(2004) PDF: TULISAN BG 2004

download (2004) PDF: TULISAN BG 2004

of 27

  • date post

    12-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    259
  • download

    6

Embed Size (px)

description

Kumpulan tulisan Bambang Gunawan yang dibuat pada tahun 2004.

Transcript of (2004) PDF: TULISAN BG 2004

  • BUDAYA ONNO W. PURBOKetika ceramah waktu JUBELIUM tahun 2000, Onno membagikan CD ARTIKEL INTERNET kepada yang bertanya. Isinya yang besar 700 MB adalah tulisan-tulisan Onno W. Purbo baik yang dipakai untuk ceramah maupun yang sudah dipublikasikan di surat kabar. Tidak ada copy right untuk tulisannya tsb. Bagaimana tahun-tahun berikutnya?

    Pada hari Sabtu, tanggal 15 Maret 2003, Dr. Onno W. Purbo, pakar internet, memberikan ceramah di SMUK 7 BPK PENABUR Jakarta dalam rangka IT CAMP SMUK 7 yang berlangsung selama dua hari. Yang menarik selain mengizinkan copy file sebesar 5 GB dari hard disknya juga mau meluangkan waktu sampai sore diskusi masalah Wireless LAN dan VOIP dalam kelompok kecil.

    Ketika ceramah di UKRIDA, 5 Mei 2004, Onno W. Purbo mengizinkan copy file dari harddisknya sebesar 10 GB. Akhir tahun 2004, telah menjadi 13+ GB.

    Selama libur lebaran 2004, kumpulan tulisan tersebut dimanfaatkan. Hasilnya pada NEWS website ini, ada topik KUMPULAN PEDOMAN yang berisikan 12 pedoman dalam bidang internet, IT atau ICT. Sebagian besar tulisan Onno W. Purbo.

    Kemudian ada masukan sbb: "Pak Bambang, Akan sulit sekali kalau staff dan siapa saja di lingkungan BPK PENABUR untuk membaca, mencerna, apalagi menerapkannya. Rasanya ini masih belum jadi budaya kita. Jadi yang terbaik, dari sekian banyak itu, perlu diambil yang penting-penting dan dijadikan pedoman kita. Tolong dibuatkan draftnya, nanti kita bicarakan dalam rapat-rapat bidang. Trims."

    Onno W. Purbo juga memberikan sharingnya sbb: Kehidupan di dunia informasi, kita akan dibanjiri oleh banyak sekali informasi & pengetahuan. Banyak orang yang memang lebih suka hidup dapat traffic informasi yang rendah & summarized & terkontrol. Memang, nampaknya hidup lebih mudah di traffic yang rendah tersebut. Itu adalah pilihan hidup, saya tidak memaksa untuk mengubah pilihan hidup seseorang. Seni-nya adalah harus ada seseorang / sekelompok orang yang mensummarizedkan bagi kelompok yang ingin-nya low traffic ini .. Sialnya jika tidak ada seseorang / kelompok yang mau mensummarized kan bagi kelompok tsb pilihannya tinggal 2, yaitu: 1. harus mau mensummarized sendiri. 2. ya terpaksa di tinggal kereta api. Sekedar informasi saja, apa yang saya baca, lihat & amati jauh lebih banyak dari total perpustakaan saya yang 13+ Gbyte itu .. Belum lagi traffic e-mail saya yang 600 mail / hari, tidak banyak orang yang akan tahan dengan traffic tinggi ini. Itu adalah konsekuensi yang harus saya tanggung sebagai penulis buku, seorang produsen pengetahuan .. Yang tidak bekerja dimana-mana, betul-betul hidup secara sangat kompetitif sekali .. Yah itu pilihan hidup saya, saya terima dengan segala konsekuensi-nya ..

  • Pak Uripto Widjaja, sesepuh BPK PENABUR juga tidak mau ketinggalan. Sdr.Onno yang baik, Sejak Bambang berani mulai menghidupkan semangat IT di tengah BPK PENABUR dan UKRIDA beberapa tahun lalu, saya gembira bahwa perkembangannya cukup positip dan bermanfaat. Saya salah satu yang merasakan manfaatnya dengan usia saya yang 80. Melalui internet saya bisa bergaul/chating dengan yang lebih muda dan saya kira dengan bermain komputer membuat syaraf saya hidup, katanya "if you don't use it you will lose it", ini benar ya! Karena terus menerus aktif maka otak saya tidak sangat pelupa atau pikun, jika ada juga unsur pelupaan, dibanding kawan sekelas saya, rasanya saya masih lebih baik ! Terserah orang lain yang menilainya. Saya anjurkan sdr. Onno meningkatkan kerjasama dengan Bambang, membagi pengetahuan kalian kepada yang berminat memanfaatkan IT/ICT yang pasti sangat berguna dalam kehidupan masa kini. Tidak menonjolkan "yang penting itu adalah yang baik untuk saya" tetapi "yang penting itu adalah yang baik untuk orang banyak". Selamat berjuang dan GBU. Syalom, Uwidjaja.

    Terima kasih untuk masukan-masukan di atas. Semoga budaya Onno W. Purbo bermanfaat bukan saja untuk BPK PENABUR juga untuk ORANG BANYAK.

    Bambang Gunawan, 7 Desember 2004

    KENANGAN MANIS PERTAMA SETELAH PENSIUN

    Memasuki usia pensiun memang banyak faktor negatifnya kalau sebelumnya tidak dipersiapkan dengan matang. Sangat menarik membaca cerita Prof. Dr. Singgih D. Gunarsa pada http://www1.bpkpenabur.or.id/singgih/pidato2.htm ternyata seorang profesor yang psikolog juga mengalami "saya sebenarnya dilanda oleh "inner conflict" yang dalam kenyataannya sangat "tensioning". Jadi secara tidak sadar kalau digali di bawah alam kesadaran saya, ada dorongan (drive) yang menolak dan tidak rela untuk pensiun."

    Apakah saya juga mengalami hal di atas? Sebenarnya ada, tetapi sudah lebih rendah karena sudah banyak belajar dari Prof. Dr. Singgih D. Gunarsa. Naskah pidato di atas aslinya dalam bentuk hardcopy, lalu saya minta izin untuk dipasang di website BPK PENABUR maka terpaksa saya harus menghubungi percetakan minta softcopynya. Selain diharapkan bisa bermanfaat untuk lebih banyak orang, kalau simpan dalam bentuk hardcopy lebih mudah hilang dan sulit cari lagi kalau dibutuhkan.

    Dugaan semula, saya sudah harus pensiun ketika usia 55 tahun tetapi usia mencapai 60 tahun saya baru dipensiun. Tentu ini sudah satu faktor positif, tidak kaget lagi, karena 5 tahun yang lalu juga sudah siap untuk rela dipensiun.

  • Umur 58, saya juga sudah siap untuk dipaksa pensiun karena ceramah di IPEKA tanpa minta izin pengurus (baca http://bg.penabur.org/ipeka/ ). Tentu ini juga faktor positif yang lain yang mendukung kesiapan untuk rela dipensiun.

    Baru beberapa bulan masuk masa pensiun, tiba-tiba ada kejutan dari UNTAR yang tidak terduga sama sekali, benar-benar surprise, sehingga tidak merasa sia-sia hidup ini. Baca http://bg.penabur.org/untar

    Tidak heran kalau ada yang merasa "habis manis sepah dibuang" tetapi membaca e-mail dari Tasikmalaya ini, walaupun idenya mustahil tetapi menjadi angin segar sehingga menjadi kenangan manis dalam hidup saya karena merasa masih terus dibutuhkan. On Tuesday 02 November 2004 11:23, Thomas Agung wrote: "Betul, Pak Bambang G termasuk SDM "langka dan terbaik dalam bidang TI" yang BPK PENABUR miliki saat ini, mengapa ? Karena sampai sekarang BPK PENABUR masih kekurangan SDM yang paham sekali dengan Teknologi Informasi. Memang ada juga generasi baru seperti Pak Fajar yang juga siap dan tangguh dalam bidang TI, tapi masalahnya dari segi pengalaman masih jauh dibanding dengan Pak Bambang G. Kalau boleh usul kiranya : PH BPK PENABUR dengan segera memberi perpanjangan SK, dan dalam SK itu tidak ada lagi batasan waktu sampai kapannya ..... (sampai Pak Bambang G benar-benar .... bosan, dengan BPK PENABUR .... he...he...he). Yang lebih utama lagi, melalui Pak Bambang G, dapat dijelaskan kepada Pengurus-Pengurus BPK PENABUR mulai dari Pusat sampai daerah, apa sih sebenarnya TI itu ? dan apa keuntungannya kalau orang tahu Internet ? Saya berpendapat tidak semua pengurus tahu apa itu TI ? Jangan-jangan hanya berpikir sempit, kalau TI itu hanya perangkat komputer seperti Pentium 2 atau Pentium 4, itu saja..... ya ini pendapat pribadi. Bagi yang muda-muda dan yang mau betul-betul belajar TI dan seluk-beluknya, mari kita belajar lebih banyak dari Pak Bambang G. salam - thom's."

    Terima kasih kepada Thomas "yang" Agung di Tasikmalaya.

    Juga harus diucapkan terima kasih kepada Tikky dari Sukabumi untuk komentarnya: "Wah Pak Bambang pasti senang sekali karena sekarang setiap penabur setempat sudah bisa saling sharing melalui email dan milis ini. Sebenarnya tugas kita belum selesai, saya sendiri juga baru bangun dari tidur panjang dalam hal komunikasi internet seperti ini. Masih banyak tantangan yang belum selesai digarap, antara lain masih banyak teman-teman yang belum dapat memanfaatkan fasilitas internet di sekolah ataupun di kantor sekretariat karena cara pandang yang berbeda pengurus-pengurus di setiap daerah. Kasihan mereka yang potensial tapi tidak bisa menggunakan fasilitas internet di sekolah atau kantor karena fasilitas itu tidak boleh digunakan dengan alasan pembengkakan biaya pulsa telepon."

    Semoga semua hal di atas selain menjadi kenangan manis untuk hidup saya, dapat juga bermanfaat untuk orang lain.

    Bambang Gunawan, 7 November 2004

  • TAWARAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNTAR

    Pada hari Sabtu, tanggal 21 Agustus 2004, Prof. Dr. Singgih D. Gunarsa mengundang untuk datang pada Dies ke-10 Fakultas Psikologi UNTAR. Ketika ketemu Ibu Henny Wirawan, Pudek 1 FPsi UNTAR, ditawarkan untuk membantu mengajar di FPsi UNTAR karena saya sudah pensiun. Tentu saja kaget, tahu dari mana Ibu Henny bahwa saya sudah pensiun. Ketika ditanyakan, apakah masih bisa? Lalu dijawab: "Kenapa tidak?". Pk. 14:00 acara selesai, ketika pamitan kepada Ibu Henny, masih ditegaskan: "Jadi ya bantu FPsi UNTAR!.

    Esok hari segera kirim e-mail ke Ibu Henny sbb: "Terima kasih untuk tawaran mengajar di Fak. Psikologi UNTAR. Memang saya sudah pensiun dan diperpanjang sampai Desember 2004. Kalau tidak diperpanjang lagi berarti saya sudah bebas. Terima kasih untuk buku 10 Th Psikologi Tarumanagara. Begitu dapat buku tsb komentar pertama saya kepada Alvina ialah kaget koq ada domain www.psikologi-untar.com Tadi saya sudah masuk di website tsb dan lebih kaget lagi ada PERKULIAHAN ONLINE. Wah, suatu kemajuan yang besar nih. Lebih kagum lagi karena pakai program PHP berarti servernya pasti pakai LINUX seperti yang digunakan oleh server BPK PENABUR. Boleh tahu siapa yang jadi webmaster dari www.psikologi-untar.com tsb? Apakah semua dosen dan mahasiswa sudah diberikan e-mail dengan domain tsb? Website tsb pasang di server mana? Punya server sendiri sebagai web server dan mail server? Kalau ngajar di UNTAR, saya hanya bisa ngajar PSIKOLOGI INTERNET, mau?"

    Pertanyaan di atas diteruskan ke Pak Fidelis, Pudek 3 FPsi UNTAR dan inilah jawabannya: "Mengenai server, mula-mula saya ingin berserver dengan menggunakan layanan server di yahoo.com; tapi server di sana cukup mahal. Hanya pasti kita pua