· Web viewPenyediaan komponen instalasi listrik/ penerangan bangunan kantor 100 % 10...

Click here to load reader

  • date post

    16-Apr-2019
  • Category

    Documents

  • view

    219
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of · Web viewPenyediaan komponen instalasi listrik/ penerangan bangunan kantor 100 % 10...

(Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten ogan komering ulu timur) ( )RENSTRA PERUBAHAN

BAB III

ISU-ISU STRATEGIS

BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI

DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi pelayanan

Faktor lingkungan yang berpengaruh besar terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur adalah adanya pelaksanaan otonomi daerah yang cukup baik dengan mengacu kepada undang-undang nomor 22 tahun 1999, dimana pemerintah pusat maupun provinsi tetap memberikan kesempatan kepada daerah khususnya bidang Perdagangan dan Perindustrian untuk dapat mengelola sendiri segala wewenang yang telah dilimpahkan sehingga memacu semangat kreativitas dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk kreatif dan proaktifmembaca peluang-peluang dan kelemaha-kelemahan yang ada sebagai bahan intropeksi dan evaluasi.

Analisis lingkungan organisasi (internal dan eksternal) merupakan hal yang penting dalam menentukan faktor-faktor penentu keberhasilan bagi suatu organisasi.

Dengan mengetahui kondisi internal dan eksternal organisasi serta memperhatikan stockholders, akan diketahui kekuatan (strengths), kelemahan (weekners), peluang (opportunity) dan tantangan (threats) organisasi tersebut yang selanjutnya akan diketahui juga faktor-faktor penentu kebarhasilan organisasi dalam pencapaian visi dan misi yang telah ditentukan.

Untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan organisasi tersebut digunakan methode pendekatan analisis SWOT, yang menganalisis lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) dan analisis lingkungan eksternal (peluang dan ancaman) yang dihadapi oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur serta pengaruh strategis tingkat lokal (kabupaten/kota), regional (propinsi tetangga) nasional dan internasional.

1. Analisis Lingkungan Internal (kekuatan dan Kelemahan)

a. Kekuatan (strenght)

Tersedianya peraturan bidang Perdagangan dan Perindustrian baik pada pemerintah pusat maupun daerah.

Tersedianya dana dalam APBD untuk pelaksanaan tugas rutin maupun pembangunan bidang Perdagangan dan Perindustrian.

Adanya peraturan Bupati Ogan Komering Ulu Timur No 27 Tahun 2017 tentang Uraian tugas pokok dan fungsi Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Tersedianya aparatur pemerintah dengan kemampuan dan kualitas yang memedai.

Potensi produksi pertanian yang besar seperti karet, padi, kelapa sawit dikelola secara memadai untuk kesejahteraan masyarakat.

b. Kelemahan (weakness)

Kurangnya personil, sarana dan prasarana kerja operasional seperti kantor, kendaraan, komputer dan mobailer

Kualitas dan profesionalisme aparatur masih kurang

Pengarahan dan ketaatan hukum masih rendah

Koordinasi antar sektor masih lemah

Data dan informasi dunia usaha yang akurat masih sangat kurang

2. Analisis Lingkungan Eksternal (Peluang dan ancaman)

a. Peluang (opportunity)

Persoalan ekonomi merupakan isu global, sehingga merupakan sektor yang strategis sehingga harus sangat mendapatkan perhatian

Potensi sumber daya alam (SDA) Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur sangat tinggi

Letak geografis yang cukup strategis kearah palembang, lampung dan pulau jawa

Tersedianya pasar domestik yang terdekat

Terdapatnya industri skala besar sebagai patner untuk berinvestasi

Semangat reformasi dibinidang ekonomi

Tersedianya fasilitas transportasi kereta api telekomunikasi dan informasi serta perhotelan

Tersedianya lembaga keuangan

b. Ancaman (Threath)

Cepatnya perkembangan teknologi informasi yang tidak diimbangi dengan kemampuan SDM yang ada

Era perdagangan bebas asia tenggara, berlakunya ketentuan-ketentuan internasional dalam berbagai aspek ekonomi yang belum dipahami oleh dunia usaha.

Restruknisasi organisasi pemerintah akan diikuti dengan kebijaksanaan baru yang memerlukan waktu bagi dunia usaha untuk mengetahui perkembangannya.

Produk akrab lingkungan kecenderungan negara tujuan ekspor mempersyaratkan produk/komoditi dihasilkan oleh kegiatan usaha yang menerapkan manajemen mutu seperti ISO seri 9000 ISO 14000 dan sejenisnya terutama komoditi yang memenuhi syarat akrab lingkungan.

Persaingan antar daerah, pemerintah daerah era reformasi berupaya mengoptimalkan segenap potensi sumber daya yang dimiliki untuk itu setiap daerah dan wilayah akan melakukan persaingan yang sangat ketat.

Otonomi daerah, pelaksanaan otonomi daerah akan diikuti oleh reorientasi tatanan-tatanan baku sektoral dan memerlukan waktu untuk penyesuaian ketatalaksanaan maupun pengaturan-pengaturan substansi teknis.

Kondisi sumber daya alam sebagai sumber bahan baku yang semakin berkurang seiring dengan pertumbuhan penduduk dalam upaya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

3.2 Telaahan Visi, Misi dan program Bupati dan Wakil Bupati OKU Timur

Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan Dinas Perdagangan dan Perindustrian

Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

YAKIN OKU TIMUR LEBIH BAIK, AMAN, NYAMAN TANPA JALAN BERLUBANG

NO

Misi dan Program Bupati dan Wakil Bupati terpilih

Permasalahan Pelayanan Disperindag

Faktor

Penghambat

Pendorong

Misi Ke Enam :

Mengembangkan sektor pembangunan pertanian berkelanjutan, dengan sasaran pembangunan :

Program :

1. Meningkatkan produksi hasil pertanian dan pendapatan masyarakat di sector pertanian ditandai dengan peningkatan produksi sector pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan perikanan serta peningkatan PDRB, penerimaan restribusi sektor pertanian

2. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia sector pertanian ditandai dengan peningkatan jumlah penyuluh pertanian dan jumlah penyuluh yang mengikuti diklat fungsional penyuluh.

3. Meningkatnya pengolahan industri kecil Menengah (IKM) berbasis pertanian dengan indikator peningkatan jumlah IKM berebasis pertanian, jumlah produksi industry pertanian serta penerimaan daerah dari sector industry pengolahan.

4. Meningkatnya produksi hasil kehutanan ditandai dengan jumlah produksi kayu dan hutan tanaman industry (HTI).

Mengembangkan sector pariswisata, dengan pembangunan:

Program :

1. Meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap budaya daerah ditandai jumlah pertauran daerah/ peraturan kepala daerah tentang pelestarian budaya dan objek wisata daerah serta jumlah kelompok kesenian yang terdata dab di bina.

2. Berkembangnya sector pariwisata dengan indikator peningkatan jumlah wisatawan, jumlah objek wisata yang dikembangkan, jumlah penyerapan tenaga kerja sector pariwisata dan lainnya

Meningkatkan stabilitas pangan, dengan sasaran pembangunan :

Program :

1. Terwujudnya ketahanan pangan daerah dengan indikator jumlah surplus pangan dan keseimbangan neraca bahan pangan menuju pola pangan harapan.

Mengembangkan perusahaan daerah, dengan sasaran pembangunan :

Program :

1. Meningkatnya pendapatan perusahaan daerah dengan indikator jumlah penyertaan modal daerah dan jumlah bagi daerah dari peruahaan daerah.

Meningkatkan produktivitas nilai tambah dan pendapatan nilai sector koperasi, UMKM, dengan sasaran pembangunan :

Program :

1. Meningkatnya surplus usaha koperasi dengan indikator peningkatan nilai modal koperasi dan volume usaha koperasi.

2. Meningkatkannya pendapatan pelaku usaha UMKM dengan indikator nilai UMKM, omzet UMKM serta penyerapan tenaga kerja sector UMKM.

Meningkatnya Investasi daerah, dengan sasaran pembangunan :

Program :

1. Meningkatnya nilai investasi daerah ditandai dengan peningkatan jumlah dan nilai total investasi.

Mengembangkan sector Perdagangan dan Perindustrian, dengan sasaran pembangunan :

Program :

1. Berkembangnya sektor perindustrian dengan indikator salah satunya adalah jumlah unit usaha penyerapan tenaga kerja pada industri kecil.

2. Berkembangnya sector perdagangan ditandai dengan salah satunya adalah jumlah pasar yang di bangun/ di rehab.

Permasalahan Bidang Perdagangan dan Perindustrian dan Sumber Daya Manusia

1.Masih

terbatasnya

sumber daya

manusia

yang ada di

Disperindag

sehingga masih

banyak jabatan

struktural yang

belum terisi.

Kondisi ini juga

semakin

diperparah

dengan adanya

pembentukan

dinas dan

badan baru

yang berarti

juga akan

membutuhkan

personil dan

jabatan

struktural yang

lebih banyak.

2. Belum

optimalnya

kemitraan

antar

pelaku industry kecil, menengah, dan industry sekala besar.

3. Belum tersedianya centra industri daerah

1.Kurangnya dana yang tersedia bagi pegawai untuk meningkatkan keterampilan

(mengikuti pelatihan-pelatihan, sehingga keberhasilan suatu program sangat tergantung kepada satu atau beberapa orang saja.

1.Adanya

semangat

kebersama-

an yang

kuat untuk

maju.

2.Adanya undang-undang atau peratauran pemerintah yang mendukung bagi berjalannya program-program yang ditargetkan oleh Disperindag.

3. semakin banyaknya pelaku usaha industri yang tumbuh.

3.3. Telaahan Renstra Perdagangan dan Perind