05. TEORI RESEPTOR

download 05. TEORI RESEPTOR

of 24

  • date post

    10-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    235
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of 05. TEORI RESEPTOR

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    1/24

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    2/24

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    3/24

    Konsep reseptor lahir pada tahun1878, dirumuskan oleh John N langley

    seorang ahli ilmu faal inggris yang

    menyelidiki antagonisme atropin danpilokarpin Istilah reseptor

    diperkenalkan oleh Ehrlich pada

    tahun 1907, pelopor terkenal dalamkemoterapi, dan imunokimia.

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    4/24

    RESEPTOR OBAT adalah suatu

    molekul jaringan sel hidup

    ,mengandung gugus

    fungsional atau atom-atom

    terorganisasi ,reaktif secara

    kimia dan bersifat spesifik,dapat berinteraksi secara

    reversibel dengan molekul

    obat yang mengandung

    gugus fungsi spesifik danrespon biologik

    Reseptor

    obat banyakterdapat di

    membran sel

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    5/24

    Beberapa jenis ikatan

    interaksi obat denganreseptor

    1. Ikatan kovalen

    2. Ikatan dipol-dipol

    3. Ikatan hidrogen

    4. Ikatan Vanderwals

    5. Ikatan Ion6. Ikatan hidrofob

    1.Lipoprotein

    2.Lipid

    3.Protein

    4.Asam nukleat

    Jenis-jenis

    reseptor

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    6/24

    Interaksi Obat dapat terjadi melalui dua

    tahap

    Interaksi obat

    dengan reseptorspesifik. Interaksi

    ini memerlukan

    afinitas

    INTERAKSI YANG

    DAPAT

    MENYEBABKAN

    PERUBAHAN

    KONFORMASI

    MAKROMOLEKUL

    PROTEIN

    SEHINGGA TIMBUL

    RESPON BIOLOGIS

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    7/24

    1. TEORI KLASIK

    2. TEORI PENDUDUKAN

    3. TEORI KECEPATAN

    4. TEORI KESESUIAN TERIMBAS

    5. TEORI GAYA MAKROMOLEKUL

    6. TEORI MEKANISME & FARMAKOFOR SEBAGAI

    DASAR RANCANGAN OBAT

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    8/24

    TEORI KLASIK DIPERLUKAN

    ,YAITU BERDASARKAN PADAPENGUKURAN EFEK AKHIR

    KERJA OBAT .

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    9/24

    Clark (1926) bilang:

    Suatu molekul obat akan

    menempati satu sisi reseptor ,danobat harus diberikan dalam

    jumlah berlebih, agar efektif

    selama proses pembentukankompleks

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    10/24

    D ROBAT RESEPTOR+ D+RBILA OBAT TELAHMENDUDUKI

    RESEPTOR

    D

    RKOMPLEKS

    AFINITAS

    RESPON

    BIOLOGISEFIKASI

    (+)

    SENYAWA

    AGONIS

    (-)

    SENYAWA

    ANTAGONIS

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    11/24

    AFINITAS ADALAH UKURAN KEMAMPUAN

    OBAT UNTUK MENGIKAT RESEPTOR.

    AFINITAS SANGAT TERGANTUNG PADA

    JUMLAH RESEPTOR

    EFIKASI ( AKTIVITAS INTRINSIK ) ADALAH

    UKURAN KEMAMPUAN OBAT UNTUK DAPAT

    MEMULAI RESPON BIOLOGIS

    SENYAWA AGONIS ADALAH SENYAWA OBAT

    YANG DAPAT MENGAKTIFKAN SEDIKIT

    RESEPTOR UNTUK MENCAPAI EFEK

    FARMAKOLOGI

    SENYAWA ANTAGONIS ADALAH SENYAWA YANG

    DAPAT MEMBERIKAN RESPON LEBIH KECIL DARI

    RESPON AGONIS DAN BEKERJA PADA SISI RESEPTOR

    YANG SAMA

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    12/24

    Paton (1961) bilang :

    Efek biologis dari obat setara

    dengan kecepatan ikatan obat- reseptor

    ,dan bukan dari jumlah reseptor yangdiduduki.

    - Efek biologis dapat ditentukan oleh

    kecepatan asosiasi dan disosiasikompleks obat- reseptor dan bukan dari

    pembentukan kompleks obatreseptor

    yang stabil

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    13/24

    D ROBAT RESEPTOR+ D+RBILA OBAT TELAHMENDUDUKI

    RESEPTOR

    DRKOMPLEKS

    Asosiasi

    RESPON

    BIOLOGISDisosiasi

    (+)

    SENYAWA

    AGONIS

    (-)

    SENYAWA

    ANTAGONIS

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    14/24

    1.Senyawa dikatakan agonis bila

    mempunyai kecepatan :asosiasi >>>> disosiasi

    1.Senyawa dikatakan antagonis

    bila kecepatan :asosiasi

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    15/24

    KOSHLAND (1958) Bilang

    Ikatan enzim (E) dengan

    substrat (S) dapat menginduksiterjadinya perubahan konformasi

    struktur enzim sehingga

    menyebabkan orientasi gugusgugus aktif enzim.

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    16/24

    E SENZIM SUBSTRAT+ E+STerikat

    ESKONFORMASI

    ENZIM

    INDUKSI

    RESPON

    BIOLOGISDisosiasi

    (+)

    SENYAWA

    AGONIS

    (-)

    SENYAWA

    ANTAGONIS

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    17/24

    Perubahan konformasi enzim menyebabkan

    asam-asam amino lysin dan metionin menjadi

    Tertutup dan gugus SH terbuka.

    CONTOHNYA ASETILKOLIN

    ASETILKOLIN AKAN MENGIKAT RESEPTOR ATAU

    PROTEIN MEMBRAN DAN MENGUBAH KEKUATAN

    NORMAL YANG MENSTABILKAN STRUKTUR

    DARIPADA PROTEIN

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    18/24

    Bila perubahan struktur proteinmengarah pada konfigurasi sehinggaobat terikat kurang kuat dan mudahterdisosiasi ,maka terjadi efek agonis.

    Bila interaksi obat protein,mengakibatkan struktur protein sehingga

    obat terikat cukup kuat ,terjadi efekantagonis.

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    19/24

    Belleau (1964) bilang :

    Interaksi mikromolekul obat

    dengan makromolekul protein (reseptor) dapat menyebabkan

    terjadinya perubahan bentuk

    konformasi reseptor yakni :1. Gangguan konformasi spesifik(SCP)

    2. Gangguan konformasi tidak spesifik

    (NSCP).

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    20/24

    D ROBAT RESEPTOR+ D+RBILA OBAT TELAHMENDUDUKI

    RESEPTOR

    DR

    KONFORMASI

    RESEPTOR

    AFINITAS

    RESPON

    BIOLOGISEFIKASI

    (+)

    SENYAWA

    AGONIS

    (-)

    SENYAWA

    ANTAGONIS

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    21/24

    SENYAWA ALKIL TERIMETILAMONIUMPADA RESEPTOR MUSKARINIK

    /ASETILKOLIN ESTERASE

    Pada jumlah atom c = 5 terjadi rangsangan

    reseptor muskarinik karena terbentuk

    ikatan hidrofob dengan daerah nonpolar

    reseptor dan mengubah struktur reseptor

    menjadi bentuk SPC yang menyebabkan

    efek agonis

    Pada jumlah atom c = 7

    terjadi efek agonis parsialkarena terjadi keseimbangan

    struktur reseptor

    dalam bentuk SPC dan NSCP

    Pada jumlah atom c = 9 terjadi efek antagonis

    karena terbentuk struktur NSCP dan sisa

    Rantai nonpolar

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    22/24

    Obat agonis terjadi bila aktivitas

    intrinsiknyadapat mengubah

    Struktur reseptor menjadi bentuk SCP

    (Spesifik Conformation Perturbation)Obat antagonis terjadi bila tidak memiliki aktivitas

    intrinsik

    dapat mengubah

    Struktur reseptor menjadi bentuk

    NSCP

    (Non Spesifik Conformation Perturbation) sehingga

    menimbulkan efek pemblokan

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    23/24

    Farmakofor adalah model tiga dimensi (3-D) suatu molekul atau fragmen dgn

    pengaturan geometrik, tetapi belumdiketahui aktivitas biologisnya secaranyata.

    Teori ini digunakan sebagai dasarrancangan obat.

  • 7/22/2019 05. TEORI RESEPTOR

    24/24

    Reseptor turut berperan dalammenentukan efek obat dalam tubuh fek obat dipengaruhi oleh bentuk

    interaksi reseptor dengan obat