106458025 pengertian-tujuan-ruang-lingkup-fungsi-dan-jenis-supervisi

download 106458025 pengertian-tujuan-ruang-lingkup-fungsi-dan-jenis-supervisi

of 24

  • date post

    29-Nov-2014
  • Category

    Documents

  • view

    6.504
  • download

    0

Embed Size (px)

description

 

Transcript of 106458025 pengertian-tujuan-ruang-lingkup-fungsi-dan-jenis-supervisi

  • 1. JAWABAN UTS SUPERVISI PENDIDIKANI. Pengertian, Tujuan, Peran, dan Ruang Lingklup dari Supervisi Pendidikan A. Pengertian Supervisi Pendidikan Supervisi secara etimologis, berasal dari bahasa Inggris, yaitu supervision, artinya pengawasan. Senada dengan ini, Oteng (1983: 222) mengatakan bahwa penggunaan istilah supervisi sering diartikan sama dengan directing atau pengarahan. Sedangkan menurut Suharsimi (1988: 152) mengatakan bahwa istilah pengawasan, penilikan atau pemeriksaan digunakan untuk istilah supervisi. Dan pada zaman Belanda orang banyak mengenal istilah inspeksi. Selain itu, untuk mendefinisikan istilah supervisi juga dapat dilihat dari istilah bahasa Inggris supervision artinya pengawasan di bidang pendidikan. Orang yang melakukan supervisi disebut supervisor. Sedangkan menurut perkataannya (morfologis) Supervisi terdiri Dari dua kata yaitu supetr yang berarti atas, lebih dan visi yang berarti lihat, tilik, awasi.Seorang supervisor memang mempunyai kedudukan yang lebih dari orang yang disupervisinya. Dengan demikian secara etimologis, supervisi memiliki makna pengawasan dalam berbagai bentuknya, termasuk memiliki arti inpeksi. Sedangkan menurut terminologi, supervisi pendidikan terdapat beberapa pendapat menurut para ahli pendidikan, diantaranya: 1. Carter V. Good, dalam bukunya Dictionary of education, sebagaimana yang dikutip oleh Burhanudin, memberikan pengertian bahwa supervisi pendidikan adalah usaha dari seseorang kepala atau atasan untuk memimpin dan membantu guru-guru dan petugas lainnya dalam memperbaiki kinerja, pengajaran, termasuk menstimulir, menyeleksi pertumbuhan jabatan, dan perkembangan guru-guru, dan merevisi tujuan- tujuan pendidikan, bahan-bahan pengajaran, dan metode mengajar, serta evaluasi pengajaran. 2. Konsep supervisi modern sebagaimana dirumuskan oleh Kimball wiles (1967) sebagai berikut: Supervision is assistance in development of a better teaching learning situation. Supervisi adalah bantuan dalam pengembangan situasi pembelajaran yang lebih baik. Rumussan ini mengisyaratkan bahwa layanan supervisi meliputi keseluruhan situasi belajar mengajar (goal, material, technique, method, teacher, student, and environment). Sityuasi belajar inilah yang seharusnya diperbaiki dan ditingkatkan melalui layanan kegiatan supervisi. Dengan demikian 1
  • 2. supervisi tersebut mencskup seluruh aspek dari penyelenggaran pendidikan dan pengajaran. 3. Depdiknas (1994) merumuskan supervisi sebagai berikut: pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat meningkatklan kemampuan untuk mengembangkan situasin belajar mengajar lebih baik. 4. Wiles secara singkat telah merumuskan bahwa supervisi sebagai bantuan pengembangan situasi belajar agar lebih baik. Adam dan Dickey merumuskan supervisi sebagai pelayanan, khususnya menyangkut perbaikan proses belajar mengajar. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, Supervisi pendidikan secara umum adalah upaya membina guru dalam mengembangkan proses pembelajaran yang mencakup : 1) materi pelajaran, 2) Proses pembelajaran, 3) kecakapan hidup yang dibutuhkan, 4) tingkat kompetensi guru, 5) kondisi siswa. Dengan demikian, supervisi pendidikan adalah usaha untuk membantu, membina, membimbing, dan mengarahkan seluruh staf sekolah, agar mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar dengan lebih baik. Dengan demikian,menurut prespektif pribadi, kegiatan supervisi tiada lain bertujuan untuk menciptakan dan mengembangkan situasi belajar mengajar yang senantiasa mengalami perubahan kearah yang lebih baik secara terus menerus yang mencakup keseluruhan aspek yang menyangkut kependidikan mulai dari kepala sekolah, guru-guru, staf, dan peserta didik serta aspek environmentnya, yakni stakeholders dan lingkungan masyarakat sekitar sekolah,semoga. Jadi aspek utamanya adalah guru, maka layanan dan aktivitas kesupervisian harus lebih diarahkan kepada upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola kegitan belajar mengajar.B. Tujuan Supervisi Pendidikan 1. Tujuan Umum Tujuan umum supervisi pendidikan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tujuan umum pendidikan, yaitu kedewasaan (Poerwanto, 1981: 25). Suatu proses supervisi diharuskan membantu guru agar dapat membantu anak mencapai kedewasaan, yaitu membuat anak didik sanggup mengambil keputusan sendiri dan bertanggung jawab sendiri (Ametembun, 1981: 25). Seorang guru harus dibantu untuk dapat menciptakan situasi dan kondisi kelas yang baik bagi murid, sehingga murid dapat berbuat sendiri dan berani bertanggung jawab atas perbuatannya. Kepala sekolah harus 2
  • 3. berusaha membuat guru dapat menciptakan situasi dan kondisi itu, yaitu dengan supervisi. Tujuan supervisi pendidikan, harus tidak terlepas dari arah tujuan pendidikan nasional. Seorang supervisor harus dapat membantu guru agar dapat menciptakan situasi belajar mengajar yang mengarah kepada tercapainya tujuan nasional, yaitu: Pendidikan nasional menurut UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Visi dan misi pendidikan nasional telah menjadi rumusan dan dituangkan pada bagian penjelasan atas UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Visi dan misi pendidikan nasional ini adalah merupakan bagian dari strategi pembaruan sistem pendidikan, yaitu terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Visi pendidikan tersebut, pendidikan nasional mempunyai misi sebagai berikut : 1. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia; 2. Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar; 3. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral; 4. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global; 5. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks negara Kesatuan RI. Berdasarkan uraian di atas berarti tujuan supervisi sejalan dengan tujuanpendidikan, baik tujuan umum maupun tujuan pendidikan nasional. Dengandemikian, seorang supervisor memang harus seorang yang banyakpengetahuan dan pengalamannya dari orang yang disupervisinya, karena tujuan 3
  • 4. pendidikan di sekolah juga menyangkut tujuan pendidikan secara umum. Seorang supervisor tidak bekerja dalam kekosongan, ia harus selalu jeli melihat jauh ke depan terhadap apa saja yang dilakukannya. Guru adalah ujung tombak sekolah dalam melaksanakan misinya dimana bila tombaknya bengkok tentu tujuan pendidikan akan meleset dari yang telah ditetapkan.2. Tujuan khusus supervisi pendidikan di sekolah Tujuan khusus (operasional) supervisi pendidikan yang ingin dicapai melalui kegiatan nyata supervisi, adalah a. Membantu guru agar lebih mengerti/menyadari tujuan tujuan pendidikan di sekolah dalam usaha mencapai tujuan pendidikan itu. Kenyataan di lapangan, adalah masih banyaknya guru yang terpaku pada tugas rutin, yaitu mengajar dari jam ke jam dan dari kelas ke kelas lain, tanpa sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah bagian dari tujuan yang besar, di mana mata pelajaran hanya sebagai alat. Banyak guru yang hanya mengutamakan menyelesaikan tugas dengan tujuan-tujuan jangka pendek, padahal jauh di depannya ada tujuan yang lebih utama, yaitu pencapaian tujuan pendidikan. Misalnya, apakah guru tahu apa tujuan pengajaran tata bahasa bagi hidup anak? b. Membantu guru agar mereka lebih menyadari dan mengerti kebutuhan dan masalah-masalah yang dihadapi siswanya. Sistem klasikal memang mempunyai kelemahan, namun itu bukanlah hambatan atau alasan guru tidak bisa berbuat banyak bagi siswanya. Misalnya, menyamaratakan kemampuan siswa di satu kelas, mengabaikan hambatan-hambatan yang bersifat pribadi. Anak pada usia sekolah, terutama di Indonesia banyak menghadapi masalah, baik yang bersumber dari dirinya maupun dari keluarga dan lingkungannya, karena itu mereka perlu diperhatikan secara khusus, sebab