.D. bisa tercapai maka semoga MESTAKUNG juga terjadi di Ora et Labora.

    Bambang Gunawan, 9 Januari 2007

    KOMENTARDate: 2007-01-10 07:31 From: Yohan Sumaiku Dear Pak Bambang and Rekan semua: Saya baru pernah sekali ini dengar istilah MESTAKUNG. Saya pikir ini adalah olah raga jenis baru selain Waitankung yg sudah ada lama dimuka bumi ini. Saya senang sekali membaca pengertian intisari dari MESTAKUNG ini. Pertanyaan saya, apakah Global Warming yg ada didalam film "AN INCONVENIENCE TRUTH" dng star nya Al Gore itu bisa teratasi oleh nature? Pd saat bola bumi kepanasan dan es di kutub utara dan selatan habis mencair, kita siap-siap memasuki jaman es (ice age) yg dipercepat itu (dan teoritis kita bakalan membeku semua) maka MESTAKUNG akan membereskan segala "ketidak seimbangan" ini? Sehingga kita tidak jadi membeku? Film "AN INCONVENIENCE TRUTH" ini baru beredar November 2006 dan sudah banyak ditonton oleh masyarakat di sini maupun di luar negeri. Saya tidak tahu apakah di sekolah-sekolah di tanah air film ini sudah merupakan film wajib di tonton? Sebab semua presentasi yg ditayangkan itu adalah pembuktian ilmiah. Sekian dahulu dan salam sejahtera. yohan

    From: Peggy Sumeisey Sent: Saturday, January 20, 2007 5:54 AM Salam Sejahtera, Bp. Bambang Gunawan.., Sebagai orangtua murid yg anaknya bersekolah di OeL saya sangat mendukung jika MESTAKUNG dapat diaplikasikan di OeL. Kita, OeL ini, harus terus mengejar ketinggalan-ketinggalannya dan jika bisa dapat berdiri sejajar dengan sekolah-sekolah Kristen lainnya yg sudah di depan. Jika paparan ini dijelaskan dengan cara yg gamblang bagi anak-2 OeL juga para orangtua, apakah itu lewat POPS, atau terbuka, mereka jadi mengerti Visi & Misi Oel ke depan. Tidak terjadi hanya sebagai Slogan, tapi Langkah Nyata.

  • Arti sekolah ini, Ora et Labora, sudah sangat bermakna. Tinggal resultnya yg kita tunggu. Saya sebagai orang tua murid yg turut bangga anaknya dpt bersekolah di OeL bersedia mendukung. Sesuai dg apa yg saya bisa. Kiranya Tuhan memberkati OeL. Peggy S.Patria, OeL - P.Polim

    TIDAK ADA MANTAN ATAU BEKAS GURU

    Membaca e-mail dari Eridhani Juliarti, alumnus SMPK ORA et LABORA, Panglima Polim, pada Fri, 12 Jan 2007 06:07:21 -0800 (PST) tentang Bu Dolly sbb: "Dear Pak Bambang, email anda sudah saya teruskan ke maillist kami. Terima kasih atas infonya. Prihatin mendengar kabar bu Dolly. Apa di OEL tidak dibuka dompet peduli? mengingat banyak ex sudah tidak berdomisili di Jakarta lagi termasuk saya sendiri. Dan tentu, tidak pernah ada mantan guru kan? Sekali beliau menjadi guru kita, beliau tetap guru kita. Thanx berat ya Pak. Salam saya buat d charming Pak Edi, Pak Yono, Pak Pri (biar galak tetep ngangeni), Pak Harry (Apa masih di OEL?), bu Yohana dll."

    Membuat saya teringat dengan Fenny, alumnus SMPK 1 BPK PENABUR Jakarta, yang menuliskan hal yang sama pada tanggal 28 Januari 2004, "Saya tak mau menyebut bekas guru, sampai kapanpun beliau-beliau yang pernah mengajar saya di SMPK 1 tetap akan jadi guru saya yang sangat saya hormati.... Salam manis Fenny".

    Selanjutnya Fenny menceritakan kisah mengharukan pada Mon, 02 Feb 2004 22:25:23 +0700, sbb: "Pak Bambang yang baik , ..Hari ini tiba tiba saya teringat kenangan bersama Pak Oerip, waktu itu saya di kelas 3b, mau ujian akhir....Tiba tiba saya dipanggil pak Oerip karena saya belum membayar uang sekolah selama 2 bulan, bukan saya pakai uangnya tapi memang karena tidak ada uang...Lalu beliau bertanya, tentang uang sekolah saya dan saya jawab apa adanya, lalu beliau bertanya lagi, kamu tinggal sama siapa, saya bilang tinggal dengan paman saya, dimana orang tua mu, saya bilang orang tua saya sudah cerai sejak saya berusia 2 th, dan mereka sudah menikah lagi, dan tak menginginkan saya, maka saya tinggal berpindah-pindah dari satu saudara ke saudara yang lain.... Air mata saya bercucuran karena sangat sedih ditanya tentang kedua orang tua saya. Kemudian pak Oerip menyuruh saya kembali ke kelas...Saya sangat menghormati semua guru-guru saya di SMPK Pintu Air I, karena kalau ada masalah tak pernah memarahi atau menegur di depan yang lain, tapi kami di panggil secara priba