09 Bab 9 Cashflow Dan Income Statement Rev 10

download 09 Bab 9 Cashflow Dan Income Statement Rev 10

of 8

  • date post

    19-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    27
  • download

    5

Embed Size (px)

description

s

Transcript of 09 Bab 9 Cashflow Dan Income Statement Rev 10

  • Income Statement dan Cash Flow Statement

    Studi Kelayakan Bisnis Peternakan

    0

  • Income Statement dan Cash Flow Statement

    Studi Kelayakan Bisnis Peternakan

    1

    Proyeksi Arus Kas (Cash Flow) 9.1. Pendahuluan

    Bab ini meyajikan pengukuran dan penganalisisan arus kas dan rugi laba perusahaan. Pengukuran arus kas (cashflow) dan rugi laba (income statement) untuk perusahaan yang direncanakan merupakan proses estimasi terhadap arus kas dan rugi laba perusahaan. Selanjutnya dalam buku ini hasil estimasi arus kas disebut dengan Proyeksi Cashflow, dan hasil estimasi rugi laba disebut Proyeksi Rugi Laba. Mengapa perlu melakukan analisis terhadap proyeksi cashflow dan proyeksi rugi laba? Penilaian keputusan investasi yang didasarkan pada parameternya seperti NPV, IRR, dan Payback Period disamping memiliki keunggulan juga mengandung kelemahan. Keunggulan dan kelemahan masing-masing metode pengukuran parameter investasi disajikan pada uraian di bawah ini. NPV dinilai sebagai metode keputusan investasi paling riil, karena ekspektasi NPV positif menggambarkan sebuah kelayakan usaha dan sekaligus menunjukkan peningkatan investor wealth (kekayaan investor). Pengukuran NPV memiliki kesulitan terutama pada (a) penentuan tingkat diskonto, dan (b) ekspektasi arus kas (Asnawi, S.K., dan Chandra Wijaya, 2005). Penentuan tingkat diskonto sangat tergantung dari kemampuan dan pengalaman planner. Disamping itu, pengurangan nilai uang dipengaruhi banyak faktor termasuk perkembangan politik dan ekonomi baik nasional maupun internasional. Menurut Asnawi, S.K., dan Chandra Wijaya, (2005), proses memperkirakan cashflow pada kenyataannya dipengaruhi berbagai faktor, dan sangat mungkin bukan faktor-faktor keuangan, serta sangat tergantung pada industri masing-masing. IRR merupakan metode keputusan investasi yang mendasarkan pada pencarian tingkat diskonto yang menghasilkan NPV = 0. Suatu proyek akan diterima jika nilai NPV > 0, dengan demikian makna IRR adalah sebagai cut-off-rate suatu inve investasi itu layak dilaksanakan, karena investasi itu memberikan NPV = 0 pada tingkat diskonto lebih besar, jadi dengan tingkat i yang lebih rendah tentunya NPV yang dihasilkan akan menjadi positif. Pada beberapa literatur IRR dibandingkan dengan k dimana k = required rate of return, (IRR > k). Semakin tinggi IRR semakin baik (Asnawi, S.K., dan Chandra Wijaya, 2005). Kelemahan metode IRR ini antara lain: (a) menghasilkan multiple rate of return, (b) skala investasi usaha bersifat mutually exlusive. Jika direncanakan usaha A dan B, dimana NPVA > NPVB, namun IRRA < IRRB, sebaiknya pilih investasi A, karena NPV menunjukkan kenaikan wealth investor, dan (c) adanya perbedaan usia ekonomis diantara perusahaan A dan B. Payback period merupakan prakiraan rentang waktu, kapan investasi dapat segera kembali. Secara empiris payback method ini tidak dapat menjadi patokan pasti, karena bagaimanapun tujuan investasi adalah meningkatkan wealth, namun sebagai pelengkap analisis investasi, pendekatan ini tetap dapat disertakan. Payback method memiliki kelemahan antara lain: (a)

  • Income Statement dan Cash Flow Statement

    Studi Kelayakan Bisnis Peternakan

    2

    mengabaikan time value of money, (b) mengabaikan cashflow setelah periode BEP (cut-off-date), (c) untuk rencana usaha yang memerlukan periode analisis jangka panjang, pendekatan ini akan menjadi bias, dan (d) memerlukan patokan (cutoff point). Uraian di atas menggambarkan bahwa dalam memberikan keputusan investasi selayaknya ditunjang dengan kajian kelayakan dari berbagai aspek, terutama yang menggambarkan likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas perusahaan yang direncanakan. Secara teoritis, likuiditas dan solvabilitas dapat dinilai dari proyeksi cashflow, dan rentabilitas dapat dinilai dari data dan informasi dari proyeksi rugi laba. Berdasarkan hal itu, maka perhitungan dan analisis proyeksi cashflow dan proyeksi rugi laba menjadi dasar untuk melengkapi keputusan apakah usaha tersebut layak dilaksanakan dan mampu meningkatkan wealth. 9.2. Proyeksi Cashflow

    a. Definisi

    Kata cashflow mengandung arti arus kas atau arus uang. Arus kas atau arus uang dalam perusahaan terdiri atas arus uang masuk (inflow) dan arus uang ke luar (outflow). Definisi Cash flow is essentially the movement of money into and out of your business; it's the cycle of cash inflows and cash outflows that determine your business' solvency, (http://sbinfocanada, 2009). Dalam perencanaan usaha, arus uang masuk dan arus uang ke luar tentunya terjadi waktu esok (waktu yang akan datang), maka dengan demikian nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah cashflow seluruhnya merupakan nilai yang diperkirakan (expected value), oleh sebab itu cashflow dalam sebuah rencana usaha dikenal dengan Proyeksi Cashflow (cashflow projection) atau ada juga yang menyebut sebagai cashflow statement. Rentang waktu yang digunakan dalam proyeksi cashflow mengacu kepada tahun analisis rencana usaha, seperti bulan, kuartal, semester, tahun, dan lain-lain.

    Istilah-istilah yang perlu dipahami: Cashflow Inflow Outflow Saldo Awal Saldo Akhir Likuiditas Solvabilitas

  • Income Statement dan Cash Flow Statement

    Studi Kelayakan Bisnis Peternakan

    3

    Ilustrasi 9.1. Skema Proyeksi Cashflow

    b. Penyusunan Cashflow

    Secara garis besar cashflow terdiri dari tiga bagian utama yaitu inflow, out flow dan saldo akhir (endcash). Inflow terdiri dari saldo awal, modal pinjaman, modal sendiri dan nilai jual produk, serta nilai sisa (salvage value). Outflow terdiri atas biaya tetap dan biaya variabel, serta overhead cost, juga termasuk kewajiban bank seperti pembayaran bunga dan cicilan pinjaman. Biaya penyusutan (depresiasi) atas sejumlah aset perusahaan tidak dimasukan dalam cashflow karena uangnya tidak benar-benar dikeluarkan, tetapi tetap ada dalam kas. Biaya penyusutan baru diperhitungkan dalam proyeksi rugi laba, sebagai dana cadangan untuk penggantian aset di masa yang akan datang. Saldo akir dalam cashflow merupakan selisih antara total inflow dan total outflow.

    Proyeksi cashflow dalam perencanaan usaha disusun menurut rangkaian waktu (time series) sesuai dengan umur usaha/proyek yang telah ditetapkan. Artinya inflow, outflow, dan endcash akan tersebar menurut rangkaian waktu tersebut (Lihat Ilustrasi 9.2).

    Keterangan: Jangka waktu pinjaman modal 5 tahun, dan bunga pinjaman 10%

    Ilustrasi 9.2. Proyeksi Cashflow

  • Income Statement dan Cash Flow Statement

    Studi Kelayakan Bisnis Peternakan

    4

    Total inflow merupakan jumlah seluruh uang yang direncanakan masuk yang bersumber dari modal pinjaman dan modal sendiri serta nilai jual produk (utama dan sampingan), dan salvage value (nilai sisa). Total outflow merupakan penjumlahan dari uang yang digunakan untuk kegiatan investasi dan biaya-biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha tersebut, serta uang yang digunakan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban ke luar perusahaan, seperti pembayaran bunga, cicilan pinjaman, dan pajak perusahaan. Saldo kas akhir diukur berdasarkan selisih antara total inflow dengan total outflow. Nilai saldo akhir akan menjadi nilai saldo awal untuk periode berikutnya (perhatikan Ilustrasi 9.2). Secara teoritis, saldo akhir kas tidak boleh bernilai negatif, karena mengindikasikan bahwa pada periode berikutnya tidak tersedia dana tunai untuk menjalankan aktivitas. Jika hal ini terjadi, berarti bahwa usaha tersebut membutuhkan sejumlah suntikan dana investasi minimal sebesar nilai negatif pada kas akhir tersebut (sangat tergantung jenis usaha) dan ini perlu dirancang / menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan besarnya isvestasi awal.

    c. Analisis Cashflow Cash flow analysis is the study of the cycle of your business' cash inflows and outflows, with the purpose of maintaining an adequate cash flow for your business, and to provide the basis for cash flow management, (http://sbinfocanada, 2009). Analisis yang mengkaji arus kas masuk dan arus kas ke luar yang dapat dijadikan dasar di dalam pengelolaan keuangan, dan berguna untuk menilai tingkat likuiditas dan solvabilitas perusahaan tersebut. Likuiditas dan solvabilitas keuangan perusahaan tergambar dari nilai kas akhir dari proyeksi cashflow selama umur analisis. Nilai kas akhir yang positif mencerminkan bahwa keuangan perusahaan itu sehat artinya mampu menutup seluruh kewajiban perusahaan baik keluar maupun ke dalam. Semakin tinggi saldo akhir, maka perusahaan tersebut semakin likuid dan semakin solvable.

    d. Proyeksi Rugi Laba

    Proyeksi rugi laba yaitu laporan keuangan yang sistematis yang menggambarkan pendapatan bersih suatu perusahaan per periode tertentu. Laporan ini sudah memperhitungkan kewajiban-kewajiban perusahaan diantaranya terdiri dari penghitungan harga pokok produksi, depresiasi (penyusutan) atas sejumlah barang-barang modal, bunga bank, serta beban pajak. Oleh karena itu berdasarkan laporan rugi laba inilah perusahaan mengetahui penerimaan bersih per periode serta penghitungan dividen yang akan dibagikan kepada pemilih saham perusahaan. Proyeksi rugi laba dalam bab ini tidak akan dibahas lebih lanjut, karena untuk posisi rugi laba dapat dilihat dari arus kas selama umur proyek. Secara lebih detail proyeksi rugi laba dan analisisnya diuraikan lebih lanjut dalam materi akuntansi.

  • Income Statement dan Cash Flow Statement

    Studi Kelayakan Bisnis Peternakan

    5

    9.3. Ringkasan Arus kas (cashflow) dan rugi laba (income statement) dalam studi kelayakan merupakan proses estimasi terhadap arus kas dan rugi laba perusahaan yang digunakan untuk penilaian kelayakan investasi dengan parameter seperti NPV, IRR, dan Payback Period. Demikian pula dengan analisis perputaran keuangan (likuiditas, solvabilitas dab re