10-Jejas , Adaptasi, & Kematian Sel Dr Nindya

Click here to load reader

  • date post

    22-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    74
  • download

    16

Embed Size (px)

Transcript of 10-Jejas , Adaptasi, & Kematian Sel Dr Nindya

JEJAS , adaptasi, & kematian sel

JEJAS , adaptasi, & kematian selNindya Shinta, dr, M.KedJEJAS SEL1

1

JEJAS SEL

2Sel NormalDinamisSelalu berubah menyesuaikan diri dengan perubahan lingkunganKalau perubahan melebihi kemampuan menyesuaikan diri cedera sel

2

JEJAS SEL

3HOMEOSTASISSel normal selalu berada dalam keadaan homeostasisStress fisiologis dan stimulus patologik adaptasi sel secara fisiologik dan morfologik keseimbangan baru mempertahankan viabilitas dan fungsi sel

3

JEJAS SEL

4JEJAS SELJika stimulus / stres yang diterima sel melebihi daya adaptasi sel atau sel tersebut tak dapat beradaptasi maka terjadi jejas pada sel yang bersifat :ReversibelIreversibelKematian Sel

4

JEJAS SEL

5Respon terhadap StimulusAdaptasiatrofi, hipertrofi, hiperplasia, metaplasiaCedera reversibel : degenerasiCedera ireversibel : sel mati ApoptosisNekrosis

5

JEJAS SEL

6

ADAPTASI

SEL NORMAL

JEJAS REVERSIBELJEJAS IREVERSIBEL

6

JEJAS SEL

7JENIS STIMULUSKekurangan oksigenHipoksia : defisiensi oksigenOksigenase inadekuat : gangguan sistem kardiorespirasiKapasitas transport oksigen : anemia, keracunan COIskemia : hilangnya suplai darah pada jaringan karena gangguan aliran arteri/berkurangnya drainase venaAgen fisikTrauma, suhu ekstrem, radiasi, tegangan listrik, tekanan atmosferAgen infeksi

7

JEJAS SEL

8Agen kimia dan obat-obatanSemua bahan kimiaRacun merusak permeabilitas membran sel, mengganggu homeostasis osmotik/integritas enzim kematian selReaksi imunologisShock anafilaktikPenyakit autoimunCacat genetikKetidakseimbangan nutrisiDefisiensi nutrisiKelebihan nutrisiAging

JENIS STIMULUS

8

JEJAS SEL

9HipoksiaFosforilasi oksidatif di mitokondria produksi ATP ATP sel

JEJAS SEL

10ATP sel Gangguan pompa Na/KmembranGangguan pompa Ca membranK keluar ke ekstraselNa & air masuk ke intraselCa masuk ke intraselPembengkakan selMikrovili rusakBula pada membranPembengkakan retikulum endoplasmaBentukan myelin

JEJAS SEL

11ATP sel Induksi fosfofruktokinaseGlikolisis Asam laktat pH Kromatin nukleus memadat&Aktivasi / pelepasan enzim lisosom

JEJAS SEL

12Pelepasan ribosom dari REKSintesis protein Enzim lisosom mendegradasi komponenSitoplasma dan nukleusAktivasi / pelepasan enzim lisosom

ADAPTASI SELSel beradaptasi sesuai lingkunganAdaptasi fisiologis respon sel terhadap rangsang normal (hormon, kemokin)Adaptasi patologis respon sel terhadap rangsang jejas atau untuk mempertahankan diri Adaptasi sel : keadaan sel antara normal (unstressed cell) dan jejas/cedera sel (overstressed cell)

JEJAS SEL13

JEJAS SEL

14ADAPTASI SELSifat : Reversibel bilaRangsangan dihentikanBelum terjadi cederaNORMALADAPTASIJEJAS/CEDERARANGSANGAN

14

JEJAS SEL

15BENTUK ADAPTASI SEL

AtrofiHipertrofiHiperplasiMetaplasi

15

JEJAS SEL

16ATROFIPengecilan organ/jaringan karena pengecilan volume selOrgan tsb sudah(pernah) mencapai volume normalBedakan dengan : Agenesis, aplasia, hipoplasia

16

JEJAS SEL

17PENYEBAB ATROFINutrisi kurangAliran darah terganggu (vascular atrophy)Terganggunya syaraf (neurogenic atrophy)Berkurangnya beban kerja (disuse atrophy)Berkurangnya stimulus hormon (endocrine atrophy)Proses ketuaan (aging process)Penekanan (pressure atrophy)

17

JEJAS SEL

18Glottal insufficience

normalatrophy

18

JEJAS SEL

19Muscle ischemic atrophy:

19

JEJAS SEL

20HIPERTROFIPembesaran organ/jaringan karena pembesaran selPeningkatan beban tugas, sedangkan sel tidak memiliki kemampuan untuk membelah diri (mitosis)Terjadi pada otot bergaris (otot skelet & otot jantung)

20

JEJAS SEL

21HIPERTROFITerjadi pada 2 keadaan :Fisiologik

Patologik

21

JEJAS SEL

22HIPERTROFI

PATOLOGIS

FISIOLOGIS

22

JEJAS SEL

23HIPERPLASIPembesaran organ/jaringan karena bertambahnya jumlah selSel tsb memiliki kemampuan mitosis (sintesa DNA)Misalnya otot polos, epitel kelenjar, tulang/tulang rawan, sel hepar, sel sumsum tulang, fibroblast, epitel kulit&usus, dll

23

JEJAS SEL

24HIPERPLASITerjadi pada 2 keadaan :FisiologikKompensatoirHormonalPatologik

24

JEJAS SEL

25HIPERPLASIHiperplasi dan hipertrofi dapat terjadi bersamaan pada otot polos uterus selama wanita hamil (hormonal)

Pembesaran sel pada HIPERTROFI disertai penambahan jumlah ORGANEL

25

JEJAS SEL

26HIPERPLASIPATOLOGIS

FISIOLOGIS

26

JEJAS SEL

27METAPLASIPerubahan dari satu jenis sel dewasa menjadi sel dewasa jenis lainTujuan agar jaringan lebih tahan terhadap rangsangan yang menahunKerugian : fungsi jaringan awal menjadi hilang

27

JEJAS SEL

28METAPLASISering terjadi pada epitel, bisa juga pada jaringan mesenkimal (jarang)Contoh :Epitel bronkus pada perokok berat dari selapis silindris berbulu getar epitel bertatah (berlapis pipih)Epitel endoserviks dari epitel silindris epitel bertatah

28

JEJAS SEL

29METAPLASIBila rangsangan tidak berhenti, metaplasi epitel bertatah/skuamous dapat berlanjut ke pertumbuhan lain (bukan ADAPTASI lagi) displasi (maladaptasi)Jadi, metaplasi bila berlanjut berpotensi menjadi ganas

29

JEJAS SEL

30Metaplasia

30

JEJAS SEL

31METAPLASI

Epitel BronchusMetaplasi

31

Schematic diagram of columnar to squamous metaplasiaFrom ROBBINS BASIC PATHOLOGY2003 JEJAS SEL32

JEJAS SEL

33DISPLASIADis = salah/sakitPlasia = pertumbuhanPertumbuhan yang tidak mengikuti aturan normal sepenuhnyaEtiologi :Jejas fisik atau kimia menahun

33

JEJAS SEL

34DISPLASIATanda morfologik :Pertumbuhan sel lebih meningkatjumlah mitosis > Normalepitel permukaan lebih tebalNampak sel-sel atipik (tidak normal) dengan perubahan ukuran & bentuk sel, inti lebih besar & gelap (DNA inti lebih banyak)Diferensiasi sel jadi abnormal, banyak sel yang posisinya tidak wajar (sel basal berada di tengah, mitosis tidak di basal, sel primitif)

34

JEJAS SEL

35DISPLASIAPada fase awal, masih mungkin kembali normal bila penyebab dihilangkanDisplasi (terutama yang berat) seringkali merupakan kelainan pra ganas (pre cancerous)Displasia tidak tergolong adaptasi

35

JEJAS SEL

36DISPLASIA

Epitel SkuamousDisplasia

36

JEJAS SEL

37JEJAS SEL

37

JEJAS SEL

38

38

JEJAS SEL

39

39

JEJAS SEL

40Akibat Jejas / Cedera

Jenis dan beratnya cederaJenis dan kondisi sel yang terkena:kepekaan terhadap jejasdiferensiasi suplai darah nutrisi umur

40

JEJAS SEL

41Jejas ReversibelPada keadaan hipoksia, terjadi gangguan fosforilasi oksidatif di mitokondriaAkibatnya ATP berkurang Na pump terganggu influks Na+ Ca2+ dan H2O serta efluks K+ Perubahan dalam sel (degenerasi)

41

JEJAS SEL

42Jejas ReversibelPerubahan yang terjadi :Sel menjadi bengkak (swelling)Kondensasi kromatin nukleusPembentukan bula pada membran plasmaPembengkakan organel

42

JEJAS SEL

43Degenerasi

Degenerasi : perubahan morfologi akibat jejas non fatal (reversibel) sehingga dapat pulih. Jejas gangguan metabolisme K, P, dan L pada sel perubahan morfologi sel.Perubahan morfologi sel berupa timbunan abnormal bahan di dalam sitoplasma sel.Infiltrasi : gangguan yang bersifat sistemik terjadi perubahan metabolisme produk metabolit menumpuk jejas seluler.

43

JEJAS SEL

44Degenerasi dan Infiltrasi Degenerasi dapat berupa degenerasi bengkak keruh (cloudy swelling/ degenerasi albumin)degenerasi hidropik (degenerasi vacuoler) degenerasi hialin degenerasi mucin Infiltrasi dapat berupa perlemakan (fatty depotition/fatty change/metamorphosis) infiltrasi glikogen infiltrasi amiloid

44

JEJAS SEL

45Macam DegenerasiPembengkakan sel (Cell Swelling)timbunan air berlebihan dalam sitoplasma sel, tampak sel membesar tanpa adanya vakuola Degenerasi hidropik / degenerasi vakuoltimbunan air lebih banyak lagi, sehingga terlihat vakuola di dalam sitoplasmaPerlemakan (fatty change)timbunan lemak di dalam sitoplasma parenkim

45

JEJAS SEL

46Cellular swelling

Normal Liver cellsSwollen Liver cells

46

JEJAS SEL

47Fatty Change

Fatty Liver

47

JEJAS SEL

48Jejas IreversibelJika jejas reversibel berjalan terus melampaui daya sel untuk bertahan jejas reversibel (cell death) yang ditandai:Membran sel bocorMembran organel robek, isi keluar (lisosom)Inti sel piknosisKematian sel (nekrosis)

48

JEJAS SEL

49Jenis Kematian SelNekrosiskematian sel terjadi akibat stres abnormal (iskemia, trauma bahan kimia,dll)Apoptosiskematian sel terjadi melalui program bunuh diri yang terkontrol internal untuk menghilangkan sel yang tidak dikehendaki

49

JEJAS SEL

50NekrosisJejas yang paling ekstrim akan mengakibatkan kematian sel atau jaringan, dimana kematian tersebut dapat berupa kematian somatik (somatic death) atau berupa nekrosis.Serangkaian perubahan morfologi menyusul kematian sel dalam jaringan/organ hidup sebagai akibat dari kegiatan degradasi progresif enzimatis atas sel yang terjejas lethal

50

JEJAS SEL

51Morfologi NekrosisGambaran makroskopis perubahan bentuk seltidak nampak segarkeruh (opaque)tidak cerahwarna putih abu-abu. Gambaran mikroskopis jaringan nekrotik seluruhnya tercat eosinsering pu